Jumat, 20 September 2019

Sebelum Kerjakan Soal Tes Psikologi Saat Melamar Kerja, Latih Diri Dengan Contoh Soal Ini [Sponsored Post]

Biasanya, ketika kamu melamar pekerjaan, di sebuah perusahaan, kamu akan dihadapi dengan momen-momen tertentu seperti harus menjalani berbagai tes, salah satunya mengerjakan soal tes psikologi. Namun, bagi kamu yang baru pertama kali melamar pekerjaan, mungkin akan kesulitan ketika mengerjakan soal tes psikologi  yang diberikan oleh HRD. 

Pasalnya, tidak hanya satu jenis soal, kamu akan menemukan banyak jenis soal-soal psikologi yang harus kamu kerjakan dalam waktu yang tergolong singkat. Sebelumnya, soal tes psikologi atau psikotes ini merupakan tes untuk mengukur aspek-aspek individu seseorang dari segi psikisnya. 

Di dalam tes tersebut, kamu akan diukur dari sisi kecenderungan perilaku seorang individu. Soal-soalnya pun beragam, mulai dari menguji kemampuan kognitif hingga afektif dari diri seseorang. Seperti melihat potensi kecerdasan pikiran atau IQ, sedangkat afektif lebih melihat ke kecerdasan emosional atau EQ.

Selasa, 17 September 2019

Frankly in Love by David Yoon | Book Review

Judul buku: Frankly in Love
Penulis: David Yoon
Penerjemah: Daniel Santosa
Editor: Tri Saputra Sakti
Ilustrasi sampul: Staven Andersen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020631691
Cetakan pertama, September 2019
464 halaman
Buntelan dari @tsaputrasakti
Pada tahun terakhirnya di SMA, Frank Li, seorang Limbo—istilah yang dia pakai untuk menyebut anak-anak Korea-Amerika—terjebak di antara ekspektasi orangtua yang tradisional dan kehidupan modern California Selatan. Orangtuanya punya satu aturan dalam pacaran—“Hanya boleh dengan orang Korea”—yang menjadi rumit ketika Frank menaksir Brit Means, yang cerdas, cantik—dan berkulit putih.

Sebagai sesama Limbo, Joy Song juga terjebak dalam masalah yang sama dan mereka membuat perjanjian: mereka akan pura-pura pacaran supaya bisa mendapat sedikit kebebasan. Frank merasa rencananya sempurna, tapi pada akhirnya, taktik pura-pura pacaran ini membuat Frank bertanya-tanya apakah dia benar-benar mengerti apa itu cinta—atau siapa dirinya. 

Minggu, 01 September 2019

My Brondong Mistake by Titi Sanaria | Book Review

Judul buku: My Brondong Mistake
Penulis: Titi Sanaria
Editor: Rinandi Dinanta
Desainer sampul: Ade Ismiati Hakimah
Penerbit: Roro Raya Sejahtera (Twigora)
ISBN: 9786025344633
Cetakan pertama, Januari 2019
276 halaman
Buntelan dari @titisanaria
Terkadang cinta yang kau dambakan datang bersama kesalahan terbesar yang pernah kau lakukan. 

“Gue tahu siapa yang paling cocok buat lo,” ucap Dini sambil menjetikkan jari. “Cakep, pinter, dan kelihatan banget suka sama lo, meskipun belum terang-terangan.”
“Siapa?” Helen menyambar cepat.
“Digda. Gimana, masuk kriteria, kan?”
Aku langsung mendelik. “Digdaya? Yang bener aja, lo nyuruh gue pacaran sama ‘bayi’?!”

*
Kenzie sadar banget, di usianya yang hampir 30 tahun, memang sudah saatnya untuk menikah. Selama ini pun yang mendekati bukannya nggak ada, banyak malah. Termasuk Digda, cowok yang gantengnya mirip Kang Daniel itu. Tapi... masa iya sih dia harus pacaran sama brondong?

Segala cara sudah dicoba untuk menjauhi Digda. Tapi masih saja cucu bos Kenzie itu tetap saja ngotot. Kenzie juga nggak enak kalo harus terang-terangan menyuruh cowok itu mundur—apalagi pake kata-kata kasar segala. Doanya semacam terkabul ketika bertemu lagi dengan Daneswara, kakak kelas sekaligus cowok yang benar-benar tipenya banget. Nggak lama kemudian, Digda pun mundur secara teratur.

Semakin sering jalan bersama Danes ternyata membuatnya sadar ada yang hilang dari hidupnya. Digda memang sudah lama menyingkir, tapi Kenzie tak juga berhasil menepikan cowok itu dari ingatannya. Ada sesuatu pada diri Digda yang membuat Kenzie merasa dirinya membuat kesalahan besar. Kesalahan yang membuat bahagianya jadi taruhan!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...