Rabu, 26 Desember 2018

Move Like Jagger by Christian Simamora | Book Review

Judul buku: Move Like Jagger
Penulis: Christian Simamora
Editor: Rinandi Dinanta
Desainer sampul: Ade Ismiati Hakimah
Penerbit: Toro (Imprint Twigora)
ISBN: 978-602-53446-1-9
Cetakan pertama, November 2018
366 hakaman
Buntelan dari @twigora
NẾU BẠN ĐANG NGHĨ VỀ MỘT AI ĐÓ TRONG KHI ĐỌC ĐIỀU NÀY, 
BẠN CHẮC CHẮN ĐANG YÊU. 
(Kalau kamu memikirkan seseorang saat membaca ini,
artinya kamu memang sedang jatuh cinta.)

YANG BELLA TAHU TENTANG JAGGER SUDARSO:
- Nggak bisa diajak ngobrol basa-basi.
- Nggak sudi diganggu karena lagi baca buku—euh, David Baldacci itu penulis novel apaan sih?
- Nggak ada angin, nggak ada hujan, malah disangka suami Bella!

Perjalanan kali ini benar-benar apes. Nggak hanya penerbangannya dialihkan dan membuat Bella harus menginap semalam di Hong Kong... eh, malah dituduh sudah menikah! Bisa-bisanya, hanya karena bernama belakang sama—dan kebetulan duduk bersebelahan di pesawat—dia dan cowok judes itu dikira pasangan suami-istri. Memang sih, dengan cepat mereka mengatasi kesalahpahaman itu, tapi tetap saja terpaksa harus berbagi kamar yang sama.

Awalnya, karena sama-sama butuh beristirahat di tempat tidur yang nyaman, Bella mencoba untuk sedikit lebih akrab dengan Jagger. Dia juga tak keberatan ditemani ngemil di minimarket sebelah hotel. Tapi, tak disangka-sangka, Bella bisa lebih dari sekadar bertoleransi dengan cowok itu. Malah, malam itu berakhir dengan lebih dari sekadar ciuman persahabatan di pipi.

Meski begitu, Bella tahu diri. Kedekatan ini nggak lebih dari sekadar pengalaman menarik dalam perjalanan, bukan bab pertama cerita cinta baru. Semuanya otomatis berakhir ketika mereka menginjakkan kaki di Indonesia.

Harusnya sih gitu ya....

Tapi kenapa kemudian Bella malah jadi plus one di pernikahan abang Jagger?


SELAMAT JATUH CINTA,


CHRISTIAN SIMAMORA
Pertemuan pertama Bella dan Jagger terbilang sederhana, mereka dalam penerbangan yang sama dari Hanoi ke Jakarta, duduk bersebelahan, stahu kalau berasal dari negara yang sama ketika salah satu tidak sengaja mengucapkan bahasa Indonesia, kemudian bertukar snack. Itu saja, mereka kembali menjadi orang asing. Sampai penerbangan mereka dialihkan ke Hong Kong karena cuaca yang buruk, mereka harus satu kamar, Bella dan Jagger dituduh suami istri karena sama-sama bernama belakang Sudarso. Dari sini lah pertemuan mereka menjadi tidak sederhana.

Satu malam yang mereka habiskan di hotel mau tidak mau membuat mereka menjadi lebih akrab, menjadi lebih terbuka, terlebih mereka memiliki alasan yang sama, tidak ingin kembali ke Indonesia kalau tidak terpaksa. Jagger 'dipaksa' ibunya untuk pulang, menghadiri pernikahan kakaknya dengan mantan pacarnya. Sedangkan Bella ingin mengunjungi satu-satunya kelaurga yang dia punya, adik semata wayang. Satu malam yang panjang mereka habiskan untuk mengobrol, membeli makanan di samping hotel sampai melakukan sesuatu yang jauh dari kata sederhana.

Bella kira hubungan mereka akan berakhir sampai di Indonesia, tapi Jagger tiba-tiba saja memperkenalkan Bella sebagai pacarnya dan meminta menemaninya ke pernikahan Michael! Hubungan mereka menjadi tidak sederhana sama sekali.
Ada dua jenis rasa sakit; yang satu menyuruhmu berhenti, lainnya membuatmu ingin lagi. 
Saya selalu menyebut cerita garapan Christian Simamora sebagai mainstream romance, karena tidak ada yang baru dalam kisah cintanya, pun dengan kisah cinta kebanyakan, akan terasa familier. Bedanya, Bang Ino selalu memberi sentuhan yang khas dirinya, entah bagian komedi yang dia sisipkan, adegan panas, profesi para tokoh di dalamnya, sampai bagian paling krusial dalam cerita cinta, meet-cute. Di Move Like Jagger, penulis langsung mempertemukan kedua tokoh utama di bab pertama.

Adegan di pesawat sampai berakhir di Hong Kong menjadi fokus penulis, sepertinya, karena menelan seperempat halaman sendiri buku ini. Alurnya tidak berkesan lambat, padahal setting waktunya hanya satu malam. Tapi di bagian inilah meet-cute tercipta, obrolan antara Jag dan Bel begitu lepas, chemistry mulai terbentuk, kilas balik masa lalu mereka menceritakan latar belakang masalah secara ringkas tanpa bertele-tele. Saya sangat menikmati obrolan Jag dan Bel, waktu mereka rebutan tempat tidur, mencari camilan, sampai ke masalah pribadi.

Untuk konflik, tidak ada yang spesial, Jagger meminta Bella untuk menjadi pacar pura-pura, dan dari sana lah hubungan mereka berkembang. Jagger sakit hati karena dikhianati kakaknya sendiri, walau beda ayah, dia tidak ingin melukai hati ibunya, dengan terpaksa dia menyanggupi datang. Karena tidak ingin terlihat kalah bahkan mengenaskan, tanpa pikir panjang Bella menjadi penyelamat. Namun, sayangnya, ketika Jagger benar-benar serius dengan perasaanya, Bella malah menjauh. Ada luka masa lalu yang membuat Bella trauma dengan sebuah hubungan serius.

Bagian favorit saya ketika Bella dengan totalitas menjadi pacar pura-pura Jagger, di pernikahan dia membuktikan bahwa Jagger sudah move on, bahkan mendapatkan pengganti yang lebih baik, dan ketika bersalaman dengan mempelai wanita, dia membalas rasa sakit hati Jagger. Tidak sampai di situ, dia juga menyadarkan ibu Jagger, bahwa dia terlalu sering pilih kasih, dia tidak pernah mengutamakan keinginan Jagger dan harus mengalah dengan kakaknya. Bella menjadikan Jagger berarti.

Sekali lagi, kalau kalian mencari bacaan yang penuh konflik berat dan tak tertebak, buku Christian Simamora kurang tepat, tapi kalau kalian ingin menikmati kisah cinta yang sederhana yang berfokus pada perkembangan hubungan kedua tokoh utamanya, obrolan ringan yang kadang nakal dan humoris, dan termasuk pembaca dewasa, bacalah, kalian mendapatkan buku yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...