Kamis, 10 Januari 2019

Top 8 Most Favorite Books 2018

source: pinterest, edited by me
Hai good readers! Sampai di kategori terakhir, nih, Top 8 Most Favorite Books 2018. Sebelumnya kalian bisa baca; 2018 in Review, Top 8 Book Boy Friends, Top 8 Best Book Covers, Top 8 Most Viewed on Blog Post, dan Top 8 Most Favorite New Authors. Kalau kalian mau ikutan buat boleh banget, kemarin ada yang tanya jadi bebas saja kok, kalau mau ganti kategori sesuai keinginan juga nggak pa-pa, boleh juga kalau mau tag saya biar bisa baca dan komen balik :)

Tahun lalu nggak jauh berbeda dengan tahun 2017, sejak saya mengurangi event blog tour dan memilah tawaran review, saya merasa bebas dan lepas, hehehe. Saya bisa fokus dengan timbunan, dengan buku yang memang benar-benar ingin saya baca. Saya jauh lebih puas dan bahagia. Beruntungnya, dari beberapa buntelan yang saya dapat, sebagian memang dari wishlist, memang ingin saya baca alias sudah pernah baca tulisan penulis sebelumnya dan saya menyukai. Yang kayak gini yang paling saya sukai :p

Sebagian besar buku yang saya baca dari genre romance, pastinya ya. Saya cukup banyak membaca dari penulis debut, baik dalam negeri maupun luar. Saya masih nggak baca historical romance, benar-benar keajaiban, ini sudah bertahun-tahun, padahal dulu saya sangat menggandrunginya. Justru tahun lalu saya sangat menyukai sci-fi, genre yang awalnya biasa saja, belum ada yang benar-benar favorit.

Cukup bingung memilih karena banyak yang saya beri 4-5 sayap, terpaksa saya memangkasnya menjadi 8, memilih dari yang benar-benar endingnya membuat saya puas. Jadi, berikut Top 8 Most Favorite Books 2018 versi Kubikel Romance:

8. Perkara Bulu Mata by Nina Addison

Nina Addison merupakan salah satu penulis metropop yang tulisannya saya sukai, sejauh ini semua bukunya membuat saya puas, pun dengan Perkara Bulu Mata yang awalnya berupa cerpen di buku Autumn Once More. Saya menyukai buku ini karena paket komplit, ada cerita tentang persahabatan dan kisah cinta tentunya. Saya sangat menyukai interaksi antar empat sahabat dan kisah mereka masing-masing, bahkan saya ingin ada lanjutannya. Temen jadi demen salah satu jenis kisah cinta yang saya sukai. Untuk alasan lengkap klik saja judulnya, saya sudah membuat reviewnya :)

7. Rich People Problems by Kevin Kwan

Gara-gara film Crazy Rich Asian tayang tahun lalu, buku pamungkasnya pun terbit, hehehe. Kalau buku pertama lebih ke pengenalan karakter, buku kedua mengupas keluarga Rachel (yang bikin saya ngefans berat sama Carlton!), buku ketiga ini membuktikan betapa pentingnya pohon keluarga di awal halaman. Karena memang membahas mereka dengan cukup detail dan tentu saja Tyersall Park.

Dan yang paling saya sukai, harapanku terkabul! Charlie dan Astrid adalah pasangan favorit di serial ini! Dan tentu saja mendapat jatah yang banyak seperti sebelumnya. Saya cukup puas dengan keseluruhan cerita dan penyelesaian, pastinya akan merindukan, kalau nggak baca buku ini, kapan lagi tahu kekayaan orang Asia, hahaha.

