Sabtu, 21 Agustus 2021

Crush | TV Adaptation Review


Crush | 2021
Sutradara: Yu Cui Hua
Penulis naskah: Yang Yi Xun
Pemain: Evan Lin, Wan Peng, Li Jia Hao, Yu Kun Niu, Li Jia Qi, Mei Yi Chen
Rilis: 3 - 12 Agustus 2021
Episode: 24
Saluran: iQiyi

Based on Mu Fu Sheng's book, So I Love You Very Much/ Qin He Yi Kan.

Hai Hallo! Kembali dengan rekomendasi c-drama series yang sangat saya gandrungi beberapa minggu terakhir ini, bahkan bisa dibilang salah satu c-drama terbaik yang saya tonton tahun ini! Makanya saya bela-belain bikin reviewnya saking kalian harus-wajib ikutan nonton. Crush diadaptasi dari novel karya Mu Fu Sheng, yang juga nulis Sweet Teeth (sedang tayang juga, dibintangi para cogan, nih!) dan yang akan tayang, Lie to Love (dibintangi Leo Luo dan Cheng Xiao).

Crush bergenre slice of life - urban/ modern romance, sangat kental akan aura angst bahkan mental illness. Bisa dibilang Crush unggul di berbagai aspek, yang membedakan dengan modern c-drama lainnya, walau ada beberapa kekurangan juga tentunya. Sampai-sampai saya ingin sekali baca versi novelnya, semoga saja ada yang mau nerjemahin, hiks.

Tema ceritanya sendiri sebenarnya cukup sederhana, CLBK, cinta lama bersemi kembali. Yang membuat spesial adalah karakter para pemain dan konflik penyertanya. Crush bercerita tentang Sang Wu Yan (Wan Peng), mahasiswa akhir jurusan psikologi yang memiliki mimpi menjadi penyiar radio. Untuk memenuhi tugas akhirnya, dia magang di sebuah SLB. Di sanalah dia bertemu dengan Su Nian Qin (Lin Yanjun), guru sementara yang memiliki gangguan penglihatan.


Su Nian Qin sebenarnya adalah penulis lagu  misterius idola Wu Yan, Yi Jin. Dia bukan seorang pribadi yang menyenangkan, selain anti sosial, dia juga cukup arogan, dingin, gampang marah. Walau dia memiliki kekurangan, dia selalu mencoba mandiri. Wu Yan yang melihat keadaanya tentu saja bersimpati, tidak segan membantunya ketika mengalami kesusahan walau sering menerima kesan tak bersahabat dari Nian Qin.

Nian Qin sendiri karena suatu kesalahpahaman menjadi kurang respek dengan Wu Yan. Dia mengganggap Wu Yan hanya sebatas menunaikan kewajiban mencari nilai, alih-alih menjadi guru yang benar-benar tulus untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus. Namun, Wu Yan yang tertarik pada Nian Qin sejak pertama bertemu, yang terkesima akan matanya tidak pantang menyerah untuk dekat dengan Nian Qin, dia selalu mencoba memahami walau ditolak berkali-kali.

Usaha Wu Yan tentu lama-lama membuahkan hasil, Nian Qin sadar kalau dia benar-benar tulus, misalkan saja dengan bukti apa yang dia lakukan untuk Xiao Wei, salah satu anak yang memiliki kekurangan seperti Nian Qin. Hubungan mereka semakin dekat dan tidak membutuhkan waktu lama untuk saling jatuh cinta. Hanya saja kisah cinta mereka tidak semulus yang diharapkan. Mulai penolakan dari ibu Wu Yan karena Nian Qin tidak sempurna, masalah keluarga Nian Qin yang tidak ingin Wu Yan tahu, kondisi mental Wu Yan akan sesuatu yang membuatnya depresi, sampai kesalahpamahan lain yang membuat hubungan mereka benar-benar kandas.

Tiga tahun kemudian mereka kembali bertemu, akankah perasaan mereka tetap sama?


Alasan kenapa Crush menjadi drama favorit saya sejauh ini antara lain; plot cerita yang cukup berbeda dari trope c-drama kebanyakan, akting dan chemistry para tokohnya, sinematografi, plot twist, sampai soundtracknya. Seperti yang kita tahu, rahasia umum kalau kalian penikmat c-drama terlebih yang modern romance, sudah pasti cerita bakalan happy ending, gimana tidak, di bagian opening saja sering kali kita disuguhi scene akhir dari ceritanya. Belum lagi karakter cowok yang kebanyakan tsundere dan berasal dari keluarga kaya. Sedangkan karakter cewek biasanya berasal dari keluarga biasa saja tapi harmonis. Intinya, kita tahu kemasan c-drama secara umum, yang membedakan rasa di dalamnya.

