Sabtu, 05 November 2016

How To: Membuat Prioritas dalam Membeli Buku


Hai halooooo, jumpa lagi dengan postingan How To, tempat di mana saya membagikan tips dan trik seputar dunia buku, blogging atau membaca. Lama juga ya nggak posting topik ini, tapi akhirnya saya memiliki ide untuk berbagi dengan kalian, ha! Beberapa waktu yang lalu saya pernah ditanya di twitter tentang bagaimana caranya membeli buku ketika dana yang dimiliki tidak cukup? Padahal buku yang ingin dibeli banyak, tapi kalau mau beli semuanya ya kok nggak cukup. Dilema sekali ya, apalagi kalau banyak buku baru yang memang masuk ke dalam wishlist atau incaran kita. Permasalahan yang umum sekali bagi para kutu bokek, hahahaha.

Jawaban saya mudah sekali karena sering mengalami hal tersebut, yaitu membuat prioritas. Hal inilah nantinya akan saya bahas, bagaimana menentukan prioritas, apa saja yang perlu kita buat dan bagaimana merealisasikannya. Dulu, sebelum menjadi seorang book hoarder atau penimbun saya pernah kekurangan bacaan, ya, saya pernah ingin baca tapi nggak punya buku yang ingin dibaca. Mungkin semacam balas dendam kali ya, makanya ketika punya penghasilan sendiri habis untuk beli buku, hahahaha. Namun, masak mau seperti itu terus padahal kebutuhan yang lain juga butuh uang dan nggak sedikit, maklum aja yang namanya juga perempuan, dikit dikit belanja ini itu, hahaha.


Langkah paling utama dan paling dasar adalah membuat wishlist terlebih dahulu, dalam artian kita menentukan buku apa saja yang ingin dibaca. Selanjutnya, dalam membuat wishlist ini bagi menjadi empat kategori, diurutkan sesuai prioritas. Saya membuat kategori atau di rak goodreads menjadi empat shelves untuk memudahkan saya memilah, menginggatkan, dan menentukan mana buku yang harus saya beli terlebih dahulu. Nggak harus di goodreads, tergantung kebiasaan atau kesukaan kalian, bisa juga dengan cara mencatatnya. Saya memilih goodreads karena di sana tempat perpustakan digital di mana bisa menjadi arsip dan dokumentasi bagi saya, lebih mudah karena saya tidak telaten dalam hal mencatat.

Berikut adalah empat kategori yang saya buat untuk menentukan prioritas dalam membeli buku.

1. Harus Punya
Rak yang paling utama, tempat di mana saya ingin membaca dan mengoleksi buku. Entah nantinya mendapatkan dengan uang sendiri atau lainnya, yang jelas saya harus memiliki buku yang saya tempatkan di sini. Biasanya berisi buku-buku dari penulis favorit saya yang bukunya akan terbit atau belum kesampaian saya beli. Bisa juga berisi buku yang ingin sekali saya baca berkat rekomendasi dari seseorang dan menurut feeling atau intuisi saya bakalan jodoh dengan buku tersebut.

Dalam rak ini kalau bisa jangan terlalu banyak menempatkan wishlist, sedikit asal cepat kesampaian semua, dan usahakan buku yang benar-benar akan dibaca segera alias nggak ditimbun atau dibaca nanti-nanti, ya karena percuma dong, keburu wishlist lainnya menerjang, hahahaha.

2. Cari Murah atau Seken
Kalau buku inceran kalian nggak harus dibaca segera, jangan buru-buru membelinya. Saya beri contoh ya, misalkan saja buku keempat dari serial The Lunar Chronicles, Winter, akan segera terbit, tapi buku pertama saja kalian belum membacanya, ngapain terburu-buru beli? Baca dulu sesuai urutan siapa tahu ketika kalian sudah akan membaca seri terakhir tersebut, versi diskon atau sekennya ada, nggak perlu beli dengan harga mahal kan? Harga buku sekarang bikin nyekek dompet, jadi harus pintar mengatur keuangan, hehehe. Saya biasanya mendapatkan buku murah dari obralan di toko buku atau online shop, sedangkan untuk buku seken dari teman blogger yang lain.

Dan saya sering kali memiliki pengalam buruk dalam hal ini, pernah saya membeli buku yang baru terbit dengan harga seratus ribu lebih trus nggak berselang lama atau katakanlah setahun dua tahun lah, sudah ada yang jual dengan diskon 50% atau malah seharga 10-20k, nyesek nggak sih? Padahal buku yang saya beli tersebut masih tersegel plastik, hiks. Mending beli yang murah kan kalau sama-sama belum dibaca? Jadi, biasanya yang ada di rak ini adalah buku yang ingin saya koleksi tapi nggak buru-buru bacanya, misal kalau berseri dikumpulin semua sampai tamat baru dibaca.

