Rekomendasi Toko Buku Online Favorit yang Murah dan Lengkap

Selasa, 02 Januari 2018

2017 in Review: Drama Queen

pic from pinterest

Hallo sobat-sobat recehku, sesama kutu bokek dan teman ngayal babuku, wakakakaka, sampai juga di pergantian tahun, selamat tahun baru! Tahun 2017 memang pantas saya sebut tahun yang penuh dengan drama, banyak kejadian yang menyenangkan maupun menyedihkan, salah satu hal yang menyenangkan adalah akhir tahun kemarin, tepatnya tanggal 24 Desember saya punya keponakan baru! Jadi cukup rempong juga, makanya jarang update karena menyiapkan proses kelahiran anak kakak yang kedua, untungnya nggak terlalu rewel, hihihi. Ada hikmah yang bisa saya petik dari kerempongan lahiran ini, pantas saja banyak teman blogger yang hiatus setelah berkeluarga ataupun bekerja, karena benar-benar menyita waktu dan harus fokus, nggak bisa bayangin kalau nanti saya yang ngalamin :p.

Tahun 2017 bisa dibilang tahun paling tidak produktif yang sama alami dalam hal blogging, masih mending tahun 2016 walau saya sedikit depresi dan banyak tekanan, saya masih cukup produktif. Tahun-tahun awal kebiasaan menonton K-Drama, C-Drama, Anime, Serial TV, Anime masih terbawa, saya sudah mulai menguragi membaca webtoon, bahkan mulai merambah wattpad, hanya sebatas membaca cerita dari penulis yang membuat saya penasaran. Mood baca saya mulai meningkat, walau mengalami pasang surut, buku yang saya baca lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Tahun kemarin saya juga memutuskan untuk hiatus dalam kegiatan booktubing, saya benar-benar nggak ada waktu, sebagai gantinya saya sangat aktif di akun bookstagram.

Saya masih bisa memposting sesuai jadwal, benar-benar kacrut lah mood ngeblog tahun kemarin. Walau hanya sedikit postingan, saya berhasil menulis berbagai konten dan yang paling baru adalah bookish review, dulu sudah pernah hanya saja belum saya fokuskan. Diharapkan tahun ini lebih berkembang lagi, harapan saya menjadikan blog ini tidak hanya review buku terus berjalan, saya ingin mengisinya dengan berbagai hal, yang masih berhubungan dengan buku tentunya, yah sekali-kali boleh lah kalau mau keluar jalur, hehehe. Saya masih belum bisa menurunkan berat badan sebanyang 20 kg dan menikah, wakakaka, yah jalani dan nikmati saja lah, dengan berbagai pelajaran yang saya dapat tentang kehidupan rumah tangga di sekitar saya, bahkan di buku-buku yang saya baca, saya ngak mau ngoyo.

Read, Review, & Blog

Seperti ritual tahun-tahun sebelumnya, saya akan mereview apa saja yang terjadi dengan kehidupan perbukuan dan perbloggingan yang saya alami. Mulai dari hasil resolusi sebelumnya, saya berhasil menamatkan 100 buku yang saya targetkan, bahkan total buku yang saya baca pada tahun 2017 adalah 134 buku. Total postingan saya hanya mencapai 89; 7 book kaleidoscope, 52 review buku (+ 2 review di tempat lain), 3 movie review, 2 tv adaptation review, 1 genre, 18 giveaway (2 di instagram), 2 recommendation, 1 meme, 1 BBI, 2 the perks of being, 3 ask author, 1 how to, 3 let's talk, dan tema terbaru adalah bookish review, ada 5 postingan yang sudah tayang. Bulan paling produktif menulis ada di bulan Oktober dengan 13 postingan, sedangkan bulan paling kacrut ada di bulan Mei dan Desember, hanya 4 postingan yang tayang.

