Jumat, 18 November 2016

Kurosaki-kun no Iinari ni Nante Naranai | Movie Review


Kurosaki-kun no Iinari ni Nante Naranai | I'm Not Just Going to Do What Kurosaki kun Says (2016)
Sutradara: Sho Tsukikawa
Penulis naskah: Yuko Matsuda
Pemain: Kento Nakajima, Nana Komatsu, Yudai Chiba, Sara Takatsuki, Yuta Kishi
Durasi: 74 menit
Distributor: Showgate

Based on manga series Kurosaki kun no Iinari ni Nante Naranai by Makino (2014)

Seperti yang pernah saya bocorkan di twitter bahwa saya akan memposting tentang J-Movie, yang seharusnya saya posting beberapa hari yang lalu, sayangnya kesibukan benar-benar membuat saya nggak sempat ngeblog sehingga baru terealisasi hari ini, hehehe. Bisa dibilang Kurosaki-kun no Iinari ni Nante Naranai cukup mengejutkan bagi diri saya pribadi karena tidak menyangka sangat menikmatinya. Seperti biasa, saya tidak membaca manganya, alasan kenapa memilih menonton live action karena saya tidak punya waktu untuk membaca manga lagi, ditambah pemainnya tidak terlalu familier, jadi saya nggak berekspektasi apa pun akan film ini. Versi manganya sudah diterjemahkan dengan judul The Black Devil and the White Prince oleh m&c! tapi masih on going, pun dengan versi aslinya. Ketika pertama kali menonton saya merasa ada yang hilang dan ternyata benar, sebelum film ini rilis awal tahun lalu, di akhir tahun 2015 ternyata ada mini series atau drama spesialnya yang hanya berjumlah dua episode saja, The Black Devil and the White Prince.

Sebenarnya bisa langsung menikmati karena pada awal film akan ada semacam flashback tentang dramanya, timeline di versi film adalah satu bulan pasca cerita yang ada di drama, tapi berhubung saya orangnya sedikit perfeksionis, hahaha, saya kesetanan mencari versi drama yang terbilang cukup susah. Lebih tepatnya saya ingin lebih memahami tentang alur ceritanya karena saya merasa cerita di drama cukup penting, misalkan saja tentang pengenalan para tokoh. Dan ya, saya nggak kecewa berburu dramanya karena sangat saya sarankan untuk menontonnya terlebih dahulu baru kemudian beralih ke versi film. Tenang saja, nanti di bagian akhir akan saya kasih link di mana kalian bisa ikut menyaksikan Kurosaki-kun no Iinari ni Nante Naranai baik drama maupun filmnya :D.

Sebelum ke film, saya akan menceritakan tentang dramanya terlebih dahulu karena bisa dibilang merupakan satu kesatuan. Sewaktu di SMP Yu Akabane (Nana Komatsu) bisa dibilang adalah cewek cupu, pendiam, tidak punya teman dan selalu menundukkan kepala sehingga sering dikerjai teman-temannya dan dibully. Bosan dan tidak ingin nasibnya seperti itu lagi, ketika pindah sekolah dan memasuki bangku SMA, Yu belajar bagaimana caranya menjadi cantik, mulai belajar dandan sampai fashion terkini. Yu bahkan membuat list untuk menjadi pribadi yang baru, misalkan saja berani mengajak orang lain berbicara terlebih dahulu, tidak menundukkan kepala, memiliki teman, dsb. Karena orangtuanya pindah ke Shanghai untuk bekerja, Yu terpaksa bersekolah yang ada asramanya. Di asrama ini nantinya kehidupannya akan benar-benar berubah.


Ketika menginjakkan ke asrama, dia melihat seorang cowok yang dibully oleh cowok lain. Berkaca akan hidupnya dulu dan tentang perubahan yang ingin dia lakukan, Yu tidak ingin membiarkan itu terjadi, dia berusaha berbicara baik-baik dan ingin menyelesaikan masalah. Namun, bukannya mendamaikan, Yu malah melakukan kesalahan fatal yang nantinya membuatnya menyesal setengah mati, rambutnya nyangkut dengan rambut si cowok yang ternyata adalah wakil ketua asrama yang terkanal sadis dan menakutkan, dia menggunting rambut si cowok tersebut yang sontak membuat si cowok murka. Sejak saat itu Yu Akabane menjadi incaran si Black Devil, tidak hanya ciuman pertamanya dicuri oleh orang yang tidak diharapkan, dia harus menjadi pesuruh dan mematuhi perintah Haruto Kurosaki (Kento Nakajima) selama tiga bulan.

