Minggu, 22 Oktober 2017

2017 Novemberian Wishlist


Halo sobat-sobat miskin novemberianku, maaf baru posting sekarang karena minggu lalu benar-benar minggu yang berat, waktu libur yang bisa aku gunakan untuk petantang petenteng harus terpakai dengan kegiatan yang menguras pikiran di luar kota, jadi baru sekarang deh, hehehe. Alasan lainnya, buku yang aku inginkan belum terbit, lagian ulang tahunku kan masih sebulanan jadi nggak pa-pa kalau agak terlambat *ditabok XD.

Jadi, bagi kalian yang belum tahu, kami, para member BBI yang berulangtahun pada bulan November memiliki ritual tukar kado ala-ala secret santa, jadi kami ngak bakalan tahu siapa yang ngasih dan harus menebak berdasarkan klu yang diberikan. Nah, agar kadonya tepat sasaran alias bakal menyukainya, kami membuat wishlit buku apa saja yang diinginkan. Yap, kadonya buku dong, hadiah yang sangat tepat dan cocok bagi kami yang menyukai kegiatan membaca.

Acara tukar kado ini sudah berlangsung selama..... berapa tahu ya? Yang jelas sudah bertahun-tahun dan aku tidak pernah melewatkannya. Budget untuk kado adalah 150k, terserah mau berapa buku yang penting batas harganya segitu, kalau mau menambahkan pernak pernik juga nggak dilarang, pokoknya seru-seruan. Buku yang aku inginkan kali ini tidak terlalu banyak, selain karena sekarang aku agak pemilih banget baca buku, sekarang banyak wishlist yang sudah ada di scoop, jadi menghemat kantong banget. Namun, ada beberapa yang harus aku punya secara fisik dan layak dikoleksi, buku-buku yang aku inginkan sebagai kado tahun ini antara lain:

Jumat, 13 Oktober 2017

Stilettale by LM Cendana | Book Review

Stilettale
Penulis: LM Cendana
Penyunting: Adelaine
Desain sampul: Indah Rakhmawati
Penerbit: Inari
ISBN: 978-602-6682-02-4
Cetakan pertama, Agustus 2017
384 halaman
Buntelan dari @penerbitinari
Dilara Niranjana: “Iya. Aku ngajakin kamu nikah.”
Erlangga Tunggadewa: “Biarpun kamu mau aja aku suruh kayang di atas Monas, aku nggak akan mau nikah sama kamu.”

Keduanya memutuskan menikah karena sebuah kesepakatan. Anggap saja ini kesepakatan kerja.


Dilara akan mendapatkan suami, demi menyenangkan eyang putrinya yang sudah sakit-sakitan. Ditambah, ini bisa mengalihkan perhatian media dari kasus yang sedang diderita Stilettale, perusahan mode miliknya.

Sedangkan Erlangga, sebagai pemilik Tunggadewa Grup, dia menginginkan tanah milik Dilara untuk proyek perumahan elite-nya.

Namun kehidupan ‘kesepakatan kerja’ mereka tak berjalan semulus itu.

Kacamata Seorang Pembaca


Saya hobi menimbun, sejak kecil saya selalu menyimpan barang koleksi saya seperti menyimpan harta karun, sesuatu yang berharga dan harus dilindungi. Bahkan di usia saya yang dewasa muda ini *uhuk, saya masih memiliki jepit rambut dari jaman saya SD. Namun, lambat laun ketika saya semakin dewasa saya harus realistis, saya harus merelakan. Misalkan saja berbagai koleksi tentang Sailormoon, dulu saya punya berbagai poster yang menempel di diding. Ketika ayah saya mulai melarang apa pun yang menempel di tembok dan harus dicat ulang, saya terpaksa mencopot dan setelah itu bingung mau saya apakan. Tidak ada lagi anak kuliah yang diding kamarnya penuh dengan berbagai macam poster idola dan berbagai barang yang tidak bermanfaat lagi bagi orang dewasa. Saya belajar merelakan, saya pilah mana yang masih bisa saya gunakan.

Pun dengan koleksi buku saya, saya sering kali curcol ketika saya ada di masa muak dengan koleksi saya karena tidak bisa segera dibaca, apalagi direview, bahkan saya sampai menanyakan ke diri sendiri apakah benar ini yang saya mau? Saya pun mengambil jeda, saya mengalami reading slumps cukup parah dan melampiaskan ke drama Korea, masa di mana saya mulai kecanduan lagi dan semakin jarang membaca. Waktu itu saya seperti mesin yang harus dituntut melakukan pekerjaan tanpa kenal lelah, sampai akhirnya kehilangan kendali, rusak.

Selasa, 03 Oktober 2017

Giveaway: Glaze by Windry Ramadhina | Blog Tour


Saatnya giveaway!
Sudah menyimak wawancara saya dengan penulis dan review dari Glaze, kan? Tertarik untuk memiliki sendiri tidak? Kalau iya, maka kalian wajib ikut giveaway ini! :D

Syaratnya mudah sekali.
1. Follow blog Kubikel Romance via Google Friends Connect (di bagian sidebar yang berjudul The Readers klik atau tombol follow atau sign in) 
2. Follow akun twitter @Twigora dan @peri_hutan
3. Share link postingan review Glaze, yang tayang sebelum postingan ini, di sosial media yang kalian miliki (boleh twitter, instagram, facebook, path, dsb), jangan lupa mention saya dan twigora ya, pakai hastag #GlazeBlogTour :D
4. Di kolom komentar kalian cukup tulis akun di mana kalian membagikan link postingan tadi. Misal: @peri_hutan - twitter. 
Boleh juga tulis buku Windry Ramadhina mana yang paling kalian suka, bagi yang sudah baca. Kalau belum pernah, cukup seperti di atas.

