Rabu, 19 Mei 2021

Cursed in Love | TV Adaptation Review


Cursed in Love | 2020
Judul lain: Watashitachi wa Douka Shiteiru, We Are Not Ourselves
Sutradara: Naoko Komuro, Ryuichi Inomata, Hiroto Akashi, Itaru Mizuno
Penulis naskah: Rin Eto
Pemain: Minami Hamabe, Ryusei Yokohama, Mahiro Takasugi, Arisa Mizuki, Ikusaburo Yamazaki, Yukino Kishii, Risa Sudo
Rilis: 12 Agustus - 30 September 2020
Episode: 8
Produksi: NTV

Based on Natsumi Ando's manga, Watashitachi wa Douka Shiteiru (2016)

Baru kali ini saya kesenengan nemu dorama yang bisa dijadikan favorit sepanjang masa! Selain kesemsem parah dengan pemeran utama cowoknya, versi live-action dari manga Watashitachi wa Douka Shiteiru/ Watadou ini beneran bagus banget dari berbagai aspek. Saya patut berbangga diri nih karena dorama yang akhir-akhir ini saya tonton tanpa rekomendasi dari siapa pun, ya karena nggak banyak yang mengikuti di circle saya, kebanyakan kdrama atau cdrama, mentok membahas anime, tapi tidak banyak yang membahas dorama.

Yang bikin saya tertarik pertama kali adalah Ryusei Yokohama, ya, setelah Kento Yamazaki dan Takeru Satoh di era milineal ini yang menjadi favorit, saya buta dengan aktor/aktris Jepang yang lain. Gara-gara visualnya saya nyoba nyari tahu Cursed in Love ini tentang apa. Ternyata genrenya misteri, ada sentuhan love-hate relationship, dan yang paling spesial, kental akan budaya Jepang. Di sini pemain utamanya hampir selalu memakai kimono, ada acara minum teh khas Jepang dan wagashi atau manisan khas Jepang.


Ketika berusia 6 tahun, Nao Hanaoka (Minami Hamabe) tinggal bersama ibunya di Kougetsu An, toko manisan terkenal di Jepang yang berdiri sejak 400 tahun yang lalu, ibunya bekerja sebagai pembuat manisan di sana. Nao atau ketika kecil dipanggil Sakura berkenalan dengan anak pemilik toko, Tsubaki Takatsuki (Ryusei Yokohama), mereka berteman akrab bahkan Tsubaki mengajari Nao cara membuat manisan. Namun, suatu hari ayah Tsubaki, sang pewaris toko terbunuh. Tsubaki menjadi satu-satunya saksi, berdasarkan keterangannya, orang yang terakhir kali bersama dengan ayahnya adalah ibu Nao. Sejak saat itu Nao menjadi yatim piatu dan menyimpan dendam pada keluarga Takatsuki.

15 tahun kemudian Nao dipertemukan kembali dengan Tsubaki di sebuah kompetisi membuat manisan. Awalnya dia tidak tertarik, dia hanya ingin hidup tenang dengan membuat manisan, Namun, melihat siapa saingannya dan dia dipecat dari tempat bekerja karena ada rumor bahwa ibunya seorang pembunuh, Nao pun memantapkan diri untuk ikut. Walau tidak menang, dia sukses membuat Tsubaki tertarik bahkan sampai mengajaknya untuk menikah. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menyingkap pembunuhan yang menuduh ibunya sebagai tersangka, Nao pun menyetujui tawaran tersebut.

Menyembunyikan identitas, Nao menyusup ke Kougetsu An demi mencari kebenaran untuk ibunya. Menyingkap misteri bertahun-tahun lalu tentu tidak mudah, banyak yang berubah di Kougetsu An, terlebih untuk mencari bukti, bahkan sempat membuat nyawa Nao terancam. Ada orang yang tidak suka dengan keberadaanya, ada banyak misteri di keluarga Takatsuki sendiri sampai kontes memperebutkan Kougetsu An. Seberapa besar mereka saling membenci, mereka tetap saling mencintai.


Cursed in Love/ Watadou ini cukup berbeda dari dorama yang biasanya saya nonton, selain nggak cringe karena live-action manga (biasanya ada adegan di manga yang dihidupkan tapi jatuhnya nggak banget), dorama ini bergenre misteri, thriller, walau tetap ada romancenya. Saya jarang banget nonton selain romance, sebelumnya hanya Death Note. Vibe-nya tentu jadi berbeda, walau ngak mencekam banget, aura misterinya cukup terasa. Menarik karena sepanjang nonton jadi bertanya-tanya akan misteri yang sedikit demi sedikit mulai tersingkap, bahkan ada plot twist!