Bagian yang bikin ngakak.
"Tentu saja, aku lupa terus kalau ayahmu Bao Gaoliang," kata Alistair.
"Pertanyaan terakhir... siapa gadis itu?" tanya Carlton.
Yang terakhir keluar dari helikopter adalah sosok kecantikan Eurasia yang menawan berusia awal dua puluhan. Dengan rambut pirang sepanjang pinggang, dia menggenakan gaun Rochas panjang tanpa lengan dari linen hitam dan sandal emas dari Da Costanzo, terlihat seakan-akan baru saja datang dari pesta pantai di Majorca.
"Sepertinya aku baru saja bertemu calon istriku." kata Carlton, memandangi rambut gadis itu berkibar dengan sensasional tertiup angin dari rotor helikopter.
"Semoga berhasil, Bung! Itu sepupuku Scheherazade Shang. Dia sedang mengerjakan disertasinya di Sorbonne. Kecerdasan dan kecantikan. Kau tahu, aku dengar ada cowok lain yang sudah bertahun-tahun mencoba mendekatinya dan sama sekali tidak berhasil. Namanya Pangeran Harry."
Sekarang tahu kemana hati Pangeran Harry berlabuh setelah cintanya ditolak =))

6. Midnight Prince by Titi Sanaria

Titi Sanaria sudah mengantongi title penulis favorit, saya selalu menantikan ceritanya di wattpad, untungnya dia cukup produktif :p. Memang belum semua saya baca, khususnya buku dia di awal-awal, dan buku puisi yang memang tidak minat untuk membacanya, berhubung saya bukan penggemar puisi.

Di salah satu review saya pernah menuliskan kenapa saya menyukai tulisan Titi Sanaria, dia bisa dibilang mewujudkan cerita yang ingin sekali saya baca tapi nggak ada yang nulis, atau kalaupun ada tidak sesuai harapan. Sejauh ini ada tiga cerita yang Titi Sanaria buat yang selama ini saya ingin sekali membaca, menjadi favorit saya sekarang dari semua karyanya; Cinta Itu..., You Belong to Me dan Midnight Prince. Ada satu lagi yang baru kelar di wattpad dan saya juga sangat menyukainya, Starting Over.

5. Rosemary Beach series by Abbi Glines


Banyak amat, hahaha, tenang saja, saya juga belum baca semuanya, kok, ada lima buku yang belum saya baca dan buku terakhir, tentang Dean, belum tahu kapan selesai ditulis. Sebenarnya bukan pertama ini saya baca tulisannya Abbi Glines, tahun 2017 saya baca buku pertama, Fallen Too Far, reaksinya biasa saja, nggak langsung jadi favorit. Kemudian saya iseng baca lanjutannya, eh keterusan dan malah jadi suka banget!

Saya sering bilang kalau saya sangat menyukai jenis cerita yang berseri-seri, apalagi tiap tokoh ada bukunya sendiri. Nah, inilah yang terjadi di series Rosemary Beach. Saya nggak menyangka kalau orang terdekat Rush dan Blaire, para teman-teman mereka akan diceritakan secara khusus, dan pastinya akan ada sisipan cerita tokoh lainnya juga, semacam perkembangan kehidupan mereka. Misal di cerita tentang Bethy, kita tahu anak Rush dan Blaire beranjak besar.

Dari segi plot dan karakter para tokohnya sebenarnya tipikal, dalam artian sebagian besar memiliki kesamaan. Misal karakter cowoknya awalnya bad boy, setelah ketemu pujaan hati dia jadi cinta mati dan posesif, sedangkan si cewek lebih tegar dan kuat, sedikit keras kepala. Hampir semuanya punya pola seperti itu. Namun mau bagaimana lagi, yang namanya suka, tetap saja dibaca, hahaha.
4. The Hate U Give by Angie Thomas

Nggak heran The Hate U Give meraih penghargaan best of the best dari Goodreads tahun lalu, karena ceritanya memang bermakna dalam sekali, bahkan sampai sekarang masih sering terjadi di sekitar kita. Tentang keadilan dan rasisme. Walaupun saya bacanya nggak se nyesek baca All the Bright Places, tetap saja miris. Orang kulit hitam selalu dipandang sebelah mata, mereka seperti tidak layak mendapatkan pekerjaan maupun perlakuan yang terhormat. Buku ini cukup membuka mata, memang sangat disarankan untuk dibaca semua orang, bahwa apapun warna kulit, agama maupun suku, kita tetaplah sama-sama manusia, punya hak yang sama untuk menjalani hidup.

