Kamis, 07 April 2016

Resensi: The Stardust Catcher Karya Suarcani | Blog Tour + #KuisBuku

Judul buku: The Stardust Catcher
Penulis: Suarcani
Desain sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-2644-3
Cetakan pertama, Maret 2016
184 halaman
Buntelan dari @Gramedia
“Apa harapanmu tahun ini?”

Joe: Punya alternatif lain untuk berbahagia selain dengan mencari pasangan.

Mela: Mendapat tambahan umur setidaknya empat tahun lagi, yah.... biar bisa main remi lebih lama lagi sih.

Bermula dari secarik kertas dalam jaket di commuter line, Joe dan Mela bercengkerama lewat ask.fm. Selama setahun, hanya lewat media sosial itulah mereka berhubungan. Hingga Joe tertinggal rombongan saat liburan bersama teman-teman kuliahnya. Ia tersesat di Bali. Sendirian.

Saat itulah Sally Cinnamon muncul dan mengaku sebagai peri yang akan mempertemukan Joe dengan jodohnya. Wait, peri jodoh? Yang benar saja? Ditemani Sally, Joe berusaha mencari rombongannya. Petualangan yang mempertemukannya dengan Mela, si spa therapist yang sekarat.

Apakah Mela jodoh yang dimaksud Sally? Apakah Joe benar-benar tersesat dan bukannya sengaja menghilang karena protes akan perceraian orangtuanya?
Demi menghindari sidang perceraian orangtuanya, Joe memilih melakukan Darmawisata ke Bali bersama teman-teman Fakultas Teknik Mesin yang lain. Joe butuh pelarian, dia merasa kedua orangtuanya sudah tidak memikirkan kebahagiaan anak tunggal mereka. Dari sang ibu dia akan mendapatkan saudara kembar yang sering kali lebih diperhatikan daripada dirinya, dari sang ayah yang juga sudah menemukan pasangan baru, Joe akan mendapatkan saudara lelaki yang umurnya tidak terpaut jauh darinya, saudara yang tidak bersahabat dan menjadikan Joe sebagai ancaman yang berbahaya. Joe ingin lari dari keegoisan kedua orangtuanya, dia ingin bahagia, dan mungkin kesendiriannya adalah jalan menuju apa yang diharapkan Joe untuk hidup kedepannya.

Nahasnya, ketika bus yang dia tumpangi berhenti di pompa bensin dan Joe turun untuk ke toilet, sekembalinya bus tersebut sudah tidak ada. Joe ditinggal rombongan! Tidak ada dompet dan ponsel, Joe merasa hidupnya benar-benar sudah hancur kali ini. Di saat itu juga dia melihat seorang gadis yang sebelumnya dia lihat di pesawat tapi teman-temannya yang lain tidak melihat. Gadis tersebut sangat senang ketika Joe bisa melihat dirinya, bahkan dia bisa menyentuh Joe, itu tandanya Joe akan segera bertemu dengan jodohnya. Gadis tersebut bernama Sally Cinnamon, dia adalah peri jodoh Joe. Tentu saja Joe tidak langsung percaya, awalnya dia menganggap Sally adalah hantu dan berusaha kabur darinya, tapi lama-lama Sally mengisi kesendirian yang Joe rasakan.

Kalau benar Sally Cinnamon akan segera mempertemukannya dengan jodoh dan memberikan kebahagiaan, kenapa penderitaan tak pernah usai sejak mereka bertemu? Kenapa Joe selalu terlilit kesialan?
"Tapi cahaya itu tidak akan pernah mati, Joe. Sekalipun sinarnya meredup, tapi hangatnya akan tetap terasa di dalam sini." Dia menyentuh dada Joe, memberi penekanan lembut. "Akan terasa kok. Percaya deh!"
"Tidak selamanya hidup akan berlaku adil, Joe. Tidak selamanya pula satu keluarga utuh itu isinya ayah, ibu, dan anak. Banyak kasus anak-anak broken home yang masih mendapat kasih sayang penuh dari orangtuanya sekalipun tinggal terpisah. Asalkan tujuan mereka sama, untuk saling membahagiakan."
"Kamu tahu bagaimana komposisi keluarga yang seimbang dan baik itu? Antara orangtua dan anak tidak ada yang saling memaksa kehendak. Tidak orangtua, tidak pula anak. Mereka punya hak yang sama untuk memiliki kebahagiaan masing-masing, asalkan masing-masing pihak tetap kompromi akan satu hal. Komitmen."
Dari beberapa buku lini Young Adult terbitan Gramedia yang sudah saya baca, The Stardust Catcher memberi napas baru, masih dengan konflik yang khas dan lebih kompleks tentang kehidupan remaja, kali ini ada sisipan fantasi dan humor di dalamnya, membuat The Catcher menarik. Dari segi tulisan walaupun tidak detail dan lebih menunjukkan teknik tell saya tetap bisa menikmati dan terhibur, sama sekali jauh dari kata membosankan. Kesialan Joe ternyata memberi kebahagiaan kepada pembaca :D

Sebenarnya ada dua konflik utama dalam buku ini, pertama tentang Joe yang belum siap menghadapi perceraian kedua orangtuanya dan tentang Mela, seorang spa therapist dan Odapus. Joe mewakili suara anak-anak yang merasa orangtua mereka egois karena memutuskan berpisah, menganggap mereka merenggut kebahagiaan dengan menjadikan anak harus memilih salah satu, menganggap anak adalah beban. Joe berharap dengan pelarian slash wisata bersama teman-temannya akan membantu mengatasi masalah, tapi siapa menyangka dia malah mengalami petualangan yang tak terbayangkan.

Tentang Mela sendiri, kondisi yang serba kekurangan, menjadi pengganti orangtua untuk membiayai adiknya kuliah, serta penyakit dia alami tidak lantas membuat dia patah semangat, dia tetap tersenyum dan melayani pelanggan dengan memuaskan, melalui permainan kartu remi. Salah satunya adalah Oscar yang sangat perhatian padanya karena meninggatkan akan adiknya yang memiliki kondisi sama dengan Mela. Kedua kondisi yang bertolak belakang inilah yang membuat Joe dan Mela akan saling melengkapi. Joe harusnya bersyukur karena masih memiliki orangtua yang lengkap, hidup berkecukupan. Bersyukur adalah salah satu bentuk kebahagiaan yang kerap dilupakan orang.

