Rabu, 04 Januari 2017

Top 6 Best Book Covers 2016

Di hari kedua ini saya akan membahas Top 6 Best Book Covers 2016. Cukup sulit menentukan karena bisa dibilang cover sekarang itu pada kece-kece, setiap penerbit sudah melek akan the power of book cover, bahwa pandangan pertama akan selalu tertuju kepada kemasannya, salah satu kunci akan kesuksesan penjualan melihat salah satu sifat manusia suka sama yang indah-indah. Memang ada beberapa yang masih MEH, kadang di cover yang jelek tersimpan cerita yang bagus juga, tapi sekarang sudah jauh berkurang, malah seringnya cover bagus tapi isi tidak sebanding dengan kemasannya, maka dari itulah sering-sering kunjungi Kubikel Romance, wekekekekeke.

Tahun ini agak berbeda karena bukan bukunya saja yang akan saya tampilkan, tetapi juga pembuatnya alias sang desainer sampul. Saya sangat senang menuliskannya, bahkan memakan waktu cukup lama juga tapi sepadan dengan hasilnya. Saya salah satu pembaca yang suka sekali menilik siapa di balik layar terbitnya sebuah buku, siapa editor, siapa desainer sampul karena dengan kebiasaan ini akan muncul ciri khas mereka yang bisa diamati oleh pembaca, mudah dikenali. Ada beberapa desainer sampul yang sangat khas dalam membuat cover. Siapa saja mereka? Berikut Top 6 Best Book Covers 2016 versi Kubikel Romance.


6. The Girl On Paper - Chyntia Yanetha


Mungkin nama Chyntia Yanetha tidak akan asing bagi kalian pembaca buku penerbit Haru Grup. Beberapa covernya yang pernah saya baca antara lain; Purple Eyes, The Stolen Years, Sayap-Sayap Kecil, Double Spin Round, Attachments, serta Mahonagy Hills yang pernah diterbitkan Gramedia. Cover di atas bagus sekali, paling favorit dari semua karya Cynthia, kalau kalian sudah pernah membaca bukunya atau bisa juga baca resensinya dahulu dengan mengklik judul buku di atas, kalian akan sedikit memahami bahwa cover buku sangat mencerminkan isi ceritanya. Hal tersebut selalu menjadi penilaian penting bagi saya karena cover harus memiliki napas yang sama dengan isi cerita. Cover bisa menceritakan secara visual tentang isi buku tersebut, kemudian dengan sinopsis di belakang buku akan menyokong gambaran yang akan terbentuk di kepala pembaca. Haru Grup tidak pernah main-main dalam hal membuat cover, mereka selalu menyajikan cover buku yang membuat para pembaca eyegasm.

5. Raden Mandasia - Hartanto 'Kebo' Utomo


Saya belum membuat resensinya, jangan dicari. Segala macam tentang Raden Mandasia tentu masih asing bagi saya, terlebih diterbitkan secara indie, siapa yang menyangka akan dikemas secara baik sekali mulai dari kemasan sampai dalam-dalamnya. Covernya sangat sederhana, layaknya tiga orang berlari dan saling terikat satu sama lain dengan tali. Kalian akan menemui adegan di cover ketika membaca bagian Raden Mandasia, Sungu Lembu dan Loki Tua kehilangan kuda sehingga mereka harus berlari dari terjangan badai gurun pasir yang menggila. Pelukis sampul yang menyisipkan nama Kebo di tengah namanya ini sangat jeli mengambil salah satu adegan yang krusial untuk dijadikan cover, dengan tiga tokoh yang sangat memiliki peran penting di buku, kudos!

4. Sebelas - Deborah Amadis Mawa



Dua tahun lalu penerbit Ice Cube membuat gebrakan ketika menerbitkan seri YARN, di mana baru bisa saya nikmati awal tahun lalu. Tidak hanya ceritanya saja yang realistis dan cukup berbeda dari buku bertema remaja kebanyakan, mereka juga sangat memperhatikan kemasan. Hampir semua seri YARN memiliki cover yang memanjakan mata, salah satunya buatan Deborah Amadis Mawa ini. Buku hasil dari racikannya yang diterbitkan juga oleh Ice Cube antara lain; Remedy, Above The Star, Reva's Tale, Buku Tantangan Dash & Lily, dan Haru no Sora. Cover Sebelas merupakan cover favorit dari semua buatan Deborah yang pernah saya baca, sederhana dengan gambar ilustrasi tetapi sangat mencerminkan isi ceritanya. Menantikan cover kece lainnya dari tangan magisnya!

