Selasa, 31 Januari 2017

Solanin | Movie Review


Solanin | Soranin (2010)
Sutradara: Takahiro Miki
Produser: Keiko Imamura, Osamu Kubota, Masaro Toyoshima
Penulis naskah: Izumi Takahashi
Pemain: Aoi Miyazaki, Kengo Kora, Kenta Kiritani, Yoichi Kondo, Ayumi Ito
Durasi: 126 menit
Distributor: Asmik Ace Entertainment

Based on Asano Inio manga, Solanin (2005)

Sabtu, 28 Januari 2017

The Liar and His Lover | Movie Review


The Liar and His Lover | Kanojo wa Uso o Aishisugiteru (2013)
Sutradara: Norihiro Koizumi
Produser: Takashi Ishihara, Tatsuro Hatanaka, Shinichiro Tsuzuki, Minami Ichikawa, Taaki Kada, Ken Tsuchiya, Kazuyoshi Ishida
Penulis naskah: Tomoko Yoshida, Norihino Koizumi
Pemain: Takeru Satoh, Sakurako Ohara, Shohei Miura, Masataka Kubota, Kouki Mizuta, Koudai Asaka, Ryo Yoshizawa, Yuki Morinaga, Saki Aibu, Takashi Sorimachi
Durasi: 114 menit
Distributor: Toho

Based on Kotomi Aoki manga, Kanojo wa Uso o Aishisugiteru (2009)

Senin, 23 Januari 2017

Silenced | Movie Review



Silenced | The Crucible (2011)
Sutradara: Hwang Dong-Hyuk
Produser: Uhm Yong-Hun, Bae Jeong Min, Na Byung-Joon
Penulis naskah: Hwang Dong-Hyuk
Pemain: Gong Yoo, Jung Yu-Mi, Kim Hyun-Soo, Jung In-Seo, Baek Seung-Hwan, Jang Gwang
Durasi: 125 menit
Distributor: CJ Entertainment

Based on Kong Ji-Young book, Dokani (2009).

Duka di Balik Apel Fuji dan Jasmine Tea | Rule of Thirds by Suarcani

Judul buku: Rule of Thirds
Penulis: Suarcani
Penyunting: Midya N. Santi
Perancang sampul: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-3475-2
Cetakan pertama, 27 Desember 2016
280 halaman
Buntelan dari @alhzeta
Apalagi yang paling menyakitkan dalam pengkhianatan selain menjadi yang tidak terpilih?


Demi mengejar cinta Esa, Ladys meninggalkan karier sebagai fotografer fashion di Seoul dan pulang ke Bali. Pulau yang menyimpan kenangan buruk akan harum melati di masa lalu dan pada akhirnya menjadi tempat ia menangis.

Dias memendam banyak hal di balik sifat pendiamnya. Bakat terkekang dalam pekerjaannya sebagai asisten fotografer, luka dan kerinduan dari kebiasaannya memakan apel Fuji setiap hari, juga kemarahan atas cerita kelam tentang orang-orang yang meninggalkannya di masa lalu. Hingga dia bertemu Ladys dan berusaha percaya bahwa cinta akan selalu memaafkan.

Ini kisah tentang para juru foto yang mengejar mimpi dan cinta. Tentang pertemuan tak terduga yang bisa mengubah cara mereka memandang dunia. Tentang pengkhianatan yang akhirnya memaksa mereka percaya bahwa hidup kadang tidak seindah foto yang terekam setelah mereka menekan tombol shutter.

Senin, 09 Januari 2017

Books Becoming Movies In 2017


Selain Book Kaleidoscope dan Year In Review, ritual Kubikel Romance setiap awal tahun adalah memposting Books Becoming Movies, buku-buku yang akan diadaptasi ke layar lebar. Selain membaca saya sangat menyukai kegiatan menonton, bahkan hobi yang lebih dulu muncul daripada mengoleksi buku, sehingga ketika dua hal tersebut digabungkan menjadi satu, tentu saya sangat menantikan, terlebih kalau sesuai ekspektasi. Kadang menjadi alternatif bagi saya, kalau tidak bisa membaca bukunya, saya akan menikmati versi visual, pun sebaliknya. Biasanya saya menampilkan list film dari Barat saja, tetapi kali ini sedikit berbeda. Yah, tahun ini saya memang ingin banyak mengalami perubahan yang katakanlah lebih positif dan tidak monoton.