Pace-nya cukup cepat karena mengejar waktu, sehingga bisa dipahami kenapa penulis lebih memilih teknik tell daripada menjabarkan semuanya secara detail, ada beberapa bagian yang kurang digali penulis, misalkan saja tentang karakter Mela dan penyakit Lupus yang dia derita. Namun demikian, bagian yang terpenting tidak dilupakan begitu saja, kedua konflik disajikan dengan baik, humor yang ditampilkan ketika Joe mendapat kesialan beruntun menjadi hiburan tersendiri. Kadang kesialan bisa berujung pada kebahagiaan.

Saya rekomendasikan bagi yang ingin bertemu dengan peri jodoh, Sally Cinnamon. Siapa tahu setelah ini adalah giliran kalian :p




Saatnya #KuisBuku :D
Kali ini ada hadiah yang menarik sekali, selain mendapatkan buku The Starduct Catcher dari Suarcani, kalian juga akan mendapatkan Tas Joger yang bisa dipakai bertualang, asik kan? :D. Seperti biasa, syaratnya nggak ribet kok, #KuisBuku berlaku bagi pembaca setia Kubikel Romance yang berdomisili di Indoneisa, hanya ada satu pemenang, syarat lainnya silakan simak di bawah ini:
1. Follow blog Kubikel Romance via Google+
2. Follow akun twitter @alhzeta, @gramedia dan @peri_hutan
3. Share link postingan ini di sosial media yang kamu punya, sertakan hastag #TheStardustCatcher, boleh mention saya dan penulis.
4. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar di bawah dengan menyertakan akun twitter, "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan? XD"

Sudah itu saja, #KuisBuku berlangsung sampai tanggal 12 April 2016, pengumuman pemenang satu atau dua hari setelah batas waktu yang ditentukan. Untuk jadwal selanjutnya bisa kalian di banner. Semoga beruntung ya :D

*UPDATE*

Waktunya pengumuman pemenang, setelah dibuat bingung dengan jawaban kalian, akhirnya saya memilih...

@RaaChoco

Selamat ya, nanti akan saya hubungi untuk konfirmasi pengiriman hadiah. Buat yang lain masih bisa mengikuti Kuis Buku di blog lain, jadwal lengkap ada di banner. Tetap semangat :D

40 komentar:

  1. Kalau ketinggalan rombongan saya pasti panik ditambah tidak memegang dompet juga. Segera cari pos polisi terdekat atau rumah pak RT mungkin(?) biar bisa dibantu. Saya yakin kondisi saya pas sampai di os polisi terdekat atau rumah pak RT udah kucel terus mewek-mewek. Maklum, cengeng T^T

    BalasHapus
  2. oh iya kelupaaannn!
    Twitter: @herwijayanti

    BalasHapus
  3. Kalau saya ketinggalan bus atau rombongan wisata, mungkin saya akan menambah waktu libur saya. Jadi saya akan mencoba berwisata sendirian, siapa tau ketemu jodoh seperti di buku The Stardust Catcher XD
    Twitter: @herbitasari

    BalasHapus
  4. Kalau aku ketinggalan rombongan, pasti bakal paniklah haha.. apalagi kalau yang ketinggalan cuma aku aja. Yang akan aku lakukan pertama kali adalah menghubungi teman, si penanggungjawab rombongan, atau siapapun deh untuk mengatakan keberadaanku sekarang. Makanya kslau bepergian hp harus dalam kondisi prima dan ada pulsanya. Dompet harus ada uangnya, ya minimal ada ATMnya.
    Rencananya selanjutnya tergantung tempatku ketinggalan. Di dalam atau luar kota/pulau/negeri? Dan apakah rombonganku akan bertanggungjawab terhadap diriku yang tertinggal ini? Haha..
    Kalau nunggu jemputannya lama dan aku paham jalan pulang, aku akan pulang naik angkutan umum. Kalau tempatnya jauh dan asing, ya aku akan menghabiskan waktu menunggu itu dengan berkeliling tapi aku akan memastikan diri berada di tempat terbuka yang mudah untuk ditemui orang.
    Jalan-jalan sendiri itu seru banget, apalagi kalau tempat itu asing buat kita. Pastinya harus hati-hati dan waspada.

    @rinicipta

    BalasHapus
  5. Kalau aku ketinggalan rombongan, pasti bakal paniklah haha.. apalagi kalau yang ketinggalan cuma aku aja. Yang akan aku lakukan pertama kali adalah menghubungi teman, si penanggungjawab rombongan, atau siapapun deh untuk mengatakan keberadaanku sekarang. Makanya kslau bepergian hp harus dalam kondisi prima dan ada pulsanya. Dompet harus ada uangnya, ya minimal ada ATMnya.
    Rencananya selanjutnya tergantung tempatku ketinggalan. Di dalam atau luar kota/pulau/negeri? Dan apakah rombonganku akan bertanggungjawab terhadap diriku yang tertinggal ini? Haha..
    Kalau nunggu jemputannya lama dan aku paham jalan pulang, aku akan pulang naik angkutan umum. Kalau tempatnya jauh dan asing, ya aku akan menghabiskan waktu menunggu itu dengan berkeliling tapi aku akan memastikan diri berada di tempat terbuka yang mudah untuk ditemui orang.
    Jalan-jalan sendiri itu seru banget, apalagi kalau tempat itu asing buat kita. Pastinya harus hati-hati dan waspada.

