Senin, 22 Juli 2019

Rekomendasi Metropop Bagi Kamu yang Ngepop


Hai hallo, jumpa lagi di postingan rekomendasi. Kali ini saya akan membagikan novel Metropop favorit saya. Ide postingan ini sudah lama, tadinya mau dibuat Top 10 atau yang saya suka banget, tidak hanya terbitan Gramedia, tapi novel sejenis dari berbagai pernerbit. Namun, berhubung beberapa waktu lalu ada notifikasi Goodreads di mana Bang Ijul merekomendasikan saya tentang Listopia Novel Metropop Terbaik Sepanjang Masa, kenapa nggak sekalian di posting di blog saja novel mana saja yang sangat saya sukai dari ratusan novel Metropop yang sudah terbit.

Jadi kali ini khusus Metropop dari Gramedia dulu ya, kapan-kapan secara umum alias dari berbagai penerbit. Dulu kalau nggak salah GagasMedia punya juga lini serupa, seperti Lajang Kota, sekarang Elexmedia juga punya khusus untuk 'genre' ini dengan title CityLite. Bagi saya yang pecinta romance garis keras ini, Metropop salah satu novel yang sering banget saya baca, walau nggak semua di daftar listopia di atas sudah saya baca semua (bahkan baru tahu kalau sudah ratusan XD). Sebelum masuk ke novel apa saja yang sangat saya rekomendasikan, kita mengenal dulu nih, apa sih novel Metropop itu?

Menurut wikipedia:
Fiksi metropop adalah karya sastra yang mengangkat cerita tentang masyarakat urban menengah yang tinggal di kota-kota besar dengan segala sisi kehidupannya, disajikan dengan gaya bahasa pop. Fiksi jenis ini kebanyakan digemari oleh kalangan pembaca usia muda, karena kalimat yang digunakan mudah dicerna.
Menurut Gramedia:
Pahit manis kisah cinta dan kehidupan perempuan urban disajikan dengan gaya cerita pop, ringan sekaligus menggoda. 
Patokan saya, Metropop atau Metro Popular sama seperti chicklit, di mana kisah kehidupan tokoh utamanya (biasanya perempuan dewasa muda, memasuki usia kerja), entah itu kisah cinta atau keluarga dilatari dengan dunia kerja, tentang kehidupan sehari-hari. Kebanyakan memang bercerita tentang kisah cinta, tapi endingnya tidak mesti bahagia. Ada Metropop yang berujung tragis, open ending, dan banyak juga yang happy ending. Biasanya bahasanya santai atau nggak baku, tokoh utama perempuan yang kuat, bahkan banyak yang menyelipkan bahasa asing dan barang branded. Yah, potret kehidupan metropolitan saat ini.

Dulu ada yang bilang, Metropop, Amore atau Teenlit itu sebenarnya bukan genre, atau biasanya disebut lini, seperti kelompok novel dari sebuah penerbit untuk memudahkan pembaca mencari cerita serupa. Namun, lama-lama ya menjadi genre kalau saya bilang, udah jadi tren tersendiri. Toh, jenis ceritanya juga udah dikategorikan, menyebutkannya juga mudah untuk jenis cerita yang ingin dicari.

Saya mengenal Metropop sejak awal-awal ada lomba penulisan untuk lini ini, jadi sudah lama banget walau nggak semua sudah saya baca. Berikut adalah penulis-penulis Metropop terbitan Gramedia yang sudah pasti akan saya pantengin karyanya. Karya pertama menentukan karya berikutnya, dan sebagian besar tidak mengecewakan, makanya selalu menunggu karya-karya mereka. Nggak semua novel karya penulis saya sebutkan di bawah, perwakilan yang saya suka banget atau yang baru menulis satu buku saja. Oh ya, nulisnya random ya, nggak dari yang paling disuka atau sebaliknya, seingetnya saya aja XD

Ika Natassa
A Very Yuppy Wedding
Pasti sudah familier dengan penulis satu ini, hampir semua novelnya sudah dan akan difilmkan. Terlebas dari beberapa kontroversi yang penulis pernah buat di jagat twitter dan berbagai review jelek tentang novelnya. Tetap saya akan selalu menunggu buku terbarunya. Tulisan Ika Natassa salah satu yang bikin saya menyukai Metropop, jadi persetan omongan orang lain, LOL.