Bisa dibilang saya sangat menikmati buku yang saya baca, banyak yang berating tinggi karena hampir sebagian besar saya memilih sendiri buku tersebut untuk dibaca, bukan suatu tanggung jawab kalau kita dipercaya untuk menjadi host blog tour atau pemberian. Tahun kemarin saya tidak hanya membaca buku cetak, saya mulai merambah ebook juga, total yang saya baca ada 59 ebook; 58 baca di scoop dan 1 buku baca di google play. Terima kasih scoop, masih banyak buku yang belum sempat saya baca, nih, semoga tahun ini semakin banyak buku yang saya baca di sana karena bisa menghemat beli buku :p.

Page views Kubikel Romance belum tembus 2 juta, wakakakaka. Sampai akhir tahun kemarin saya cek baru mencapai 1,5 juta dan ketika saya menulis postingan ini sudah 1.6 juta page views, bahkan akhir bulan kemarin saya sempat kaget, dalam satu hari page view mencapai hampir 13rb, wow, apa yang kalian cari? Yah semoga tahun ini bisa kesampaian ya :p. Buy less book, yap saya berhasil sangat menghemat beli buku di tahun lalu, gantinya saya boros beli bookish items, hahahaha.

Berikut adalah buku-buku yang saya baca di tahun 2017:
Buntelan, Endors, Events

Book haul paling banyak saya dapatkan pada bulan September, ada 20 buku yang saya dapat baik itu beli sendiri, dari voucher maupun buntelan, sedangkan bulan saya mendapatkan sedikit buku dan total buku yang saya dapat selama 2017, saya nggak tahu, sejak tahun 2016 saya udah nggak ngitung lagi, kebetulan pas bulan September itu saya post di instagram jadi bisa kerekam, hehehe. Tidak ada even offline maupun online yang saya datangi, saya juga melewatkan IRF lagi, hiks. Semoga suatu saat saya berkesempatan untuk mengunjungi lagi dan bertemu langsung dengan teman-teman buku yang lain.

Saya berhasil menggembel dalam ajang lomba review, resolusi tahun sebelumnya yang berhasil saya wujudkan. Alhamdulillah saya banyak mendapatkan dana untuk membeli buku, antara lain dari sponsored post menulis dua toko buku online, menjadi juara pertama lomba resensi Critical Eleven dengan hadiah voucher buku senilai 1 juta, 1x menang resensi pilihan dari Gramedia, dan 11x menjadi pemenang sayembara menulis resensi yang diadakan Yes24 Indonesia, alhamdulillah :D. Yah, nggak dapat tawaran blog tour atau buku gratis, bisa mencari lewat jalan lain, rejeki nggak kemana :p. Saya juga berkesempatan menulis resensi di Ruang, terimakasih kepada Raafi yang telah memberikan kesempatan, saya sampai nggak percaya, karena ibarat novel, tulisan saya itu seperti fiksi populer, sedangkan yang menulis di media tersebut seperti novel sastra, hihihi.

Untuk ajang blog tour, tentu tahun kemarin jauh berkurang dari tahun sebelumnya, selain saya memang mengurangi berbagai tawaran karena ingin fokus dengan timbunan dan sesuai cangkir kopi saya, mungkin pada ilfil sama saya, hahaha. It's okey, ada beberapa yang masih mempercayakan bukunya kepada saya untuk direview, yang mau menerima saya apa adanya, terima kasih sekali, saya doakan bukunya semakin laris manis setelah saya ulas, amin :p. Ada 16 blog tour yang saya host, berpartisipasi dalam 3 insta tour (One, No Place Like Home, Stilettale) dan menjadi representatif untuk mempromosikan produk dari @sanwalibrary, @thelitletree.co, @lumieraturecandleid dan @kandelalin.id.

Saya tak luput dari kesalahan dan kekurangan, teruntuk D kalau kamu baca, maaf sekali belum selesai membaca buku Above The Star, bukan karena tidak ingin, tapi karena saya belum menemukan mood untuk membaca buku bergenre LGBT, takutnya akan berpengaruh pada penilaiannya nanti, sehingga saya menunggu mood untuk membacanya, yang tak kunjung datang juga, hiks. Saya juga masih punya hutang untuk penerbit mizan dan qanita, maafkan saya sampai bertahun-tahun, hiks. Dan ada buku lain yang belum sempat saya baca dan berniat menggembalikannya saja, tapi saya kehilangan kontak penulis, emailnya tidak bisa saya hubungi, jadi saya akan membaca dan mengulasnya, saya tidak ingin memiliki hutang. 

