Sabtu, 28 September 2019

Put Your Head on My Shoulder | TV Adaptation Review


Put Your Head on My Shoulder (2019)
Sutradara: Zhu Dong Ning
Penulis naskah: Zhao Qian Qian
Pemain: Xing Fei as Situ Mo, Lin Yi as Gu Weiyi, Tang Xiao Tian as Fu Pei, Zheng Ying Chen as Wang Shan, Zhou Jun Wei as Lin Zhicun, Zhou Zi Xin as Xie Yuyin ,Zhang Hao Lun as Zhou Lei
Rilis: 10 April - 8 Mei 2019
Episode: 24
Durasi: 45 menit
Produksi: Tencent Penguin Pictures, S.JE Ideas Media

Based on Zhao Qian Qian's book, Put Your Head on My Shoulder (2018).

Hai, hallo good readers! Akhirnya bisa nulis tv adaptation review lagi, huhuhu. Sebenarnya udah punya rencana nulis review Meteor Garden versi milenial, tapi apa daya dulu nontonnya pakai bahasa kalbu alias belum diterjemahin ke bahasa Inggris maupun Indonesia, selain itu udah lama banget, detailnya banyak yang lupa, belum ada waktu untuk nonton ulang. Jadi, untuk sementara nulis yang masih segar di ingatan, walau nontonnya dua bulanan yang lalu terus sebelum nulis ini saya nonton ulang karena saking sukanya, hahaha, masih anget lah, lagian kena reading slump lagi, yasudahlah.

Yang mau saya review kali ini pasti udah banyak yang nonton juga, karena cukup booming, Chinese Drama (C-Drama) yang berjudul Put Your Head on My Shoulder. Awalnya nggak terlalu ngeh atau lebih tepatnya cuek karena belum ada C-Drama yang kelihatannya seru. Nah, nggak sengaja baca review dari @ebibitititeliti di twitter kalau drama ini receh banget, nggak banyak konflik, isinya orang pacaran melulu. Pas banget nih, tipe drama yang saya sukai, nontonlah dah keterusan suka! Dan ternyata pas cari-cari info tentang drama ini, si pemeran utama cewek juga main di Master Devil Do Not Kiss Me yang sebelumnya saya pantengin dan gagal mau saya buat reviewnya (sama nasibnya juga dengan Rush to the Dead Summer), suka lah!


Bercerita tentang Situ Mo, mahasiswi tahun keempat jurusan akutansi yang memiliki passion di bidang periklanan. Dia memiliki teman sejak SMA dan diam-diam menyukai, Fu Pei, tapi cowok tersebut tidak ada gelagat untuk mengajak pacaran, padahal dulu jaman mereka SMA dia berjanji kalau sudah kuliah nanti hubungan mereka tidak hanya sebatas teman dekat. Fe Pei ini selain suka menggantung perasaan, dia juga sering kali ingkar janji pada Situ Mo, beberapa kali berjanji menganjar ke wawancara kerja selalu kelupaan. Di saat seperti itulah Situ Mo selalu dipertemukan dengan Gu Weiyi, mahasiswa jurusan fisika yang terkenal dingin.

Kebetulan antara Situ Mo dan Gu Weiyi tidak berhenti di situ saja. Ketika Situ Mo diterima magang di mana lokasinya jauh dari asrama dan kampusnya, dia menerima tawaran ibunya untuk tinggal di rumah kenalan ibunya, lebih dekat dan tidak akan memakan waktu perjalanan. Siapa yang menyangka anak dari kenalan ibunya ternyata Gu Weiyi! Dan Gu Weiyi juga berencana tinggal di rumah tersebut karena sedang melakukan penelitian di kampus baru yang lokasinya juga lebih dekat kalau dari rumahnya.

Tentu Situ Mo langsung berencana pindah kembali ke asrama, tapi niatnya harus ditunda karena ibunya menjengguk dan tinggal beberapa hari bersama mereka. Bahkan ibunya memberikan kode agar Situ Mo pacaran dengan Gu Weiyi, pun dengan ibunya Gu Weiyi, konspirasi antara dua ibu-ibu. Bagitu ibunya pulang, Situ Mo langsung pindah kembali ke asrama. Dia menjadi sangat sibuk karena selain harus menyelesaikan skripsi, di tempat magang pekerjaan Situ Mo juga sangat banyak, belum jarak begitu jauh, membuat dia kelelahan dan tidak ada waktu bersama sahabat searamanya.

Kepergian Situ Mo membuat Gu Weiyi kesepian, dia sudah terbiasa dengan keberadaan Situ Mo, dan diam-diam mulai mencintainya. Dia pun mencari-cari alasan agar Situ Mo kembali ke rumah. Karena setuju dengan alasan yang diberikan Gu Weiyi, lebih menghemat waktu selain itu Gu Weiyi juga akan sibuk dengan praktik di laboratorium, Situ Mo setuju pindah kembali. Di saat itulah Fu Pei tahu kalau mereka berdua tinggal satu rumah dan mulai cemburu.

