Minggu, 06 Januari 2019

Top 8 Book Boy Friends 2018

source: pinterest, edited by me
Hai hallo, tahun baru semangat baru! Ritual setiap awal tahun, selain membuat postingan Year in Review, saya biasanya membuat Book Kaleidoscope dengan lima kategori. Tahun ini ada satu kategori yang saya ganti, biasanya memang ada yang berbeda setiap tahunnya, biar nggak jenuh juga sih, hehehe. Kalau biasanya ada; Best Book Boy Friend, Best Book Covers, Most Favorite New Authors, Most Favorite Books -menjadi tema tetap, satu saya tujukan untuk random, tergantung kondisi bacaan saya tiap tahunnya. Pernah saya pilih kategori Worst Book Covers, Favorte Quotes dan Favorite Scenes. Tahun ini saya akan mengambil tema: Most Viewed on Blog Post. Seruuuu, kan? Saya pilih dari postingan yang lebih dari seribu pengunjung selama setahun kemarin.

Untuk kategori tersebut tunggu tanggal mainnya saja, pantengin terus Kubikel Romance untuk lima hari ini, yap, satu postingan setiap hari, biar terkesan produktif ceritanya, hehehe. Okey, mari kita bahas kategori yang pertama, Best Book Boy Friends. Di kategori ini, kalian akan menemukan cowok-cowok yang pacar-able, suami-able, yang berharap jadi pasangan hidupmu, hahaha. Tokoh cowok yang berkesan dan selalu terbayang-bayang dirinya di setiap kondisi, sedapppp :p

Langsung saja, tahun ini ada delapan, sesuai kuantitas terakhir tahun yang dijalani, jadi cukup banyak juga, hehehe. Siapa saja mereka? Berikut list-nya:

Baca juga: 2018 in Review

8. Andy Lawrence - The Wrong Side of Right

Naksir anak presiden yang kece, rebel, masak bodoh tapi sweet? Andrew - Andy Lawrence jawabannya. Nggak akan susah untuk langsung terpesona padanya, cowok yang suka menentang aturan, yang jatuh cinta sama anak lawan ayahnya, membuat pembaca menikmati benih-benih cinta terlarang, hahaha. Saya suka bagaimana cara Andy mendekati Kate, lewat telephone, lewat aksi nekat mengajak ke konser, sampai terekspose media. Singkat kata dia berani dan cool. Kita para cewek butuh cowok yang berani menentang segala rintangan demi mendapatkan hati pujaan. Tsah =))

7. Rajata - Midnight Prince

Midnight Prince adalah salah satu buku Titi Sanaria yang paling saya suka, saking tipisnya, tahun kemarin saya baca sampai dua kali, hahaha. Saya pecinta buku bantal, jadi kalau ada cerita yang saya suka banget, rasanya nggak pengin berakhir, penginnya lebih dari 500 halaman atau kalau bisa nggak tamat-tamat kayak sinetron Tersanjung, LOL. Salah satu tokoh favorit saya di buku ini siapa lagi kalau bukan Rajata, dokter kece yang jatuh cinta sama cewek yang sangat membenci keluarganya.

Ada quote favorit dari Rajata, berikut bunyinya:
"Aku nggak tahu apa yang bikin kamu kayak gini, Ka. Tapi aku akan nunggu sampai kamu mau mengakui bahwa ada sesuatu di antara kita. Itu nggak terbantahkan. Kamu akan tahu bagaimana sabarnya aku."
Yah, memang nggak jauh berbeda sama Andy, Rajata tipe cowok yang kalau udah suka sama cewek, masak bodoh dengan segala rintangan, diterabas aja, hahaha.

6. Roth - White Hot Kiss

Yang namanya demon itu nggak melulu jelek dan jahat, ada juga demon yang bakalan bikin mata kita penuh dengan emot love dan sanggup memberikan ciuman maut, contohnya demon bertato yang kecenya melebih neraka, Roth. Demon ini juga akan melindungi orang yang dicintainya, bahkan rela mengorbankan nyawa sendiri, sedap banget, kan, cocok banget dijadiin suami.