    @rinicipta

    BalasHapus
  6. Kalau ketingalan bus dan rombongan wisata, hal pertama yang akan kulakukan adalah menghubungi ketua rombongan perjalanan. Jika masih tidak memungkinkan, maka aku akan meminta bantuan pada penduduk sekitar. Dengan petunjuk yang mereka berikan, aku akan mendatangi kantor polisi terdekat. Namun, hal yang paling penting jika hal ini benar-benar terjadi tidak lain ialah interaksi dengan warga setempat, karena pada dasarnya bila kita bersikap santun dan bertutur kata baik, maka bantuan dari mereka akan datang tanpa pamrih, karena itu tidak ada salahnya 'memanfaatkan' kebaikan hati mereka di saat kita benar-benar membutuhkan. Itu berdasarkan pengalaman pribadiku setelah sering melakukan perjalanan ke beberapa tempat (walaupun masih dalam lingkup Sumatera saja). Tapi, kalau bisa bertemu dengan peri semacam Sally Cinnamon selama tersesat mungkin ceritanya akan berbeda dan lebih menarik hehehe

    @0ktabri (dengan nol, bukan huruf o)

    BalasHapus
  7. Kalau ketinggalan rombongan wisata, pasti panik lah ya. Dan hal yang--mungkin--aku lakukan secepatnya adalah menelpon anggota rombongan yang (berani beraninya) ninggalin aku. Kalau ternyata aku lupa gk bawa hp, minjam dulu hp orang. Langkah pertama ini menurutku adalah cara yang paling efektif.

    Alternatif kedua adalah nyari bantuan ke pos satpam terdekat. Istilahnya sih nyari tempat aman. Disana aku bisa ngadu, minta bantuan atau mungkin juga istirahat. Bisa juga ngobrol sama satpam untuk ngatasi rasa dongkol gara gara ditinggal rombongan datang. Alih alih nunggu jemputan datang.

    - @diki_twips

    BalasHapus
  8. "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan? XD"

    Waduh pasti panik banget! Yang pasti nyari cara untuk pinjem telepon dan nelepon teman rombongan supaya mereka balik lagi jemput aku. Dan selama nunggu, aku mungkin akan menikmati tempat sekitar, nambah kenalan, untung-untung kalau yg pinjemin telepon tadi cowok ganteng n baik hati, jadi ada teman ngobrol, siapa tahu dia juga mau nemanin aku sampai bus rombongan balik jemput aku :D

    BalasHapus
  9. Kalau saya, kalau pas lagi ketinggalan dompet+hp seperti yang dialami Joe, saya akan pinjam hp siapa pun yang saya temui (dan berbaik hati meminjamkannya), lalu menghubungi orang terpercaya untuk datang menyelamatkan aka menjemput segera. Saya kan orangnya panikan, jadi kalau dalam kondisi seperti itu saya mencuri-curi kesempatan untuk mengobrol dengan stranger atau menikmati situasi sekitar rasanya tidak mungkin (the perks of being INFP). Jadi, paling banter kayaknya mengajak ngobrolnya sama yang pinjemin hp itu saja. Itu juga pastinya saya akan lihat-lihat situasi dan kondisi :D Kalau yang dipinjamin bapak-bapak berkumis tebal dan bertampang seram rasanya nggak mungkin juga :D

    Saya pernah mengalami situasi serupa namun tak sama. Jadi ceritanya saya ke luar kota sendirian naik bus, sampai di tempat tujuan itu malam dan dijemput di tempat yang bukan pemberhentian bus. Di tengah jalan saya baru menyadari kalau ternyata pulsa saya habis. Paniklah saya. Zaman dulu belum ada paket data dll dsb. Akhirnya, dengan memberanikan diri saya sapa bapak-bapak di kursi seberang, minta tolong pinjam hpnya untuk kirim pesan ke teman, dan menceritakan secara singkat kalau pulsa saya habis. Alhamdulillah berhasil. Meskipun ini pengalaman yang menegangkan juga bagi seorang introvert seperti saya xD

    @niesya_bilqis

    BalasHapus
  10. @RaaChoco

    "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan? XD"


    1. Jangan panik.

    Meski sebenernya aku pasti panik bangettt. Jika aku panik, itu akan menimbulkan kecurigaan orang-orang disekitar. Bukan berburuk sangka, tapi sekedar berjaga-jaga. Aku berada di tempat yang sama sekali tidak aku ketahui seluk beluknya, kepanikan memungkinkan seseorang berbuat buruk kepada kita. Ingat, kejahatan terjadi bukan saja karena niat, tapi juga kesempatan. Jadi, kita harus waspada.

    2. Bertingkah seolah tidak sedang tersesat.

    3. Menelpon orang yang aku kenal dan berada di bus.

    4. Jika handphone dan dompet tertinggal atau telpon tidak diangkat. Aku harus meminta tolong kepada orang disekitar dengan bersikap baik dan ramah, agar diantar ke pos atau kantor polisi terdekat.

    5. Melaporkan dan menunggu bus rombongan wisata kembali lagi.

    6. Jika aku membawa dompet, mungkin aku akan langsung pulang sendiri, pengennya sih jalan-jalan lagi, tapi kasian orang di rumah pasti khawatir. Tinggal menanyakan pada orang sekitar dengan baik-baik, kemana arah menuju kota aku tinggal.

    BalasHapus
  11. "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan? XD"

    Gak masalah selama waktu ketinggalan itu HP dan dompet masih ada bersamaku ^^. Jadi mungkin aku bisa menjelajah sendiri di sekitar tempat aku tertinggal selama menunggu romobongan bus wisata datang menjemputku. Hitung2 potret2 TKP dan pasang status di medsos soal ketertinggalnku itu.
    Lain cerita kalau aku mengalami kejadian seperti Joe. Panik? Pasti, tapi tidak perlu khawatir, masak iya bus rombonganku tidak sadar dengan ketidakhadiranku? Pimpinan rombongan harusnya bertanggungjawab penuh atas nasibku #pede

    @daneeollie

    BalasHapus
  12. @bluesky1319

    Kalau misalnya aku di tinggal sama bus rombongan setidaknya aku bisa telfon salah seorang yang ada di bus rombongan. Terus kalau misalnya di tempat aku lagi ga ada sinyal aku bakalan cari kantor polisi biar pak polisi nya mau nganterin pulang *kalau mau sih pak pol nya hehe. Kalau ga ada kantor polisi aku bakal tanya ke warga sekitar aja

    BalasHapus
  13. @bluesky1319

    Kalau misalnya aku di tinggal sama bus rombongan setidaknya aku bisa telfon salah seorang yang ada di bus rombongan. Terus kalau misalnya di tempat aku lagi ga ada sinyal aku bakalan cari kantor polisi biar pak polisi nya mau nganterin pulang *kalau mau sih pak pol nya hehe. Kalau ga ada kantor polisi aku bakal tanya ke warga sekitar aja

    BalasHapus
  14. "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan?"

