Sabtu, 15 Juli 2017

Resensi: Imaji Terindah Karya Sitta Karina

Judul buku: Imaji Terindah (Hanafiah #1.5)
Penulis: Sitta Karina
Editor: Siti Nur Andini
Desain sampul: Sitta Karina
Foto sampul: Andra Alodita
Penerbit: Literati
ISBN: 978-602-8740-60-9
Cetakan pertama, Desember 2016
290 halaman
Buntelan dari @sittakarina
“Jangan jatuh cinta kalau nggak berani sakit hati.”

Tertantang ucapan putra rekan bisnis keluarganya pada sebuah jamuan makan malam, Chris Hanafiah memulai permainan untuk memastikan dirinya tidak seperti yang pemuda itu katakan.

Dan Kianti Srihadi—Aki—adalah sosok ceria yang tepat untuk proyek kecilnya ini.

Saat Chris yakin semua akan berjalan sesuai rencana, kejutan demi kejutan, termasuk rahasia Aki, menyapanya. Membuat hari-hari Chris tak lagi sama hingga menghadapkannya pada sesuatu yang paling tidak ia antisipasi selama ini, yakni perasaannya sendiri.
Kianti, cewek itu hampir menyihir semua cowok yang ada di sekolahnya, tak terkecuali Christoper Hanafiah. Chris juga terhipnotis akan pesona yang dimiliki Aki, energik, misterius. He gets what he sees, Chris langsung menembak Aki ketika mereka pertama kali bertemu, kaget, tetapi Aki menangapinya dengan kalem dan mengatakan tidak. Seperti tertampar, Chris selalu mendapatkan apa yang ia inginkan dan ketika pertama kali ditolak, oleh cewek pula, dia tidak menyerah. Chris selalu mendekati Aki, Aki pun tidak menjauh, karena dia suka berteman dengan siapa saja, tapi kalau untuk hubungan yang lebih jauh lagi…dia tidak ingin menanggung resiko yang akan dihadapinya kelak. Kedekatan mereka dianugrahi predikat best couple di sekolah.

Aki tidak peduli kalau di cap lugu, bego, sok cakep ketika teman-temanya menyanyangkan keputusannya menolak Chris, pangeran mereka, Aki hanya ingin berteman dengan banyak orang. Aki tidak menolak ketika di ajak kencan oleh Chris ke festival film. Chris membatalkan acara tersebut tanpa memberitahu Aki, Chris merasa cemburu ketika dia membaca diary Aki dan menemukan nama Kaminari Kei yang sepertinya sangat spesial, Chris sakit hati karena Aki berbohong, katanya tidak ingin mempunyai hubungan dengan siapa pun, nyatanya panggilan Aki pun dari cowok Jepang itu. Karena kelamaan menunggu dan cemas, Aki tidak masuk sekolah selama berhari-hari.
Chris tidur larut malam walau esok ia harus bangun pagi untuk sekolah. Tidak biasanya ia bermimpi dan adalah Kei Kaminari yang hadir dalam mimpinya. Orang Jepang itu berbisik dalam nada sinis yang sama seperti saat makan malam, "Jangan jatuh cinta kalau nggak berani sakit hati."
Secara garis besar ceritanya tidak banyak mengalami perombakkan dari versi lamanya. Bedanya, dalam versi repackaged Imaji Terindah, penulis menambahkan dua cerpen yang saling terkait dengan novella ini. Pertama berjudul Sakura Emas, perkenalan Kaminari Kei dengan Christopher Hanafiah. Dan cerpen kedua berjudul Air Mata Pedang, sebuah awal yang akan membawa kita ke dunia seorang Carlo Andara Hanafiah atau lebih familiar dengan sebutan Nara Hanafiah. Sebuah kisah yang penuh misteri dan aksi.

Bagi kalian yang baru membaca Saga Hanafiah ini mungkin agak bingung dengan banyaknya tokoh di dalamnya, tapi percayalah, Sitta Karina punya universe sendiri dalam tulisannya, bahwa semua tokoh yang dia buat akan memiliki peran penting, entah di series yang sama atau di buku lainnya. Buku ini mungkin terlalu singkat, salah satu perkenalan, awal mula karena cerita kisah keluarga Hanafiah tidak hanya berhenti sampai di sini saja.



Hanafiah Series:
Pesan Dari Bintang
Putri Hujan & Ksatria Malam
Seluas Langit Biru
Titanium


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...