Senin, 07 November 2016

Wolf Girl and Black Prince | Movie Review


Wolf Girl And Black Prince (2016)
Sutradara: Ryuichi Hiroki
Penulis naskah: Yukiko Wanabe
Produser: Shinzo Matsuhashi, Naoaki Kitajima
Pemain: Fumi Nikaido, Kento Yamazaki, Nobuyuki Suzuki, Mugi Kadowaki, Ryusei Yokohama, Nanao, Ryo Yoshizawa 
Durasi: 116 menit
Distributor: Warner Bros

Based on the manga series Okami Shojo to Kuro Oji by Ayuko Hatta (2011).

Hai haloooo, sebelumnya minta maaf karena kemarin absen posting, berhubung kemarin seharian di tempat kerja dan pulangnya malam banget, sampai rumah sudah tidak punya tenaga lagi. Lagian minggu kemarin ada yang sehari posting dobel jadi nggak pa-pa lah ya, hehehe. Hari ini saya akan memposting tentang Japanese Movie atau J-Movie, film yang saya tonton dua bulan yang lalu kalau nggak salah, masih dibintangi oleh aktor favorit saya, Kento Yamazaki XD.

Film bercerita tentang Erika Shinohara (Fumi Nikaido) yang berbohong kepada teman-temannya kalau dia sudah memiliki pacar, dia terpaksa berbohong karena tidak ingin dikucilkan dan dikeluarkan dari squad mereka, di mana semua anggota memiliki pacar dan selalu berbagi cerita tentang pacar masing-masing. Padahal Erika belum pernah berpacaran sekali pun, hanya sahabat yang berbeda sekolah, Ayumi Sanda (Mugi Kadowaki) yang tahu akan fakta tersebut. Karena tidak pernah memperlihatkan sosok sang pacar, teman-temannya mulai curiga, Erika mencari cara agar kebohongannya tidak diketahui. Ketika berjalan-jalan dengan Ayumi, Erika tidak sengaja melihat sepasang cowok yang sangat keren, tidak ingin membuang kesempatan Erika mengecoh mereka dan langsung mengambil foto salah satu cowok tersebut.

Keesokannya Erika memamerkan foto 'sang pacar' kepada teman-temannya, membuktikan bahwa selama ini dia tidak berbohong. Salah satu teman merasa familier dengan foto sang cowok dan ternyata dia adalah cowok paling populer di sekolah yang terkenal dingin kepada para cewek, Kyouya Sata (Kento Yamazaki). Mereka langsung mendatangi kelas sang cowok dan menanyakan langsung, Erika yang seperti kebakaran jenggot langsung mengajak Kyouya berbicara empat mata. Erika memohon agar Kyouya mau menjadi pacar bohongan-nya agar dia tidak dikucilkan teman-temannya. Kyouya tidak merasa keberatan ketika Erika memfoto dirinya tanpa ijin bahkan mengatakan kalau mereka adalah sepasang kekasih, hal yang sangat disyukuri Erika. 

Namun, Erika harus membayar dengan cara melakukan apa pun yang Kyouya perintahkan, dia akan menjadi pacar Erika asal Erika mau menjadi pesuruhnya. Tentu saja hal tersebut sangat menyebalkan karena Kyouya kadang tidak pandang waktu dan tempat, dia bahkan mengancam akan membeberkan hubungan mereka yang sebenarnya kalau Erika menolak perintahnya. Awalnya merasa terpaksa, lama-lama Erika menyukai kebersamaan mereka, mengenal sosok Kyouya yang dari luar sangat dingin ternyata memiliki sisi yang hangat juga. Sayangnya, ada sebuah rahasia yang tidak pernah diketahui orang lain tentang Kyouya Sata.






Dari trailernya bisa ditebak kalau Kento Yamazaki memerankan peran yang merupakan spesialisasinya, cowok dingin, pendiam tapi selalu nylekit ketika berbicara. Saya tidak memiliki waktu untuk membaca manganya, sehingga tidak bisa melakukan perbandingan, tapi dari sinopsisnya saja sudah kelihatan kalau ceritanya cukup pasaran hanya saja ada twist yang bahkan ketika saya menontonnya tidak terduga, tidak bisa saya tebak, hahaha.

Kalau dibilang bagus sebenarnya tidak juga, bahkan dari semua film dan serial Kento Yamazaki yang saya tonton Wolf Girl and Black Prince katakanlah yang terburuk. Karakter datar nan dingin cukup sukses diperankan, tapi bisa juga menjadi celah kebosanan bagi penggemar Yamaken, sedangkan akting Fumi Nikaido menurut saya tidak telalu bagus, terlalu lebay, dia terlalu cepat jatuh cinta dengan Kyouya Sata, entah karena durasi atau apa, saya tidak mendapatkan chemistry diantara mereka berdua. Bahkan, kebersamaan atau adegan favorit tidak ada yang benar-benar memorable, mungkin hanya ketika Kyouya sakit dan Erika menjenguk dan memasakkan bubur, itu saja.

