Jumat, 17 Februari 2017

Boss & Me | TV Adaptation Review


Boss & Me | Shan Shan Comes To Eat
Sutradara: Liu Jun Jie
Produser: Su Jiang Yu
Penulis naskah: Good Story Workshop
Pemain: Zhang Han, Zhao Li Ying, Huang Ming, Li Cheng Yuan, Zhang Yang Guo Er, Bai Ke Li
Rilis: 8-22 Juli 2014
Episode: 33
Durasi: 45 menit
Produksi: Shanghai Croton Culture Media Co., Ltd.

Based on Gu Man book, Shan Shan Comes To Eat.

Di usianya yang masih muda, Feng Teng (Zhang Han) telah menjadi pengusaha sukses, walau mewarisi kekayaan dari kakeknya, Feng Teng tidak hanya berpangku tangan saja, konglomerat muda ini bisa mengembangkan bisnis ke berbagai usaha, salah satunya merajai perusahaan software. Feng Teng memiliki adik perempuan, satu-satunya keluarga yang tersisa, dia sangat menyayanginya. Karena Feng Yue (Zhang Yang Guo Er) memiliki Panda Blood alias golongan darah AB Rh (-) yang sangat langka, keluarganya secara turun temurun selalu menerima karyawan yang bergolongan darah sama, berjaga-jaga kalau sesuatu terjadi pada Feng Yue atau anggota keluarga yang lain maka tidak perlu kesusahan mencari lagi.

Salah satu karyawan yang menjadi bank darah adalah Xue Shan Shan (Zhao Li Ying), gadis muda dari kampung yang merantau ke Shanghai untuk mendapatkan pengalaman baru. Di perusahaan Windgroup, Shan Shan bekerja sebagai asisten keuangan. Walau berstatus sebagai pengawai rendahan Shan Shan sangat menyukai pekerjaanya, dia adalah gadis yang ceria, polos, baik hati dan sangat suka makan. Keahliannya memang diragukan oleh teman serta atasannya, tapi dia tidak pernah pantang menyerah, selalu berusaha melakukan yang terbaik.

Suatu malam dia ditelepon oleh perusahaan untuk pergi ke rumah sakit. Di sanalah dia diminta mendonorkan darah untuk Feng Yue yang akan melahirkan. Dengan senang hati Shan Shan akan menolong, terlebih yang memintanya langsung adalah pemilik perusahaan, Feng Teng dan Yan Qing (Bai Ke Li), suami Feng Yue. Atas jasa Shan Shan karena telah menyelamatkan nyawa adiknya, Feng Teng ingin memberikan cek dengan nominal yang besar kepadanya, tapi langsung ditolak Feng Yue, beranggapan kalau itu tidak pantas dan akan melukai hati Shan Shan. Lalu Feng Yue pun memiliki ide untuk membawakan bekal makan siang setiap hari agar Shan Shan selalu sehat.


Salah satu teman satu angkatan Shan Shan di tempat kerja, Du Fan sangat akrab dengan teman satu angkatan yang lain, dari sana Du Fan memberi tahu kalau sebelumnya mereka bertemu saat pelatihan sebelum kerja, di mana Shan Shan tidak mengikutinya. Sejak itulah dia menyadari bahwa dia diterima bukan karena kemampuannya, karena memiliki Panda Blood. Awalnya Shan Shan ingin mengundurkan diri, tapi teman satu rumahnya menasehati kalau hal tersebut harus disyukuri, apalagi bekerja di perusahaan besar yang sulit didapatkan. Keesokan harinya, sekertaris Feng Teng mengantarkan makan siang, wujud rasa terima kasih Feng Yue. Shan Shan sangat senang, tapi lama kelamaan dia tidak enak karena harus merepotkan, terlebih teman-teman kerjanya terlihat sangat iri dan menjadi bahan tontonan.

Menghindari gosip yang tidak enak, akhirnya Shan Shan mengambil sendiri bekal makan siang dan memilih makan sendirian di balkon lantai gedung paling atas, dia merasa bebas dan bahagia, kadang tempat tersebut juga menjadi curhat akan apa yang dia rasakan di tempat kerja. Tanpa Shan Shan sadari, di balik kaca yang berada di atap tempat dia makan sehari-hari adalah kantor Feng Teng, Shan Shan tidak bisa melihat, tapi Feng Teng bisa mengetahui apa saja yang dilakukan oleh Shan Shan, bahwa Feng Teng selalu menunggu Shan Shan dan ketika gadis tersebut mulai makan, maka Feng Teng juga akan mengikutinya, mereka makan bersama walau terpisah dinding kaca. Cuaca yang tidak menentu kadang membuat Feng Teng merasa kasihan Shan Shan harus makan di luar, dia akan menyiapkan penghangat. Dan rasa sepi Feng Teng rasakan ketika turun salju, Shan Shan akan melewatkan makan siang di balkon.

