Kamis, 02 Juni 2016

The Chronicles of Audy: 4/4 by Orizuka | Book Review

Judul buku: 4/4 (The Chronicles of Audy #3)
Penulis: Orizuka
Penyunting: Yuli Yono
Cover dan ilustrator: Bambang 'Bambi' Gunawan
Penerbit: Haru
ISBN: 978-602-7742-53-6
Cetakan pertama, Juni 2015
314 halaman
Pinjam @dyahmuawiiyah
Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R dan jatuh hati pada salah seorang di antaranya.

Kuakui aku bertingkah (super) norak soal ini,
tapi kenapa dia malah kelihatan santai-santai saja?
Setengah mati aku berusaha jadi layak untuknya, tapi dia bahkan tidak peduli!

Di saat aku sedang dipusingkan oleh masalah percintaan ini, seperti biasa, muncul masalah lainnya.

Tahu-tahu saja, keluarga ini berada di ambang perpisahan.
Aku tidak ingin mereka tercerai-berai, tapi aku bisa apa?

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang masih saja ribet.
Kronik dari seorang Audy.
Agak terlambat membaca buku ini karena baru saya baca beberapa minggu yang lalu, bahkan buku terakhirnya sudah terbit. Nggak pa-pa, untuk 4R nggak ada kata terlambat :D. Seri ketiga The Chonicles of Audy ini bisa dibilang lebih bagus dari buku kedua dan seemosional buku pertama, saya sangat puas ketika menutup buku, bahkan membuat saya hangover dan booklag sampai-sampai nggak mau ngapa-ngapain, hahaha. Orizuka memang jago mengaduk-aduk emosi pembaca lewat karakter para tokohnya, salah satu kelebihan buku ini yang saya lihat.

Di 4/4 ini, segala aspek lebih berkembang, mulai dari karakter, hubungan Audy dengan 4R sampai konflik lama dan baru terus bermunculan dan menambah kronik kehidupan Audy. Audy masih belum selesai mengerjakan skripsi, selalu ada Rex yang membantu dan mengingatkan di setiap kesempatan, ya, seakan-akan ketika Audy bertemu dengan Rex, kata skripsi lah yang muncul, seakan menjadi momok bagi Audy, hahaha. Namun, tetap saja Audy lebih tertarik bermain game bersama Romeo, Audy juga masih menjadi 'pembantu' di rumah 4R walau Maura sudah kembali, masih menjadi pengasuh Rafael dan menghadapi komplain dari sekolah karena Rafael dianggap tidak bisa membaur dengan teman-teman sebaya, dia terlalu pintar untuk anak seusianya dan hal tersebut menjadi sulit untuk ditangani para guru.

Saya nggak akan banyak bahas sinopsis ceritanya karena rawan spoiler, cukup cuplikan di atas saja dan nanti di akhir akan saya tambahi sedikit. Saya akan membahas hubungan Audy dengan Regan, Romeo, Rex dan Rafael. Di buku pertama, 4R, walau bisa dibilang berisi pengenalan para tokoh dan konfliknya, saya merasa Regan menjadi poros, dia adalah karakter yang paling menonjol, tentang cara dia menjadi kepala keluarga dan memiliki tunangan yang koma. Di buku kedua, 21, Rex lah yang menjadi sorotan utama, konflik berpusat pada perasaan Rex kepada Audy, sedangkan di buku ketiga ini, 4/4, tokoh yang menjadi sorotan adalah Rex dan Romeo, karena ada cinta segitiga, konfliknya sendiri tentang perubahan, ada saat di mana keinginan tidak sejalan dengan kenyataan. 
"Aku cuma nggak peduli tempat kita tinggal," katanya, membuat mata Romeo melebar. "Yang penting, aku tahu kemana harus pulang."
Porsi Maura cukup banyak kali ini, Audy sudah bisa legowo akan kehadirannya, bahkan dia menjadi tempat curhat dan tempat bertanya Audy tentang Rex, yang sangat sulit dipahami. Pun dengan porsi Regan, cukup lah untuk mengetahui akhir kisahnya sendiri. Rafael tentu saja masih menjadi primadona, bagi saya tentunya, karena bisa dibilang dari semua tokoh 4R dialah favorit saya, ya, bukan Rex atau Romeo, hahaha. Karena, bagian Rafael lah yang syarat akan emosi.

