Senin, 29 Agustus 2016

Pokemon Go Book Tag


Original book tag and graphics by readatmidnight.com

Haiiiiiii halooooo, rasanya lama banget nggak ngeblog, ngeblog untuk blog tour atau giveaway aja, hihihi. Bisa dibilang tiga bulan ini memang masa-masanya saya lagi jenuh banget dengan yang namanya ngeblog, selain itu saya juga menemukan kesukaan yang baru, nonton drama Korea dan Jepang lagi, jadi fokus kegemaran saya menjadi bergeser. Baca masih jalan sih, tapi jadi lelet banget, baca satu buku bisa berhari-hari, ide ngeblog ada saja, tapi merealisasikannya yang sulit. Namun untungnya, akhir-akhir ini saya bertekad untuk menghidupkan lagi blog kecintaan saya ini, nggak hanya isinya blog tour, menjadi diri saya sendiri lagi, mungkin karena beberapa drama Korea yang saya sukai sudah tamat semua, LOL, jadi bisa kembali ke blog lagi. Selain itu saya semakin nggak enak karena banyak hutang review yang tertunda. Jadi, ayo semangat! :D

Dan sebagai permulaan, saya bikin postingan book tag lagi, sebenernya mau saya tayangkan di channel booktube tapi saya suka banget dengan gambarnya, dan saya masih belum bisa nampilin gambar di video, jadi lewat blog aja deh postingnya XD. Yah, seperti yang kita tahu, beberapa waktu bahkan sampai sekarang Pokemon Go sangat ngehits sekali, bahkan abah saya tahu sama permainan itu XD, saya pun pernah mencoba, baru dapat dua Pokemon tapi udah nyerah, permainannya bukan 'aku banget'. Bisa dibilang saya ini tipe ambivert, percampuran antara introvert dan extrovert. Saya tipe anak rumahan banget, jarang keluar kecuali ada yang benar-benar penting, dan bisa juga nyaman dengan keramaian kalau memang dibutuhkan. Nah, begitu tahu ini permainan yang harus menuntut saya pergi kemana-mana, jadi males lah mau melanjutkan lagi, buang-buang waktu *sok sibuk*.

Seneng banget begitu tahu ada yang bikin book tag tentang Pokemon Go ini, saya besar dengan anime Pokemon, bisa jadi nostalgia lah, dan seru juga menggabungkan para karakter di Pokemon Go dengan buku-buku. Saya hanya akan menjelaskan tentang bukunya, tidak dengan Pokemon seperti yang dilakukan kreator book tag ini, saya sudah lupa dan nggak bermain lagi, jadi pingin seneng-seneng aja. Berikut pertanyaan kecenya :D



Sebenernya buku pertama yang dibaca saya lupa, waktu kecil pernah baca buku dongeng tapi ingatan saya samar jadi nggak tahu judulnya, dulu membaca bukan hal yang saya gandrungi. Saya dulu lebih suka membaca majalah remaja, pernah baca karya Mira W - Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat tapi pastinya kapan saya lupa, baru SMP dikenalkan dengan komik dan salah satu favorit saya adalah Imadoki. Sewaktu SMA saya berkenalan dengan buku melalui teenlit semacam Fairish, Dealova, dsb. Ketika awal kuliah saya dimanjakan dengan tulisan Sitta Karina, Harry Potter, Twilight, Laskar Pelangi dan Hush Hush. Itulah buku-buku yang menjadi permulaan saya menyukai membaca :D.


Pride and Prejudice by Jane Austen. Saya sebenernya bukan pembaca klasik, tapi sesekali menikmati. Dari semua buku klasik yang sudah saya baca dan membekas adalah buku legendaris tersebut, menjadi acuan kisah cinta sampai sekarang ini, ceritanya tak lekang oleh waktu.