Shan Shan meminta sekertaris Feng Teng, Linda dan Ah Mei, yang selalu membawakan bekal makan siang kepadanya agar menyudahi saja, tentu tidak digubris dan kalau Shan Shan ingin menolak dia harus berbicara langsung kepada bos, yang tentu saja tidak akan sanggup Shan Shan lakukan. Namun, Linda tetap menyampaikan pesan Shan Shan kepada bosnya, Feng Teng tetap bersikeras untuk mengirimi Shan Shan makan siang. Shan Shan diundang pada pesta satu bulan kelahiran anak Feng Yue, di kesempatan itulah dengan sopan Shan Shan meminta kepada Feng Yue agar tidak mengiriminya makan siang lagi, dan Feng Yue pun menyetujuinya. Sayangnya, Feng Teng tetap memngiriminya makan siang, bahkan malah menyuruh Shan Shan makan di kantor bersamanya, memintanya memilih sayuran yang tidak disukainya, menyeleksi sayuran!


Shan Shan sangat sebal dengan bosnya, dia sangat semena-mena, apalagi lulusan sarjana harus ditugaskan menyeleksi sayuran. Shan Shan lebih menyukai Zheng Qi (Huang Ming), direktur di perusahaan yang sangat perhatian dan baik hati, berbeda dengan Feng Teng yang dingin dan kaku. Namun, Shan Shan tahu kalau perhatian yang diberikan Zheng Qi tidak berarti apa-apa, dia baik kepada semua orang, dan tidak mungkin menyukai dirinya yang hanya berstatus pegawai rendahan. Di lain pihak, Feng Teng merasa cemburu kalau Shan Shan berdekatan dengan lelaki lain, misalkan saja dengan Zheng Qi atau Du Fan.

Feng Teng menyadari kalau dia mulai menyukai Shan Shan yang polos, ceria, sangat sederhana dan sangat manis. Shan Shan sangat berbeda dengan perempuan yang pernah dia kenal, dia sangat istimewa, tapi posisinya sebagai seorang pemimpin perusahaan harus ekstra hati-hati memilih pasangan, dia takut Shan Shan akan berubah kalau mereka mulai berpacaran. Sahabatnya, Zheng Qi menyarankan untuk mengikuti kata hatinya, mengejar kalau memang menyukai, semua ada risikonya. Selepas pesta tahunan perusahaan, Feng Teng mulai mengungkapkan perasaanya dan ingin memastikan kalau perasaanya berbalas. Pada tahun baru imlek, sebuah tragedi menimpa Shan Shan dan terpaksa dia harus tinggal di rumah Feng Teng, di sanalah Feng Teng mengajak Shan Shan untuk berpacaran.


Yuan Li Shu (Li Cheng Yuan), sahabat Feng Yue dan teman masa kecil Feng Teng tidak menyukai kedekatan Shan Shan dengan Feng Teng. Sejak dulu dia memendam perasaan kepada Feng Teng, dia tidak ingin merusak persahabatan terlebih ibunya yang dulu pengasuh di keluarga Feng tidak menyetujui jika ada kisah cinta, bahwa status sosial mereka berbeda. Dan siapa sangka kalau Feng Teng ternyata menyukai perempuan seperti Xue Shan Shan yang statusnya jauh di bawah Feng Teng. Kedekatan Li Shu dan Feng Teng membuat Shan Shan cemburu tapi dia berusaha untuk tidak berpikir macam-macam.

Bukan itu saja yang akan menjadi cobaan dalam hubungan Feng Teng dan Shan Shan, Shan Shan sangat mengerti akan perbedaan status, hal tersebut menjadi penghalang terbesar. Dia tidak berani bermimpi apakah hubungannya akan bertahan lama, terlebih ketika hubungannya diketahui di tempat kerja, banyak orang meremehkan dirinya dan beranggapan kalau Shan Shan tidak pantas bersanding dengan bos, terlebih sejak insiden kenaikan gaji dan apartemen baru. Shan Shan juga menutupi hubungannya dengan Feng Teng kepada keluarganya karena takut tidak disetujui, orangtua Shan Shan sangat tradisional, tidak setuju dengan perbedaan status dan takut Shan Shan akan disuruh pulang kampung. Berbagai cobaan menghadang hubungan mereka, apakah Feng Teng dan Shan Shan sanggup mempertahankannya?


Sebelum menonton Just One Smile is Very Alluring, saya pernah mencoba menonton sebentar drama ini, karena tidak terlalu menyukai pemainnya, saya melewatkan dan langsung ke drama yang juga memiliki judul lain Love O2O tersebut. Nah, di drama inilah nama Feng Teng dikumandangkan, walau diperankan oleh aktor yang berbeda, setidaknya sedikit cerita tentang dirinya di bahas di sana dan saya menjadi tertarik, saya mulai lagi menonton dari awal dan lama kelamaan terbiasa dengan para pemainnya, bahkan menyukainya.

