Selasa, 08 Agustus 2017

Book Subscription Box, Yay or Nay?


Hai haloooo, lama nggak nulis yang berhubungan dengan non review ya, hehehe. Beberapa bulan ini memang moodnya turun naik, seperti yang pernah saya katakan tentang kebiasaan baik membaca maupun blongging, saya harus satu-satu, nggak bisa multitasking. Misalnya nih bulan ini saya konsentrasi buat baca, yaudah, kegiatan blogging bakalan terganggu, pun sebaliknya, saya nggak terbiasa begitu baca langsung nulis reviewnya, melihat jam baca nggak memungkinkan untuk sekaligus, harus nunggu waktu luang. Namun, saya mau buat santai saja, nanti malah stress seperti yang lalu-lalu, hehehe. Jadi, mohon maklum ya kalau ada PR review atau buku pesanan yang belum bisa saya selesaikan, bahkan ada yang setahun lebih, hiks, saya orangnya moody-an banget soalnya, nggak bisa dipaksa, harus nunggu timing yang tepat, kalau nggak saya benar-benar bakalan muak sampai nggak mau nyentuh itu buku. 

Segitu saja curhat colongannya -yang alasannya itu terus, LOL, kembali ke fokus utama. Kali ini bisa dibilang saya akan sedikit mereview dan memberikan rekomendasi tentang book subscription box yang ada di Indonesia. Pasti sudah tahu tentang book subcription box, dong? Semacam box yang berisi buku dan bookish items yang saling berhubungan, memiliki tema berbeda setiap bulannya, bisa berlangganan bulanan, tiap tiga bulan bahkan enam bulan sekaligus. Sebenarnya mau nulis tentang book subscription box ini sudah lama sekali, bahkan dari tahun lalu waktu masih sedikit banget yang berani menjual layaknya OwlCrate, salah satu brand luar yang mempelopori book subcription box. 


Alasan kenapa saya menunda begitu lama adalah awalnya saya ingin mencoba semuanya, setidaknya satu kali, sehingga saya nantinya bisa menuliskan pengalaman pribadi akan produk tersebut. Namun, apa daya budget tidak mendukung, saya terlalu kere, hahaha, alhasil saya membeli yang benar-benar membuat saya tertarik dan harga sesuai kantong. Beberapa sebenarnya sudah saya review dan buat video unboxing-nya. Saya nggak akan sedetail biasanya untuk masalah review, karena niat awal mau membuat rekomendasi apa saja book subscription box yang ada di Indonesia. Nantinya bisa ditarik kesimpulan apakah layak nggak sih kalau kita beli book subscription box itu? Yay or Nay?

Subscription Box yang ada di Indonesia:


Litbox digagas oleh Ika Natassa, yap, penulis bestseller itu, bisa dibilang subcription box pertama di Indonesia. LitBox menawarkan 3-4 buku fiksi terbaru setiap dua bulan dari penulis Indonesia. Yang menarik dari produk ini, kita hanya diberi klu tentang buku yang akan ditawarkan, tidak lebih, sehingga kita disuruh menebak. Boxnya hanya berisi buku, tidak ada pernak pernik atau lainnya. Yah, seperti membeli kucing dalam karung, tapi sensasinya tentu berbeda. Saya belum pernah mencoba karena takut bukan buku dalam cangkir teh saya, jadi nggak tahu harganya, hehehehe. Sayangnya sekarang sudah tidak pernah lagi open order, mungkin kesibukan si empunya juga, padahal berdirinya sudah cukup lama, sekitar tahun 2013 kalau tidak salah. Bisa jadi pilihan sebenarnya bagi yang ingin beli buku saja tanpa pernak pernik atau bookish items.