Saya berprinsip kalau saya pengin sekali membaca sebuah buku tapi nggak dapat ketika buku tersebut sedang hangat-hangatnya tapi nggak pengin juga langsung dibaca, saya yakin suatu saat akan berjodoh dengan versi murahnya atau malah dapat gratisan, hahaha. Jadi, jangan terburu-buru membeli kalau kalian tidak benar-benar akan segera membacanya, tunggu saja versi murah atau sekennya! XD

3. Cari Pinjaman
Kalau kalian benar-benar nggak punya duit tapi pengin banget membaca, pinjam! Bukan pinjam duit untuk membeli buku ya tapi pinjam buku, hahahaha. Biasanya yang ada di rak ini adalah buku yang ingin dibaca tapi nggak harus dipunya, jadi cukup pinjam aja nggak pa-pa untuk membayar rasa penasaran. Bisa ke teman yang suka membaca dan satu selera dengan kita, ke rental langganan, numpang baca di Gramedia (saya pernah melakukannya, LOL), ke perpustakaan terdekat atau pinjam di perpustakaan digital dengan membaca versi ebooknya. Sekarang sudah banyak banget perpustakan digital gratis, sebut saja iJak, iPusnas, dan i i yang lain, cari aja di playstore, saya yakin sekarang sebagian besar ponselnya udah pada canggih alias ponsel android, sehingga bisa di downloade dengan mudah. 

Sebagian besar buku terbitan Kompas Gramedia dan beberapa kelompok Mizan Pustaka, jadi banyak banget pilihannya, kalian nggak perlu beli ebook bajakan atau buku replika, selain nggak halal, yuk dukung penulis dalam negeri dengan membaca karya asli mereka, kalian malah nggak kena biaya sepeser pun, paling kuota atau kalau mau yang benar-benar gratis cari wifi deh, setelah buku terdownloade bisa kok dibaca tanpa koneksi internet. Kapan-kapan saya akan mereview perpustakaan digital ini, udah ada rencana tapi belum sempat riset, tunggu aja ya.


4. Cari buntelan atau gratisan
Cara yang paling enak karena tidak membutuhkan biaya dan tenaga, hanya perlu usaha dan doa yang banyak, wakakaka. Biasanya untuk mempromosikan buku barunya, banyak penulis atau penerbit mengadakan giveaway atau kuis buku untuk menarik minat pembaca, nah kalian bisa berpartisipasi, hanya saja saingannya banyak, makanya saya bilang perlu usaha dan doa XD. Sampai sekarang saya masih suka kok ikut giveaway di sosial media asal syaratnya nggak ribet, males banget hadiah cuma satu buku tapi syarat yang harus dilakukan ada sepuluh poin, mending cari cara yang lain deh. Kadang hal ini yang jarang disadari penyelenggara giveaway, tapi kalau yang ikut mau-mau saja ya terserah, pilihan masing-masing, hehehe.

Buku apa saja yang ada di rak ini? Semua ketiga poin sebelumnya, wakakaka, ya kan enak kalau dapat gratisan terus, hati senang terus dan dompet bisa gemuk XD. Buku gratisan nggak hanya dari menang kuis saja, bisa juga hadiah dari teman atau penulis maupun penerbit. Pernah saya menaruh sebuah buku di rak cari buntelan atau harus punya di goodreads, eh terus ada penulis yang melihat-lihat rak saya dan mendapatkan bukunya ada di rak tersebut. Kemudian dia mengontak saya dan menawarkan bukunya untuk saya baca dan review. Seneng bangettttt. Yang kayak gini nih pengertian banget, senengnya tujuh kali lipat, tahu banget apa yang saya mau, LOL. Soalnya saya punya prinsip, nggak akan minta-minta buku gratis ke penulis kecuali ditawari, haram hukumnya bagi saya, hehehe.

Tapi kalau langkah mencari buntelan tidak berhasil, maka saya mengurutkannya dari bawah ke atas, dari nomor empat sampai ke nomor pertama. Misalkan nih ya, saya pengin banget Angel In The Rain-nya Windry Ramadhina, karena masuk ke dalam rak favorit dan biasanya segera saya baca, pertama-tama saya akan mencari buntelannya terlebih dahulu, kalau nggak ada atau nggak beruntung baru saya beli atau langsung ke poin pertama. Atau sebuah debut dari seorang penulis, kebetulan sedang mengadakan giveaway, karena penasaran dengan karyanya ikutan dulu, kalau nggak beruntung saya akan meminjam atau membeli versi murah atau sekennya kalau benar-benar ingin membacanya, sesuai langkah urutan dari bawah ke atas.

Jadi, seperti itulah saya membuat prioritas dalam membeli buku, dipilih dari mana yang ingin segera dibaca, dikoleksi, dibaca nanti-nanti atau sekadar pengin tahu saja. Saya bukan tipe orang yang dengan mudah membeli buku karena seperti yang saya katakan di atas, kebutuhan lainnya masih banyak dan bukan berasal dari keturunan VOC di mana tinggal nunjuk dapat yang diingin, nggak, saya selalu berusaha mendapatkan apa yang saya inginkan. 

