Minggu, 13 November 2016

Genres: Young Adult


Saatnya ngomongin genres! Sudah lama sekali nggak posting topik ini karena jujur saja topik yang paling menantang dari semua yang ada di Kubikel Romance, karena bicara soal genre maka dibutuhkan riset yang nggak sedikit, dan itu butuh waktu lama bagi saya terlebih tidak banyak yang membahasnya, saya harus ngubek-ngubek artikel dari luar. Namun senang bisa berbagi ke pembaca yang lain, mungkin ulasan saya nggak sempurna, setidaknya sedikit membantu bagi yang kebingunan tentang genre. Genre yang saya pilih kali ini adalah Young Adult, genre yang sejak tahun lalu banyak menempati di hati pembaca, bahkan beberapa penerbit sampai membuat lini khusus. Sebut saja Gramedia dengan tulisan Young Adult di bagian pojok kiri atas, Ice Cube yang membuat lomba seri Bluestroberi dan Young Adult Realistic Fiction.

Dulu saya menganggap Teenlit adalah versi Young Adult dalam negeri, sama halnya dengan Metropop dan Chick Lit, tapi versi sekarang sepertinya dipersempit lagi, jadi Teenlit di sini lebih seperti genre Coming of Age atau Middle Grade. Ada yang bilang Young Adult bukanlah genre tetapi klasifikasi pembaca berdasarkan usia atau rentang usia yang disarankan untuk membaca buku tertentu. Yeah, apa pun itu yang jelas genre Young Adult identik dengan usia target pembacanya. Menurut klasifikasi rentang usia, sebelum Young Adult ada genre Children dan Middle Grade (8-12 tahun), sedangkan setelahnya ada New Adult dan Adult Fiction.

Menurut Goodreads:
Young-adult fiction (often abbreviated as YA) is fiction written for, published for, or marketed to adolescents and young adults, roughly ages 13 to 18.

Young-adult fiction, whether in the form of novels or short stories, has distinct attributes that distinguish it from the other age categories of fiction. The vast majority of YA stories portray an adolescent as the protagonist, rather than an adult or a child. The subject matter and story lines are typically consistent with the age and experience of the main character, but beyond that YA stories span the entire spectrum of fiction genres. The settings of YA stories are limited only by the imagination and skill of the author.

Themes in YA stories often focus on the challenges of youth, so much so that the entire age category is sometimes referred to as problem novels or coming of age novel. Writing styles of YA stories range widely, from the richness of literary style to the clarity and speed of the unobtrusive. Despite its unique characteristics, YA shares the fundamental elements of fiction with other stories: character, plot, setting, theme, and style.
Menurut @verakresna, salah satu editor Gramedia (sumber: @fiksimetropop):
Menurut Wikipedia:
Young adult fiction or young adult literature (YA) is fiction published for readers from 12 to 18. However, authors and readers of "young teen novels" often define it as written for those aged 15 to the early 20s. The subject matter and story lines of young adult literature are typically consistent with the age and experience of the main character, but this literature spans the spectrum of fiction genres. Stories that focus on the specific challenges of youth are sometimes referred to as problem novels or coming-of-age novels.
Menurut Gramedia:
Patokan usia tokoh utamanya adalah 18- 25 tahun (lulus SMA/ belum bekerja), tokoh cerita sedang dalam pencarian jati diri atau arah hidup dalam hal cinta, keluarga, cita-cita, dunia kampus, dan konflik yang disajikan lebih rumit dibandingkan genre Teenlit. 
Patokan saya, kalau buku tersebut protagonis atau tokoh utamanya seorang remaja - dewasa muda (berumur 13-21 tahun), konflik yang disuguhkan nggak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari seperti sekolah (masa SMP - SMA atau awal kuliah), teman, keluarga atau kisah cinta maka genre tersebut adalah genre Young Adult atau di Indonesia lebih terkenal dengan teenlit (teen literature). Ngomongin soal genre memang sering kali rancu, pendapat satu dengan yang lainnya seringkali berbeda. Lihat saja dari rentang usia, satu sama lain tidak ada kata sepakat, hahaha. Gampangnya, kalau tokoh utamanya masih SMA dan kuliah atau remaja sampai dewasa muda dengan konflik yang cukup serius, itu adalah Young Adult.

Tidak hanya rentang usia saja yang menjadi permasalahan, sering kali genre YA ini 'menyusup' ke genre lain dan akhirnya menjadi sub genre. Beberapa macam sub genre Young Adult misalnya:
Young Adult Realistic Fiction: tidak ada muatan dunia fantasy, paranormal, atau science fiction-dystopia, murni dunia nyata tapi masih sebuah fiksi. Biasanya identik juga dengan genre mental illness.
Young Adult Contemporary: biasanya settingnya di masa modern, seringkali realistis tapi masih bisa dimasuki unsur fantasy atau magical realism (mengandung unsur magis untuk menciptakan realitas).
Young Adult Fantasy: tokoh utamanya remaja atau dewasa muda yang kental akan dunia fantasy.
Young Adult Historical Fiction: bersetting di masa lalu biasanya ceritanya bermuatan sejarah, seperti perang dunia pertama, kedua atau jaman Victoria.
Young Adult Paranormal: tentang pengalaman yang tidak biasa yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, biasanyrhubungan dengan hantu, makhluk supranatural, vampire, shapeshifters, psychic abilities, dll.
Young Adult Romance: berfokus akan kisah cinta kedua tokoh utamanya.
Young Adult Science Fiction-Dystopia: sering kali melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Young Adult LGBTQ: ceritanya bermuatan lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer atau mempertanyakan identitas seksual mereka.

Genre YA ini bisa dibilang sangat populer dan digemari banyak kalangan, tidak hanya dari remaja atau dewasa muda saja, bahkan Goodreads saja menyediakan dua nominasi untuk Young Adult Fiction dan Young Adult Fantasy & Science Fiction. Untuk genre YA ini paling favorit tentu saja romance dan fantasy, tapi saya juga sangat menyukai yang realistic fiction, di mana masalah yang terjadi sering kali kerap terjadi di kehidupan nyata, biasa terjadi atau bisa, nggak melulu tentang cinta, permasalahan keluarga, masalah tentang diri sendiri dan ada pesan moral yang bisa diambil dari masalah tersebut, plotnya di masa kini tapi tetap karakternya fiksi.

Lalu contoh-contoh buku Young Adult apa saja? Saya akan menampilkannya di lain kesempatan, dalam postingan recommendation, jadi pantengin dan follow terus Kubikel Romance *kedip*.

Nah, apakah kalian juga menyukai genre Young Adult? Silakan berpendapat atau berkomentar apa saja tentang genre ini, atau ingin bertanya boleh banget, akan saya jawab semampunya, hehehe. Atau malah ingin menambahkan? Saya akan senang sekali, mari kita berbagi informasi.

Semoga postingan ini bermanfaat ^^



Referensi:

4 komentar:

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...