Saya sangat menikmati drama Boss & Me ini, mengadaptasi tema cerita Cinderella, tentang si kaya dan si miskin, pasaran banget memang tapi konflik yang disuguhkan cukup menarik dan membuat hubungan antara Feng Teng dan Shan Shan yang awalnya penuh keraguan malah semakin menguatkan, apalagi Shan Shan memiliki karakter yang menyenangkan, di ceria dan baik hati, selain itu nafsu makannya sangat besar, membuat saya keingat seseorang *lalu ngaca*, LOL. Zhao Li Ying memerankan Shan Shan dengan sangat baik, karakternya yang manis sangat terlihat. Sedangkan Zhang Han juga tak kalah bagus, dia konsisten dari awal sampai akhir memerankan Feng Teng yang tenang, dingin, serta pintar. Dia selalu memiliki jalan keluar akan permasalahan yang dihadapi, dia juga tidak pernah menyerah akan perasaanya pada Shan Shan walau perempuan tersebut sering kali meragukan kesuksesan hubungan mereka.

Saya juga menyukai Feng Yue, dia sangat pengertian dan sangat menyayangi kakaknya, tanpa lelah dia sering menjodohkan dengan teman-temannya yang cantik dan berstatus sama. Namun, ketika Feng Teng menjatuhkan hati pada Shan Shan, dia juga mendukungnya. Feng Yue juga setia kawan, ketika mengetahui perasaan Li Shu yang sebenarnya, dia tetap diam dan tidak mengumbar kepada kakaknya. Sedangkan karakter Li Shu dan Zheng Qi menambah bumbu dalam drama ini, menjadi subkonflik yang menyemarakkan cerita.

Banyak adegan favorit, khususnya ketika Shan Shan makan di balkon dan Feng Teng mengawasinya dari dalam yang terpisah dinding kaca satu arah, romantis banget. Terus waktu Shan Shan memilih sayuran yang tidak disukai Feng Teng juga lucu. Kemudian ketika Feng Teng mengganti ID Shan Shan kalau terjadi apa-apa dengannya, mengubah nama orangtuanya menjadi namanya, itu sesuatu banget, jelas banget kalau dia sangat perhatian dan mencintainya. Saya menyukai hubungan mereka yang secara perlahan terlihat dan mengalami perkembangan lambat laun, bukan jenis cinta kilat. Selain itu konflik yang sepertinya tiada akhir yang menjadi cobaan hubungan mereka bukannya meregangkan malah semakin menguatkan.


Drama adaptasi dari novel Gu Man selalu sukses serta kerap kali diperankan para aktor dan aktris papan atas, ceritanya memang mudah untuk disukai terlebih bagi penggemar romance. Tiga kali menonton drama adaptasi bukunya, selain Love O2O dan My Sunshine, saya mulai memahami ciri khas tulisannya dan kenapa sangat digandrungi. Seringkali mengambil tema Cinderella, antara kisah cinta si kaya dan si miskin, kemudian akan banyak konflik yang menghadang hubungan kedua tokoh utamanya, tapi si tokoh cowok akan selalu dapat mengatasinya, dia akan selalu menang melawan cobaan yang menerpa hubungannya dengan pemeran utama perempuan. Selain itu akan ada adegan yang romantis dan memorable, sehingga akan lekat di hati para penonton. Kemudian Gu Man selalu menampilkan kisah cinta dari pemeran pendukungnya, akan ada kisah persahabatan juga di dalamnya.

Saya menantikan drama adaptasi lainnya dari Gu Man, bahkan novelnya kalau perlu. Semoga saja ada penerbit yang melirik karyanya karena, serius sangat seru untuk diikuti. Ceritanya memang fokus akan kisah cinta, tapi selalu menampilkan sesuatu yang lain yang tidak kalah menarik. Misalkan saja pada Love O2O bertema dunia game, My Sunshine tentang dunia hukum dan fotografi, sedangkan di cerita ini kita akan mengenal tentang Panda Blood dan sedikit tentang dunia bisnis. Walau berepisode sangat melelahkan, biasanya lebih dari 30, kita yang nonton tidak akan pernah bosan.

Boss & Me sangat saya rekomendasikan bagi kalian penyuka drama percintaan yang berlarut-larut XD

4 sayap untuk si Panda Blood.


7 komentar:

  1. Temanya pasaran tapi sepertinya pengelolaan konfliknya bagus ya :)

    BalasHapus
  2. Coba Silent Separation are My Sunshine itu adaptasi Gu Man juga. Oke juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya Silent Separation arau You are My Sunshine ^^

      Hapus
    2. Udah nonton, tungguin review-nya ya, hehehe

      Hapus
  3. Mbaak, ini nonton dimana sih? yg full english dan gambarnya bagus. makasih ya

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...