Di sisi Black Devil, ternyata ada White Prince, yaitu sang ketua asrama. Mereka bersahabat sejak kecil, Takumi Shirakawa (Yudai Chiba) memiliki sifat yang sangat bertolak belakang dengan Kurosaki. Dia sangat lembut dan penuh perhatian, bahkan Yu sangat terpesona dengan Takumi karena dia sangat baik padanya. Yu berharap bisa sekelas dengan Takumi, tapi dasar sial, dia malah sekelas dan duduk di depan Kurosaki, hahaha. Kurosaki benar-benar kejam dan tanpa ampun, dia menyuruh Yu membersihkan lantai asrama, kamar mandi, mengelap bola basket, menyusun pohon natal dan harus sama persis dengan foto yang ditunjukkan Kurosaki, dsb. Sedangkan Takumi malah mengajaknya kencan dan berpura-pura menjadi pacarnya agar salah satu list Yu tercapai. Siapa yang menyangka list yang dibuat Yu bisa terealisasi akan adanya si Black Devil dan White Prince.


Secara garis besar cerita di drama adalah pengenalan para tokoh dan konflik. Bahkan ada dua bagian yang menurut saya penting, yang menjadi alasan kenapa saya sarankan untuk menonton dramanya terlebih dahulu yaitu kehadiran Suzune (Kaho) dan ketika Kurosaki menyuruh Yu hadir di reuni SMP di mana tentu saja yang paling tidak diinginkannya. Suzune adalah teman masa kecil Kurosaki dan Takumi, dia datang untuk memberikan undangan pernikahan dan setelah itu dia akan pindah. Hanya ada satu cara agar pernikahan itu batal dan Suzune akan melakukannya, yaitu kalau Kurosaki melarangnya. Diantara mereka bertiga ternyata ada cinta segitiga, Suzune mencintai Kurosaki, sedangkan Takumi diam-diam menyukai Suzune. Kurosaki tahu akan perasaan tersebut tapi demi persahabatannya dengan Takumi dia tidak pernah membalas cinta Suzune.

Di versi film, konflik lama tersebut menjelma menjadi konflik baru dengan kehadiran Yu Akabane. Awalnya Takumi mendekati Yu karena penasaran kenapa Kurosaki tertarik dengannya, hal yang sebelumnya tidak pernah Kurosaki lakukan, yaitu tertarik dengan perempuan bahkan tidak ingin melepaskannya. Namun kedekatannya dengan Yu ternyata berpengaruh besar, Takumi merasa senang berdekatan dengan Yu, dia merasa nyaman. Lantas dia membuat taruhan dengan Kurosaki untuk memperebutkan Yu, dan Takumi tahu betul kelemahan Kurosaki yaitu menempatkan persahabatan di atas segalanya.  

Di sisi lain, sekejam-kejammnya Kurosaki padanya, Yu menyadari kalau ada sisi lembut pada diri Black Devil, misalkan saja Kurosaki sangat berperasaan ketika bermain piano, nadanya sangat lembut dan menentramkan hati, dan dia melindungi Yu ketika dikerjai teman asrama dan terjebak di kamar mandi cowok sampai pingsan. Lambat laun Yu merasakan sesuatu yang berbeda kalau menyangkut Kurosaki, jantungnya berdetak lebih kencang kalau berhadapan dengannya. Namun, Yu harus menyimpan rapat-rapat akan perasaanya karena teman pertamanya Meiko Ashikawa (Sara Takatsuki) diam-diam menyukai Kurosaki.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya sangat menikmati baik drama maupun filmnya. Dari segi cerita sebenarnya cukup mainstream, bahkan bisa dibilang campuran antara L-DK dan Wolf Girl And Black Prince, karakter Kurosaki pun tidak jauh dengan karakter yang dimainkan oleh Kento Yamazaki, yah sekali-kalinya butuh penyegaran dari Yamaken tapi tetap aja menemui hal yang tidak berbeda, hahaha. Namun, film ini benar-benar menghibur, walau kadang terasa absurd dan konyol tapi nggak lebay, di mana sejauh ini kalau menonton live action pasti ada bagian absurdnya mulai dari tokoh maupun cerita, yang mungkin dari manganya memang seperti itu, tapi tetap masih bisa saya terima. Bahkan karakter Kurosaki dimainkan dengan penuh konsisten oleh Kento Nakajima, merupakan salah satu personil Sexy Zone yang ikut andil mengisi soundtrack film ini juga dengan judul Make My Day.