Kalau ada buku lain yang belum sempat saya review, semoga saja tahun ini bisa saya bayar, atau kalau nggak saya akan memberikannya kepada orang lain untuk mereviewnya.

Drama Queen

Tahun 2017 saya mengalami kejadian yang tidak mengenakkan, keputusan besar saya untuk menjual buku-buku koleksi yang sudah tidak saya baca lagi, mulanya hanya buku yang saya dapatkan dari jerih payah saya sendiri sampai akhirnya memutuskan berani menjual beberapa pemberian baik penulis maupun penerbit, dikecam oleh beberapa pihak dan mereka merisak saya, walau tidak dalam skala besar, saya tahu saya diomongin dari belakang, hal tersebut tentu saja menyakitkan. Untuk detail cerita dan alasan saya melakukan hal tersebut bisa dibaca di postingan Kacamata Seorang Pembaca.

Kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi saya, saya banyak mendapatkan masukan mulai dari, itu hak saya untuk melakukan apa saja terhadap buku yang sudah menjadi milik saya sendiri karena saya tidak mendapatkannya secara gratis, saya membayarnya dengan review dan promosi di media sosial, sampai memberikan saran agar menyumbangkannya. Tentu saya melakukan hal tersebut dengan pemikiran yang panjang, bahkan sempat berpikir kenapa hanya saya di saat banyak pembaca lain yang melakukan hal yang sama? Yang sudah dari dulu memulainya? Saya nggak berharap orang lain mengalaminya, kalau pun iya saya akan berada di sebelahnya karena itu hak dia. Yah, mungkin mereka tidak puas dengan hasil review yang pernah saya berikan sehingga merasa kecewa dan ketika ada kesempatan merisak saya, ikut-ikutan. Berkat dukungan teman-teman saya, saya tidak berlama-lama bersedih, saya semakin kuat.

Lalu, apakah saya berniat akan menjual koleksi saya lagi? Tentu saja. Saya lebih baik menjual koleksi saya daripada meminta-minta gratis kepada penulis maupun penerbit. Saya nggak sejahat itu kali menjual semua hasil gratisan, semua penuh pertimbangan, kalau memang saya sangat menyukainya, tentu saja akan saya simpan dan tidak akan saya jual. Ada beberapa buku yang saya sesali karena saya jual, tapi saya belum ingin membacanya lagi. Kalau saya memang berjodoh dengan buku tersebut, pasti suatu saat saya akan mendapatkannya kembali, entah bagaimana caranya, mengutip kata-kata dari teman saya, dan saya mengamininya, hehehe. Saya pernah mendapatkan tiga buku yang sama, bahkan sampai dua kali, jodoh nggak akan kemana.

Sejak insiden itu, kalau ada buku gratis yang saya kasih rating rendah saya akan bilang dulu kepada yang ngasih, apakah tetap reviewnya ingin tayang atau bukunya saya kembalikan. Jujur saja, hal tersebut meghadirkan trauma bagi saya. Kalau tidak suka dengan saya, bilang saja nggak pa-pa, saya akan mengembalikan buku tersebut. Tidak perlu mengadu domba atau mengajak orang lain untuk membenci saya, itu jahat sekali. Bahkan saking kecewanya, sudah ada beberapa penulis yang saya blacklist dan tidak akan saya baca lagi bukunya, mending untuk penulis lain yang tidak baper. Sendirinya menulis tentang depresi tapi juga menimbulkan depresi bagi orang lain. Saya sudah memaafkan tapi tidak bisa melupakan. Saya punya sisi antagonis juga.