Nah, kalau ini bisa dibilang book subscription box pertama di Indonesia, berdiri sejak Maret 2016. Box ini diprakarsai oleh mbak Nadya Andwiani, seorang penerjemah lepas. Salah satu ciri khas adalah buku yang ditawarkan adalah hasil kerjanya, kemudian dia mencari rekan atau artisan dalam negeri untuk membuat merchandise khusus sesuai tema setiap bulannya. Dari semua book subcription box yang saya tahu dan rasakan, jujur Peti Buku yang paling membekas dan memuaskan, karena orisinalnya itu, nggak hanya beli sembarang merch, tapi benar-benar disesuaikan dengan tema, jadi niat banget buatnya. Harganya nggak lebih dari 250k, dan tiga pemesan pertama biasanya dapat bonus buku dari hasil kerjaan mbak Nadya lainnya. Sayangnya, karena hanya satu orang yang mengurusi dan keteteran, Peti Buku tidak beroperasi lagi, hiks.

Baca juga: Tentang Peti Buku
Tonton juga:


Book subscription box kedua yang saya beli dan tahu. Entah kenapa hanya sekali mengeluarkan tema kemudian tidak ada batang hidungnya lagi. Saya memang sempat kecewa karena pilihan 'genre buku' yang salah, tapi ya tidak berharap bakalan nggak ada lagi. Poin plusnya, fiksiobox ini pertama yang membuat box khusus, layaknya produk luar, jadi terkesan mewah. Yah semoga saja suatu saat bisa kembali lagi dengan tampilan dan produk yang lebih baik. Harganya tidak lebih dari 200k, berisi buku lokal atau terjemahan di mana kita nantinya akan diberi klu, jadi tidak tahu bakalan dapat buku apa, dengan beberapa pernak pernik seperti bookmark, pin button, stiker, photocard, fandom goodies, dsb.


Awalnya subscription box ini hadir setiap bulan, kemudian menjadi tiap dua bulan. Buku yang ditawarkan adalah Young Adult atau Adult dalam negeri, kita tidak akan tahu bakalan dapat buku apa, ada tema tertentu, dengan bookish items bermacam-macam, mulai dari teh sampai sabun, bahkan pernah bekerjasama dengan bookish item luar seperti @behindthepagesstore, kalau lihat dari postingan mbak Vina yang pernah membeli produk ini, harganya nggak sampai 300k.

5. tsundokubox

Ketika saya mengecek akun instagramnya, ternyata sudah tidak ada, akunnya sudah dihapus. Kalau dari lihat punyanya mbak Vina ya pernah bebeberapa kali memesan, terakhir Januari 2017, ada tema tiap bulan dengan beberapa pernak pernik, harganya juga tergolong murah, sekitar 150k.


Book subscription box pertama yang berisi buku bahasa Inggris paperback. Rilis setiap tiga bulan sekali dengan tema tertentu dan sebagian besar bukunya bergenre YA, dengan 3-4 bookish items yang menyesuaikan tema juga. Story Post juga memberikan pilihan berlangganan, satu bulan saja seharga 350k, tiga kali sekaligus dalam setahun satu juta, empat kali dalam setahun 1.250.000. Ada intruksi juga untuk membuka halaman berapa, mungkin bakalan ada kejutan atau entahlah, belum pernah mencoba, hehehe. Tapi kok kepikiran untuk memesan bulan November ya? Temanya saya suka dan pas ultah juga? *duit mana duit* :p.


Subscription box termurah dari semuanya, tidak ada tema tertentu, kita akan langsung tahu buku apa yang dijual, ada beberapa pernak pernik yang menyertai seperti pouch, notes dan pembatas buku, harganya tidak lebih dari 100k. Namun sepertinya sekarang sudah tidak beroperasi lagi, terakhir bulan Januari 2017.


Dari semuanya, saya tidak tahu wujud dari subscription box ini, ada dua tema yang sempat rilis, #fromzerotohero pada saat pertama muncul dan 13 Reasons Why pada bulan Juni lalu. Mengusung tema bulanan seharga 300k, buku yang dipilih adalah bergenre YA. Feed dari @myinfinitybox sih kece banget, tapi sayang minim informasi dan jarang berinteraksi, bahkan pas tema 13 Reasons Why ada dua pilihan box, side A dan side B, tuh kece kan, disesuaikan dengan ciri khas temanya, kaset.