Semua barang berkaca selalu ditempel tulisan 'hati-hati pecah'. Tapi tidak semua orang benar-benar berhati-hati, mereka selalu menganggap kaca ini tidak mungkin pecah dengan mudah. Tidak mungkin, kemarin juga tidak kenapa-kenapa. Tapi ketika mereka membuka bungkusnya, mereka akan sadar. Sudah pecah ya pecah. Mau bagaimana lagi? Mereka cuma bisa membuangnya.
Ada sebagian orang seperti layang-layang. Jika talinya diberikan kepada orang lain, dia akan berusaha terbang menjauh. Tidak pernah terpikir sekalipun bahwa orang yang memegang talinya juga bisa kenalan. Alasan tidak melepaskannya hanya karena tidak rela.
Semua tentangmu ada di dalam rencanaku. 

Put Your Head on My Shoulder memang drama yang sangat ringan, cocok bagi kalian yang ingin melepas penat. Tidak ada konflik yang berat, lebih bercerita tentang dua orang asing yang lama-lama saling jatuh cinta, melihat keseharian mereka. Dari segi episode memang tergolong pendek untuk ukuran C-Drama, hanya 24 episode dan satu episode spesial berisi adegan yang tidak jadi dimasukkan ke episode utama, di mana bagian yang menurut saya cukup romantis, hehehe.

Yang sangat saya suka drama ini selain kekecean pemeran utamanya dan chemistrynya dapat banget, saya suka kisah cintanya yang nggak instan. Situ Mo dan Gu Weiyi tidak jatuh cinta pada pandangan pertama, Situ Mo bahkan saat mereka bertemu menyukai orang lain, sedangkan Gu Weiyi tidak tertarik dengan sebuah hubungan, dia hanya selalu fokus belajar, sehingga pribadinya menjadi terlalu serius dan terlihat dingin, tak tersentuh. Ada proses dalam hubungan mereka, dan penulis menunjukkannya selama 24 episode. 

Tentu ada bagian yang mengocok perut, namanya juga komedi romantis, hehehe. Bagian yang sangat saya sukai adalah ketika Gu Weiyi ingin mengutarakan perasaanya, dia munggunakan rumus fisika dan matematika. terus bila ditanya sesuatu dia juga akan menjabarkannya panjang kali lebar, bikin orang yang bertanya malah lebih mumet, dasar otak ilmuwan. Oh ya, Gu Weiyi ini orangnya selalu penasaran dengan teknologi dan memperbaiki barang, kadang membuat Situ Mo hilang kesabaran. 

Gu Weiyi juga perhatian dan pengertian banget, bikin gampang jatuh cinta sama dia, huhuhu. Contoh adegan yang menurut saya romantis, ketika Situ Mo ditegur temannya untuk makan cakue dan susu kedelai dengan sumpit, melihat Situ Mo kesusahan dan nggak nyaman, Gu Weiyi langsung menyuruhnya memakai tangan seperti biasa, uwu sekali memang babang Gu Weiyi ini. Sebenarnya masih banyak lagi, apalagi mendekati episode akhir, banyak yang romantis. Kalian buktikan sendiri saja :p

Masak sih isinya pacaran doang? Sebagian besar memang iya, tapi ada kok selingan kisah orang di sekeliling mereka, khususnya Fu Pei dan teman seasrama Situ Mo yang menyukainya, yang terima kalau Fu Pei masih menyukai Situ Mo. Ada juga kesibukan masing-masing, tentang impian mereka. Situ Mo yang ingin bekerja sesuai passionnya, di bidang iklan, serta Gu Weiyi yang sibuk melakukan penelitian, yang nantinya bisa mendapat beasiswa ke Jerman. Ada juga seorang aktor yang nanti naksir Situ Mo, senior Gu Weiyi yang juga naksir dirinya. Hal-hal remeh yang tetap menghibur.

Put Your Head on My Shoulder terbilang sangat sukses di negara asalnya, mengikuti debut penulis yang sama suksesnya, A Love So Beautiful (dibintangi Shen Yue, pemeran Shancai di Meteor Garden millenial, sayangnya saya belum lanjut lagi dari episode awal, lebih suka dengan Put Your Head on My Shoulder). Keduanya diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Zhao Qian Qian yang juga penulis naskah drama ini. Dan kabar gembira, akan ada drama baru dari tangannya lagi, The Sweet Love Story, patut ditunggu! 

Jadi, bila kalian mencari drama percintaan yang ringan dengan pemain yang visualnya memanjakan mata serta nggak akan bosan bila ditonton berapa kali pun, maka Put Your Head on My Shoulder sangat saya rekomendasikan bagi kalian. Drama ini manis banget, kalian akan mudah jatuh cinta dengan Gu Weiyi, percayalah :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...