2018 Goals:
  1. Membaca 100 buku dan kalau bisa mereviewnya juga. Yah, sesuai pengalaman tahun lalu di mana saya tidak produktif, mungkin saya akan lebih selektif lagi dalam memilih buku yang akan saya ulas, karena saya sadar tidak bisa mereview semuanya. Jadi, saya tidak memikirkan kuantitasnya, tapi lebih ingin fokus ke kualitas tulisan saya.
  2. Page views Kubikel Romance tembus 2 juta, hehehe.
  3. Buy less book, mari babat timbunan. Saya ingin fokus dengan timbunan saya, kalau ada yang tidak ingin saya baca lagi, maka saya akan menjualnya, membeli buku yang sedang ingin saya baca, kalau tidak cocok akan saya jual lagi, begitu terus. Jual buku untuk beli buku lagi, apa salahnya?
  4. Rajin ikut lomba review. Ini salah satu penghasilan terbesar saya tahun lalu dan ingin mengulanginya lagi, karena dari hasil tersebut saya bisa membeli buku yang saya inginkan. Hal ini juga memotivasi saya agar menulis lebih baik lagi, hitung-hitung mengasah kemampuan menulis, hehehe.
  5. Masih menerima tawaran blog tour, insta tour, giveaway atau event lainnya, kalau ada yang menawarkan, sih, hehehe. Saya lebih mengutamakan yang tahu bagaimana saya mereview, jenis bacaan yang biasa saya baca dan tidak baper. Ada beberapa penulis yang menawarkan dan menuliskan apabila tidak menyukai bukunya tidak apa-apa, sangat terbuka menerima masukan. Well, tidak perlu berpikir panjang, langsung bukus! Tentu setelah saya melihat apakah cocok dengan bukunya atau tidak.
  6. Lebih produktif menulis berbagai konten. Saya sangat menikmati membahas hal-hal di luar buku tapi masih berhubungan dengan buku, semoga nanti semakin rajin ya :D
  7. Aktif menjadi bookstagrammer, kalau bisa kembali booktubing. Tahun kemarin bisa dibilang tahunnya para bookstagrammers, bahkan sebagaian besar para book blogger hijrah ke bookstagram. Saya ingin bookstagram menjadi media untuk mempromosikan buku-buku yang saya baca dengan review singkat, saya ingin menjangkau dari berbagai kalangan. Walau foto saya tidak wah banget, saya belajar, setidaknya menarik untuk dilihat, hehehe.
  8. Menjadi diri sendiri dalam menulis, selalu.
  9. Langsing, karena banyak baju yang sudah tidak muat, hiks.
  10. Menikah, tetep ya, hahahaha.
Yak, itulah review tahun 2017, semoga saja tahun ini nggak banyak drama dan banyak hal positif yang saya dapatkan maupun lakukan. Maaf kalau ada kata-kata yang salah atau menyakitkan. Selamat tahun baru sekali lagi, semoga tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya :D

pic from pinterest

8 komentar:

  1. sama Hana juga mengurangi tawaran review buku dan fokus ke timbunan tahun lalu :D Dan lebih fokus jadi bookstagram juga.. heheh
    wah.. ngga nyangka Sulis mengalami drama karena menjual buku dari penulis/penerbit. *puk puk Sulis
    makasih udah sharing pengalamannya :D semoga makin sukses ya di tahun ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay, bookstagram masih jadi pilihan kedua, tetep book blog yg ingin ak urusi terlebih dahulu. Namun g ada salahnya juga, asal bisa menularkan minat baca lewat media tersebut, kenapa tidak?

      Hapus
  2. Goals no. 3: SAMAAN! *tos yuk?*
    Semangat Sulis!!! \(^o^)/

    BalasHapus
  3. Hallo, Kak Sulis. Aku belum lama ngefollow blogmu, salam kenal ya~ Jadi banyak waiting list buku untuk dibaca setelah baca postmu, uuhuuhuhu. Mesti rajin nabung nih!

    Semangat terus buat 2018 goalsnya! Aku juga ingin langsing! XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Silvya, terima kasih sudah berkunjung, semoga nanti betah ya :D

      Aku juga masih nabung kok untuk beli buku, hehehe. Ayo langsing! :p

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...