3. Ready Player One by Ernest Cline

Ernest Cline ini beneran gila ya, kutubuku sejati, bisa bikin buku sekeren ini di debutnya, saya yakin risetnya pasti sangat sangat susah. Membaca buku ini berarti kalian harus siap dicekoki dengan berbagai videogames, film, penulis, aktor, seniman, pemusik, programer, perancang game yang mungkin familier di tahun 80-an. Sebagai generasi PS dan Sega, saya tidak familier dengan permainan videogames di buku ini, yang saya ingat sebatas permainan dingdong saja, itu pun belum pernah memainkannya secara langsung (dulu masih SD dan diisi sama anak cowok semua, nggak berani ikutan main, wakakaka), sungguh pengalaman yang mengasikkan membaca buku ini, selain sedikit bernostalgia, itung-itung tambah pengetahuan.

Versi buku dan film cukup berbeda, dan saya menikmati keduanya, sama-sama melengkapi lah. Kalau mau detail, baca bukunya, detail banget, mulai dari informasi segala hal yang saya sebutin di atas sampai teka teki permainannya. Sedangkan di film, kita akan melihat versi visual yang aksinya keren banget! Apalagi pas bagian balapan mobil di bagian awal dan perang Gunters melawan Sixers, ini keren parah! Nggak bakal didapat imajinasinya kalau baca bukunya saja. Bagian favoritku pas bagian Gundam muncul dan para Gunters berdatangan, kayak pas nonton The Lord of the Ring pas pasukan hantu datang membantu, hahahaha, girang banget pokoknya! Versi buku paling bagus kemana-mana dan lebih kejam, kekurangan versi film adalah ceritanya agak dipermanis, bahkan karakter Sorrento dibuat gaptek dan konyol, trus nggak dijelasin juga latar belakangnya terlebih dia pernah magang di GSS. 

Tapi saya nggak masalah juga sih, nonton filmnya karena pengen tahu bakalan seperti apa aksinya, perangnya, dan perwujudan teka tekinya. Dan yang paling penting, versi keduanya menyampaikan pesan Halliday dengan sangat bagus sekali. Bahwa seenak-enaknya dunia Maya (videogames) yang mampu membuat kita bertahan berlama-lama bahkan lupa waktu, lupa segalanya bahkan membuat orangtuanya cerewet mengingatkan, tetap dunia nyata menyimpan kebahagiaan sejati.

2. Red Rising series by Pierce Brown

Series ini keren banget, sumpah, saya rekomendasikan segenap hati dan jiwa! Sudah itu saja alasannya, saya berencana baca ulang tahun ini karena bertekad akan membuat reviewnya =))

1. Harry Potter series by J.K Rowling

Ini juga nggak perlu alasan lagi, sudah pada tahu gimana kerennya. Pencapaian terbesar saya tahun lalu ya berhasil menyelesaikan tujuh buku secara paripurna =))

Okay, okay, memang banyak yang belum saya tulis reviewnya, saya berencana mencicilnya tahun ini karena memang nggak mudah. Ketika saya membaca buku bagus, apalagi favorit sepanjang masa, maka saya akan mengerahkan segenap jiwa dan raga untuk menuliskan ulasannya, agar orang yang membaca nanti tahu bagaimana kerennya buku tersebut, agar pembaca lain tahu perasaan saya akan buku tersebut, agar ikut membacanya juga.

Demikian penutup Book Kaleidoscope, semoga di tahun ini saya banyak membaca buku bagus. Apakah ada yang sama dengan Top 8 Most Favorite Books 2018 versi saya di atas? Komen juga yuk buku favorit kalian tahun kemarin, kalau belum baca, siapa tahu saya juga tertarik untuk mencicipinya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...