Sabtu, 03 September 2016

L-DK (Living Together) | Movie Review


L-DK (2014)
Sutradara: Yasuhiro Kawamura
Produser: Chikako Nakabayashi
Penulis naskah: Yuko Matsuda
Pemain: Ayame Gouriki, Kento Yamazaki, Ren Kiriyama, Akiyoshi Nakao, Rei Okamoto, Anna Ishibashi
Durasi: 113 min.
Studio: Toei

Based on manga series L-DK by Ayu Watanabe.

Aoi Nishimori (Ayame Gouriki) tidak bisa tinggal diam ketika sahabatnya, Moe Shibuya (Rei Okamoto) dipermalukan di depan banyak orang ketika menyatakan cinta pada murid paling populer dan tampan di sekolah, Shuusei Kugayama (Kento Yamazaki). Dia pun langsung melabrak Kugayama dan menanyakan alasan kenapa dia menolak Moe serta menyakiti hatinya, padahal cintanya tulus dan Moe gadis yang baik. Bukannya mendapatkan jawaban, Aoi malah tidak sengaja melukai Kugayama yang berakibat dia harus mengantarkan pulang alias menggendong Kugayama sampai ke apartemennya. Dasar apes, Aoi ternyata bertetangga dengan Kugayama, cowok sengak tersebut ternyata baru pindah seminggu yang lalu.

Kesialan Aoi tidak berhenti sampai di situ saja, ketika Kugayama mengeluh lapar, Aoi yang pandai memasak karena selama ini hidup sendirian di apartemen, terpisah dari orangtuanya yang bekerja di Cina, terpaksa membuatkannya makanan. Pada saat itulah Aoi tidak sengaja memicu alarm kebakaran yang membuat apartemen Kugayama basah kuyup dan memerlukan perbaikan selama satu bulan. Kugayama kemudian meminta pertanggungjawaban Aoi, selama masa perbaikan tersebut dia akan berbagi kamar dengan Aoi, mereka akan tinggal bersama dalam satu apartemen. Tidak ada pilihan lain bagi Aoi, di sekolah dia berpura-pura tidak mengenal Kugayama karena ingin menjaga perasaan sahabatnya dan tidak ingin dikeluarkan dari sekolah, karena pada saat itu bagi siswa yang ketahuan tinggal bersama akan langsung dikeluarkan. Berbanding terbalik dengan Kugayama, dia masa bodoh dan terus saja memanfaatkan Aoi.

Tanpa mereka berdua sadari, kebersamaan yang awalnya terpaksa tersebut lama-lama terasa tanpa beban, bahkan Aoi mulai memiliki perasaan pada Kugayama. Aoi selalu memasakkan bekal bagi mereka berdua, Kugayama sedikit cemburu kalau Aoi berdekatan dengan Wataru Sanjo (Ren Kiriyama), seorang chef yang sudah lama jatuh cinta pada Aoi. Namun sayangnya, seseorang mengatakan kalau Kugayama tidak akan merasakan cinta lagi, dia tidak akan pernah lepas dari Satsuki Mizuno (Anna Ishibashi), mantan pacarnya yang mencoba mendekati Kugayama kembali.





Yap, filmnya Kento Yamazaki lagi, hehehe. Awalnya saya tidak berekspektasi apa pun tentang film ini, dari trailer yang saya lihat peran Yamaken tidak jauh berbeda seperti biasanya, spesialis cowok dingin, ditambah akting Ayame Gouriki saya rasa kurang nendang, untungnya tidak terlalu berlebihan. Namun dari segi cerita saya sangat sangat sangattttt menyukainya, bahkan berkeinginan untuk membaca versi manga karangan Ayu Watanabe ini. Karena saya merasa versi film terlalu cepat, saya ingin berlama-lama dengan Aoi dan Kugayama.