Bagian yang bikin ketawa itu ketika Audy kencan dengan Rex di Rumah Cokelat, wakakaka, terus kemunculan adik Audy, Aries, lucu banget pas dia main sama Rafael, dan tentu saja ketika Audy berinteraksi dengan Romeo. Sebenernya banyak yang bikin senyum, ibaratnya kalau kita lagi jalan di setiap tikungan ada tawa, di setiap belokan ada haru.

Bagian tersedih bagi saya adalah ketika Rafael study tour ke Taman Pintar, bertepatan dengan Audy ada bimbingan dosen untuk skripsi. Rex dengan tegas menyuruh Audy ke kampus dan biar Rafael ditemani Romeo. Tentu saja Romeo yang memiliki tabiat sesukanya tidak bisa dipercaya untuk menjaga Rafael, Audy terus kepikiran dan dia langsung ke Taman Pintar dan mengawasi Rafael, terus bagian terakhir juga yang mengharuskan Rafael memilih. Nyesek banget deh bacanya, pokoknya bagian Rafael ini bikin hati remuk, belum lagi perlakuan orang sekolah yang tidak bisa memahami kelebihannya.

Buku ini ada bagian romantisnya juga, nggak, nggak pas Audy kencan dengan Rex, itumah ironi, hahaha. Ada kalimat yang diucapkan Rex yang kesannya biasa tapi menurut saya romantis banget. sangat Rex banget deh.
"Apa sih Rex yang bikin kamu suka aku?"tanyaku, tak tahan lagi. "Maksudku, selain teori Plato itu. Harusnya, secara hukum alam atau apalah, kamu gemes -bukan dalam artian baik- sama orang-orang kayak aku, kan? Aku... salah satu orang yang nggak bisa ngerjain soal logaritma mudah itu."
Tatapan Rex kembali terfokus padaku. "Tapi kamu satu-satunya orang yang pengin aku ajarin soal logaritma itu."
AJARIN AKOH REX! AJARIN AKOHHHH!!!

Rex dan Romeo, Rex masih saja seperti Rex, sangat dingin, cuek dan kepintarannya mengintimidasi Audy, sampai-sampai Audy begadang berhari-hari menyelesaikan kubik-rubik agar IQ-nya meningkat walau tidak akan bisa menyamai Rex, bagian lucu dan konyol di buku ini. Romeo lebih terlihat kegantengannya, masih konyol dan seenaknya sendiri, tapi lebih perasa, dia akan banyak 'berbicara', selain itu akan ada fakta tentang dirinya yang bisa didapatkan dari buku ini, sesuatu yang membuat dia trauma. Saya rasa di buku keempat kita akan mendapatkan jawaban siapa yang akan dipilih Audy :D

Well, seri The Chronicles Audy sangat sangat sangatttttttttt saya rekomendasikan bagi siapa saja, serius deh, baca deh buku ini, dijamin nggak bakalan rugi. Walau terkesan cheesy, makna keluarganya terasa sekali, banyak hal yang bisa kita dapatkan setelah membaca buku ini, buku ini sangat menghibur sekaligus mengharukan. Salah satu seri terbaik dalam negeri yang pernah saya baca.
"Jangan lupa Dy, kalau Rex hanya 1/4," kata Regan lagi. "3/4 sisanya juga membutuhkan kamu, sama besarnya."
Karena selain keluargaku, 4R adalah sumber kebahagiaanku.
Mereka semua 4/4, sama besarnya.
5 sayap untuk nilai yang sama besar.


2 komentar:

  1. tertarik juga nih jadinya, seru baca review'nya ada berapa seri ya sebenarnya buku ini?

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...