Jumat, 19 Juni 2020

Second Chance by Flara Deviana | Book Review

Judul buku: Second Chance
Penulis: Flara Deviana
Editor: Ruth Priscilia Angelina
Ilustrasi sampul: Sukutangan
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020636320
Cetakan pertama, Maret 2020
296 halaman
Baca di Gramedia Digital
Kehidupan Flavia diisi utang tak berujung, kerja dari pagi ketemu pagi. Tiba-tiba dia mendapatkan kesempatan melunasi semua itu ketika ditawari pekerjaan bergaji besar yang tugasnya cuma menjadi pengasuh sepasang anak kembar. Masalahnya, majikan Flavia adalah duda bertato umur 28, berparas dingin, dan galak pada anak-anaknya sendiri. Ketimbang jadi pengacara, majikannya itu lebih cocok jadi mafia.

Raynaldi tidak merasa damai di kantor, apalagi di rumah dengan anak-anaknya yang sering menangis dan buat ulah. Setiap hari, dia menghadapi predikat pernah hamilin anak orang, suami yang gagal, dan ayah yang payah. Tiba-tiba datang pengasuh baru bernama Flavia, yang belum apa-apa sudah bikin banyak aturan tentang bagaimana Ray harus memperlakukan anak-anak.

Flavia mulai menjamah banyak wilayah berbahaya dalam hidup Ray dan bikin cowok itu hampir sinting. Tapi, sialan, tampaknya Ray jatuh cinta pada cewek sok ngatur ini.
Satu lagi draft review yang sudah lama mengendap, sejak April, dan baru bisa saya tulis sekarang ini. Sebenarnya banyak, sih, bahkan sejak bertahun-tahun lalu, tapi satu-satu saya cicil, seingat saya yang mana XD. Second Chance bisa dibilang membawa angin segar dalam lini Metropop, bagi saya khususnya karena tidak banyak yang bisa membuat saya puas, rata-rata penulis lama semua yang benar-benar cocok. Dan ketika membaca novel ini, saya merasakan keinginan untuk segera menamatkan.

Bercerita tentang Flavia yang terlilit hutang orangtuanya, dia harus merelakan kuliah demi bekerja siang malam. Satu kesempatan emas dia dapatkan ketika harus menjadi pengasuh sepasang anak kembar. Bukan anaknya yang menjadi masalah, tapi Flavia tidak suka bagaimana perlakuan Ray terhadap anak-anaknya yang cenderung dingin dan berjarak. Selain misi menjaga para anak, Flavia ingin Ray dan anak-anaknya memiliki bonding yang kuat, ingin hubungan mereka menjadi dekat. Risiko terbesar tentu saja Flavia turut jatuh hati pada duda muda bertato tersebut.
Dan menjadi orangtua itu nggak ada manualnya. Seumur hidup, itu akan jadi proses trial-error. Beberapa kesalahan memang harus terjadi supaya di masa depan kita bisa lebih hati-hati. Sekarang tugas kita adalah pikirin cara memperbaikinya.
Kata orang, saat melihat anak sedang sangat kesakitan, orangtua akan diam-diam berdoa semoga sakit itu dipindahkan ke dirinya sendiri.
Second Chance cukup asik, cocok bagi kalian yang ingin membaca cerita yang ringan tapi bermakna. Yang saya suka dan membuat betah adalah bagaimana penulis membuat hubungan antara Ray dan anak-anaknya, pun Flavia dengan mereka sedikit demi sedikit terbentuk tanpa terasa dipaksakan, perkembangan para tokohnya cukup kuat. Membaca hubungan mereka terasa hangat. Bagian paling favorit tentu saja ketika Flavia menjaga si kembar, ada sedikit tema parenting yang disisipkan penulis.

Untuk konfliknya tidak ada yang spesial, bisa dibilang bisa ditebak dengan mudah. Misalkann saja fakta bahwa Ray pernah diam-diam menyukai Flavia waktu kuliah dulu. Dan saya juga suka bagian penulis tidak menampilkan mantan istri Ray lebih dalam, bahwa cerita benar-benar fokus akan masa depan Ray dan anak-anak, perkembangan hubungan mereka dengan Flavia, sehingga nggak heran karakternya terbentuk dengan baik.

Bagi kalian yang kangen membaca novel Metropop ringan dan menghibur sekaligus menghangatkan hati, Second Chance patut dicoba, kalian akan gemas dengan kehadiran si kembar dan tentu saja si seksi Ray :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...