Bagian misterinya akan saya lewatkan karena lebih asik kalau ditonton sendiri, saya akan membahas kisah cintanya, hehehe. Tsubaki tidak tahu kalau Nao adalah Sakura, teman masa kecilnya, yang sejak insiden ayahnya terbunuh, dia sangat membenci bahkan tidak ingin bertemu lagi dengannya. Nao sendiri sejak kecil sudah menyukai Tsubaki, tapi perbuatannya tidak termaafkan, gara-gara dia ibunya akhirnya meninggal, membuatnya yatim piatu sedari kecil. Bisa ditebak setelah Nao tinggal di Kougetsu An, benih-benih cinta tumbuh di antara mereka.

Tsubaki sendiri mengajak Nao menikah karena dia akan dinikahkan dengan orang yang tidak dia suka, dari keluarga terpandang. Tsubaki tertarik dengan Nao ketika kompetisi dan dari makna manisan yang dia buat, Nao adalah saingan terberatnya. Kegigihannya dalam membuat manisan membuat Tsubaki lama-lama mengakui kehebatannya dan membuatnya jatuh cinta. Tsubaki bertekad menjadi pewaris Kougetsu An dan membesarkannya, dia ingin diakui kakeknya. Pun dengan Nao, dia ingin merebut Kougetsu An demi melindungi Tsubaki. 
Manisan Jepang tidak hanya menyampaikan rasanya saja. Namun juga mengingatkanmu saat memakannya, bagaimana perasaanmu saat itu, dan di situ pasti ada kenangan yang berharga.
Ada beberapa budaya Jepang yang sangat kental sepanjang kita mengikuti Watadou ini. Yang pertama tentu saja tentang wagashi atau manisan khas Jepang. Rasanya pengen ngunyah ketika scene manisan muncul, bentuknya indah-indah banget, belum lagi makna yang ada di dalamnya. Ada bentuk burung, ada bentuk daun terlipat, ada mochi didalam manisan bentuk bintang atau namannya warabi-mochi, dan masih banyak lagi. Scene bagian manisan ini aestetik banget.

Ada acara minum teh dan cara penyajian wagashi di dalamnya, belum lagi para karakter selalu memakai kimono. Kimononya tentu membuat penampilang para tokohnya sangat berbeda dan keren banget, saya tambah kesemsem dengan Tsubaki. Settingnya juga bernuansa Jepang kuno, membuat tampilan Watadou indah banget, pokoknya bikin betah banget sewaktu menontonnya karena nggak biasa.


Untuk chemistry-nya nggak usah diragukan lagi, benci jadi cintanya kerasa banget. Tokoh favorit saya tentu saja Tsubaki, gara-gara perannya yang dingin ini saya jadi kesemsem parah dengan Ryusei Yokohama, saya nyari drama dan film dia yang lain yang sekiranya cocok, pilihan jatuh pada Your Eyes Tell (remake dari film Korea yang berjudul Always) dengan pengisi soundtrack BTS dengan judul yang sama. Aktingnya cukup berkesan bagi saya walau karakter di sana hampir mirip dengan Tsubaki yang lebih banyak diam. Semoga saja semakin banyak drama atau film yang dia bintangi, saya tandain pokoknya! Akting Minami Hamabe juga nggak kalah bagus, tatapan matanya terlebih ketika membuat manisan keren banget.

Secara keseluruhan saya sangat menyukai dorama Cursed in Love/ Watadou ini, wajib banget kalian pantengin kalau pengen nonton dorama yang agak berbeda. Nggak terlalu berat tapi nggak cringe juga. Kalian akan dimanjakan akan pemangan di dalamnya, baik itu para tokoh sampai ketika membuat manisan, indah banget. Ada adegan dewasa tapi nggak eksplisit, masih aman dikonsumsi. Highly highly recommended!

2 komentar:

  1. Wah saya jadi tertarik nonton doramanya sama baca komiknya apalagi saya suka banget tokoh-tokoh yang berpakaian kimono

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dicobaaaaa, siapa tahu jadi bucinnya Ryusei juga :p

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...