Selasa, 08 November 2016

5 Buku yang Endingnya Minta Ditendang | Recommendation


Hai haloooo, hari ini saya akan memposting recommendation yang cukup berbeda, buku yang endingnya minta ditendang, mungkin bersifat menyesatkan karena bermuatan spoiler, kalian jadi malas membacanya atau malah sangat penasaran, hehehe. Karena topiknya berhubungan dengan ending atau akhir cerita, kemungkinan besar akan berbau spoiler, tapi akan saya usahakan tidak membicarakannya secara gamblang, jadi masih aman untuk dikonsumsi. Buku-buku yang saya sebutkan di sini bisa saja mempunyai akhir yang paling tidak saya suka atau tidak memuaskan bagi saya, bukan berarti bukunya jelek, bahkan hampir sebagian besar dari penulis favorit saya.

Ada beberapa macam tipe ending; happy ending, sad ending dan open ending -akhir cerita yang diserahkan kepada pembaca atau kalau saya bilang sih ending yang ngantung. Saya adalah penggemar berat happy ending, walau tidak menutup kemungkinan bisa puas dengan sad ending atau open ending. Yang paling saya tidak suka adalah ending yang sangat tidak berhubungan dengan jalannya cerita, ending yang ngaco, ending yang masih meninggalkan tanya. why why why?

Nah, buku apa saja yang masuk kategori minta ditendang dan kenapa saya ingin melakukan hal tersebut? Berikut daftarnya.


Believe - Morra Quatro

Ketika saya membaca buku yang ditulis oleh Morra Quatro, maka saya nggak akan berharap banyak bakalan menyukai ending ceritanya, hahaha. Menurut saya, Morra adalah spesialis penulis dengan open ending bahkan sad ending, tidak pernah membuat saya bahagia, dia memang penulis yang sangat tega! Salah satu yang minta ditendang adalah Believe, saya bahkan ingin menyobek bagian epilog, dengan begitu cerita akan sempurna bagi saya. Belum ada buku karya Morra yang memiliki ending benar-benar memuaskan bagi saya, tapi tetap saja saya selalu menantikan karyanya. Saya selalu menyukai tulisannya, terasa nagih, walau di bagian akhir saya mendapatkan rasa yang asam, tetap bukunya akan mejeng di rak koleksi saya.



Divortiare - Ika Natassa

Dari semua bukunya Ika Natassa yang sudah saya baca (kecuali Underground), yang paling tidak saya suka adalah Divortiare, bahkan saya memberinya 2 sayap saking tidak puasnya. Endingnya ngantung sekali, memangkas harapan pembaca akan kedua tokoh utamanya untuk bahagia selamanya. Sepanjang jalannya cerita keduanya sudah tarik ulur hubungan, malah katakanlah nggak bersama dan galau akan perasaan masing-masing, sehingga saya punya harapan besar setelah bersakit-sakit di akhir mereka bersenang-senang. Ketika menutup buku saya sampai heran, ini mungkin salah cetak! Pasti ada halaman yang hilang! Pasti! Namun, memang begitu adanya. 

Mungkin bukan saya saja yang kecewa, penulis kemudian membuat sekuelnya, bahkan total ada tiga buku, hahaha. Terobati lah ya rasa kecewa saya walau penginnya dalam bentuk novel bukan kumpulan tweet.



Harry Potter and The Order of The Phoenix (Harry Potter #5) - J.K Rowling

Hal yang sangat menyakitkan bagi seorang pembaca adalah tokoh favoritnya dibunuh oleh penulisnya sendiri. Dari semua karakter yang ada di Harry Potter, Sirius Black lah tokoh favorit saya, bukan Hermione yang pandai, bukan Ron yang menyenangkan, bahkan bukan Harry Potter sang tokoh utama, tapi Sirus Black yang hanya hadir di beberapa buku saja. Dia adalah salah satu tokoh anti-hero favorit saya sepanjang masa. Saya sangat berharap dia memiliki waktu yang banyak untuk Harry Potter, saya ingin kisah hidupnya memiliki porsi yang banyak. Dan yang lebih menyakitkan lagi ketika menonton filmnya, dia mati begitu saja, selesai, hiks. Yah, dari semua list di sini, di buku inilah spoiler yang paling jelas, tapi kayaknya kalian sudah tahu semua bagaimana nasib Sirius Black yang singkat :(.



Allegiant (Divergent #3)- Veronica Roth

Saya sangat menyukai Divergent, bahkan Insurgent menjadi salah satu sekuel buku terbaik bagi saya, tapi begitu saya membaca buku ketiganya, rasanya seperti jatuh dari ketinggian setelah tertatih-tatih menuju puncak. Entah apa yang ada di pikiran Veronica Roth, dia menciptakan dunia yang sama sekali berbeda dan tidak bisa ditebak, hanya saja rasanya tidak bisa dipahami, bahkan apa yang dilakukan Tris dan Four sepanjang cerita di buku pertama dan kedua tampak sia-sia. Terlebih di buku terakhir Four terlihat jauh sekali dari kuat, karakternya semakin tenggelam. 

Bisa dibilang Veronica Roth adalah penulis fantasy-dystopia-sci fi yang memiliki fandom yang sangat solid di era sekarang ini, layaknya J.K Rowling, J.R.R Tolien, George R.R Martin, Cassandra Clare dan Rick Riordan yang sudah memiliki pembaca setia, saya berharap di buku selanjutnya jauh jauh lebih baik lagi sehingga tidak akan kehilangan para pembacanya.