    Karena sudah menjadi kebiasaan saat bepergian, sekalipun sama keluarga, waktu turun dari kendaraan maupun ke toilet pasti usahain bawa tas tangan yang ada ponsel dan dompetnya. Jadi kalo ada apa-apa nggak sesial Joe ^^v hihihi
    So, kalau aku ketinggalan bus atau rombongan wisata, yang akan aku lakukan pertama kali adalah menghubungi ketua rombongan wisata atau salah satu temanku yang ada di dalam bus dan mengabarkan kalau mereka meninggalkan aku -_- Sambilan menunggu bus untuk menjemputku lagi, aku akan mengitari lokasi tempat aku 'dicampakkan'. Mungkin sekedar berfoto-foto ria, mengingat setiap detail lokasi itu (siapa tahu suatu saat nanti aku melintasi daerah itu lagi dan bisa cerita kalau aku pernah ditinggalkan disana), dan duduk-duduk di warung terdekat sambil ngobrol atau nanya-nanya sama pemilik warung tentang daerah itu.
    Tapi, kalau ceritanya sedikit didramtisir kayak film Hello Stranger, dimana tidak ada seorang pun yang sadar bahwa aku tidak ada di dalam bus, menghubungi ketua rombongan atau salah satu temanku pun tak ada gunanya karena ponsel mereka disimpan di dalam tas dan tasnya diletakkan di kabin bus, yang pertama adalah jangan panik. Aku akan mencari tahu, apakah ada pos polisi terdekat. Jika tidak ada, aku akan mengingat itinerary perjalanan, tujuan mana selanjutnya yang akan dikunjungi oleh rombongan wisataku. Aku akan bertanya cara menuju tujuan itu pada penduduk lokal, tapi berusaha tidak menceritakan bahwa aku ditinggal bus rombongan wisataku untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Jika sudah mendapatkan kendaraan umum untuk menuju tujuan berikutnya yang tertulis di itinerary, aku akan menghubungi ketua rombongan wisataku secara intens, siapa tahu ponsel sudah ditangannya sehingga aku bisa menanyakan dimana posisi mereka dan aku bisa memberitahu dimana posisiku secara detail. Walau terdengar ekstrim, tapi akan menjadi kenangan yang lucu sekaligus konyol.

    @realdianmrani93

    BalasHapus
  15. Nikmati aja.

    kapan lagi coba berpetualang seorang diri. Daripada harus ngekorin peserta wisata yang lain, jadi gak bebas ini itu haha ... Hitung-hitung cari pengalaman "nyasar" di daerah orang. Lebih asik lagi kalau sampai nyasar, eh di tolong cowok cakep, dan eh langsung jadian *ngaco XD

    Neneng Lestari
    @ntarienovrizal

    BalasHapus
  16. Kalau aku sih, bakal menghubungi teman-teman yang ada di bus dulu, beri tahu kalau ketinggalan gitu, hihi. Kalau gak ada sinyal ya udah, berharap mereka akan sadar bahwa ada satu orang yang kurang. Kayanya aku gak akan ngerasa panik deh, hm. Gak tau kenapa, rasanya biasa aja, hahaha edan emang xD

    Pastinya, aku gak akan menyia-siakan kesempatan untuk menjelajah daerah itu. Berkeliling, liat-liat lingkungan sekitar, mengobrol bersama penduduk (kalau ada xD), atau menikmati waktu sendirian di daerah orang. Kayanya, aku gak akan keberatan deh untuk menginap di daerah itu kalau bawa tenda dan persiapan lainnya, apalagi kalau ada penduduk yang nawarin tempat tinggal, apalagi kalau penduduk itu cowok ganteng nan cakep, duh gak akan mau pulang deh saya! *mulai ngaco*. Lalu, kalau ternyata bus rombongan wisata itu gak balik lagi dan aku sudah puas menjelajah atau menginap atau sudah ingin pulang, ya sudah, aku pulang sendiri aja *jones* (mending bawa duit banyak) xD

    @anandanf07

    BalasHapus
  17. "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan?"

    aku pernah ngalamin ini waktu pergi ke borobudur, jadi aku paham banget perasaan Joe. seriusan, pasti panik banget kalo ketinggalan bus gitu. pikiran udah ke mana2. takut gak bisa pulang karena gak tau jalan, sampai takut jadi gelandangan hahaha (dulu aku kepikiran gitu soalnya). yang jelas sih, kalo itu terjadi, usahain jangan panik. jangan sampai pikiran buruk menguasai diri kita *halah* setelah itu, coba temui pedagang terdekat (entah pemilik warung, yang jual cenderamata, etc). sambil liat2 dagangan, tanya deh kita lagi ada di mana, kantor polisi terdekat di mana, atau kalo boleh pinjem hapenya buat telepon orang terdekat. setelah dapat kepastian soal keadaan kita entar gimana (misalnya dijemput di mana gitu), baru deh kita nge-bolang sendirian. oh ya, usahain waktu nge-bolang sendirian itu, kita gak lupa tempat dijemput. kan gak lucu kalo gak ketemu juga xDD

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah lupa twitternya xD

      @dust_pain

      Hapus
  18. @emmanoer22

    Jawaban: pertama panik kemudian nangis setelah itu mencoba santai terus mulai menelpon teman yang satu bus sebelumnya, mengatakan untuk menunggu atau kembali ke lokasi dimana aku ditinggalkan,atau menunggu sampai aku sampai ke lokasi bus berada saat itu. Aku biasanya gak bawa dompet atau tas tapi hp dan jaket pasti wajib aku bawa kemanapun. :D