Kelebihan film ini menurut saya adalah Yamaken cakep banget dan karakter dinginnya sangat keluar ketika dia berambut pirang kecokelatan, hahahaha dan soundtracknya! Bener-bener juara deh, saya sampai browsing dan mencari versi utuh tapi nggak ketemu-ketemu, bahkan di spotify juga nggak ada, hanya versi singkat di youtube, huhuhu. Sebenarnya dari pesan filmnya bagus juga sih, kita nggak bisa menilai orang dari luarnya saja, kalau yang namanya sahabat seharusnya mau menerima kita apa adanya, dan cinta bisa tumbuh kalau selalu ada kebersamaan. Erika sanggup menggubah pandangan Kyouya akan cinta, yang membuatnya berjanji tidak akan jatuh cinta ketika bertemu dengan Erika dia mulai merasakan perasaan yang berbeda, yang mulai tumbuh.

Yah, walau bukan film Kento Yamazaki yang terbaik (sejauh ini masih dipegang Orange), Wolf Girl and Black Prince bisa menjadi hiburan. Recommended bagi kalian yang sudah memasuki usia remaja.

2.5 sayap untuk Yamaken berambut pirang! XD

17 komentar:

  1. Hahahaha... setuju, Lis. Ni film bosenin banget, manganya aku cuma bertahan di chapter 8/9 gitu,sudah give up aku. Filmnya Aku tonton separo separo, saking boseninnya hahahaha... Aku lebih suka Yamaken sebagai Kanata. Uppsss...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kanata itu di serial masak itu ya? Lula, hahahaha. Berarti emang bener ceritanya bosenin bahkan manganya juga πŸ˜‚

      Hapus
    2. Sodorin burger kanata buat kak lila ;)

      Sulis n kak Lila sudah nonton No Longer Heroine? aku lagi nyari filmnya Yamaken yang itu belum dapet-dapet...

      Hapus
    3. Sudahhhhh, udah pernah aku review juga tuh di sini, hihihi

      Hapus
    4. Sulis: iyaaa, serial masak yg Yamaken jadi chef ituuu..

      Ka Cyn: sudah punya dong tuh Heroine Shikkaku... ngakak parah, meski yaahhh STD jugaaa... :))

      Hapus
    5. STD apaan Mb? Wakakaka, lumayan sih tapi agak lebay juga kalo menurutku 😁

      Hapus
  2. Aku pernah nonton animenya, tapi cuma beberapa epiasode karena yah agak bosen hahaha. Awalnya lumayan lucu sih, si Kyoya nya kadang kayak ga punya hati banget nyuruh-nyuruhnya :)))

    BalasHapus
  3. Aku pernah nonton animenya, tapi cuma beberapa epiasode karena yah agak bosen hahaha. Awalnya lumayan lucu sih, si Kyoya nya kadang kayak ga punya hati banget nyuruh-nyuruhnya :)))

    BalasHapus
  4. Nonton ini cuma demi Yamaken :')))

    BalasHapus
  5. Yamaken XD Lagi nunggu yang Kimiuso XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu film atau drama? Ak nungguin Your Lie in April 😁

      Hapus
  6. Kalau dibilang bagus sebenarnya tidak juga, bahkan dari semua film dan serial Kento Yamazaki yang saya tonton Wolf Girl and Black Prince katakanlah yang terburuk.


    Demi tungtarang tungtarangnya serial India daku setuju banget sama pendapatnya πŸ˜‚

    Film ini sama sekali nggak kerasa titik klimaksnya di mana. Sumpah alurnya beneran terlalu buru-buru dan kurang mateng. Seenggaknya Kento versi kucel di a girl with three sweethearts lebih membekaslah buat daku πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget, penampilannya beda banget di sini, bikin mata seger, hahahaha

      Hapus
  7. Yamakennnnnnn <3<3 hehe

    filmnya emang agak bosenin ya, mba.. terus shot2nya juga agak kurang fokus atau gimana gitu, ada scene yang terlalu jauh dan lama banget jadi agak mengganggu juga, padahah udah excited banget nunggu film ini hihi untungnya terselamatkan sama soundtracknya :D

    setuju banget soal Orange, keren banget acting yamaken disitu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kan, Yamaken paling keren di Orange dan Death Note, aku suka banget dia di sana ^^

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...