Minggu, 30 Juli 2017

[Resensi] Touche Karya Windhy Puspitadewi

Judul buku: Touche (Touche #1)
Penulis: Windhy Puspitadewi
Editor:
Sampul:
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020303635
Cetakan kedua, 27 Maret 2014
208 halaman
Baca di Scoop
Selain kemampuan aneh yang bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain lewat sentuhan, Riska memiliki kehidupan normal layaknya siswi SMA biasa. Tapi semua berubah sejak kedatangan Pak Yunus, guru pengganti, dan perkenalannya dengan Indra yang dingin dan Dani si juara kelas.

Riska kemudian diberitahu bahwa dirinya adalah touché alias orang yang memiliki kemampuan melalui sentuhan, seperti halnya Indra, Dani, dan Pak Yunus sendiri. Seakan itu belum cukup mengejutkan, Pak Yunus diculik! Sebuah puisi kuno diduga merupakan kunci untuk menemukan keberadaan Pak Yunus.

Dengan segala kemampuan mereka, Riska, Dani, dan Indra pun berusaha memecahkan kode dalam puisi kuno tersebut dan menyelamatkan guru mereka.
Riska memiliki kemampuan bisa merasakan perasaan orang yang disentuhnya, kemampuan tersebut sudah dia miliki sejak kecil, hanya ibunya yang mengetahui dan bisa menerima dengan baik. Lalu ketika ada guru baru di sekolah, Pak Yunus, ternyata tidak hanya dia saja yang memiliki kemampuan yang sama. Ada Indra, cowok dingin yang jago judo dan Dani cowok ramah yang sekaligus juara sekolah. Mereka bertiga memiliki disebut Touche, orang yang memiliki kemampuan melalui sentuhan.

Dani merupakan seorang the absorber (penyerap tulisan), hanya dengan menyentuh permukaan buku dia langsung bisa tahu semua isinya. Indra adalah the mind reader (pembaca pikiran) dan Riska adalah the empath. Indra dan Riska termasuk kedalam Touche langka, karena tiap generasi hanya ada satu orang, lahir tiap tiga abad sekali, khusus the empath biasanya hanya perempuan yang memiliki kemampuan tersebut, lainnya kebanyakan dimiliki kaum adam. Mereka berdua banyak yang mengincar, salah satunya track finder (pencari jejak). Melalui sentuhannya lewat peta, globe atau apa pun yang menunjukkan wilayah, bisa mendeteksi keberadaan orang lain atau kaum Touche yang lain. Kaum Touche mulai diburu!

Salah satu yang sudah menjadi korban yaitu seorang data absorber, mampu menyerap data digital sampai yang paling rahasia. Pak Yunus mengingatkan mereka untuk berhati-hati dan bekerja sama, karena kabarnya track finder sudah mencapai Indonesia. Bahkan setelah memberitahu berita tersebut, Pak Yunus menghilang!
"Sampai kapan pun, mind reader adalah pedang bermata dua," jelas Pak Yunus. "Kemampuan itu sangat berbahaya. Dia bisa membaca rahasia terdalam yang ingin disimpan manusia. Dalam A Study in Scarlet, Sherlock Holmes pernah bilang bahwa otak manusia seperti loteng kecil dengan banyak barang di dalamnya. Jadi jika kita bilang kita lupa, sebenarnya tidak sepenuhnya lupa, hanya saja kenangan itu tertumpuk di bawah kenagan-kenangan lain, atau mungkin di dalam laci di loteng yang juga sudah tertimbun dengan barang-barang lain. Mind reader punya kunci ke semua loteng, bahkan bisa mengambil kenangan dari laci paling dalam sekalipun.
Walau plot twistnya mudah ditebak, series ini cukup asik untuk diikuti, terlebih kemampuan para Touche yang diturunkan dari generasi ke generasi. Bahkan ide siapa saja tokoh-tokoh terkenal dunia ikut menjadi cameo di series ini, seperti Casanova -yap si playboy kenamaan tersebut memiliki kekuatan seperti Indra, the mind reader- menjadi bumbu yang sangat menarik untuk menceritakan sejarang ditemukannya kaum Touche. 

Konfliknya sendiri sebenarnya kurang nendang, misterinya mudah sekali ditebak, dan pace-nya cukup cepat sehingga kadang kita hanya sedikit mendapatkan informasi atau perkembangan ceritanya minim. Bahkan, peran Riska sebagai tokoh utama kalah dengan Indra dan Dani, dia malah seperti pemeran pembantu saja, walau bisa dibilang sebenarnya ketiga karakter tersebut yang menjadi poros, hanya saja kekuatan Riska seperti tidak terlalu berguna di sini.

Walau terlihat ketiga tokoh utamanya tampak sempurna, ternyata ada kekurangannya juga. Gara-gara kekuatan yang dimilikinya, Indra dijauhi keluarganya sendiri, dia menjadi pribadi yang pendiam dan dingin. Beruntung Riska memiliki ibu yang bisa memahami kekuatan yang dimilikinya, hanya saja kekuatan yang dimilikinya kadang ikut membuatnya susah juga, ketika yang disentuh sedang dalam suasana sedih, Riska akan ikutan sedih, dsb. Dani sendiri, paling santai diantara semuanya, kekuatannya tidak akan berguna jika tidak menyentuh, dia tidak akan bisa menjadi juara kelas kalau tidak termasuk kaum Touche.

Disamping kekurangan yang ada, serial ini sangat segar untuk bacaan fantasy dalam negeri, sangat seru untuk diikuti, dan semoga saja akan berseri-seri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...