    BalasHapus
  19. @fira_yoopies

    Kalau ketinggalan bus atau rombongan wisata ya aku cuek cuek bebek aja. Masa si sopir/penanggung jawab acara gak nyadar kalau anggotanya kurang satu. Biarin aja ntar aku dilaporkan hilang atau gimana. Btw ketinggalan hp dan dompet itu fenomena yg gak bakal terjadi di hidup aku. Mereka berdua adalah the best thing yg gak bakal ketinggalan. Kalo lagi ke wc umum juga pasti aku lebih perhatian ke hp atau dompet. Jadi yg penting selagi tertinggal sendirian di tempat yg entah dimana itu, aku mampir ke warung terdekat, makan dulu. Otak lebih pinter kalo udah diisi kan? Nah setelah makan dan menikati momen kunyah kunyah, aku nanya deh ke mbak mbaknya tempat penginapan dimana ya? Terus susun deh rencana jalan" sendirian. Cari tour guidenya dulu yg orang asli sana. Tapi jalan"nya sehari alias 24 jam aja. Kalau udah selesai keliling, baru aku lapor kalo aku ketinggalan. Life is so beauty kan(?) yaudah ntar kalo rombongannya nanya" perasaan aku waktu tertinggal gimana, ya aku jawab aku hepi hepi aja. Lebih hepi lagi kalo yg bertanggung jawab untuk ini mau traktir aku bakso seporsi sebagai ganti ruginya 😂

    BalasHapus
  20. Twiter: @Srificha
    Link share: https://twitter.com/Srificha/status/718664410139484165

    Kalau ketinggalan rombongan wisata, aku bakal pakai uang yang tersisa buat nyewa alat musik buat ngamen disekitar tempat wisata itu. Sebenarnya ini ide aku pakai supaya bisa dapatin tambahan uang bujat beli tiket bus atau kereta pulang. Yang pasti aku nggak akan sembarangan tanya orang misalnya tukang ojek atau siapalah gitu ,, karena biasanya orang-orang seperti mereka punya infornasi yang nggak tepat dan malah bikin aku makin tersesat dan sulit untuk ambil kesempatan.
    Intinya, tersesat mesti dinikmatin tapi juga mesti berhati-hati.

    BalasHapus
  21. intan lovianti - @rizkyawan_intan

    Nangis~

    Wkwkwk, serius, pasti pertamanya bakal nangis, apalagi misalnya ketinggalan di tempat yang engga kita tahu, nyedihin banget kan? Selepasnya baru deh nenangin diri sendiri, coba telfon orangtua, setelah itu baru minta pertolongan orang-orang yang ada di sekitar sana dan kalau perlu ke kantor polisi, minta antar pulang.

    BalasHapus
  22. Kalau aku ketinggalan bus atau rombongan wisata, kalau aku lagi waras sih ya, pasti akan langsung ke tempat ramai atau kalau ada pos polisi biar aman. Terus aku akan menghubungi teman serombonganku, pemandu wisata atau siapapun man in charge-nya lewat handphone. Itu pasti banget, aku akan minta mereka berhenti di jalan untuk nunggu aku nyusul kesana, tapi kalau udah kejauhan mungkin aku cuma bakal nanya abis ini mereka akan kemana (meski ada itinerary, tetap harus memastikan dong siapa tahu ada perubahan jadwal). Yang paling nggak akan kulakukan adalah: nelefon orang tua! Karena orangtua-ku, khususnya mama, itu panikan banget. Aku telat pulang beberapa jam aja udah 'diteror' terus. Aku nggak mau bikin beliau panik dan akhirnya malah aku nggak diizinin-in berwisata sendirian lagi :( Kayak waktu itu jalan ke GBK pas konser Korea dan cuma bisa duduk diem didepan karena nggak punya tiket. Aku ngadu ke mama pas tahu aku sama temenku kepisah. Besoknya langsung deh disemprot dan nggak boleh 'berpetualang' lagi.

    Nah, kalau aku lagi "nggak waras", lagi butuh asupan udara segar atau suasana baru buat me-refresh otak, aku cuma bakal menghubungi orang terdekatku, lapor kalau aku lagi ada di tempat itu, supaya kalau aku nggak pulang2, mereka bisa nyari kesitu. Aku bakal jalan-jalan di tempat itu; memberikan atensi ke spot-spot yang luput dari pandangan; memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang sembari menikmati kopi dan kue di kedai kopi/restoran terdekat (kalau nggak ada, warkop juga boleh deh XD); menyusuri jalan-jalan kecil yang mungkin menyimpan banyak kenangan bagi banyak orang; mengambil foto suatu tempat atau bangunan dari sudut-sudut yang unik; atau cuma duduk diam merasakan embusan angin. Intinya mengumpulkan sebanyak mungkin kenangan untuk disimpan atau diceritakan. Asyik itu ketika kamu punya oleh-oleh dari perjalanan yang beda dari yang sudah direncanakan, kali aja ketemu hal-hal menakjubkan? Yah, pokoknya quality time untuk diri sendiri-lah. Karena, ada kalanya menghabiskan waktu bersama diri sendiri itu perlu, bisa cari solusi dari masalah, bisa mikirin masa depan tanpa terdistraksi obrolan teman. Syukur-syukur ada yang ngajak kenalan karena kasihan liat jomblo jalan sendirian. Siapa tahu ada cowok ganteng yang bakal jadi travel partner atau tour guide macam di cerita Sunset Holiday-nya Nina Ardianti? Who knows. XD (P.S. Kalau temannya cewek nggak apa-apa kok, malah bakal lebih asyique dan bakal lebih mudah klop. Tapi kalau bisa laki ganteng ya, catet.)

    @fazidaa_

    BalasHapus
  23. @nAshari3

    Question: "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan? XD"
    Answer: Ada dua situasi sih:
    1. Kalau saya ikut rombongan wisata itu seorang diri, seperti Joe, apalagi kalau daerah wisatanya pertama kali saya kunjungi, dan saya tidak punya nomer telpon ketua rombongan atau pemandu wisatanya, pasti paniiiikkkk bangeeettt lah kak... *histeris* Setelah itu, saya akan mencoba menenangkan diri. Mungkin saya akan menunggu di tempat tersebut, dan berharap salah satu dari rombongan tersebut sadar bahwa saya ketinggalan. hiks..
    Tapi, kalau sudah 30 menit-1 jam belum ada yang menyadarinya, saya akan mencari taksi/ojek yang bisa mengantar saya kembali ke hotel. Dan berdoa supaya supir taksi/ojeknya jujur. xixixi