Saya akan menampilkan juga beberapa live action dari manga atau anime, serta beberapa film Indonesia. Tahun lalu bisa dibilang saya banyak menonton, baik serial maupun film. Untuk film saya lebih banyak menyaksikan versi Jepang, sedangkan serial lebih ke drama Korea. Sedangkan film dalam negeri sendiri, sejujurnya saya jarang mengikuti, hanya Ada Apa dengan Cinta? 2 yang sanggup menggerakkan saya ke bioskop karena ingin bernostalgia, selebihnya menunggu di televisi saja, hahaha. Ya habis cepet banget, nggak ada setahun sudah tayang di televisi, berbeda dengan film Barat atau lainnya. Namun, tahun ini ada beberapa film Indonesia yang based on books yang ingin sekali saya saksiskan.

Langsung saja karena bakalan panjang, total ada 39 buku atau manga yang diadaptasi, berikut list Books Becoming Movies In 2017.

Sabtu, 07 Januari 2017

Top 6 Most Favorite Books 2016

Tahun 2016 bisa dibilang saya banyak membaca buku dari penulis baru, banyak nama-nama yang sebelumnya tidak pernah saya dengar, tidak terlalu melakukan perluasan genre. Saya banyak membaca buku contemporary, khususnya YA, new adult dan adult romance. Sejak tahun lalu juga tidak begitu semangat membaca fantasi, entah kenapa roda bacaan sepertinya mulai berputar, saya harus kembali mencari jenis genre yang benar-benar membuat saya nyaman. Bahkan saya tidak membaca historical romance satu pun, malah ingin mulai menekuni sastra dan thriller, benar-benar keajaiban yang luar biasa melihat bacaan saya selama ini selalu dianggap terlalu receh, hahaha.

Jadi, tidak heran Top 6 Most Favorite Books 2016 versi saya di isi dari genre romance contemporary. Walau ada beberapa yang cukup berbeda dan tidak ada hubungannya dengan kisah cinta dua insan manusia, semuanya memberikan efek yang sama bagi saya, bikin kembang kempis, mrebes mili, sesek dan nggak bisa berhenti baca. Berikut adalah daftar buku favorit saya tahun lalu, sebagaian besar belum ada reviewnya, hiks, semoga tahun ini bisa rampung semua deh.

Jumat, 06 Januari 2017

Top 6 Most Favorite New Authors 2016

Salah satu kategori paling saya suka dalam Book Kaleidoscope yang saya buat ini, yaitu Most Favorite New Authors. Penulis yang masuk dalam kategori ini bukan yang baru pertama kali mengeluarkan debut, tetapi lebih ke pendatang baru di daftar bacaan saya, entah itu buku pertama atau buku kesekian penulis, yang jelas saya baru mencicipinya pertama kali dan langsung terpesona. Namun saya selalu berusaha memilih dari para penulis debut dalam negeri, karena lewat merekalah dunia penulisan di tanah air tercinta ini bisa berkembang. Saya tandai kalian semua untuk buku-buku selanjutnya! Hahahahaha.

Bagi saya, kesan pertama itu sangat penting, menentukan apakah saya akan mengikuti karya penulis yang lain atau cukup sekali merasakan, walau kadang saya tetap memberi kesempatan untuk membaca karya lainnya yang siapa tahu lebih bagus, biasanya ini berlaku secara teknis dia mumpuni hanya eksekusinya saja yang tidak membuat saya puas. Saya sangat peduli pada penulis debut, karena ketika menemukan karya mereka pada saat pertama kali menerbitkan buku langsung mempesona dan membuat terkagum-kagum, itu tidak mudah. Kadang saya juga memiliki feeling bahwa mereka akan memiliki masa depan yang cerah dalam dunia menulis alias karyanya tidak mengecewakan, khususnya bagi saya pribadi #tsah. 

Kamis, 05 Januari 2017

Top 6 Most Favorite Scenes 2016

Di hari ketiga dalam Book Kaleidoscope biasanya saya memposting Worst Book Covers, tapi berhubung tahun ini saya meniadakannya, saya menggantinya dengan Top 6 Most Favorite Scenes 2016, yap adegan-adegan di dalam buku yang cukup memorable dan sangat saya sukai. Mungkin ada yang akan mirip seperti quote saking singkatnya adegan tersebut, yah beda tipis lah, hehehe, tapi tetap saja menjadi bagian yang sangat berkesan bagi saya.

Awalnya saya ingin memasukkan adegan favorit dari buku-bukunya Pamela Clare atau Christina Lauren yang bikin kipas-kipas, tapi nanti malah nggak bisa dibaca untuk semua umur, ahak ahak ahak. Jadi walau mayoritas adegan favorit saya biasanya yang romantis-romantis, ada beberapa yang nggak bikin diabetes, kok. Nah adegan apa dan dari buku apakah yang saya pilih untuk Top 6 Most Favorite Scenes 2016 versi Kubikel Romance? Berikut listnya.