Sudah itu saja nggak perlu ribet. Oh ya, nanti kalau menang nggak harus direview kok, jadi santai saja, yang penting kalian suka dengan bukunya :p

Giveaway berlangsung selama satu minggu, di mulai dari hari ini sampai 9 Oktober 2017. Pengumuman pemenang segera setelah batas waktu yang ditentukan, di postingan ini juga ya. Semoga beruntung :D


Glaze by Windry Ramadhina | Blog Tour, Book Review

GLAZE: Galeri Patah Hati Kara & Kalle
Penulis: Windry Ramadhina
Editor: Gita Romadhona
Desainer sampul: Dwi Annisa Anindhika
Ilustrasi isi: Windry Ramadhina
Penerbit: Roro Raya Sejahtera (Imprint Twigora)
ISBN 978-602-60748-2-9
Cetakan pertama, 2017
400 halaman
Harga: Rp89.000,-
Seperti glasir di permukaan keramik, aku merasakanmu sepanjang waktu.
Mataku tak lelah menatapmu, diam-diam mengabadikan senyumanmu di benakku.
Telingaku mengenali musik dalam tawamu, membuatku selalu rindu mendengar cerita-ceritamu.
Bahkan ketika kita berjauhan, aku selalu bisa membayangkanmu duduk bersisian denganku.

Seperti glasir di permukaan keramik, kepergianmu kini membungkusku dalam kelabu.
Ruang di pelukanku terasa kosong tanpa dirimu.
Dadaku selalu sesak karena tumpukan kesedihan mengenang cintamu.
Bahkan ketika aku ingin melupakanmu, bayanganmu datang untuk mengingatkan betapa besar kehilanganku.

Aku menyesal telah membuatmu terluka, tapi apa dayaku?
Aku yang dulu begitu bodoh dan naif, terlambat menyadari kalau kau adalah definisi bahagiaku.

Windry Ramadhina dan Roro Raya Sejahtera | Blog Tour, Ask Author



Hai hallo, kembali lagi di postingan ask author, kali ini tamu yang saya wawancarai adalah salah satu penulis favorit saya, hampir semua bukunya sudah saya baca (kecuali Angel in The Rain masih ditimbun #plak), bahkan Memori saya nobatkan sebagai salah satu buku favorit saya sepanjang masa, yap, mari kita sambut Windry Ramadhina *tabuh drum. Terima kasih kepada Roro Raya Sejahtera, imprint dari penerbit Twigora yang memberikan saya kesempatan sehingga bisa bertanya langsung kepada penulis favorit saya, akhirnya kekepoan saya bisa terjawab di sesi ini :p.

Pertanyaanya tidak semua tentang Glaze, karena saya agak terlambat memberikan pertanyaan, di hari terakhir sebelum blog tour dimulai, hiks, saya belum selesai membawa waktu itu. Jadi, bila ada pertanyaan yang kalian harapkan tapi tidak ada di sini, kalian bisa menyimak daftar pertanyaan dari host blog tour yang lain, karena hanya akan ada 5 di masing-masing blog.

Yak, langsung saja, berikut adalah wawancara singkat saya dengan Windry Ramadhina.


Minggu, 01 Oktober 2017

All the Bright Places by Jennifer Niven | Book Review

Judul buku: All the Bright Places - Tempat-Tempat Terang
Penulis: Jennifer Niven
Alih bahasa: Angelic Zaizai
Editor: Tri Saputra Sakti & Dini Pandia
Desain sampul: Yulianto Qin
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-6336-3
Cetakan pertama, 25 September 2017
400 halaman
Baca di Scoop
Theodore Finch terobsesi pada kematian, dan terus-menerus memikirkan berbagai cara untuk bunuh diri. Namun, setiap kali, sesuatu yang positif, betapa pun sepelenya, selalu menghentikannya. 

Violet Markey selalu memikirkan masa depan, menghitung hari sampai tiba hari kelulusannya, karena itu berarti ia akan bisa meninggalkan kota kecil tempat ia tinggal di Indiana dan kesedihan mendalam akibat kematian saudaranya baru-baru ini.

Ketika Finch dan Violet bertemu di langkan menara lonceng sekolah, tidak jelas siapa yang menyelamatkan siapa. Dan ketika mereka bekerja sama untuk mengerjakan tugas menjelajahi tempat-tempat istimewa di Indiana, Finch dan Violet malah menyadari hal-hal lain yang lebih penting: hanya  bersama Violet-lah Finch bisa menjadi diri sendiri—cowok nyentrik, lucu, yang menikmati hidup dan ternyata sama sekali tidak aneh. Dan hanya bersama Finch-lah Violet bisa lupa menghitung hari serta mulai menikmati hidup.

Tetapi, seiring meluasnya dunia Violet, dunia Finch justru mulai menyusut.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...