Entah ya, tahun kemarin sepertinya saya suka jenis tema cinta terlarang, habis di buku ini juga memiliki unsur tersebut, kayak Romeo and Juliet versi modern. Hanya saja di buku White Hot Kiss ada muatan cinta segitiga, ala-ala Twilight lah, dengan univers yang berseberangan. Jadi, kalau baca buku ini siapa-siap aja jatuh cinta juga sama lawan Roth.

5. Chris - The Hate U Give

Kalau ada cowok yang menerimamu apa adanya, entah kamu gendut, berkulit cokelat, berambut keriting, dan stereotipe lain yang berlawanan dengan kata cantik, yang selalu dikaitkan dengan isu SARA (perbedaan suku, agama, ras) cepat nikahi! Karena langka banget tuh. Salah satu cowok yang menentang stereotipe tersebut adalah Chris. Dia jatuh cinta pada Starr, cewek dari ras kulit hitam. Dia sama sekali tidak melihat dari mana Starr berasal, dia melihat hatinya.

Baca juga: Top 7 Book Boy Friends 2017

4. Charlie - Rich People Problems

Jatuh cinta sama mantan nggak ada salahnya, atau bisa dibilang cinta yang belum berakhir. Itu yang dialami Charlie, dia tetap setia jatuh cinta pada Astrid, padahal dia sudah menikah dan memiliki anak, pun dengan Astrid sendiri. Yang namanya cinta memang nggak ada kata terlambat. Tidak, Charlie bukan perusak rumah tangga orang lain, hubungan Astrid dengan suaminya memang tidak sehat sedari awal. Charlie hanya menawarkan pertemanan, walau diam-diam cinta. Dia tidak pernah meminta lebih. Baru saat Astrid memutuskan berpisah, dia mulai bergerak.

Bagian yang paling saya suka adalah ketika hubungan mereka terekspose media, semua menyalahkan Astrid sebagai perusak rumah tangga Charlie. Charlie tentu tidak diam saja, dia melindungi Astrid dengan segala cara, bahkan rela menunggu saat Astrid memutuskan menyendiri, memikirkan bagaimana jalannya hubungan mereka nantinya. Sudah cinta mati, kaya lagi, siapa yang nggak mau kalau disodori Charlie? XD.

3. Tripp Newark - You Were Mine

Tahun kemarin saya menjadi penggemar baru Abbie Glines, saya membabat sebagai besar bukunya, khususnya series Rosemary Beach. Salah satu buku yang paling saya suka ialah You Were Mine. Bercerita tentang Bethy dan Tripp. Kisah mereka sedikit berseliweran di buku sebelumnya, khususnya ketika kematian pacar Betty muncul, jadi cukup kepo bagaimana latar belakang kisah mereka, terlebih Bethy menghadapi trauma tersebut.

Karena saya belum membuat reviewnya, saya akan bercerita sedikit. Singkat kata, waktu Bethy masih muda, dia punya hubungan rahasia dengan Tripp, salah satu pemuda kaya raya dari daerah dia tinggal. Tripp memberikan pengalaman yang membahagiakan setiap harinya, sampai dia memutuskan meninggalkan Rosemary Beach, meninggalkan Bethy mengandung, menghadapi sendirian. Bertahun-tahun kemudian, Bethy menjadi pribadi yang sangat berbeda, dia sering muncul dari satu pesta ke pesta lain, membuat image-nya jelek, sampai berpacaran dengan sepupu Tripp.

Sayangnya, ketika Bethy serius dengan Jace, Tripp hadir kembali, menghancurkan semuanya. Karena dari lubuk hati yang paling dalam, Bethy masih punya perasaan pada Tripp. Sedangkan alasan Tripp kembali adalah dia ingin melihat Bethy, dia tidak tahu kalau Bethy punya hubungan serius dengan Jace. Pasca kemtian Jace, Tripp berjanji tidak akan meninggalkan Bethy lagi. Dia selalu ada, memberi jarak tapi tidak menjauh. Dia selalu mengantar baik saat Bethy berangkat sampai pulang kerja, sampai lampu di apartemennya padam, dia akan selalu mendampingi. Ohhhh, sweet banget.