Tak terkecuali Crush, kita masih mendapatkan komponen umum tadi, hanya saja dengan sentuhan angst dan tampilan gloomy-dark. Kedua karakter utamanya memiliki masalahnya masing-masing, keduanya sama-sama tidak sempurna. Nian Qin memeiliki gangguan penglihatan sejak kecil, merasa dibuang dan ditinggal sendirian, menjadikan dirinya pribadi yang dingin dan egois. Sedangkan Wu Yan besar di keluarga yang memanjakannya, membuatnya menjadi sosok yang hangat dan penuh perhatian juga. Hanya saja ketika dia mengalami kehilangan yang cukup besar, dia juga gampang terluka, mendapat berbagai tekanan membuat Wu Yan depresi. Kedua karakter yang tidak sempurna ini mencoba menerima satu sama lain.

Salah satu kebiasaan c-drama lainnya adalah menceritakan kisah pemeran pembantu, biasanya sahabat dari pemeran utama. Dalam hal ini sebenarnya sering saya lewati, karena episode c-drama cukup banyak dan banyak yang jadi antrian, pilihan skip untuk mereka mau tidak mau harus saya lakukan, selain saya memang benar-benar ingin fokus dengan cerita utamanya. Walau begitu saya masih bisa mengikuti jalan cerita bagian mereka yang biasanya juga mendukung kisah pemeran utama.


Untuk akting dan chemistry kedua pemain utamanya, nggak usah diragukan lagi, salah satu alasan kenapa drama ini bikin baper banyak penonton karena meerka berdua benar-benar manis dan chemistrynya kuat banget! Untuk akting perdana, Lin Yanjun benar-benar keren, terlebih dia memerankan seseorang yang tidak bisa melihat. Bahkan alasan utama saya pertama kali mencoba menonton karena dia. Saya baru berkenalan dengan Lin Yanjun di drama ini, nggak tahu kalau sebelumnya dia idol salah satu member Nine Percent (saya malah lebih ngeh dengan Kun). Sama dengan Wu Yan, saya jatuh cinta dengan tatapan matanya! :p

Untuk Wan Peng sendiri nggak usah diragukan lagi lah ya, salah satu aktris China yang saya suka pantengin dramanya. Saya suka ketika dia selalu mencoba memahami Nian Qing walau menerima penolakan beberapa kali, rela bertengkar dengan ibunya demi mempertahankan mimpi dan perasaanya pada Nian Qin, terlebih di adegan yang merupakan plot twist drama ini, benar-benar nggak nyangka.

Untuk konfliknya sendiri sebenarnya nggak ada yang spesial, tentang kesalahpahaman, tentang penerimaan. Bisa dibilang ada 3 timeline yang bisa kita pisah dan memiliki konflik masing-masing; masa pengenalan dan pendekatan, masa sendiri-sendiri dan masa bertemu kembali. Di bagian masa pengenalan dan pendekatan, selain pengenalan tokoh dan timbulnya perasaan cinta, di bagian ini juga diceritakan tentang masalah yang dialami kedua pihak. Nian Qin dengan keluarganya, sedangkan Wu Yan, baik hubungannya dengan Nian Qin dan mimpinya menjadi penyiar radio tidak direstui oleh ibunya. Masa sendiri-sendiri alias tiga tahun kemudian dari pasca putus, dalam rentang waktu ini keduanya fokus akan diri sendiri, impian mereka dan tanggung jawab yang diemban. Bagian terakhir tentang memaafkan, kesempatan kedua dan penerimaan.


Untuk alurnya sendiri, sebenarnya cukup setuju dengan banyak penonton yang menganggap tipikal slowburn drama, nggak terlalu lambat dan cepat juga. Berbeda dengan kebanyakan drama yang cukup bertele-tele di awal episode, Crush cukup cepat dan memang fokus dengan perkembangan hubungan kedua tokoh utamanya, di episode 8 kita bakalan langsung tahu hasilnya, padahal totalnya 24 episode, biasanya di episode 15 ke atas hubungan kedua pemeran utama baru terjalin. Terkesan cepat tapi nggak instan bagi perkembangan chemistry keduanya, karena penulis memang fokus pada hubungan mereka jadi dibangun pelan-pelan, di samping pemeran pendukung -ada tapi nggak mengambil porsi kelebihan. Bagi saya, 24 episode sebenarnya kurang, hahaha, pengen lihat Lin Yanjun lebih lama lagi, selain memang ada beberapa plot hole yang cukup mengganggu, nanti saja bahasnya :p.