Tidak bisa dipungkiri, setiap bulan saya masih membeli buku walau masih banyak timbunan yang belum tersentuh, hanya saja saya mencoba mengeremnya, dengan membuat prioritas di atas, paling tiga-empat buku lah setiap bulan atau kalau tidak ada yang diminati saya akan puasa beli buku. Setidaknya cara di atas cukup mempan bagi saya.

Kalau kalian? Bagaimana cara kalian membuat prioritas ketika ingin membeli buku tapi dana yang dimiliki tidak cukup? Yuk share pendapat dan pengalaman kalian di kolom komentar di bawah, siapa tahu bermanfaat bagi yang lain :D

16 komentar:

  1. How to: Membuat prioritas buku
    1.wishlist
    2.review buku. Ini perlu soalnya kita perlu tau pandangan orang lain sama buku yg mau kita beli kayak gimana.
    3.Puasa jajan aka nabung
    4.Atur uang. Gimana bisa uang segini disisain buat beli buku.
    5.Beli di tokobuku diskon, preloved atau toko buku bekas.

    Baiklah sekian dan terimakasih~♡

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih tipsnya, beberapa juga aku pakai :)

      Hapus
  2. Prioritasku adalah membeli buku mumpung diskon dan masuk kategori peraih penghargaan "sesuatu". Seperti baru-baru ini beli di salah satu toko online luar negeri yang mengadakan diskon besar dan aku membeli semua buku anak yang masuk kategori peraih penghargaan John Newbery Award. Yah, kesempatan tidak datang dua kali kan? Dan selagi masih ada budget, beli buku mah hayuk aja. Hahaha.

    Postingan yang menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh, iya, kalo ada diskon besar dan kebetulan wishlistku ada semua rela deh kantong bolong, trus bulan depan puasa dulu beli buku, hahaha. Soalnya kesempatan emang nggak datang dua kali, aji mumpung XD

      Hapus
  3. sementara ini caraku mengerem belanja buku dengan memilah benar-benar genre buku yang diminati, termasuk saat ada obral. Selain itu, baca ulasan bukunya dulu sebelum beli. Walaupun tetep aja numpuk, tapi lebih mendingan dari yang dulu :P #bertahaplah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, diprioritaskan mana yang paling disuka dulu yaitu sesuai genre, dan emang butuh bertahap sih, hahaha, gpp yg penting g selalu tekor ketika beli buku XD

      Hapus
  4. Kasusku lumayan lucu, aku sudah punya seri Lunar 1-3 dan yang keempat itu aku pengin banget sampai ke ubun-ubun. Mahal, aku tunda sampai ada Giveaway atau hidayah dari yang maha kuasa siapa tahu dijodohkan sama buku itu. Tapi karena ditunggu gak juga datang, akhirnya milih beli Winter saat IIBF kemarin. Dua atau tiga hari setelah punya Si Penerbit paus biru nyari host utk Booktour Winter. Yang kepilih jadi host dapat gratisannya, sakit euy. Karena sudah beli yah mau bagaimana lagi :D

    Terimakasih untuk artikelnya kak Sulis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang di Instagram itu ya? Mau ikut sih tapi waktu itu lagi nggak kuat baca cepet, Winter kan tebel banget, hahaha. Sama-sama, semoga bermanfaat, dan kalau punya Winter dobel sini lempar ke aku aja, LOL

      Hapus
  5. Tipsnya pas nih buat yang gajinya hanya kategori "cukup". Saya sendiri masih mengabaikan list buku-buku yang pernah jadi inceran. Jadi malu sendiri. Lebih banyak beli buku yang sekiranya lagi ramai dibincangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya itu dibikin prioritas, boleh sih kepengen baca buku yang lagi booming, tapi kembali lagi ke diri sendiri, beneran akan dibaca segera dan bakalan suka nggak tuh sama buku tersebut? Hehehehe

      Hapus
  6. Wishlist masih jadi cara jitu buat saya untuk ngerem belanja buku yang berlebihan. Dan tiap bulan selalu saya review wishlist yg sudah saya buat. Salam kenal. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga, aku kalo lupa juga sering mantengin wishlist untuk mengingatkan ๐Ÿ˜

      Hapus
  7. Postingan yang menarik Sulis :D wah gue jadi pengen coba juga soal mengkategorikan rak yang diinginkan di Goodreads..semua yang ingin pengen gue belu masuk to be read doang. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ayo semangat biar nggak bangkrut terus ๐Ÿ˜‚

      Hapus
  8. 1.wishlist, prioritaskan yg buat tgl dlu
    2. Cari tau apa yg mnrik dri buku itu
    3.nabung
    4. Salma proses nabung, ikutan GA..
    5.setelh terkumpul, beli di tokobuku diskon, tokobuku preloved atau toko buku bekas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga sering gitu, nabung sambil ikutan Ga, hihihi

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...