Costumized subscription box pertama di Indonesia, jadi tidak ada tema setiap bulannya, buku dan bookish items ditentukan dari apa yang kita suka maupun sebaliknya, jadi tiap pembeli bakalan dapat isi yang berbeda. Nanti pembeli akan diberi mini form yang harus diisi, nah dari sana box akan disiapkan oleh The Boox. Untuk harganya sendiri, sama seperti Story Post yang memiliki sistem berlangganan sekaligus, untuk satu bulan harga 199k, 3 bulan 550k, 6 bulan satu juta.


Sebelumnya, kelontong sihir terkenal dengan merch yang berhubungan dengan Harry Potter, nah pas film Fantasy Beast and Where to Find Them rilis, kelontong sihir menguarkan produk bertema koper sihir. Jadi, benar-benar kayak kopernya Newt, di dalam ada berbagai macam yang berhubungan dengan film, mulai dari buku yang menjadi sumber adaptasi, notes kulit bertema asrama di Amerika sampai tongkat sihir persis seperti punya Newt. Karena peminatnya cukup banyak, kelontong sihir kemudian merilis koper sihir lainnya setiap bulan dengan tema tertentu. Hanya saja, tidak ada buku di dalamnya, jadi murni hanya bookish items yang berhubungan dengan tema, kita juga nantinya hanya diberikan klu, tidak benar-benar tahu apa isinya. Harga yang dibrandol 350k.


Box ini juga hampir mirip dengan koper sihir, tidak melulu berisi buku, hanya bookish items saja di mana kita juga tidak tahu isinya, hanya diberi klu. Bedanya, Geek Out tidak hanya terinspirasi dari buku, tapi mulai dari film sampai serial televisi. Harganya juga sama, 350k tapi sudah sekalian dengan ongkos kirim. Sayangnya, sekarang Geek Out tidak beroperasi lagi, hanya menjual merch sisa dari box. Sedih, padahal kece banget isinya, untung pernah nyoba beli sekali. Saya pernah bertanya kapan bakalan open order lagi, dan katanya masih lama, kemungkinan akhir tahun 2018, hiks. Yah, apa pun kesibukan pemiliknya, semoga sukses, terima kasih sudah menghadirkan Geek Out.


Pada awalnya, ada tiga pilihan box di SanWa Library Book Box; berisi buku impor seharga 250k beserta 4-5 bookish items, buku lokal seharga 200k dan 4-5 bookish items, dan hanya berisi buku impor dan lokal serta satu pelindung buku saja seharga 300k. Sempat hiatus beberapa bulan, SanWa Library Book Box hadir kembali dengan konsep dan tampilan baru. Setiap bulannya hanya ada satu skema, buku impor atau buku lokal, bisa diselang seling, dan bookish items juga akan disesuaikan dengan buku yang dipilih, yang belum ditemukan di tempat lain. Isi box setiap bulannya nanti akan berisi buku paperback yang terbit satu atau dua bulan dari sebelum box dikirim, bookish candle, magnetic bookmark, dan bookmark lainnya. Untuk harga yang versi terbaru saya belum tahu, nanti saya coba tanyakan ya :D


This Book is Lit memiliki konsep semi costumized box kalau saya bilang, jadi akan ada empat tema setiap bulannya di mana kita hanya akan diberikan klu atau hint saja, pembeli bisa memilih satu dari tema yang diinginkan. Nah, bookish items-nya lah yang nantinya disesuaikan dengan minat kita. Ketika membeli kita akan disodori beberapa pertanyaan, baik itu seputar buku, film maupun serial televisi. Isi dari book box ini antara lain book of the month (yang bisa dipilih dari 4 tema yang disodorkan), discover book (buku second yang dipilihkan berdasarkan profil yang kita isi sewaktu pemesanan), merch unik dari brand lokal, stationaries, dan surat dari This Book is Lit. Harganya cukup terjangkau untuk dua buku setiap bulannya, yaitu 200k.

