Jumat, 28 Juli 2017

[Book Review] Doriyaki by Andori Andriani

Judul buku: Doriyaki - Jauh di Mata, Dori di Hati
Penulis: Andori Andriani
Editor: Ry Azzura
Desain cover dan ilustrasi: Arie Je
Penerbit: Bukune
ISBN: 602-220-165-9
Cetakan kelima, September 2015
140 halaman
Hasil swap di IRF
Doriyaki adalah buku pertama Andori Andriani. Berisi tentang pengalaman Dori yang saat ini tinggal dan bekerja sebagai desainer grafis di Jepang. Lewat akun media sosialnya; Ask.Fm, Instagram, dan Periscope, Dori menyebarkan semangat kepada remaja yang menjadi followers-nya. Semangat untuk meraih cita-cita, semangat untuk tidak menyerah saat impiannya diremehkan, semangat di saat kondisi keluarga yang tidak utuh. Image Dori sebagai cewek periang yang jenaka, ramah, dan terbuka, membuat para followers-nya menganggapnya sebagai kakak yang bisa di-bully (lucu-lucuan). Kedatangan Dori ke Indonesia, bukan hal yang rutin sehingga ditunggu-tunggu para ikan dori (fans Dori).
Sebelum membaca ini, saya tidak begitu familier dengan Andori Andriani, saya bukan generasi milenial yang aktif di berbagai sosial media, sekilas mungkin penulis terkenal di Instagram dan Ask.fm karena kisah LDR yang dialaminya. Saya juga bukan pembaca blog penulis, sehingga tidak tahu apakah tulisan di buku ini berasal dari sana. Walau bukunya tergolong tipis, saya cukup kaget begitu lihat sudah cetakan kelima, ternyata banyak sekali peminatnya, hahaha.

Secara keseluruhan, seperti personal literature kebanyakan, buku ini adalah memoar penulis akan masa lalunya, di mulai dari kehidupan masa kecil di Jepang yang cukup bahagia, kemudian seiring berjalannya waktu, keluarga Dori mulai mengalami keretakan, pertengkaran yang hanya menyakitkan sampai akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia. Dori bahkan mengulang mulai dari kelas dua SMP karena perbedaan mata pelajaran, membuatnya menjadi pribadi yang tertutup, tampak luar bahagia tapi di dalamnya penuh luka yang tidak ingin dia bagi. Kondisi keluarganya juga tidak membaik sampai akhirnya kedua orangtuanya memutuskan bercerai dan ayahnya pergi tanpa kabar. Penulis juga bercerita tentang kesukaanya terhadap nasi Padang, impiannya untuk kembali ke Jepang dan menjadi desain grafis di sana, dan tidak ketinggalan kisah percintaan yang harus mengalami LDR.
Kita manusia nggak akan bisa hidup sendirian. Sekuat-kuatnya memendam masalah, sekuat-kuatnya menutupi masalah, kita tetap butuh manusia lain. Mungkin memang nggak bisa menyelesaikan masalah hidup kita, tapi sebenarnya kita hanya membutuhkan orang yang bisa 'mendengar' isi hati kita.
Gue ingin membuktikan kepada semua orang yang beranggapan kalo gue nggak bisa. Kebahagiaan itu hak semua orang, tak kecuali gue yang keluarganya tidak utuh. Tidak semua anak dari keluarga 'broken home' tumbuh menjadi anak yang gagal atau rusak. Itu tergantung pilihan hidup yang diambil.
Bagian Andori Andriani bercerita tentang keluarganya cukup berkesan dan menyentuh, perasaanya tersampaikan dengan baik. Hanya saja ada beberapa kekurangan yang menurut saya penulisannya kurang matang. Pertama adalah susunan ceritanya tidak runut. Kalau tiap bab bercerita fokus pada satu tema, maka saya tidak akan terlalu mempermasalahkannya, misalkan saja seperti buku traveling atau merujuk pada peristiwa tertentu yang tidak berkaitan dengan bab sebelum dan setelahnya. Namun, Andori dari awal menceritakan kisah hidupnya secara urut, begitu saya kira sudah selesai, ternyata kembali kepada perjalanan cintanya dengan Gama, padahal dia di awal sudah disingung, tapi penulis baru menceritakannya pada bagian akhir.

Kedua adalah, saya setuju dengan pendapat review ini, penulis kurang fokus akan apa yang ingin dia bagi ke pembaca. Misalkan saja menggapai mimpi, tidak ada usaha keras yang ditunjukkan ketika Andori ingin kuliah di Jepang, bahkan ketika dia mengikuti reality show tentang LDR, tahap kesulitan tidak ditunjukkan, tiba-tiba saja Gama berhasil memenangkan hadiah. Intinya penulis hanya bercerita di permukaan, banyak sekali yang sebenarnya bisa dikembangkan atau ditulis lebih detail lagi, sehingga terasa apa saja kesulitan yang dialami penulis dalam meraih mimpinya, dalam prosesnya.

Setidaknya, bagian dia mulai terbuka dengan teman-teman akan masalah hidup dan cerita tentang keluarganya cukup mengispirasi, boleh saja keluarga kita berantakan, tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi bagaimana kita bisa lepas dari keterpurukan, itu adalah proses panjang yang harus dilalui.



1 komentar:

  1. Setelah baca buku ini pun, sama sekali nggak memberi informasi baru tentang Jepang. -_-

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...