Adult colouring book, wakakaka. Saya nggak bisa menggambar dan mewarnai, salah satu buku yang nggak akan saya beli (tapi kalau dapat buntelan masih mau :p). Kadang tertarik sih dengan berbagai tema yang disuguhkan, gambarnya kece-kece tapi saya penikmat cerita, bukan pewarna. Hampir bisa dipastikan, di semua toko buku pasti ada stand untuk jenis buku ini, bahkan ada tote bag yang bisa diwarnai juga, hahaha. Walau saya nggak suka dengan kegiatan mewarnai, saya sangat menyukai buku ilustrasi, saya yakin suatu hari nanti buku ilustrasi akan mendapatkan hype layaknya buku mewarnai :D


Banyak banget sih menemukan kemiripan dari satu buku ke buku lain, terlebih kalau soal genre romance dan dystopia. Misalkan saja jenis faksi di series Divergent mirip pembagian asrama di Harry Potter, tapi saya tetap menyukainya. Nggak ada ide murni di dunia ini, adanya berbagai pengembangan dari ide yang sebelumnya sudah ada, jadi saya nggak pernah mempermasalahkan jenis cerita yang mainstream, fokus saya lebih ke eksekusinnya, bagaimana penulis menyetir jalannya cerita yang dia buat, dan menciptakan karakter yang kuat.


Game of Thrones, sudah punya buku pertama tapi tak kunjung dibaca juga karena sudah terlanjur nonton adaptasi televisi-nya terlebih dahulu. Buku keduanya sudah terbit tapi belum punya, dan tidak yakin bakal diterbitkan sampai akhir, membuat saya malas memulai membacanya selain halaman yang banyak dan tulisannya kecil-kecil :p. Ada juga The Child Thief karya Brom yang berjumlah 936 halaman, begitu lihat udah males duluan *terus kenapa beli, LOL*


The Chronicles of Audy: 4R by Orizuka, saya baca sampai subuh dan nangis megap-megap, nggak bisa berhenti baca kalau belum tamat. Sebenernya masih banyak lagi karena saya seringnya baca di saat malam hari, layaknya nonton serial televisi ketika sangat seru nontonnya harus sampai tamat saat itu juga, pun dengan membaca.


Karena lagi nggak produktif baca dan lupa siapa saja pasangan favorit saya, saya pilihkan dari buku yang baru-baru ini saya selesaikan dan cukup menyukai karakternya, dari The Wrath and The Dawn, pasangan Shahrzad dan Khalid. Tipikal jenis benci dari cinta tapi nggak secara terang-terangan, hihihi. Saya suka perkembangan karakternya, yang awalnya nggak punya perasaan lama kelamaan tumbuhlah itu cinta, kisah mereka juga manis-manis sepet XD.


Buku yang cepat banget saya selesaikan baru-baru ini adalah Love Is karya Puuung, habis buku ilustrasi, bacanya nggak butuh berjam-jam, wakakaka.


Saya nggak pernah bosan baca sebuah buku atau yang berseri-seri kalau emang beneran keren, rasanya nggak mau tamat dan selalu saja berharap ada cerita tambahan. Misalkan saja dari buku-bukunya Sitta Karina (hampir semua tokoh yang dia ciptakan suatu saat akan muncul di cerita lain, biasanya dalam bentuk cerpen) atau Colleen Hoover (Maybe Someday), cerita pendampingnya nggak kalah keren dari cerita inti, bahkan berharap nggak hanya sebatas cerpen atau novella saja, tapi dibuat novel sendiri atau kalau perlu dibuat series baru!


Series The Mortal Instruments, perlu waktu bertahun-tahun ketika saya baru sadar kalau buku tersebut sangat-sangatlah keren! Saya menimbun buku tersebut sampai semua seriesnya lengkap diterjemahkan dahulu, setiap kali ingin memulai membaca saya nggak selesai-selesai ketika membaca buku pertama. Baru setelah saya merampungkan The Infernal Devise yang nggak kalah seru juga, langsung deh saya babat itu enam buku hanya dalam waktu empat atau lima hari saja.