Kelebihan lain yang jarang saya temui di c-drama kebanyakan, sinematografinya dan dubbing yang tidak mengganggu. Bisa dibilang Crush memeiliki sinematografi paling aestetik di antara semua yang pernah saya tonton! Teknik penggambilan scene yang kadang tidak biasa. Misalkan pada adegan bertemu pertama kali di taman dan ada pemain biola, scene dibuat terbalik. Terus di bagian Nian Qin ke apartemen dan hanya memandang dari jauh, ada scene yang di ambil dari sela-sela tembok pagar. Waktu Wu Yan memayungi Nian Qin, scene dibuat slow motion. Terus bagian Wu Yan mendengarkan musik di pinggir jalan, Nian Qin lihat di dalam mobil sambil mendengarkan lagu juga. Pokoknya banyak banget scene yang indah.

Belum lagi soundtrack yang di tempatkan pada adegan yang sangat cocok. Misalkan waktu Nian Qin menggendong Wu Yan yang sedang sakit dan menuruni tangga, lagu As I Believe berkumandang. Ada pergantian soundtrack ending juga mengikuti lini masa yang berubah, yang nyanyi Lin Yanjun sendiri pula! Baik opening, ending dan semua lagu yang nangkring di drama ini sangat easy listening. Ditambah tone warna yang cukup warm dan gloomy, aura yang terkesan dark membuat visual Crush benar-benar memanjakan indera kita. Dan poster dramanyaaaaaa, astaga, baru kali ini lihat berbagai versi dan cakep-cakep pula, kalau kata anak mandarinfess cocok buat inspirasi pre-wedding. LOL.

Adegan favorit, banyak banget! Selain masuk salah satu pengambilan scene di atas, saya paling suka bagian waktu Wu Yan mengawasi Nian Qin waktu jalan dari belakang, trus gantian juga waktu Wu Yan mau pulang ke apartemen jalanan gelap, besoknya penuh dengan lampu. Adegan pas kepisah di stasiun, duh, kerasa banget gimana cemasnya Wu Yang. Kiss scene juga memorable banget! Manis banget, sayang nggak banyak, wakakaka. Tapi cukuplah dengan banyaknya adegan gula.


Membahas kekurangan, pertama tentang sikap senior dan idola Wu Yan di tempat siaran, Nie Xi. Awalnya dia sangat bersahabat bahkan seperti guru dan kakak bagi Wu Yan, tapi begitu tahu kalau Nian Qi pacaran dengannya, sikapnya berubah sebaliknya. Sering memberi tugas, apa pun yang dilakukan Wu Yan selalu salah. Namun, di beberapa episode selanjutnya, tanpa penjelasan atau apa pun, tiba-tiba sikapnya berubah baik lagi. Entah karena proses editing yang nggak rapi atau memang dipercepat, yang jelas membuat saya bingung dengan perubahan tiba-tiba.

Kedua, di samping ada plot twist yang mencengangkan dan tak terduga sama sekali, terselip plot hole yang tidak dijelaskan sampai akhir, membuat penonton mengambil kesimpulan sendiri dan membuat saya sangat ingin membaca versi novelnya. Saya bisa menerima plot twist, sebenarnya ada tanda-tanda yang tidak saya sadari, hanya saja lebih ke penyelesaian, kayak nggak ada dan dibiarkan begitu saja. Padahal salah satu aspek yang penting melihat Crush sendiri bercerita tentang cinta lama bersemi kembali antara seorang cowok yang tidak bisa melihat dan si cewek yang menderital mental illness. Sayang saja, padahal memiliki modal yang sangat kuat tapi tidak gali lebih dalam lagi.


Yah, memang kalau dikupas lagi bakalan jadi drama yang berat banget padahal konfliknya sudah banyak, mungkin lebih mengedepankan kisah cintanya, latar belakang tokoh hanya pendamping saja. Makanya berharap banget novelnya bakal diterjemahkan karena ceritanya sendiri memang bagus banget. Jadi versi drama ini cocok bagi kalian yang ingin menonton kisah cinta yang nggak biasa dan benar-benar fokus akan perkembangan hubungan keduanya. Cocok bagi kalian yang lihat si cowok bucin banget ke cewek, jadi cemburuan dan over protective. Cocok banget bagi kalian yang ingin nonton drama yang bikin baper dan bikin terYanjun-Yanjun :p.

Crush saya rekomendasikan sepenuh hati! Kalian harus nonton biar Lin Yanjun banyak main drama lagi!








Bonus pic yang bikin terYanjun-Yanjun, LOL.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...