Sabtu, 25 Agustus 2018

To All the Boys I've Loved Before | Movie Review


To All the Boys I've Loved Before | 2018
Sutradara: Susan Johnson
Produser: Brian Robbins, James Lassiter, Will Smith, Matthew Kaplan
Penulis naskah: Sofia Alvarez
Pemain: Lana Condor, Noah Centineo, Janel Parrish, Anna Cathcart, Israel Broussard, John Corbett
Durasi: 99 min.
Distributor: Netflix

Based on Jenny Han's book, To All the Boys I've Loved Before (2014)

Apa reaksimu ketika lima surat cinta yang pernah kamu tulis untuk orang yang dicintai di masa lalu tiba-tiba saja terkirim, padahal tidak ada niat untuk benar-benar mengirimkannya secara langsung? Pingsan, itu yang dipilih Lara Jean Covey. Siapa yang tidak shock bila tiga di antaranya langsung mendatangi dan meminta penjelasan?

Beruntung, tiga surat tidak menjadi masalah. Surat untuk Kenny Donati dikembalikan karena di alamatkan di perkemahan, surat untuk John Ambrose McClaren tidak ada kabar, entah terkirim atau tidak karena cowok tersebut sudah pindah. Surat untuk Lucas Krapf dikembalikan secara 'baik-baik', Lucas mengatakan kalau dia tidak bisa menerima surat cinta Lara Jean karena dia gay. Hal tersebut tidak menjadi masalah karena Lara Jean tidak benar-benar mencintainya (dan tidak tahu kalau dia gay), bahkan gara-gara surat tersebut mereka menjadi berteman akrab.

Yang menjadi masalah adalah dua surat terakhir. Pertama untuk Josh, tetangga, sahabat dan cinta pertamanya. Perasaanya harus pupus ketika Josh menjadi pacar kakaknya, Margot. Selama beberapa tahun dia harus memendam perasaan dan hadir di tengah-tengah hubungan mereka. Dan ketika Margot memutuskan kuliah ke Skotlandia, dia juga memutuskan Josh. Karena tidak ingin salah paham, tidak ingin membuat Josh bingung dan ingin membuktikan kalau tidak ada perasaan lagi padanya, Lara Jean terpaksa bekerjasama dengan penerima surat terakhir, pemberi ciuman pertama padanya, Peter Kavinsky.

Peter Kavinsky adalah cowok terpopuler di sekolah dan atlet lacrosse. Dia diputus ceweknya, Genevieve, cewek terpopuler juga di sekolah, yang lebih memilih cowok kuliahan. Ketika dia mendapatkan surat dari Lara Jean dia ingin menjelaskan kalau tidak akan pernah tertarik padanya. Di saat bersamaan Josh juga mendatanginmya ingin mendapatkan penjelasan, tiba-tiba saja Lara Jean mencium Peter.


Mengetahui niat Lara Jean, Peter menawarkan sebuah perjanjian. Dia akan berpura-pura menjadi pacarnya agar Josh tidak salah paham. Sebaliknya, Lara Jean bisa membuat Genevieve cemburu dan meminta balik pada Peter. Tentu saja awalnya hal gila tersebut tidak disetujui Lara Jean, tapi melihat masalah dengan Josh akan berdampak pada hubungannya dengan Margot, dia pun setuju.

Perjanjian dibuat, tidak ada ciuman, mereka harus bergantian menonton film favorit, Peter boleh meletakkan tangan pada saku belakang jeans (sebagai ganti ciuman, untuk membuktikan kalau mereka benar-benar pacaran), menulis surat pendek setiap hari yang berisi kata-kata cinta, dan Lara Jean harus mau ikut kegiatan Peter, seperti menonton pertandingannya, ke pesta teman-temannya dan menghadiri acara ski (momen biasanya keperawanan seorang gadis melayang).

Akting mereka mereka cukup meyakinkan, bahkan Genevieve sukses termakan cemburu, dan Josh mulai 'menjauhi' Lara Jean. Namun, kepura-upraan mereka menimbulkan rasa yang berbeda bagi Lara Jean. Dia semakin nyaman menjalin hubungan dengan Peter, terlebih saat mereka berbagi hal-hal pribadi seperti perasaan Lara Jean tidak memiliki ibu atau Peter yang orangtuanya bercerai, dia masih memiliki ayah tapi seperti tidak memiliki karena tidak pernah diperhatikan.

Lalu, apakah perasaan Lara Jean bertepuk sebelah tangan? Apakah Peter juga mencintai dirinya?