Dari pertama sampai akhir Kento Nakajima konsisten memerankan cowok yang sadis, irit bicara, pandangan tajam, kasar tapi memiliki sisi lembut juga. Sedangkan Nana Komatsu sangat baik memerankan Yu Akabane yang tak berdaya ditindas Kurosaki, hahaha. Saya juga suka chemistry mereka, nggak menye-menye dan Nana nggak lebay, dan yang terpenting perkembangan perasaan mereka berdua sangat terasa. Berkebalikan dengan Takumi yang diperankan oleh Yudai Chiba, entah kenapa saya merasa kurang cocok, sebenarnya dari peran cowok baik yang ternyata memiliki sisi jahat dia perankan dengan pas, hanya saja saya merasa aneh, dari segi pendalaman karakter okey lah tapi dari face-nya kurang cocok.

Banyak adegan menarik dan favorit, misalkan saja waktu naik bianglala dan ada legenda kalau berhasil mencium pasangan pas di atas maka hubungan mereka akan awet, terus dengan kasarnya Kurosaki narik tangan dan menyeret Yu naik bianglala, hahaha. Adegan Kurosaki melindungi Yu di belakang punggungnya ketika di kamar mandi cowok dan Takumi tiba-tiba aja datang, ketika Kurosaki mengajari Yu bermain piano dengan tangannya di atas tangan Yu, ih romantis banget. Terus adegan ketika Kurosaki menggigit telinga Yu, wakakakaka.

Film ini bisa dibilang untuk remaja, tapi ada beberapa adegan dewasa yang lebih banyak dari film sepantaran, jadi saya sarankan yang udah SMA ke atas aja kalau mau nonton. Salah satu kekurangannya menurut saya adalah kurang digali latar belakang Kurosaki dan Takumi, karena pada dramanya Suzune pernah bilang kalau mereka berdua saling membutuhkan. Masa kecil dan kedekatan mereka juga nggak dijelaskan dengan detail jadi masih ada sedikit plot hole. Mungkin karena dari manganya yang belum selesai ditulis atau memang nggak ada penjelasan, karena nggak membaca manganya jadi saya kurang tahu apakah sudah dijelaskan atau belum.

Secara keseluruhan, film ini sangat menghibur dan recommended! Tentang seseorang yang dari luarnya terlihat kejam dan tak berperasaan tapi selalu ada sisi lembut yang tersamarkan dan kebalikannya, dari luar tampak baik hati siapa yang mengira kalau dia punya sisi yang jahat juga.
Kalau mau ikutan nonton Kurosaki-kun no Iinari ni Nante Naranai bisa ke link ini: drama | movie.

3.5 sayap untuk si Black Prince.

8 komentar:

  1. eh, udah tamat ya? dulu sempat nonton via youtube tapi belum selesai... kadang keliatan 'aneh' dengan blink-blink dan kayaknya ngeplek gaya komik, tapi tetap aja penasaran sama ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo manganya masih On going mbak, kalo versi film udah tamat sih, hehehe. Dan kayaknya emang disesuaikan sama bersi manga, terlebih dari segi karakternya 😁

      Hapus
  2. Nonton yg versi doramanya ngakak sejak Yu datang ke asrama :) . Terus nunggu filmnya demi liat si Kuro gigit Yu pas hujan petir itu :D . Tapi filmnya ga menjelaskan masa lalu Kuro sih. Klo di film kan cuma masa lalu keakraban Kuro-Shirakawa aja. Lebih kompleks di manga. Terakhir baru chapter 19. Mboh kapan selesainya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah makanya itu mbak, aku butuh latar belakang Kurosaki, jadi pengen baca manganya tapi kok masih On going, huhuhu

      Hapus
  3. Pernah baca manganya (tapi kayaknya ga nyampe tamat). Sekilas agak mirip sama Wolf Girl an Black Prince yah, tapi aku sukaan yang ini. Mau nyari aah dramanya :D gara-gara mbak Sulis suka review dorama, jadi kangen pengin nonton dorama lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, entah kenapa sejak aku kecanduan K-drama lagi aku jadi suka nonton lagi, sekarang masih sih tapi g sebanter dulu kalo soal film atau nonton serial tv. Untuk dorama atau j-movie aku pilih yg live action karena aku g sempat lagi baca manga, hehehehe

      Hapus
  4. Mbak udah nonton T____T ada dramanya juga yha? ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti yang aku tulis di atas, udah lengkap banget sampe ada link untuk nonton loh :D

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...