Minggu, 26 Agustus 2018

Mayday, Mayday by Laili Muttamimah | Book Review

Judul buku: Mayday, Mayday
Penulis: Laili Muttamimah
Desain cover: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-8330-9
Cetakan pertama, 2018
344 hal.
Buntelan dari @laails
Dalam dunia penerbangan, istilah mayday digunakan oleh pilot ketika pesawat sedang dalam keadaan darurat. Dalam kehidupan, setiap orang pasti pernah mengalami momen itu. Bagi Alana, momen tersebut terjadi pada usianya yang kedelapan belas.

Tadinya hidup Alana nyaris sempurna. Dia diterima di sekolah calon pramugari, punya Roby si pacar setia, juga dikelilingi oleh teman dan keluarga yang selalu mendukung. Namun dia tak pernah menduga akan dilecehkan oleh kawanan perampok.

Awalnya Alana hanya memberitahu hal itu pada Benji, sahabatnya. Tapi ternyata masalahnya belum selesai. Belakangan Alana tahu dirinya hamil. Dia makin tertekan karena Roby meminta putus dan keluarganya amat murka.

Lantas, apa yang harus Alana lakukan untuk mengatasi momen mayday dalam hidupnya?
Hidup Alana nyaris sempurna, memiliki pacar yang baik hati dan rela menjalani LDR, sahabat yang selalu ada ketika dibutuhkan, dan satu langkah lagi menuju impiannya, menjadi pramugari. Mulanya, pilihan Alana ditentang oleh orangtua, khususnya sang ayah yang mengharapkan melanjutkan kuliah di perguruan tianggi, alih-alih sekolah pramugari. Namun, dengan keyakinan dan tekat penuh, Alana berhasil meyakinkan dan diterima di maskapai yang cukup bergengsi.

Sebelum menjadi seorang pramugari, di training center, Alana harus mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan, harus tinggal di asrama dan mengikuti jadwal. Beruntung, Alana mendapatkan teman sekamar yang asik, Nel, dan mereka berjanji untuk bisa lulus bersama. Menjalani pelatihan bukanlah sesuatu yang mudah, dibutuhkan fisik yang kuat dan kesiapan mental, karena nantinya menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang merupakan salah satu tugas mereka, tidak semata-mata kerja dan travelling di saat bersamaan.

Walau tidak mudah, Alana menikmati apa yang dia lakukan, bahkan salah satu pembimbing mengatakan kalau Alana memiliki potensi, dia sangat beruntung di tes pertama langsung diterima, Alana bahagia karena nantinya bisa berkerja sesuai dengan passion-nya. Namun, kejadian ketika dia akan pulang ke rumah mengancam impiannya. Tidak hanya dirampok, tapi Alana juga mengalami pelecehan seksual.
Mungkin kali ini pilihanku telah membuatnya kecewa. Namun, aku berjanji untuk tidak membuat kekecewaan itu bertahan lama. Aku hanya ingin masa depanku dibentuk oleh pilihan-pilihan yang kubuat berdasarkan keinginanku, meski aku harus menampung segala risikonya sendirian. Aku percaya, ketika kita memutuskan untuk mengambil langkah yang tak sama dari orang kebanyakan, bukan berarti kita salah langkah. Kita hanya menjadi lebih berani menghadapi tantangan yang berbeda.
"Nggak usah didengerin. Kita nggak bisa tutup mulut orang lain ketika mereka mencela kita, tapi kita bisa tutup telinga kita buat nggak dengerin celaan itu."
"Lo seberharga itu, Lan. Lo berharga. Kita memang nggak bisa menyenangkan semua orang dan nggak dilahirkan buat melakukan itu. Tapi, akan selalu ada orang-orang yang bahagia hanya karena kita hadir dalam hidup mereka, walaupun kita merasa nggak pernah melakukan hal yang hebat buat orang-orang itu."
Dari segi kemasan dan tema cerita, Mayday Mayday sangat menarik untuk ditengok. Istilah mayday digunakan di dunia penerbangan oleh pilot ketika pesawat sedang dalam keadaan darurat. Gambar seorang pramugari dan pesawat dalam cover menceritakan tokoh utama di buku ini, sedangkan judul merujuk ke tema cerita, keadaan darurat yang dialami oleh Alana, seorang gadis berusia delapan belas tahun yang terancam kehilangan kehidupannya karena pelecehan seksual yang dia alami.

Pelecehan seksual merupakan isu yang masih hangat sampai sekarang, masalah yang cukup riskan karena masih dengan mudah ditemui, baik dari segi ringan, misalkan body shamming, sampai ke masalah berat, pemerkosaan dan berujung bunuh diri. Tentu tidak mudah memilih tema seperti ini, penulis harus mampu membuat pembaca merasakan apa yang tokoh utamanya rasakan.

