Rabu, 30 Agustus 2017

[Resensi] Revered Back Karya Inggrid Sonya

Judul buku: Revered Back
Penulis: Inggrid Sonya
Editor: Pradita Seti Rahayu
Penerbit: PT Elexmedia Komputindo
ISBN: 9786020277691
Cetakan pertama, 16 Desember 2015
424 halaman
Baca di Scoop
Jana dan Dimi adalah bayangan dan benda. Tidak pernah terpisah, juga tak pernah bisa bersama. Dimi tak pernah mau menganggap Jana ada. Selalu menolak hingga Jana menjadi gelap mata.

Jana lalu rela melakukan segalanya agar selalu terlihat di mata Dimi. Termasuk menyingkirkan Gwen---perempuan yang disukai Dimi.

Ketika akhirnya Jana tahu Dimi tak akan pernah memilihnya, Cakra hadir.

Hidup yang sama kelam, luka yang sama dalam, membuat Cakra menjadi orang yang paling mengerti Jana.

Dan Cakra juga yang membuat Jana sadar ... sebenarnya, siapakah dia selama ini?


Editor's Note

Sama seperti buku Inggrid Sonya sebelumnya saya baca, walau bisa dibilang tulisannya belum sempurna, dia sudah mengantongi dua poin utama bagi aku ketika membaca buku, ceritanya dan karakternya. Saya nggak pernah peduli apakah ide ceritanya mainstream atau tidak, entah itu klise atau epic, entah itu penulis bestseller atau amatiran, yang jelas asal menarik sudah cukup. Disokong karakter kuat yang menggerakkan keseluruhan cerita untuk terus bisa menamatkannya sampai akhir.

Dua kali membaca bukunya, saya suka dengan karakter yang penulis buat, dia cukup baik dalam hal penokohan. Dan saya kaget begitu lihat tahun kelahirannya, hahaha, bahkan buku debutnya ini (semoga bener) dia tulis pas kelas 12. Saya yakin penulis punya masa depan yang cerah dalam hal menulis.

Dari dua buku yang sudah saya baca, semuanya tentang remaja bermasalah, sedikit beraura dark -sama seperti covernya, tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik, belajar dari kesalahan-kesalahan yang sebelumnya. Karakter cowoknya selalu rebel, tampan, dan pandai. Karakter ceweknya juga kuat, nggak menyerah dengan apa yang dialami, singkatnya nggak menye-menye.

"Gue cuma mau bilang sama lo, bunuh diri hanya dilakukan oleh orang-orang yang kalah. Orang-orang yang menyerah pada hidup. Dan orang-orang bodoh yang mempunyai sikap pengecut."


Bagi Jana, Dimi adalah segalanya, satu-satunya orang yang mau menerimanya. Namun, siapa yang menyangka Dimi betah berada di sisinya demi melindungi orang yang dicintainya, Gwen. Jana adalah anak paling dibenci di sekolah, dia terkenal kejam dan mampu melakukan apa saja, berkat kekuasaan ayahnya tidak ada yang berkutik. Sampai rahasia bahwa Dimi mendekati Jana karena perintah Gwen, Jana menjadi hilang akal, dia berniat mencelakai Gwen.

Disaat Jana terpuruk dan tidak ada orang di sampingnya, datanglah Cakra, murid pindahan yang bermasalah, pengedar narkoba, memiliki kemiripan nasib dengannya, dan siapa menyangka, nantinya dia juga menjadi saingan Dimi baik dalam hal pelajaran dan merebut hati Jana kembali.


Perkembangan karakter Jana sangat terlihat sekali, mulai dari sosok pemeran antagonis sampai kita sebagai pembaca akan bisa mengerti alasan kenapa dia berbuat seperti itu. Dan saya suka banget sama karakter Cakra! Keduanya adalah pribadi yang terluka dan sama-sama ingin saling menyembuhkan. Btw, penulis jago nih milih nama buat para tokohnya, Ranjana Putri Gantari dan Cakrawala Dwangga Prawara.
"Mekanisme pertahanan hidup. Itu yang lo lakuin selama ini." Cakra menoleh, menatap Jana lekat. "Lo bukan monster."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...