2. Sirius Black - Harry Potter and the Prisoner of Azkaban

Salah satu pencapaian terbesar saya tahun lalu adalah berhasil menamatkan serial Harry Potter mulai dari buku pertama! Dulu saya berkenalan dengan dunia sihir ini melalui filmnya terlebih dahulu, dan cukup suka, sampai memutuskan membaca versi buku saking tidak sabar dengan kelanjutan ceritanya. Saya mulai baca dari buku kelima. Baru tahun kemarin koleksi saya lengkap dan memutuskan untuk baca ulang dari awal.

Mungkin sudah ada yang tahu, karakter favorit saya di serial Harry Potter adalah Sirius Black, bahkan saya mengganti nama di twitter dan instagram dengan nama aliasnya, padfootandblack, nggak sama persis sih, cuma saya modif aja biar jadi identitas khas, hahaha. Sejak pertama karakternya muncul, saya langsung jatuh cinta. Dia tipe rebel, berasal dari keluarga kaya dan berdarah murni, tapi dia berteman dengan siapa saja, tidak mempermasalahkan apakah muggle atau berdarah murni.

Sirius Black adalah teman yang sangat setia, terlebih pada James. Dia pun melindungi Harry Potter dengan nyawanya, menganggapnya anak sendiri, menjadikan Harry memiliki keluarga yang sebenarnya. Ada bagian yang membuat saya, bisa dibilang kasihan, pada Sirius Black. Ketika dia harus tinggal sendirian di rumah ibunya dan tidak boleh keluar karena menjadi buronan. Terasa sekali betapa sendirinya dia, memang terasa kalau Srius menganggap Harry sebagai pengganti James saking kehilangannya.

Jadi, ketika membaca ulang kisahnya, meresapinya, memahami kesendirian dan kesepian, saya mulai bisa menerima kepergiannya, mungkin lebih baik bagi dia untuk bertemu James kembali di lain dunia. Ini salah satu pengorbanan terbesar saya, merelakan tokoh favorit mati di tangan penulis.

1. Sevro - Red Rising

Kalau ada penulis yang membuat saya berdoa tiada henti agar tokoh favorit saya tidak mati, dialah Pierce Brown. Sepanjang membaca saya selalu deg-degan, semoga semoga semoga saja nggak kejadian. Sama halnya dengan Sirius Black, saya menyukai karakter yang bukan tokoh utama, di mana sangat jarang sekali. Di trilogi Red Rising, tokoh favorit saya adalah Sevro. Dia badass sekali, di awal-awal dia semacam dikucilkan, dia tidak memiliki kelompok sendiri, dihina bertampang jelek dan kerdil. Oh, jangan salah dengan kebuasannya, mampu bikin dia bertahan hidup dari kejamnya dunia dan pengkhianatan!

dapat di goodreadsnya Petrik :p
Sejujurnya, saya menganggap hubungan Sevro dan Darrow ini tak ubahnya dengan hubungan Sirius dan James. Entah ya, saya menebak kalau Babang Pierce terinspirasi dari kedua tokoh tersebut, hahaha. Nggak pa-pa, saya senang-senang aja karena ada seseorang yang saya puja selain Sirius, bisa dibilang Sevro menjadi pengganti kepergiannya, yang membuat saya nggak berlarut-larut dalam kesedihan karena ditinggal Sirius, LOL.

Sevro ini setia kawan, banget nget. Di saat orang-orang percaya bahwa Darrow sudah meninggal, dia tanpa henti mencarinya, satu-satunya yang percaya kalau dia masih hidup dan bertekad menemukannya. Dia juga sangat percaya sekali dengan Darrow, walau keputusannya kadang tidak sesuai dengan keinginan banyak orang, pun dirinya sendiri, dia tetap mendukung, melaksanakan apa yang perlu dia lakukan. Nggak banyak orang seperti itu.

Membaca Red Rising memberikan pengalaman yang sangat mengasikkan, bahkan kalau disuruh membawa sepuluh buku sebelum Bumi hancur dan harus hijrah ke planet lain, series Red Rising tidak akan lupa untuk dibawa.

Nah, itulah Top 8 Book Boy Friends 2018 versi saya, bagaimana, ada yang sama? Kalau kalian, book boy firends seperti apa yang disuka? Siapa favorit kalian tahun ini? Boleh berkomentar di bawa ya :)

2 komentar:

  1. setelah membaca ini, kok aku jadi pengen ikutan buat yang kayak gini ya mbak sulis?

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...