Satu kekurangan, penulis kurang menonjolkan emosi tokoh utamanya, apa yang dirasakan Alana hanya dikatakan, bukan menunjukkan, sehingga saya tidak ikut berempati akan apa yang dialaminya. Pemilihan sudut pandang orang pertama sebenarnya sudah sangat pas, karena salah satu kelebihan adalah apa yang dirasakan tokohnya akan mudah tersampaikan ke pembaca. Namun, sepertinya penulis lebih fokus ke hal di sekitar Alana, yang untungnya menjadi penutup kekurangan.

Bisa dibilang pada bagian awal alurnya cukup lambat, selain pengenalan para tokoh, penulis juga menjelaskan tentang fase ketika ingin sekolah pramugari, apa saja yang dipelajari di sana. Dalam hal ini cukup informatif, karena sebelumnya saya tidak pernah tahu bagaimana suka dukanya menjadi seorang pramugari pada tahap awal alias pelatihan.

Kelebihan kedua adalah pandangan orang sekitar tentang masalah yang dihadapi Alana, sangat realistis. Pertama orangtua, siapa yang tidak marah dan malu? Terlebih ayah Alana adalah seorang dekan di sebuah universitas, apa yang dialami anaknya tentu menjadi aib, dan saya tidak menyalahkan kalau dia marah, menjauh, merasa kecewa, baik dengan keadaan yang menimpa dan kegagalannya dalam menajaga seorang anak.

Kemudian orang terdekat Alana, pacarnya, Roby, yang memilih tidak percaya dan malah menuduh Alana yang 'sengaja berbuat' karena sterotipe seorang pramugari, cantik dan seksi. Glo yang ikut menuduh karena tidak mendengar cerita secara langsung, dan Benji, seorang sahabat yang menerima kita apa adanya dan selalu ada di samping kita baik senang maupun susah. Semua tipe orang tersebut ada di sekitar kita.
Karena satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan hidupmu adalah dirimu sendiri.
"Terkadang, menerima kenyataan akan terasa sangat berat, apalagi ketika kenyataan itu nggak sesuai dengan harapan. Tapi kamu harus percaya akan ada hal baik yang menunggu di balik sakit yang kamu rasakan, yang akan membuat kamu bahagia lebih daripada yang pernah kamu bayangkan."
Aku percaya, rasa cinta orangtua kepada anaknya takkan pernah mencapai titik limit meski hati mereka telah patah berkali-kali. Mereka akan tetap membuka tangan lebar-lebar untuk menerima permohonan maaf dan kesalahan anak-anak mereka. Mereka akan tetap memperhatikan dan menyambut anak-anak mereka sebagai bagian dari keluarga. Itulah alasan cinta orangtua kepada anaknya adalah satu hal yang takkan pernah terkalahkan.
Saya akan mengarisbawahi tokoh Benji, dari apa yang dia lakukan saya percaya kalau dia memiliki perasaan untuk Alana. Penulis tidak menggali sedalam itu, karena fokusnya bukan kisah cinta. Saya suka karakter dia yang tidak menyalahkan korban, mencoba memahami dan selalu ada. Ada bagian ketika Alana marah pada Benji dan bilang kalau Benji tidak memahami perasaanya, tidak akan mau bertanggung jawab bahkan menikahinya. Tentu hal ini bukan perkara mudah, ada pemikiran panjang, terlebih Benji masih kuliah dan belum bekerja, tidak ada cinta buta. Dalam hal ini saya setuju, karena merupakan keputusan besar dan nantinya akan berujung ke keluarga besar, bukan hanya tentang mereka berdua.

Kemudian pilihan yang harus dihadapi Alana dalam mimpi terburuknya, langkah apa yang selanjutnya diambil? Dalam hal ini penulis menyodorkan berbagai macam opsi, di mana pilihan-pilihan ini cukup rasional. Tidak ada yang klise, semua pilihan akan ada akibatnya, dan tentu saja bukan pilihan yang mudah.

Walau sedikit memiliki kekurangan, Mayday Mayday merupakan buku remaja yang perlu kalian baca, selain mengangkat isu yang cukup berat, buku ini juga memiliki 'panduan' mengatasi momen mayday, menjadi korban pelecehan seksual bukannya tidak memiliki masa depan, bukan akhir dari segalanya. Memang akan ada orang yang menjauh bahkan menghakimi, tapi ada juga orang-orang yang akan dengan setia berada di sisi kita.
"Kalau kita udah nggak punya alasan untuk menjalani hidup, impian kitalah yang bisa menuntun kita, Lan."
Kalau seseorang memang benar-benar menyayangimu, dia akan terus menemukan cara untuk tetap bersamamu, bagaimanapun caranya. 

2 komentar:

  1. isu nya berat ya.. gak kebayang kalau sampai jadi Alana, dengan orangtua yang kecewa dan dituduh macam-macam oleh orang terdekat.
    :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tema yang diangkat bagus banget :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...