Rabu, 04 Januari 2017

Top 6 Best Book Covers 2016

Di hari kedua ini saya akan membahas Top 6 Best Book Covers 2016. Cukup sulit menentukan karena bisa dibilang cover sekarang itu pada kece-kece, setiap penerbit sudah melek akan the power of book cover, bahwa pandangan pertama akan selalu tertuju kepada kemasannya, salah satu kunci akan kesuksesan penjualan melihat salah satu sifat manusia suka sama yang indah-indah. Memang ada beberapa yang masih MEH, kadang di cover yang jelek tersimpan cerita yang bagus juga, tapi sekarang sudah jauh berkurang, malah seringnya cover bagus tapi isi tidak sebanding dengan kemasannya, maka dari itulah sering-sering kunjungi Kubikel Romance, wekekekekeke.

Tahun ini agak berbeda karena bukan bukunya saja yang akan saya tampilkan, tetapi juga pembuatnya alias sang desainer sampul. Saya sangat senang menuliskannya, bahkan memakan waktu cukup lama juga tapi sepadan dengan hasilnya. Saya salah satu pembaca yang suka sekali menilik siapa di balik layar terbitnya sebuah buku, siapa editor, siapa desainer sampul karena dengan kebiasaan ini akan muncul ciri khas mereka yang bisa diamati oleh pembaca, mudah dikenali. Ada beberapa desainer sampul yang sangat khas dalam membuat cover. Siapa saja mereka? Berikut Top 6 Best Book Covers 2016 versi Kubikel Romance.

Selasa, 03 Januari 2017

Top 6 Book Boy Friends 2016

Seperti biasa, untuk mengawali tahun Kubikel Romance selalu menghadirkan Book Kaleidoscope, mulai dari Book Boy Friends, Best Covers, Worst Covers, Favorite New Authors, sampai Favorite Books. Yah walau sedikit telat karena kemarin saya mati suri alias tepar karena nggak enak badan. Untuk tahun ini sedikit berbeda karena saya menghilangkan kategori Worst Books, melihat tidak banyak cover buku yang tidak saya sukai, hanya ada satu dua, terlalu sedikit untuk saya bikin postingan tersendiri. Mulai tahun ini saya juga akan menambah banyaknya item sesuai angka di akhir, tahun 2015 ada 5 item dalam tiap kategori, sedangkan di tahun kemarin karena ada di tahun 2016 maka akan ada 6 item.

Kategori pertama yang akan saya tampilkan adalah Top 6 Book Boy Friends 2016, kategori untuk berfangirl ria karena yang saya pilih merupakan suami idaman, yang ciumable, kekepable, dan body minta dipanjat, ahak ahak ahak. Di sisi lain penulis membuat tokoh di mana karakternya begitu hidup, membuat saya tidak berhenti memikirkannya, menjadi penggerak cerita yang tidak bisa saya rem saking serunya kisah mereka. 

Tidak usah berlama-lama, berikut adalah Top 6 Book Boy Friends 2016 versi Kubikel Romance.

Senin, 02 Januari 2017

2016 in Review: So Many Books, So Little (Money) Time


Hai halloooo, berasa lama banget nggak update, hehehe. Sesuai ritual setiap awal tahun, saya akan mereview baik dari segi bacaan dan blogging selama tahun 2016 kemarin. Mungkin agak berbeda dari sebelumnya, bisa dibilang nggak akan detail banget karena semenjak saya mengaktifkan booktube dan memindahkan monthly recap, berarti saya harus mengulang nonton dan itu memakan waktu, terlebih ada yang belum saya rekam juga, jadi nanti akan saya utarakan secara garis besarnya saja. 

Awal tahun kemarin masih menyisakan semangat ngeblog di tahun sebelumnya, di mana bisa dibilang tahun terproduktif kedua saya dalam hal blogging dan membaca, bahkan target bacaan saya bisa tuntas di pertengahan tahun. Dan layaknya mendapatkan serangan dari Darth Vader, semakin ke belakang semangat saya semakin mlempem, bisa dibilang saya merasa tertekan bahkan sedikit depresi, sampai rasanya muak sekali dengan yang namanya membaca dan blogging, bahkan sampai kepikiran mau keluar aja dari BBI karena ingin mengisi blog ini dengan hal lain. Alhasil agar lebih produktif walau dalam hal lain, saya mulai kecanduan nonton K-drama, Live Action, C-Drama bahkan menonton kembali anime yang belum sempat saya tamatkan jaman sekolah dulu. Yah, bisa dibilang setengah tahun terakhir saya lebih banyak menonton daripada membaca.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...