Saya salah satu tipe pembaca yang nggak melulu kemakan hype, saya akan baca kalau buku tersebut memang menarik bagi saya, misalkan saja series Percy Jackson, saya sama sekali belum pernah membaca buku tersebut tapi saya juga tidak membatasi diri untuk tidak membacanya, bahkan saya yakin suatu saat nanti saya akan membaca karya fenomenal dari Rick Riordan tersebut. 


Harry Potter boxset edisi Juniper Books yang mirip peti dan edisi Scholastic yang punggung bukunya bila dijejerkan akan membentuk satu gambar utuh. Saya belum punya buku Harry Potter, dulu ada sih tapi nggak komplit, akhirnya saya jual dan mau nyari versi boxset, tapi susah banget sekarang ini, dulu nyesel waktu nemu yang diskon 40% nggak langsung diembat, hiks. Konon bakalan ada cover baru yang akan dirilis Gramedia, semoga saja nggak kalah kece dan ada versi boxsetnya, mau saya koleksi!


Sejujurnya cukup sulit bila ingin menantikan sebuah debut dari penulis Indonesia, karena hype-nya nggak seperti di luar, nggak bisa diprediksi apakah bakalan bagus atau nggak, di sini masih jarang yang namanya ARC atau teaser dari sebuah karya debut. Intinya kalau sebelumnya nggak punya nama maka akan sulit menjaring pembaca, terlebih penulis baru. Namun, ada satu nama penulis yang membuat saya penasaran karena karya debutnya menyabet juara pertama lomba menulis sweet and spicy romance 2015 yang diadakan penerbit Twigora, Elektra Queen. Semoga bisa berkesempatan mencicipinya :D


Banyak ini mah, ada Sitta Karina, Ika Natassa, Windry Ramadhina, Leila S. Chudori, Colleen Hoover, Cassandra Clare, Sylvia Day, dan masih banyak lagi *boros* XD.


Serial Hanafiah karya Sitta Karina serta Jingga dan Senja karya Esti Kinasih, seumur hidup akan saya tunggu kelanjutannya, LOL. 5 tahun sudah saya menunggu kelanjutan cerita Tari dan Ari, dari saya masih sekolah sampai saya kerja bahkan kalau saya nanti punya anak bakalan saya tungguin, persetan itu buku teenlit, hahaha. Buku terakhir serial Hanafiah yang diterbitkan adalah Seluas Langit Biru di mana terbit pertama kali tahun 2008, novelanya yang terbit pada tahun 2013 tetap tidak bisa menghilangkan kehausan saya akan kelanjutan saga keluarga konglomerat tersebut. Jadi, sampai kapan pun saya akan setia menunggu.

Yak, itulah jawaban saya untuk Pokemon Go Book Tag, seru kan? Kalian boleh ikutan karena saya mentag siapa pun yang mau ikutan juga. Atau bisa juga berkomentar salah satu jawaban kalian dari pertanyaan di atas. 

6 komentar:

  1. wah seru banget book tagnya :D jadi pengen ikutan juga :D
    tapi masih harus mikir jawabannya.. hahaha

    btw, hana juga lagi reading slump ini. Hahahhaah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, lumrah kok, makanya aku cari kesibukan lain, nonton korama XD

      Hapus
  2. Wow. Si JDS masih ditunggu banget nih, kakak peri? T.T
    Aku tungguin dari zaman SMP sampai sekarang udah kuliah :( Sedih banget nggak muncul-muncul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera terbit ya, banyak yang nungguin :(

      Hapus
  3. Seruu book-tag nya :D
    Eeh aku juga mupeng banget sama boxset Harry Potter yang peti itu. Pengin banget buat seserahan pas nikahan (yang entah kapan dan dengan siapa :p) tapi pasti mahal bangeeeet :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga pengen seserahan nanti salah satunya buku, wakakaka. Sabar aja, nanti juga bakalan ketemu sama jodohnya *ngomong sama kaca* LOL

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...