Karla M. Nashar
Love, Hate & Hocus-Pocus
Ti Amo, Tia Amoria

Mbak Karla salah satu penulis Metropop favorit saya! Saya sudah baca semua novelnya, bahkan yang diterbitkan di penerbit sebelah, selalu nagih! Sayang sekarang dia nggak terlalu produktif, padahal kangen banget dengan tulisannya. Belum pernah baca Metropop? Saya sarankan baca Love, Hate, & Hocus-Pocus untuk permulaan, bahkan yang nggak biasa baca Metropop, kebanyakan suka dengan novel ini, karena kocak banget!

AliaZalea
Boy Toy
The Wanker

Bersyukur banget AliaZalea cukup produktif, bahkan seri Pentagon terbaru sudah ada pre-ordernya. Tema ceritanya cukup mainstream tapi asik kok. Seri Pentagon paling favorit sejauh ini. Nggak sabar baca!

Mia Arsjad
Rona Hidup Rona
Cinlok. Accindentally in Love?!

Kenal dengan karya Mia Arsjad waktu buku debutnya jadi salah satu pemenang dalam lomba Metropop, terus suka banget dengan Rona Hidup Rona. Endingnya sebenarnya bukan bikin bahagia banget, tapi lebih ke realistis, tapi yah tetap berkesan. Dua di atas yang menjadi favorit saya, dia juga suka nulis teenlit, seri Satria November menjadi kesukaan saya.

Ilana Tan
Summer in Seoul
Winter in Tokyo

Pasti kenal lah dengan Ilana Tan, bahkan novelnya nggak perlu ada label Metropop saking punya penggemar bejibun. Ceritanya nggak melulu bahagia, bahkan ada yang sad ending. Tulisannya agak melow dan manis, selalu ngangenin.

Lusiwulan
Pasangan (Jadi) Jadian

Dari semua tulisannya Lusiwulan, buku ini paling favorit. Entah kenapa saya malah kurang sreg dengan novel dia selanjutnya. Di novel ini ceritanya cukup kocak, salah satu cerita tentang kawin kontrak yang saya suka.

Dewie Sekar

Saya sebenarnya agak sebel dengan karya pertama penulis yang seri zona itu, tapi burhubung Dewie Sekar ini salah satu penulis Metropop awal-awal, saya ngikutin karyanya dan paling suka dengan novel ini. Jadi kangen tulisannya, lama juga dia vakumnya sejak buku terakhir ini.

Nina Addison

Nggak perlu saya jelaskan panjang lebar, bukunya sudah saya review semua. Nina Addison ini penulis Metropop yang lumayan baru tapi model ceritanya kayak Metropop jaman awal-awal. Bukannya jadul, tapi vibe-nya sama, itu yang selalu saya rasakan waktu baca tulisannya. Ceritanya juga selalu saya suka, cocok deh.

Suarcani

Berbanding dengan Nina, Suarcani ini ceritanya bukan seperti kebanyakan Metropop yang saya suka, vibe-nya beda, tapi ujungnya saya malah suka banget, hahaha mumet. Baca reviewnya aja deh, saya selalu jodoh dengan tulisan dia yang Metropop, tapi merasa biasa saja untuk teenlit, nggak tahu kalau yang young adult, saya belum mencobanya.

Almira Bastari
Resign!

Saya lihat Almira ini kayak Ika Natassa atau Illana Tan, buku debutnya langsung melejit bahkan akan segera difilmkan. Tulisannya memang asik sih, komedi dan romancenya dapat. Semoga saja cukup produktif dan lebih baik lagi. Saya sempat nyisipin cerita terbarunya di wattpad, tapi belum lanjut dari bab pertama atau kedua, lupa saking lamanya.

Winna Efendi
Some Kind of Wonderful

Buku pertama Winna di Gramedia, sebelumnya dia cukup setia dengan Gagas karena novel remaja semuanya terbit di sana. Mungkin cari suasana baru atau di penerbit ini dia khusus menulis dewasa. Dan dia jago mau nulis untuk genre apa saja, coba saja, semoga dia sering menerbitkan di lini ini.

Rina Suryakusuma

Penulis ini familier dengan genre Amore, bahkan bisa dibilang salah satu dedengkotnya di sana. Saya malah lebih suka tulisan dia di Metropop, entah ya, mungkin Amore terlalu manis kali ya, saya sering mendapatkan kelebay-an kalau baca Amore soalnya, jadi lebih suka Metropop yang berwarna.

Novellina A.

Salah satu penulis Metropop baru yang saya suka di debutnya. Sudah saya review panjang lebar, temukan alasannya di sana ya kenapa nama dia masuk ke sini :p

Emilya Kusnaidi
Romansick

Sama kayak Novellina, saya suka novel debut Emilya, dan menantikan karya dia selanjutnya. Belum sempat direview, hiks. Dulu bacanya di iJak atau Gramedia Digital kalau nggak salah, terus lewat saja, jadi lupa.