Requiem (Delirium #3) - Lauren Oliver

Saya sangat menyukai Delirium, sangat sangat menyukainya. Namun, mulai buku kedua rasa suka mulai menyusut. Seperti yang pernah saya tuliskan di reviewnya, saya merasa tidak ada penyelesaian di buku ketiganya ini akan semua permasalahan yang terjadi sejak buku pertama, saya sampai bingung dan membaca ulang apa yang sebenarnya diinginkan penulis. Padahal buku pertama sangat bagus, idenya sangat brilian tapi kelanjutannya seperti tanpa arah, dan endingnya sangat meninggalkan tanya tanpa tahu pembaca harus mencarinya kemana.

Oh ya, sebenarnya ada satu lagi buku yang epilog-nya minta disobek seperti halnya dengan Believe, yaitu buku Love, Hate & Hocus-Pocus karya Karla M. Nashar, sebel banget sih bacanya, udah mau seneng-seneng eh ternyata hoax. Namun karena ada sekuelnya dan berakhir bahagia jadi yah saya maafkan deh, lagian sepanjang cerita kisah mereka banyak lucunya, nggak bikin sedih dari awal sampai akhir, jadi sepet sebentar nggak pa-pa deh ya XD.

Mungkin masih ada lagi tapi saya lupa, nanti dibikin lagi deh kalau sudah terkumpul, hehehe. Sejauh ini itulah 5 buku yang endingnya minta ditendang versi saya yang paling diingat, ending yang membuat saya membolak balik bagian terakhir karena tidak percaya dengan cara penulis menyelesaikan cerita, ending yang saya kira pasti salah cetak, ending yang harusnya disobek saja, ending yang rasanya sepet, sepet, sepet. Ending yang membuat saya mengatakan why why why? dan nggak tahu harus mencari jawabannya kemana. Namun, sebenci-bencinya saya sama akhir ceritanya, setelah saya tendang saya ambil lagi kok, terus dipeluk :p.

Kali ini saya tidak akan bertanya buku apa yang menurut kalian endingnya minta ditendang, saya takut kalau punya akhirnya nggak mau baca, wakakakaka *disaplak*. Namun, bolehkah berkomentar apa yang biasanya membuat kalian tidak menyukai ending sebuah cerita? Silakan berkomentar di bawah ya :D

17 komentar:

  1. Wah topik yang menarik :D ah iya hana juga sedih pas baca harpot 5..berharap banget Harry punya rumah dan keluarga yang hangat... Eh tapi.. -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, padahal baru aja senang-senang 😭

      Hapus
  2. Sejauh ini saya belum ketemu buku yang endingnya nggak banget. Atau mungkin karena bagi saya kadang ending bukan tujuan saya baca buku, melainkan perjalanan kisahnya sehingga tidak mempermasalahkan akhirnya bagaimana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, jalannya cerita bagi aku penting juga cuma kadang kalo endingnya g sesuai harapan itu sepet jadinya

      Hapus
  3. iya nih aku setuju sama yg requiem. Kecewa sama endingnya. Walaupun trakir2 si Lena bilang kalo intinya jadi resister itu 'having the freedom to choose and not knowing what the future brings'. Jadinya malah kayak alasan penulis biar nggak nutup cerita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku beneran bingung sama endingnya, bagi aku g menyelesaikan masalah

      Hapus
  4. Aku kayaknya sampai habis airmata baca kematian Sirius, sampai ga bisa tidur mikirinnya, sampai mengutuk J.K. Rowling yang tega banget membunuh Sirius hhhh :(( malah kemarin baru baca artikel tentang Sirius di pottermore langsung kerasa sedihnya hahaha.. Dan setuju juga tentang tulisan Kak Morra yang selalu bikin pengin nendang bukunya :D (penggemar tulisan Kak Morra juga :D)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay tosssss, kita banyak kesamaannya ya, hahahaha

      Hapus
  5. Aku kayaknya sampai habis airmata baca kematian Sirius, sampai ga bisa tidur mikirinnya, sampai mengutuk J.K. Rowling yang tega banget membunuh Sirius hhhh :(( malah kemarin baru baca artikel tentang Sirius di pottermore langsung kerasa sedihnya hahaha.. Dan setuju juga tentang tulisan Kak Morra yang selalu bikin pengin nendang bukunya :D (penggemar tulisan Kak Morra juga :D)

    BalasHapus
  6. Di antara 5 buku yang ada aku cuma tahu kisah Harpoy dan sumpah emang galau abis juga pas Sirius Black meninggal :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum baca ya yang lainnya? 😁

      Hapus
  7. hahaha dasar remaja....baca judulnya aja udah bikin mesem-mesem. Terima kasih adik cantik, tulisanmu sangat menghibur

    BalasHapus
  8. Hellowww... Allegiant sampe bikin editornya mewek-mewek loh pas nyunting naskahnya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya hampir sebagian besar pembaca setianya mewek-mewek mbak pas baca, huhuhu

      Hapus
  9. Dibandingkan divortiare, antologi rasa endingnya lebih minta ditendang menurutku. Sampe sekarang aku masih gagal paham T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaha, Ika Natassa emang suka bikin open ending dan pun dengan Divortiare dan Antologi Rasa. Di novelnya yang lain ada kok akhir cerita Antologi Rasa, jadi menjawab pertanyaan para pembaca. Namun, nggak semenyebalkan Divortiare sih, nggak hanya ending tapi sepanjang jalannya cerita emang aku udah berharap lebih sama hubungan mereka, begitu tiba di bagian akhir kayak tertohok rasanya :D

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...