Walau Yamaken sering memerankan karakter yang gitu-gitu saja, saya selalu menemukan sedikit perbedaan. Di Heroine Shikkaku dia cenderung minim ekspresi, datar alias terlalu cuek, sedangkan di film ini ada sisi humoris yang sedikit dia tonjolkan. Ketika berperan sebagai L di Death Note, karakter jenius dan misterius mengiringi tampilan dinginnya tapi masih bisa disentuh alias dia bisa terbuka dengan orang lain, khususnya yang dia percayai. Di Orange dia menjadi orang yang sangat lemah secara psikis. Sedangkan untuk Ayame sendiri, saya merasakan perubahan karakternya terlalu cepat, bagian ketika dia mulai menyukai Kugayama, sedikit bisa dipahami sih ya, melihat media film cukup sempit daripada manga berseri, harus dikemas secara padat agar semua cerita bisa ditampung sebagaimana mestinya.

Di film ini banyakkkkk sekali adegan romantis, makanya saya ingin baca versi manga-nya juga, hahaha. Adegan favorit saya adalah ketika hujan dan ada petir, Aoi sangat takut dengan petir, kemudian Kugayama mengulurkan tangannya lewat pembatas yang dibuat Aoi, menawarkan tanpa kata ketika Aoi merasa takut, dia bisa memegang tangannya, romantis banget deh. Terus bagian Aoi memasak untuk Kugayama, barang-barang di apartemen Aoi yang menjadi sepasang, duh rasanya pengen seperti itu, hahaha.




Dari segi konflik sebenarnya tidak terlalu wah, tergolong sepele malah. Kekurangan film ini seperti yang saya katakan di atas, terlalu dipadatkan, ada beberapa plot hole yang saya rasakan, misalkan saja saya tidak merasakan kejelasan akan hubungan Kugayama dan Satsuki, tentang keluarga Kugayama yang jarang disentuh dan alasan kenapa dia tinggal sendirian (ada sih sedikit infonya, tapi bagi saya kurang detail), dan perasaan Wataru yang seperti angin lewat saja. Yah, walau masih ada bolongnya setidaknya saya lebih menyukai film L-DK ini daripada Heroine Shikkaku.

Film ini sangat recommended bagi kalian yang ingin menonton komedi romantis nan manis, dan tentu saja bagi penggemar Kento Yamazaki seperti saya ini, apa pun yang dia mainkan, wajib ditonton. Lagi nungguin Wolf Girl and Black Prince nih, duh semoga cepet ada biar bisa saya tonton, adaptasi dari manga series Okami Shojo to Kuro Oji karya Ayuko Hatta, penasaran apakah Yamaken akan berperan seperti karakter yang dia mainkan seperti biasanya XD.

3.5 sayap untuk L-DK.

6 komentar:

  1. Mwahahahaha... Kento lagiiii....

    Coba nonton Jinx!, Lis. Korea Jepang nyampur disitu. Yah tapi Kento perannya ngga cuek tapi malu2 mau gitu...



    *Ini aku jadi sering berkunjung kesini gegara Yamaken*


    Tolooongggggggg πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakaka, nanti bakalan banyak lagi mbak, ini baru Yamaken aja, masih ada Satoh XD

      Kayaknya pernah lihat trailernya deh, nanti deh kalo nemu ditonton dan direview :D

      Hapus
  2. Sepintas rada mirip sama Itazura na Kissa & Good Morning Call.
    Aku juga suka film ini. Yamaken memang spesialis dingin yaaa x)
    Film terbarunya juga kayaknya gitu juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya iya, tapi dia emang cocok banget dengan karakter seperti itu :D

      Hapus
  3. Aku paling suka Yamaken di film ini, sama film terbarunya Sukina Hito.. lebih suka dia yg cool banget dibanding jadi cowok lemah :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaaa, makanya suka banget sama film ini. Duh Sukina Hito kayaknya belum nonton deh, PR ku banyak kaliiii, mana film Jepang sub indo susah nyarinya, hiks

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...