Selasa, 03 Januari 2017

Top 6 Book Boy Friends 2016

Seperti biasa, untuk mengawali tahun Kubikel Romance selalu menghadirkan Book Kaleidoscope, mulai dari Book Boy Friends, Best Covers, Worst Covers, Favorite New Authors, sampai Favorite Books. Yah walau sedikit telat karena kemarin saya mati suri alias tepar karena nggak enak badan. Untuk tahun ini sedikit berbeda karena saya menghilangkan kategori Worst Books, melihat tidak banyak cover buku yang tidak saya sukai, hanya ada satu dua, terlalu sedikit untuk saya bikin postingan tersendiri. Mulai tahun ini saya juga akan menambah banyaknya item sesuai angka di akhir, tahun 2015 ada 5 item dalam tiap kategori, sedangkan di tahun kemarin karena ada di tahun 2016 maka akan ada 6 item.

Kategori pertama yang akan saya tampilkan adalah Top 6 Book Boy Friends 2016, kategori untuk berfangirl ria karena yang saya pilih merupakan suami idaman, yang ciumable, kekepable, dan body minta dipanjat, ahak ahak ahak. Di sisi lain penulis membuat tokoh di mana karakternya begitu hidup, membuat saya tidak berhenti memikirkannya, menjadi penggerak cerita yang tidak bisa saya rem saking serunya kisah mereka. 

Tidak usah berlama-lama, berikut adalah Top 6 Book Boy Friends 2016 versi Kubikel Romance.


6. James Carstairs

Saya jarang sekali menyukai second lead male, selalu tokoh utama yang menjadi favorit saya. Entah kenapa Cassandra Clare berhasil mendobrak kebiasaan ini, saya juga menyukai William Herondale, hanya saja lebih berat ke Jem. Kalau dari kebiasaan saya menyukai tokoh laki-laki, Will lah yang akan selalu menjadi favorit, hanya saja Jem membuat saya berpaling. Sifat mereka jelas berolak belakang, Will lebih ke bad boy sedangkan Jem lebih ke good boy. Bahkan alasan saya menunda begitu lama membaca series The Infernal Devices ini karena mendapatkan spoiler tentang Jem, saya gagal move on. Namun akhirnya saya berhasil juga menuntaskan kisah ini dan bahagia begitu membaca ending yang sebenarnya.

5. River Jusuf

Ika Natassa selalu berhasil membuat karakternya masuk sebagai kategori book boy friends, sebut saja Harris dan Ale Risjad, keduanya begitu membekas bagi saya. Tak terkecuali dengan karakter yang ada di buku terbarunya, The Architecture of Love. Bisa dibilang River sangat berbeda dengan karakter buatan Ika sebelumnya, dia terlihat sangat rapuh, begitu tenang dan sulit mengambil keputusan akan apa yang dia inginkan karena masa lalunya yang tidak mudah, ingin rasanya saya memeluknya, hahahaha. Karakternya lebih realistis, lebih manusiawi, dan hubungannya dengan Raia tidak meledak-ledak seperti hubungan pasangan lain di buku Ika lainnya, begitu tenang, sederhana, tapi bermakna.

4. Raden Mandasia

Second lead male kedua yang mencuri perhatian saya, apakah karena namanya menjadi judul buku ini? Mungkin karena awalnya saya mengira Raden Mandasia adalah sang tokoh utama alih-alih Sungu Lembu, kegemaran menyukai tokoh utama memang sulit diabaikan, hahaha. Namun ketika membaca lembar demi lembar walau tahu bahwa Sungu Lembu lah yang menjadi pemeran utama, saya tetap menyukai Raden Mandasia dan sedih banget akan nasibnya. Karakternya begitu kuat, walau berdarah biru dia memiliki kebiasaan aneh, mencuri sapi dan memutilasinya sedemikian rupa. Dia juga sangat bijaksana, pandai memasak, kadang pemikirannya tidak bisa ditebak. Misalkan saja ketika dia berlayar dengan Sungu Lembu dan didatangi perompak, Raden Mandasia lebih baik membunuh mereka seketika daripada nanti disiksa sampai mati. Bahkan Sungu Lembu yang berulang kali ingin membunuhnya berpendapat kalau Raden Mandasia adalah teman berpetualang yang asik.

3. Rex

Siapa sih yang nggak kenal The Chronicles of Audy? Buku remaja paling ngehits sekarang ini. Bukan hanya ceritanya saja yang menarik perhatian, tapi karakternya sangat memorable, terlebih para 4R. Dari semua 4R saya paling suka Rafael dan Rex, karena keduanya memiliki sifat yang hampir sama yaitu pelit berbicara, dingin, jenius. Kalau Rafael lebih baik diangkat jadi adik saja, beda dengan Rex, dia pantas disandingkan di pelaminan, hahahaha. Walau masih muda, cara berpikirnya sangat dewasa, dia selalu memikirkan masa depan, seseorang yang selalu bisa diandalkan, khusnya bagi keluarganya.

2. Matahari Senja

Saya menyukai Ari karena dia penuh 'luka' di mana saya ingin mengobatinya. Ari sebenarnya tidak jauh dari karakter lain yang Esti Kinasih buat; bad boy, tampan, mudah meledak-ledak, bisa melakukan apa saja yang dia inginkan, tapi di satu sisi tidak akan kalah dalam nilai pelajaran. Karakternya yang misterius membuat saya tidak berhenti memikirkannya terlebih masalah keluarga yang dia hadapi.

1. Archer Hale

Saya sama sekali tidak berekspektasi apa pun ketika membaca Archer's Voice, ketika membaca lembar demi lembar saya langsung jatuh hati dengan karakter yang tidak bisa bicara ini. Saya tidak bisa banyak berkata-kata, bacalah dan kalian akan mengerti dan jatuh hati sendiri dengan Archer yang begitu polos dan penuh luka.

Yak, itulah ke-6 Book Boy Friends favorit saya di tahun 2016 kemarin, sebenarnya masih kalah jauh dari tahun sebelumnya, tetap saja sangat berat memilih, hahahaha. Kalau kalian apakah ada book boy friends favorit? Bisa berkomentar di bawah siapa tahu saya juga menyukainya :D

9 komentar:

  1. Nomor 4 dan 5 adalah tokoh dari buku yang paling pengin aku baca, dan masuk di top wishlist 2017 juga, semoga bisa baca. Nice post Kk Sulis :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga nanti cepet kesampaian ya 😁

      Hapus
  2. Aah Jem! Aku ngegalauin dia sampai berminggu-minggu habis baca Clockwork Princess 😢 dan itu series dengan ending yang sangat baik menurutku hahah.. Samaan lagi, aku juga suka bangeeet si Raden tukang nyuri daging sapi huhuhu.. Yang lainnya aku belum kenal hehehe, tapi baca deskripsinya keren-keren book boyfriends nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay, aku juga puas banget sama endingnya, baik untuk semua deh, hahahaha. Ternyata kita banyak kesamaannya ya :D

      Hapus
    2. Iya lhoo banyak juga samaannya yah kita :D

      Hapus
  3. wah, klo aku malah selalu suka second lead male. atau tokoh sidekick. soalnya tokoh utamanya seringkali bukan tipeku.. wkwkwk :D

    nice post, mba sulis!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya aku mau bikin juga Pencuri Adegan alias bukan tokoh utama yg sangat aku sukai, tapi nggak banyak, wakakaka. Kadung kena sindrom tokoh utama jadi yah, dua di atas aku masukin di sini aja sekalian :D

      Hapus
  4. Ari selalu bisa membuat kita merasa remaja lagi sih ya :D

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...