Tonton juga:


Book subscription box baru nih, hadir setiap dua bulan sekali, ada satu tema yang baru saja dirilis. Buku yang ditawarkan paperback bahasa Inggris, disertai 3-5 bookish items lokal setiap box-nya. Harganya 350k, standar kalau bukunya impor. Selain menjual 'parcel', Royal Parcel juga menjual pembatas buku.


Tidak banyak memberikan informasi tentang konsep book box-nya, bahkan harganya kita harus secara pribadi menanyakan. Tidak ada tema, bahkan kita bisa memilih buku apa yang diinginkan. Selain dua buku baik impor ataupun buku lokal yang bisa kita pilih sendiri, kita juga akan mendapatkan bookish items seperti soy candle, totebag, dan bookmark.

Yak, itulah subscription box Indonesia yang berhasil saya temukan, khususnya yang berhubungan dengan buku. Kok banyak banget, sih? Terus harus milih yang mana? Kalau beli semuanya ya nggak bakalan mampu, dong! Tenang saja, saya nggak hanya menyodorkan pilihan yang ada, setelah mereview sedikit di atas, saya juga akan memberikan tip dan trik sehingga perlu nggak sih beli subscription box? Yay or Nay?

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika ingin membeli book subscription box.

1. Harga

Karena budget terbatas, saya termasuk picky banget kalau milih subscription box. Selain produk yang ditawarkan, hal pertama yang saya lihat adalah harganya. Iya dong, harus tahu terlebih dahulu, makanya penting banget brand mencantumkan berapa yang mereka brandol untuk satu box setiap bulannya, biar bisa mengira-ngira mampu beli apa nggak? Kalau misalnya kepingin banget kan bisa nabung terlebih dahulu, nanti sewaktu ada tema yang pas atau cocok dengan kita, bisa tuh langsung order. Atau bisa juga waktu ada promo atau diskon, bisa dimanfaatin tuh :D

2. Buku

Ini penting banget, bahkan paling utama kalau bagi saya. Prinsip saya ketika membeli book subscription box adalah belum punya buku yang ditawarkan, bagusnya lagi kalau sesuai wishlist. Haram banget kalau sudah punya, saya bakalan nyesel, karena rasanya nggak guna juga, sudah beli mahal-mahal tapi nggak bisa saya nikmati. Saya sampai pernah bertanya untuk memastikan buku apa yang akan diberikan, minta tambahan hint, sampai akhirnya feed instagram saya ditengok saya brand-nya, dan ternyata benar, saya sudah punya. Terpaksa saya tidak jadi beli, padahal cukup mupeng sama bookish items yang menyertai.

3. Bookish Items

Selain buku yang wajib belum punya, hal berikutnya yang saya pertimbangkan adalah bookish items yang ditawarkan, prinsip saya items tersebut harus bermanfaat, harus bisa saya gunakan. Saya paling malas kalau berupa pin, ya karena nggak guna juga, nggak akan saya gunakan. Kalau untuk anak sekolah mungkin masih cocok, sedangkan untuk yang sudah beranjak dewasa #UHUK, sama sekali nggak akan kepake, kecuali pin kayak punya pinfolk atau bahannya tembaga atau berat-berat yang timbul, yang dewasa lah, hahaha, nggak masalah, yang saya hindari pin yang bentuknya bundar, seperti kebanyakan. Saya punya segepok dari jaman sekolah, nggak kepakai sekarang, kan sayang. 

Notes masih mending, bisa untuk coret-coret walau saya juga nggak terlalu suka, sudah kebanyakan, hehehe. Kalau pembatas buku, saya suka yang unik-unik, sebenarnya masih bisa diterima lah yang prin kertas bentuk persegi panjang, tapi saya akan lebih suka bila pembatas buku tersebut misalkan saja terbuat dari kulit, kayu, rajut atau bentuk kaki, dsb. Saya juga suka banget kalau bookish items-nya itu berupa mug, pillow, candle, sesuatu yang bisa saya gunakan terus menerus. Kalau candle untuk hiasan saja, sayang kalau mau dibakar, hehehe.

