Rabu, 22 Maret 2017

When Snow Falls by Brenda Novak

Judul buku: When Snow Falls - Ketika Salju Turun (Whiskey Creek #2)
Penulis: Brenda Novak
Alih bahasa: Julanda Tantani
Editor: Mery Riansyah
Desain sampul: Marcel A.W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-3527-8
Cetakan pertama, 1 Desember 2016
576 halaman
Baca di Scoop
Tumbuh besar di motel-motel murah, Cheyenne Christensen selalu hidup kekurangan bersama ibu dan kakak perempuannya. Baru setelah menetap di Whiskey Creek ia punya pekerjaan dan tempat tinggal tetap, membuatnya bisa bernapas lega. Tapi di kota itu pula, Cheyenne kembali diusik bayangan seorang wanita dari masa kecilnya, kenangan yang selalu membuatnya mempertanyakan perlakuan buruk ibunya kepadanya selama ini.

Situasi semakin kompleks ketika sahabat Cheyenne tertarik pada pria pujaan hatinya. Demi sahabat, Cheyenne memilih mundur dan malah jatuh ke pelukan Dylan Amos, pria badung yang seharusnya ia hindari agar tak terlibat masalah. Tidak ketika ia akhirnya selangkah lagi mengetahui kebenaran tentang jati dirinya.

Serial Whiskey Creek:



Dalam buku When Snow Falls ini, tokoh utamanya adalah Cheyenne Christensen, satu-satunya orang yang baru bergabung dengan kelompok petemanan di Whiskey Creek karena dia bukan berasal dari daerah tersebut, dia pindah ketika umur berapa saya lupa, LOL. Cheyenne sangat dekat dengan Eve, pemilik penginapan yang terkenal horor. Saya akan bertahap mengenalkan para tokoh utama dalam serial Whiskey Creek ini, biar kalian penasaran dan ngikutin review yang saya buat XD.

Dari semua temannya, bisa dibilang Cheyenne ini yang memiliki nasib paling sial, dia paling miskin dan bekerja di penginapan milik Eve. Dia tinggal dengan ibunya yang sekarat karena kanker, Anita, dan kakak perempuan yang hidupnya juga nggak jelas alias dia pemabuk dan pemakai, Presley (bakalan ada buku tersendiri tentang dia). Cheyenne merasa ibunya pilih kasih, hanya Presley saja yang diperhatikan dan dimanjakan, tapi ketika sakit dialah yang paling sering mengurusi ibunya. Cheyenne juga memiliki kenangan samar akan masa kecilnya, dia tidak ingat sama sekali bahkan kadang terbayang seorang wanita asing.

Chey memendam perasaan pada Joe, kakak Gail DeMarco (baca: When Lightning Strikes), sialnya, sahabatnya paling dekat, Eve juga menyukainya bahkan sangat terang-terangan. Karena kondisi keuangan dan kesehatan ibunya, Chey terpaksa melewatkan liburan dengan para sahabatnya, di saat itulah Joe malah mendekatinya. Joe memiliki masa lalu yang kelam akan pernikahannya, tidak ada perempuan yang menarik bagi dirinya kecuali Chey, dia sangat berbeda. Namun, karena kesetiaan, Chey malah ingin menjodohkan Joe dengan Eve, memendam rasa sakit hatinya sendirian.

Ternyata ada orang lain yang mengetahui perasaan Chey, dia adalah Dylan Amos, anak tertua dari Amos bersaudara yang terkenal berandalan dan gudang masalah. Chey harus waspada karena status keluarga Amos yang terkenal tersebut. Namun, ketika Chey mendapati masalah justru Dylan yang selalu ada, bahkan laki-laki tersebut tidak keberatan ketika tahu bukan dialah yang dicintai. Tidak hanya konflik perasaan yang melanda kehidupan Chey, ada sebuah misteri yang mulai terkuak tapi justru coba ditutupi Presley.

Dylan Amos badasssss! Bisa dibilang dia karakter laki-laki yang paling menawan dan hot di serial ini, saya suka banget dengan karakternya. Dari tampilannya mungkin terlihat sangar, tapi hatinya selembut beludru, hahahaha. Dylan menggantikan ayahnya yang pecundang sebagai kepala keluarga, menghidupi ketiga adiknya. Dia meneruskan bengkel mobil yang ditelantarkan ayahnya bahkan sebelumnya dia menjadi petarung. Usahanya demi adik-adiknya dan sesuap nasi itulah yang tidak dilihat oleh warga Whiskey Creek, hanya karena ayahnya pecundang dan salah satu adiknya sering terlibat dengan polisi, image jelek langsung menutupi kelembutan hati mereka. Saya nggak akan banyak membahas keluarga Amos lainnya karena bakalan ada buku tersendiri, hehehe.

Setelah maraton beberapa buku dari serial karangan Brenda Novak ini, saya memahami walau di permukaan konflik yang disuguhkan terkesan receh, tapi di dalamnya banyak subkonflik yang tiada henti dan tak terkira. Cinta segi empat mungkin yang paling terlihat, tapi baik Chey maupun Dylan memiliki masalah masing-masing yang tidak kalah seru dan menambah eratnya hubungan mereka. Chey bisa saja sangat egois ketika menggantungkan dan mempermainkan perasaan Dylan, hanya untuk pelarian karena ingin menghindari Joe. Namun, siapa sangka lama kelamaan dia melihat perasaan yang amat tulus dari Dylan.

Di buku kedua ini akan banyak bermunculan tokoh baru yang akan memiliki peran penting di buku selanjutnya, tapi tenang saja malah semakin menarik kok karena bikin tidak sabar membaca lanjutannya! Sama seperti buku sebelumnya, jangan mengharapkan adegan hot dari buku ini, masih sama nilainya, satu setengah kipas, bahkan lebih mending buku pertama sebenarnya dalam hal ini, hahaha. Namun, percayalah kalian akan kepanasan ketika Dylan muncul, sudah cukup membuat hati kalian bergetar, LOL. Dylan muncul agak belakangan, bahkan awalnya saya agak kesusahan menebak siapa tokoh utama laki-laki di buku ini karena di awal Joe memiliki porsi yang cukup banyak.

3.5 sayap untuk Dylan yang badannya minta dipanjat XD.

2 komentar:

  1. dylan favoritkuuuu. ya ampun sejak awal sudah suka banget sama dylan hihi...

    lanjutkan, lis. aku pun lagi baca buku lain di seri ini yang kebetulan ga aku edit. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku mandeg pas bagiannya Eve, hahaha, tapi mau dilanjutin sih karena mau baca secara urut XD

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...