Senin, 21 Oktober 2019

Progresnya Berapa Persen? by Soraya Nasution | Book Review

Judul buku: Progresnya Berapa Persen?
Penulis: Soraya Nasution
Penyunting: Dion Rahman
Desainer sampul: @Garisinau
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-623-00-0374-5
Cetakan pertama, 21 Agustus 2019
368 halaman
Buntelan dari @dion_sagirang
Sudah setahun April mengabdi di sebuah kantor konsultan yang bergerak di bidang konstruksi. Nyaman, minim persaingan, dan fleksibel. Suasana yang sulit dijumpai di lingkungan kerja kebanyakan. Namun, selalu ada harga yang harus dibayar. Seperti bobot pekerjaan yang bikin puyeng, deadline yang suka tiba-tiba, delegasi tugas tanpa instruksi detail, dan puluhan tender yang diikuti dalam waktu berdekatan.

Seakan semuanya belum cukup, rasanya kepalanya mau pecah saat sebuah pertanyaan muncul ketika dia sedang mengerjakan tugas lain yang juga mendesak. Seringnya, pertanyaan itu meluncur dari seorang manajer teknik bernama Dewangga Bayuzena, laki-laki yang entah kenapa selalu bikin jantung para staf ketar-ketir dengan satu pertanyaan kebanggaannya ini;

"Progresnya berapa persen?”
Seperti label yang tertera di sampul novel, CityLite, bercerita tentang kisah cinta di dunia perkantoran, office romance tanpa adegan dewasa, hehehe. April bekerja di sebuah kantor konsultan, dia cukup nyaman bekerja di sana karena memiliki teman-teman yang sangat menyenangkan dan tanpa persaingan, mereka memiliki grup yang diberi nama Hebringers Kantor. Salah satu hal yang selalu menjadi gibahan mereka siapa lagi kalau bukan si bos, yang selalu mereka sebut dengan Pakde, alias Dewangga Bayuzena, yang memiliki pertanyaan andalan kepada siapa pun, Progresnya Berapa Persen?

Hebringers terdiri dari Naufal, yang diam-diam melamar ke kantor sebelah, Gandi Partners (baca Over the Moon), yang punya kisah cinta nahas, ditinggal menikah empat mantan pacarnya. Clinton, si kembar Tacibana kalau kata April, dia dan naufal ini duo yang tak terpisahkan, sama-sama koplak dan saling membully. Clinton disinyalir memiliki pacar virtual yang selalu dipamerkan tapi nggak pernah ada wujud aslinya. Ada juga Sheila, teman cewek satu-satunya April di kantor yang sering digodain Naufal tapi dia sudah punya pacar malam jumat yang tajir melintir. Ada Bang Adrinta yang merupakan orang terdekat bos dan husband material banget, idola April dan Sheila. Ada juga Kenzo, teman kuliah April, yang selain bekerja sedang berupaya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke gelar master.

Mereka punya ritual seru tiap hari kamis, menebak kemeja yang dipake Pakde. Pakde ini orangnya selain pendiam, mudah ditebak, dia kaku banget, gaya berpakaiannya itu-itu saja. Makanya anak buahnya pada iseng, siapa yang menebak dengan benar akan ditraktir makan. Pakde ini walaupun sering memberi pekerjaan banyak ke April, dia diam-diam memberi perhatian khusus. Misalkan saja dia tidak jadi ikut pergi setelah tahu April membatalkan liburan bersama Hebringers, dia malah menemani April, pergi ke rumahnya agar April nggak selalu kepikiran, bisa mengalihkan perhatian.

Secara terang-terangan Pakde memang mengakui memiliki perasaan pada April, tapi April selalu insecure, dia belum bisa berbagi apa pun, salah satu hal yang tidak disukai Pakde. Ketika perasaanya meragu, hadir orang ketiga di tengah hubungan mereka. Ryan yang merupakan mantan terindah April yang menjadi anak baru di kantor dan Jelita, teman masa kecil Dewangga yang cantik sekali.
"Jadi, progres hubungan kita sudah berapa persen, Pak?"
Di review Over the Moon saya pernah berkata kalau dari skill, untuk ukuran novel debut tulisan Soraya Nasution bagus dan enak diikuti, hanya satu kekurangan, yaitu ceritanya yang belum bisa membuat saya sangat puas. Nah, di novel keduanya ini dia seperti mejawab tantangan saya, saya puas dengan, baik karakter maupun ceritanya, saya sangat terhibur sewaktu membaca, saya menyukai kedua tokoh utamanya, hubungan mereka nggak berbelit-belit. Terlebih dengan keberadaan para Hebringers kantor.

Dari segi konflik, ceritanya mudah ditebak, intinya nggak ada sesuatu yang baru, ringan banget pokoknya. Namun, penulis membuat cerita ini sangat menyenangkan dengan kehangatan di tempat kerja. Bahkan Pakde tidak melarang bila pegawainya melamar ke perusahaan lain, sangat terbuka. Ada beberapa istilah yang dijelaskan penulis lewat catatan kaki tentang dunia konstruksi apa konsultan ya? Walau saya tetap nggak ngeh, hahaha, karena bukan bidang yang saya geluti juga, setidaknya menambah informasi karena penulis cukup sering menyisipkan istilah di pekerjaan tersebut.

Nggak sedetail buku pertama, bahkan lebih banyak dialog atau interaksi antar pemeran, jadi kita bisa dengan mudah merasakan suasana kerja. Nggak selalu mulus, ada kalanya mereka mendapat teguran. Rasanya ketika membaca pengin banget memiliki teman kerja seperti mereka, yang saling mendukung, terbuka, memahami satu sama lain. Karakter yang diciptakan penulis di buku ini hampir semuanya loveable, deh.

Satu kekurangan, mungkin bukan juga ya. Tulisan Soraya Nasution ini bukan jenis tulisan yang puitis atau quoteable, sejak buku pertama saya cukup sulis menemukan potongan kalimat yang indah, memang lebih ke blak-blakan. Tapi dia cukup jago membuat dialog, kok. Terbukti di buku ini kalian akan mendapatkan percakapan yang seru antara para tokohnya, sisi humorisnya ada banget. Untuk ending, saya bisa menerima, khas Hebringers banget, cuma kalau ditambahin seru juga, lebih seneng aja. Oh ya, ide meletakkan cuplikan percakapan Hebringers Kantor di awal halaman kemudian judul novel ini di lembar selanjutnya daebak sekali! Saya langsung ingin membaca lanjutannya. Bisa saya masukkan ke postingan Bab Pertama Begitu Menentukan, tungguin saja ya, lagi ngumpulin, hihihi.

Kalau kalian menyukai Resign, Dirt on My Boots, Secangkir Kopi dan Pencangkar Langit, maka saya yakin kalian akan menyukai Pregresnya Berapa Persen? juga karena memiliki vibe cerita yang sama. Intinya, kalau kalian ingin membaca kisah cinta si bos dan pegawainya, buku ini bisa menjadi pilihan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...