    2. Kalau saya berwisata dengan keluarga atau teman, saya mungkin tidak terlalu panik jika ketinggalan bus/rombongan, karena saya pasti akan gampang menghubungi mereka lewat telpon, dan mungkin sebelum saya menelpon mereka, mereka juga pasti akan menyadari kalau saya tertinggal. hahaha *stay cool*

    BalasHapus
  24. @Widy4_W

    Sebelumnya aku belum pernah tertimpa musibah ketinggalan rombongan waktu berwisatawan bersama. Tapi seumpama hal ini terjadi (semoga aja enggak menimpaku) yang pertama kali ku lakukan adalah "Kebingungan". Siapa sih yang gak bingung di tinggal rombongan di tempat yang entah berantah aku sendiri tak tahu jalan pulangnya. Atau paling tidak ketika aku kebingungan aku mengambil ponsel dengan buru-buru lalu menghubungi salah satu teman se bus ku (misalnya aja rombongabku naik bis). Aku lalu menceritakan sedetail-detailnya bahwa aku masih tertinggal di tempat wisata ini dan tolong beritahukan pada pihak travel buat putar balik arah soalnya aku masih tertinggal. dan mungkin saja pihak travel mau berbaik hati padaku yang terasing di tempat wisata entah berantah jalan pulangnya.

    Semoga Beruntung,
    GdNight.

    BalasHapus
  25. @APradianita

    Tips penting dari saya kalau ketinggalan bus atau rombongan wisata (read: pengalaman pribadi yang always terjadi.. ^_^ ):

    1. Cari pusat informasi.
    Seringnya, traveler yang pergi bersama kelompok pasti akan mendatangi objek-objek wisata terkenal. Banyaknya wisatawan yang datang membuat sebuah tempat itu memiliki fasilitas wisata yang lengkap termasuk pusat informasi. Jadi, saat terlepas atau hilang dari rombongan, segera cari pusat informasi untuk mengumumkan keberadaan saya. Jika beruntung, saya bisa langsung berkumpul kembali dengan rombongan. Ada baiknya juga, sebelum berangkat ada imbauan untuk membuat titik pertemuan atau meeting point. Misal jika ingin melancong ke pasar, pastikan satu titik berkumpul seperti di depan pintu masuk. Dengan begitu, setidaknya saya tahu harus pergi ke mana saat lepas dari rombongan.

    2. Mencari WiFi.
    Jika di dalam negeri, sinyal bukanlah masalah besar. Beda cerita jika liburan ke luar negeri di mana banyak traveler yang menggantungkan telekomunikasi pada jaringan WiFi. Saat kehilangan rombongan, otomatis saya ingin menghubungi teman sekelompok. Jika tidak punya kartu SIM, cari saja WiFi. Jika tidak ada jaringan WiFi di dekat saya, carilah area yang punya jaringan internet tersebut. Jangan kecil hati, karena dari semua WiFi yang tersedia, pasti ada yang tak perlu pakai password. Segera sambungkan internet dan kirim pesan ke teman sekelompok.

    3. Datangi tempat wisata selanjutnya.
    Penting hukumnya untuk mengetahui jadwal selama liburan. Ini sangat berguna saat saya ketingggalan rombongan. Misal sudah tidak bisa menemukan teman sekelompok di tempat saya hilang, segera menuju tempat wisata selanjutnya. Bisa berkeliling, bisa juga menunggu di pintu masuk atau pintu keluar. Dengan begitu, kemungkinan untuk bertemu dengan teman sekelompok di objek wisata tersebut pun lebih besar.

    4. Hemat baterai ponsel.
    Saat ini, gadget sangatlah penting. Apalagi saat ketingggalan rombongan, maka ponsel dengan baterai yang terisi jadi benda yang berguna. Kemungkinan besar banyak dari teman sekelompok saya yang akan berusaha menelepon atau menghubungi. Terbayang kan jika tidak ada baterai, bagaimana jika ada yang menghubungi? Jadi pastikan untuk menghemat baterai ponsel saat terlepas dari rombongan. Gunakan ponsel hanya pada saat-saat yang penting.

    5. Kembali ke hotel.
    Langkah terakhir adalah kembali ke hotel. Maka dari itu, penting juga hukumnya mengetahui di mana saya tinggal selama liburan. Setidaknya, catat nama dan area hotel. Dengan begitu, jika sewaktu-waktu ketinggalan rombongan, saya bisa kembali ke hotel sendiri. Bayangkan apa yang terjadi jika saya tidak ingat di mana menginap. Tentu akan luntang-lantung mencari teman sekelompok di kota yang tak dikenal. Siapkan diri dengan matang sehingga takkan bingung lagi saat ketinggalan rombongan.

    BalasHapus
  26. Twitter : @NelyRyanti
    "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan?

    Pertama, jangan panik..kalo sudah panik nanti ga bisa berpikir jernih, apa yang harus di lakukan. Anggap saja ini bagian dari petualangan :)
    Kalo hanya tertinggal Bis, tetapi Tas berisi HP,Dompet, Carger ada semua, itu masih aman. Kita bisa menghubungi salah satu rombongan yang di Bis itu, untuk menjemput kita, oiya kalo jauh dari listrik, sebaiknya di hemat HPnya, jangan sampe batre habis. atau kita bisa menyusul Bis itu dengan naik ojek, itu kalau tempatnya masih dekat.
    Apabila tidak ada alat komunikasi apapun, dan dompet atau uang juga tidak ada. kita dapat tinggal sementara di tempat itu,dengan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar tempat wisata, kalo liburan di dalam negeri, kayanya ga perlu khawatir, orang-orang Indonesia ramah-ramah jadi pasti mau membantu kita :)
    Tetapi kalau di luar negeri, lebih baik cari pusat informasi kemudian menceritakan kalo kita tertinggal bis, mudah-mudahan mereka akan membantu kita.
    Bagaimana jika jauh dari keramaian atau wisatawan? misalnya di gunung atau hutan, saran saya tetaplah disana, dan mencoba bertahan hidup dari apa yang ada di sekitarnya, makan atau berteduh di alam terbuka. Anggap saja itu petualangan, dan berharap salah satu rombongan menyadari kita tertinggal, sehingga akan balik lagi ke tempat kita. Tetapi jika sudah berhari-berhari tidak ada kabar, sebaiknya mencari pertolongan kepada penduduk yang terdekat

    BalasHapus
  27. @YoshikuniNhora

    "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan? XD"

    Kalo ketinggalannya pas bawa Hp alhamdulillah banget lah ya. Minimal bisa nginfoin ke penanggung jawab rombongan atau teman sesama rombongan. Tapi kalo kasusnya kaya Joe, keep calm walaupun panik luar biasa. Apalagi ketinggalannya di tempat asing yang ga dikenal. Jadi tenangin diri dulu sambil liat sikon di sekitar. Lihat kira-kira ada informasi ga tentang itu daerah. Mungkin bisa dari plang jalan atau sejenisnya. Kalo memang ga ada tanda informasi yang membantu, coba deh tanya orang sekitar tentang pos/kantor polisi. Intinya sih jangan malu bertanya.