3. Singapore Begins - Teguh Tri Erdyan



Sejak pandangan pertama saya langsung jatuh hati akan cover buatan Teguh Tri Erdyan ini, perbaduan warna, font, terlebih gambar ilustrasinya benar-benar indah, saya langsung menobatkannya sebagai salah satu cover paling favorit di tahun lalu. Covernya sendiri juga sangat mencerminkan isi cerita, tentang lima orang remaja dari berbagai negara dan kepribadian unik bertemu serta tinggal dalam satu atap ketika menempuh pendidikan di Singapura. Sama halnya dengan Deborah, Teguh merupakan salah satu desainer sampul penerbit Ice Cube, beberapa karya yang tak kalah indah antara lain; Love Lang Syne, Summit, dan Ocean Breeze. Saya tandai kalian karena selalu bikin cover yang kece! XD

2. Finding Audrey - Martin Dima


Martin Dima adalah salah satu desainer sampul tetap Gramedia Pustaka Utama, saya selalu menyukai karya-karyanya, paling favorit selain eMTe di mana mereka berdua memiliki ciri khas dalam tiap goresan gambar yang diciptakan dan selalu fantastis ketika membuat sampul buku. Sebut saja cover yang sama menariknya selain Finding Audrey; Crazy Rich Asians, Amy & Roger's Epic DetourThe Devil In Black Jeans, Paper Towns, serial The Joshua Files, serial Graceling Realm. Hampir sebagian besar adalah buku favorit saya dan tidak jarang cover buatan Martin Dima lebih bagus daripada versi asli alias internasionalnya. Siapa bilang karya anak negeri nggak bisa bersinar?

1. The Architecture of Love - Ika Natassa


Tidak hanya pandai meramu cerita, tetapi Ika Natassa selalu memberikan tampilan visual dari salah dua bakat yang tidak kalah menakjubkannya, yaitu menggambar dan memotret. Ika selalu membuat cover bukunya sendiri, selalu 'menghias' dengan bakatnya yang lain, kecuali Underground yang diterbitkan ulang Gramedia. Mungkin karena dia paling tahu akan cerita yang dibuat sehingga dia ingin secara keseluruhan sempurna, memberikan apa yang memang dibutuhkan untuk menggenapi dan sebagai pendamping cerita sehingga semuanya menjadi satu kesatuan yang utuh. Contohnya saja cover di atas, dengan trademark kota New York serta beberapa gambar ilustrasi tentang lokasi latar di buku, pembaca dengan mudah membayangkan dan mengikuti kisah perjalanan Raia dan River.

Yak, itulah Top 6 Best Book Covers 2016 versi Kubikel Romance, bagaimana pendapat kalian? Apakah setuju? Atau ada cover buku favorit lainnya dari kalian? Boleh banget meninggalkan komentar dan pilihan kalian di kolom komentar di bawah :D. Semoga semakin banyak desainer sampul dengan karya yang menakjubkan lainnya :D

9 komentar:

  1. The Girl on Paper memang bagus kavernya

    BalasHapus
  2. Belum pernah baca buku-buku terbitan Haru Grup, tapi setiap lihat cover bukunya selalu terkagum-kagum karena bagus-bagus banget ilustrasinya. Kalau ga salah, pembatas bukunya juga lucu-lucu yah bentuknya? Terus aku suka cover-covernya Seri Sastra Dunia KPG juga tuh, simple tapi cantik-cantik, perpaduan warnanya juga oke banget :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, pembatas bukunya lucu2. Ice Cube dan KPG masih dalam satu rumah jadi g heran keduanya keren2 dalam hal cover 😁

      Hapus
  3. semua covernya simpel tapi cantik.. sukaa sama covernya The Girl on Paper <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku suka yang simple tapi nendang XD

      Hapus
  4. Idem deh kita, aku juga jatuh cinta sama cover TGOP dan TAOL :D

    BalasHapus
  5. Aku bukan kutu buku, cuman suka banget liatin cover2 yang kece. Makasih postingannya mbak. Jarang ada yg review cover buku Indonesia.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...