Secara mengejutkan, saya sangat menyukai film To All the Boys I've Loved Before, bahkan sudah nonton 2 kali! Mungkin bagi sebagain besar pembaca mengharapkan cewek yang di sampul buku yang menjadi Lara Jean, saya juga begitu pada mulanya, selain cantik dia juga berdarah Asia, sudah pas. Namun, begitu melihat akting Lana Condor dan pemeran yang lain, TERLEBIH Noah Centineo, saya cukup puas! Sesuai dengan bayangan saya ketika membaca buku. Well, saya sangat mengidolakan Peter Kavinsky, bahkan secara khusus memesan bookish candle dengan namanya! Hahahaha, jadi penting sekali gimana dia berperan.

Saya tidak akan membahas perbedaan buku dengan filmnya secara detail, kalau ingin mengetahuinya, kalian bisa membaca yang ada di buzzfeed, sudah cukup jelas. Beruntung juga saya sedikit lupa dengan detail versi buku, sehingga pas nonton rasanya lebih lepas dan bisa lebih menikmati. Sedikit saja, di film digambarkan Lara Jean menyukai membaca novel romance, bahkan konflik utamanya mencomot sebagain yang ada di awal buku kedua, P.S I Still Love You. Saya nggak keberatan, malah menyukai ide tersebut.

Lara Jean ini bukan cewek populer, tapi bukan juga cewek yang tidak terlihat. Dia memiliki dunianya sendiri, tipe cewek yang mudah kita temukan di sekitar kita, lucu, manis, apa adanya. Ciri khasnya masih ada seperti menyukai membuat kue, dan ditambah dia menyukai hobi membaca, khususnya novel romance, mencetak jelas akan imej hopeless romantic, karena dia memang seperti itu. Sedangkan Peter, dia bukan cowok playboy yang nakal banget, hanya dari luarnya saja, tapi dalamnya dia manis. Noah Centineo pas sekali memerankan karakter Peter, apa yang saya bayangkan setidaknya sudah coba ditampilkan dengan serupa olehnya. DIA MANIS BANGET!!!


Sayangnya. adegan favorit saya di buku tidak ada di film, tapi banyak juga adegan lainnya yang saya suka dan berasa romantis sekali. Misal waktu Lara Jean mendatangi Peter di lapangan, baik di awal maupun di akhir, sewaktu di bus dan Peter menyandarkan kepanya di bahu Lara Jean, sewaktu mereka di cafe, sewaktu Peter mengambil kucir rambut, menggenggam tangan, cukup membekas dan berkesan bagi saya.

Untuk visual jangan ditanyakan lagi, berasa vintage dan saya suka! Vintage mengacu pada kamar Lara Jean, baju yang dipakai dan cafe yang instagramable banget! Waktu tahu akan ditayangkan oleh Netflik dan Will Smith ikut memproduseri, ada harapan semoga saja memenuhi ekspektasi, dan ternyata benar saja, saya menyukai segala aspek yang ada di film ini! Entah pemeran, plot cerita, soundtack (ada lagunya Lauv yang I Like Me Better) dan visualnya.

Di versi film ini, keluarga Lara Jean tidak terlalu banyak mendapat sorotan, yah melihat durasi juga yang tergolong tidak lama, hanya 99 menit, tapi sudah terlihat kok kedekatan mereka, dan saya suka karena memang fokus utamanya adalah hubungan Lara Jean dan Peter Kavinsky. Kabarnya akan ada sekuel dan muncul saingan Peter lainnya, siapa lagi kalau bukan John Ambrose McClaren, tidak sabar menanti!

Buat yang butuh tontonan film remaja yang manis, To All the Boys I've Loved Before wajib kalian cicipi! Siap-siap jatuh cinta sama Peter Kavinsky :p

4 komentar:

  1. Aku belum pernah baca bukunya jadi gak bisa ngebandingkan buku dan film. Tapi jujur aku suka banget sama film ini, senyum-senyum sendiri liat bagaimana Peter Kavinsky perlakuin Lara Jean keliatan spesial banget walaupun hubungan mereka cuma fake.
    Paling suka pas Peter masuk tangannya ke kantong celana Lara Jean terus narik Lara Jean sampe keputer gitu hahaha suka banget!!!
    Jadi pengen baca bukunya juga, yakin pasti lebih mendetail

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga suka banget adegan itu, sweet ya :)

      Hapus
  2. Wah, ini serial televisi yang sedang hits sekarang, belum sempat nonton sih. Cuman banyak yang nge-review dan merekomendasikan drama romance ini. .

    Lagi marathon Stranger Things :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih tepatnya film, hehehe. Banytak yang bilang bagus tuh Stranger Things :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...