Sebanarnya poin plus banget itu kalau bookish items disesuaikan dengan buku atau temanya, akan berkesan dan berharga, apalagi kalau susah didapatkan alias dibuat secara khusus.

4. Membaca Review

Books subscription box tentu memiliki keasikan tersendiri, salah satunya adalah rasa penasaran apa yang nantinya kita dapat, efek kejutan. Namun, tentu ada negatifnya, seperti kita tidak puas dengan kejutan yang diberikan, bisa berdampak menjadi kapok, tidak ingin mencoba lagi. Maka penting banget kita menyelidiki terlebih dahulu, dengan membaca review yang sudah ada, untuk meminimalisir kekecewaan. Terus, kalau belum pernah ada yang mereview atau baru pertama rilis? Ini susah juga sih ya, hahahaha, yah, saya akan kembali ke dua poin utama sebelumnya. Setidaknya, dengan membaca review atau melihat produk yang sebelum-sebelumnya, kita bisa sedikit mendapat gambaran, karena pasti ada kesamaan style kok yang menjadi ciri khas dari masing-masing brand.

5. Beli Secara Terpisah

Maksudnya? Beli secara terpisah ini ya beli buku sesuai wishlist saja, kemudian untuk bookish items-nya ita juga bisa beli sendiri sesuai apa yang kita suka. Dari list subscription box di atas, ada beberapa yang 'menjual secara terpisah'. Misalkan saja Litbox yang hanya menjual buku, atau kelontong sihir dan geek out yang khusus menjual merchandise saja.

Intinya, tentukan niat ketika ingin membeli subscription box, apakah tertarik dengan bukunya saja, bookish items atau keduanya? Jika salah satu, saya sarankan Nay! Kalau benar-benar tidak ada yang sreg, takut bukunya nggak sesuai harapan atau nggak suka dengan bookish items yang ditawarkan, maka nggak usah beli, hahaha. Ditabung dulu aja siapa tahu suatu saat ada yang disuka. Namun, kalau ingin mencoba pengalaman membaca dan membeli buku disertai bookish items yang setema, ingin mendapatkan kejutan, maka Yay!

Nah, kalian sudah pernah mencoba membeli subscription box? Apa saja yang sudah pernah dicoba dari list di atas? Bagaimana tanggapan kalian? Yuk komen di bawah :D





Next, saya akan merekomendasikan bookish items apa saja yang biasanya menjadi senjata bagi para bookstagramer dan di mana kalian bisa membelinya, jadi, follow dan pantengin terus Kubikel Romance :D



8 komentar:

  1. Makasih mbak sarannya, kebetulan saya ingin mencoba beli subscription box hehe.

    www.extraodiary.com

    BalasHapus
  2. Bookish items itu akan sangat berguna untuk bookstagram, untuk properti foto..hehe.
    Tapi kalau saya pribadi belum ada niat untuk membeli subscription box, kalau mau bukunya beli bukunya saja, tanpa pernak-pernik. Mahal di ongkir soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ini juga perlu dipertimbangkan kalo domisilinya jauh, khususnya di luar Jawa πŸ˜–

      Hapus
  3. Yang aku enggak tahu (dan baru denger) ternyata banyak jugaa ahahah. Favoritku sejauh ini Koper Sihir, isinya bener-bener memuaskan walaupun harganya lumayan mahal. Pengin nyoba Storypost sih, tapi belum terlaksana aja nih, mungkin kapan-kapan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku mau nyoba yang bulan November ini, temanya Harry Potter, hiks, tapi lagi bokek 😭

      Hapus
  4. Wahh makasih kakk! Dari yg di sebutin diatas aku tertarik StoryPost, apalagi tema utk bulan agustus ini menggiurkan sekali, tp untuk kantong pelajar agak memberatkan huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, hahahaha. tadinya mau ikyutan beli, trus mikir, bukunya aku tahu tempat yang bisa jual murah, hardcover lagi, tinggal bookish itemsnya aja. Terus mikir lagi, akhirnya nggak jadi, nanti bookishnya bisa dibeli sendiri aja deh, hahahaha.

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...