    BalasHapus
  28. @viniapurba

    "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan? XD"

    Yang pastinya aku akan menelepon temen2 satu bus atau koordinator rombongan dan memberitahu kalo aku ditinggal (kalo megang hp atau inget nomor mereka). Alternatif lain aku cari pos polisi dan meminta pertolongan mereka untuk menghubungi salah satu teman atau koordinator rombongan (kalo ga megang hp).. Intinya tetap tenang supaya fokus untuk cari solusinya

    BalasHapus
  29. "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan? XD"
    pastinya panik, pengen nangis guling-guling diaspal *eh ga deh*
    yah pokoknya panik, seketika blank, sempet nyesel juga sih kenapa datengnya kelamaan, coba aja datengnya bisa sedikit cepet jadinya ga bakalan ketinggalan bus. kalo punya pintu kemana aja dorameon sih ga masalah, mau telat berapa jam pun ga gpp.
    hal lain yang bakal dilakuin:
    - check busnya masih keliatan apa ga dari tempat aku berada, kalo masih keliatan dan ga terlalu jauh yah udah lari aja sekenceng mungkin sambil teriak "woy stop, gue ketinggalan nih, capek loh lari-lari"
    - kalo busnya udah ga keliatan, telpon teman rombongan, tanyain posisinya dimana, biar ntar disusulin pake kang ojek *itu pun kalo ada, kalo ga ada pake taksi *eh pake taksi bayarnya mahal, ga jadi* pake angkot/becak/sepeda/nyetopin orang yang lewat *yang ini lumayan siapa tau bisa gratisan, ekhem*

    BalasHapus
  30. Yeyen Nursyipa | @YeyenNursyipa

    Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan?
    Ngabarin via sms atau telpon guru pembimbing atau temen sebus kalo aku belum masuk bus dan ketinggalan. Sambil nunggu bus, jalan-jalan sendiri keliling tempat wisata sampe puas.

    BalasHapus
  31. Pertanyaannya hanya ketinggalan bus/rombongan tanpa kelupaan ponsel/dompet juga kan?

    Nah, kalau begitu ini lah jawaban versiku. Hihi

    Kalau situasinya aku ketinggalan rombongan/bus wisata, sudah ku usahakan telepon dan meneror teman/ketua penanggungjawab acara tapi bus nya ternyata gak bisa putar balik. Yah, berarti memang takdir aku harus tegar dan jadi pemberani. Di nikmati aja deh petualangan seorang dirinya!

    Pertama-tama aku bakal telepon orangtua, kasih kabar aku ketinggalan supaya mereka ga panik kalau aku pulang gak tepat jadwal dan minta dikirimin uang tambahan buat ongkos pulang lewat atm. Sambil susun rencana, aku akan googling untuk cari info lokasi tempat aku terdampar itu dan angkutan apa yang bisa aku tumpangi sampai ke terminal. Lalu ku kontak semua teman-teman grup socmed ku, kali-kali aja rumah mereka ada yang dekat dengan daerah aku ketinggalan bus itu ;p bisa lah, aku silaturahmi dan nginap dirumahnya barang satu atau dua hari. Hahaha sambil menyelam minum air, kan gak apa-apa. Itulah salah-satu gunanya punya banyak sahabat yang rumahnya tersebar di seluruh indonesia, kan? :p

    Tempat nginap, check
    Cara pulang ke Jakarta, check
    Uang tambahan, check

    Tinggal aku jalan-jalan aja deh, eksplor tempat seorang diri! Berkuliner makanan, lihat-lihat tempat wisata lain yang belum sempat kukunjungi, hunting foto! Kali aja nanti diperjalanan ketemu wisatawan ganteng yang ketinggalan rombongan juga, terus kami tukeran nomer hape, terus jadian, terus akhirnya nikah, terus... ah pokoknya berakhir bahagia kayak dinovel-novel romantis itu deh wkwkw. Ngarep *ditendang*

    Lalu setelah petualangan ngebolang kilatku sudah selesai, tinggal ajak ketemuan si teman socmed dan silaturahmi lalu izin nginap dirumahnya, besok baru minta petunjuk/antar ke terminal buat cari bus untuk pulang.

    Yah pokoknya begitu lah, sudah kepalang basah aku ketinggalan, dinikmati aja sebisanya! Yay.

    Twitter: @S130596

    BalasHapus
  32. @hensus91

    Bismillah
    "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan? XD"
    Hal pertama yang aku lakukan pastinya langsung telpon teman/penanggungjawab/panitia yang ada di bus dengan menahan rasa panik. Lalu sambil menunggu bus datang, gak mungkin bakalan ditinggalin gitu aja kan, bisa dibabat sama Emak Bapak mereka ninggalin anak manisnya ini :D, panitia pasti tanggung jawab dengan menjemputku kembali. Nah, sambil nunggu aku bisa menikmati dulu pemandangan yang ada. Apalagi kalo ketinggalannya di Bali terus busnya udah jalan lumayan jauh, kan malah bisa menikmati tempat wisata yang dikunjungi lebih lama dari yang lain :D. Apalagi kalau rombongan sekolah/kampus biasanya kan waktu di satu lokasi terbatas, jadi musibah ketinggalan busnya bisa dianggap anugerah untuk menikmati waktu lebih lama. :)

    Demikian;)

    BalasHapus
  33. Hmm, jawabannya kondisional sih hehe. Kalo ketinggalan busnya dengan membawa hp, aku akan menelpon salah satu temanku yang ada di bus itu, agar ia bisa memberi tahu bapak supir. Kalo tanpa membawa hp, aku akan minta tolong sama mbak-mbak atau mas-mas penjaga, pinjam hp untuk menelpon atau minta bantuan ke customer service untuk dijelaskan tempat mencari transportasi alternatif. Kalo tanpa hp+dompet, pinjam duit 5000 rupiah, pergi ke warnet, hubungi teman agar meminta busnya kembali atau minta dikirimin duit xD
    Twitter:@citrapsara

    BalasHapus
  34. "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan?"