Clara Ng
Tea for Two

Clara Ng selain nulis novel dewasa, dia jago nulis untuk buku anak. Dia juga salah satu penulis di awal munculnya lini Metropop dengan series Indiana Chronicles. Namun, saya malah belum baca series tersebut, hahaha. Saya lebih tertarik dengan Tea for Two karena suka banget dengan tema cerita yang dipilih, KDRT.

Lea Agustina Citra
Alkisah Kasih

Kenalan tulisan Lea di buku debutnya yang diterbitkan oleh Plot Point, lumaya suka terus berkesempatan membaca buku keduanya di Gramedia, suka juga. Sudah saya review, meluncur saja ya ke sana.

Yennie Hardiwidjaja

Kalau nggak salah Daisyflo ini novel pertama penulis di Gramedia, sebelumnya dia banyak menerbitkan di Gagas. Novel ini cukup banyak mendapatkan review positif dari non pembaca Metropop, ceritanya penuh misteri. Waktu baca reviewnya saja saya kepingin baca ulang karena lupa denga endingnya, malah jadi penasaran lagi, hahaha.

Syafrina Siregar
Dengan Hati

Suka dengan buku ini karena bercerita tentang ODHA, sebenarnya saya cukup ngikutin tulisan Syafrina Siregar, tapi yang saya suka malah novel pas awal dia mulai nulis.

Prima Santika
Three Weddings and Jane Austen

Duh, saya masih punya hutang nulis review novel ini gara-gara menang giveaway, nggak wajib sih sebenarnya, tapi dulu pengen mengulas karena cukup suka, saya cukup menikmati sewaktu membaca. Niatnya pengen baca buku-buku Jane Austen terlebih dahulu, eh karena kelamaan jadi lupa dengan ceritanya, terus bukunya udah jadi milik sepupu. Bagus kok, terlebih yang nulis cowok, jarang banget, kan.

Demikianlah penulis dan novel Metropop yang saya suka, yang akan selalu saya pantengin karyanya. Memang masih banyak lagi yang belum saya baca, tapi sejujurnya saya agak pemilih, karena dari beberapa pengalaman, nggak semua saya suka, selain itu banyak banget kan, mau nggak mau harus seleksi alam. Jadi biasanya saya memilih dari nama-nama penulis yang sudah pasti bakalan saya suka, yang sudah saya kenal, baca sinopsis atau reviewnya yang sekiranya akan cocok, dan rekomendasi dari pembaca terpercaya.

Metropop dewasa ini dari segi tema sudah berkembang, lebih berwarna. Misal di novel Daisyflo atau Coppelia kental nuansa misteri, novel karya Suarcani yang selalu menyisipkan kebudayaan dan latar di Bali. Di Alkisah Kasih ada sisipan sejarah. Jadi banyak pilihan, nggak identik dengan kisah cinta yang menye-menye, banyak yang lebih realistis, nggak semua dipenuhi bahasa campur aduk dan barang branded.

Novel atau penulis Metropop mana yang jadi favorit kalian? Apakah ada yang sama dari list di atas?Yuk share di kolom komentar di bawah, siapa tahu saya belum baca dan malah jadi kepengen baca. Atau kalian mau berbagi informasi tentang novel Metropop menurut versi kalian sendiri juga boleh. Malah nambah pengetahuan saya.

Selanjutnya saya akan bikin list rekomendasi novel teenlit/ Young Adult dalam negeri, untuk CityLite sepertinya masih lama karena belum banyak yang saya baca. Pokoknya pantengin terus, ya!



4 komentar:

  1. Prima Santika, novelnya adalah novel Metropop pertama yang bikin saya tertarik dengan genre/lini ini. Awalnya, saya mengira Metropop itu selalu penuh dengan sebutan barang-barang branded dan gaya hidup mewah, pas baca Three Weddings & Jane Austen, pikiran saya salah. Ternyata nggak semua seperti itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, nggak semua penulis mengunakan pakem Metropop pada umumnya, sekarang lebih luas :)

      Hapus
  2. Ada nama penulis metropop yang sebenarnya oke juga. Kalau boleh ajuin, ada Seplia, dan juga Ria N. badaria. Keren keren sih karya mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Seplia aku baru nyoba tulisan dia yang teenlit, sempet nyicip dikit yang metropop tapi belum lanjut lagi. Untuk Ria belum sampe ke tahap suka banget. Terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...