Kamis, 04 Juni 2020

Hope by Prisca Primasari | Book Review

Judul buku: Hope
Penulis: Prisca Primasari
Penyunting: Yuli Pritania
Desain sampul: @platypo
Penerbit: Noura
ISBN: 9786232420540
Cetakan pertama, Januari 2020
204 halaman
Buntelan dari Noura Books
Apa pun akan Anna lakukan demi Bintang, mantan tunangannya yang sekarat. Bahkan meski dia harus berhadapan dengan Herr Gregoire yang galak dan arogan, satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan Bintang. Anna berhenti dari pekerjaan, menguras tabungan, dan jauh-jauh datang ke Austria bukan untuk gagal.

Perjalanannya berawal dan berakhir di Luftschloss Hostel, yang berarti istana di atas awan. Nama yang ironis, karena penginapan klasik yang cantik itu kini sudah bobrok dan tidak terawat. Sama kontradiktifnya dengan kemungkinan akhir yang akan dia dapatkan dari perjalanannya ke Vienna: keindahan romansa atau malah harapan yang muluk dan mustahil terwujud.

Berhasilkah perjuangan Anna demi mendapatkan kembali Bintang-nya?
Anna membawa misi yang penting ketika pergi ke Austria, pekerjaan dan tabungan dia pertaruhkan agar bisa menyelamatkan mantan tunangannya, Bintang. Kata gagal tidak ada di kamusnya. Namun, perjalanan Anna memang tidak mudah, sejak pertama dia serasa selalu mendapatkan cobaan, misalkan saja mengetahui Luftschool Hostel yang sudah dia booking lebih menyerupai rumah hantu daripada hostel berbintang seperti di websitenya. Belum lagi keanehan para pegawai yang hanya terdiri dari dua orang, pun dengan satu penghuni lain yang jarang keluar kamar.

Tidak hanya itu, menemukan Herr Ilyusha Gregoire, sang pianis terkenal tidak semudah yang dia harapkan, lelaki tersebut sangat misterius, bahkan Terry sang reseopsionis menasehati agar melupakan misinya. Apapun alasan yang dibawa Anna tidak akan disetujui oleh lelaki tua tersebut. Namun, Anna selalu berharap, misinya tidak akan gagal, sesuatu dipertaruhkan dan dia tidak ingin kehilangan.
Terkadang, satu-satunya jalan yang sanggup untuk diambil orang yang terluka adalah pergi.
Woah, rasanya sudah lama sekali tidak menikmati tulisan Prisca Primasari, saya sampai lupa buku apa terakhir yang saya baca darinya. Rasanya masih sama saja dan ngangenin kalau membaca tulisan penulis yang lebih banyak mengambil latar luar negeri ini, hangat, dark, klasik sekaligus magis, rasa yang selalu berbeda dengan penulis yang lain.

Untuk konfliknya sendiri tidak ada yang spesial sebenarnya, tapi ada bagian yang memang tidak bisa tertebak. Penulis cukup rapi dalam menyimpan rahasia para tokohnya sehingga membuat penasaran dari awal. Karakter Herr Ilyusha Gregoire yang begitu misterius juga sangat menarik. Ada bagian yang cukup menguras emosi, melihat ceritanya lebih condong ke tema keluarga daripada romansa.

Saya sangat menyukai pembukaan ketika Anna tiba pertama kali di Luftchloss Hostel, ketika membaca rasanya seperti membaca manga jaman dulu, entah ya, rasanya ada nostalgia begitu memulai, salah satu magnet yang membuat saya tidak bisa berhenti membaca. Untuk tokoh favorit saya menyukai Terry, saya menyukai cara dia menerima, apa pun masalah yang dia hadapi. Seperti masa lalu Herr Gregoire maupun konflik yang menerpa ketika kenyataan terkuak. Untuk tokoh Bintang, dia tipikal karakter hero yang sering ditulis Prisca Primasari.

Membaca Hope rasanya sangat hangat, emosi yang disuguhkan para tokohnya sangat terasa. Kalian akan merasakan kegigihan Anna, kalian akan menyukai Terry serta Gerda, kalian akan memahami Herr Gregoire, kalian juga akan berdoa untuk Bintang, dan kalian akan ingin tinggal di Luftschloss Hostel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...