    Pertama, tenangin diri dan hati dulu. Karena pada awalnya pasti kita merasa panik, deg-deg-an nggak karuan, dan takut. Tenang, supaya bisa mikir, apa yang selanjutnya harus dilakukan.

    Kedua, langsung hubungi salah satu anggota rombongan yang kita pikir selalu "ON" sama ponselnya.

    Ketiga, kalau kebetulan kita nggak bawa ponsel dan sama sekali nggak hapal nomor salah satu anggota rombongan, segera cari wartel atau beramah-tamah ke orang untuk meminta bantuan (minta pulsa) untuk menghubungi satu nomor yang kita hapal, bisa orang tua atau orang terdekat supaya bisa mengabarkan kalau kita tertinggal.

    Ketiga, cari minum kek, apa lihat-lihat sekeliling kek (tapi jangan sampai pindah jauh dari tempat di mana kamu tertinggal, supaya tidak sulit jika dicari kembali). Hal itu dilakukan supaya lebih rileks. ;)

    Keempat, jangan lupa berdoa, agar senantiasa diberi perlindungan dan keselamatan. Karena segala hal yang terjadi tidak luput dari kuasa Tuhan. ^_^
    Terimakasih.
    Laahaula walaa kuwwata illabillah...

    @salsabilarinai

    BalasHapus
  35. Ketinggalan bus atau rombongan wisata?

    Sebagai orang yang masih waras, pasti aku bakal panik lah ya. Nyoba hubungin sana-sini. NgePING temen sampai basi. Selain itu, sebagai remaja labil, pasti aku juga akan bikin status di bbm, hwahahahaha. Gini “Aduuhhhh ditinggalin sama rombongan niiihh, sebel ah sebeeelll”. Hahahahaha, ya nggak sampe segitunyalah. Paling juga cuma ngetik emotikon mewek, wkwkwwk.

    Selain itu, yang bakal aku lakuin ya pulanglaahh. Ngapain nunggu? Belum tentu mereka bakal balik. Terlebih kalau perjalanan udah jauh banget. Ngga mungkin mereka bakal balik hanya untuk 1 orang curut nggak penting kan? Dan, karena frustasi, yang bakal aku lakuin setelahnya adalah memakan habis semua bekal yang nggak jadi dibawa. Untuk melapiaskan emosi tuh, makan banyak-banyak. Meski pun hati ngga senang, yang penting perut kenyang. Ya, nggak? hahahaha.

    Terus abis itu ngapaaiin? Ya ke toko buku donggg… Lah, kok bisa? Ya bisalah, kan ada uang saku yang gagal buat dibawa wisata tadi. Jadi, ketimbang uangnya dibalikin ke orangtua, mending meluncurrr ke gramedia buat beli novel-novel kece. Hahah, ya nggak? Pergi ke toko buku adalah wisata yang lebih menyenangkan. Selain buat liat mbak-mbaknya yang cantik, juga sebagai balas dendam karena nggak jadi berangkat wisata. Yang penting nggak ngurung diri di rumah terus disuruh nunggu padi, weleehh. Intinya, semuanya dibuat hepi aja. Nggak usah nangis, galau, ngomel. Kalaupun kayak gitu, yakin deh, itu bisa beserta rombongannya juga ga bakal puter balik demi lu, hahahaha.

    Aku ada dikit pantun:

    Malem-malem, warung pada tutup.
    Penjualnya sedang asyik bercinta.
    Untuk apa elu hidup.
    Kalau bukan untuk bahagia.

    Wkwkwkwk, gimana? hehe
    Hidup intinya memang harus dibikin sebahagia mungkin. Itung-itung biar awet muda kan? Tapi, emang sih, wisata ke toko buku lebih MENYENANGKAN timbang wisata ke tempat-tempat ramai. Bukan begitu Kak Sulis? Hehe

    Terima kasih, semoga beruntuunnngggg.

    @Bintang_Ach

    BalasHapus


  36. @Daisy_skys

    "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan? XD"

    Tetap tenang ,stay cool seakan akan nggak terjadi apapun padahal dalam hati ,ini serius aku ketinggalan bus ? Akhirnya hidupku ada sedikit dramanya XD .
    Kalau bawa hp buru buru telpon Tour Leader dan nyuruh njemput balik atau busnya yang berhenti kitanya nyusul naik kendaraan umum . Tau sendirikan kalau ketertinggalan kita ini sudah merepotkan banyak pihak ,mulai dari sopir,Tour Leader dan rombongan .

    Tapi kalau nggak bawa hape ,nggak bawa dompet ,bawa hape tapi nggak ada pulsanya * komplit*
    silahkan pinjam ke manusia yang sekiranya punya dan segera telpon siapapun yang bisa membantu .Ingat jangan dipakai buat kirim sms ngisi pulsa kenomer sendiri ,takutnya nggak percaya .Nanti disangkanya ada modus penipuan baru " Adek minta pulsa " .
    Udah pinjem hape tapi lupa nomor yang mau dihubungi ? Buka aja twitter dan mensyen siapapun yang biasa membantu .Atau aku bakalan ke kantor polisi terdekat melapor .

    Kalau bawa uang banyak sih enaknya travelling sendiri buang - buang uang saku terus pulang sendiri .Atau kalau punya teman dekat sekitar lokasi bisa home stay beberapa hari ngabisin waktu terus bilang ke mama untuk kirim uang kalau mau aku pulang ,soalnya bus rombongan sudah seleasi wisatanya * durhaka kamu ya nak * . Kan bisa jadi pengalaman yang berkesan banget .



    Kalau telat datang pas mau berangkat dan hampir ditinggal aku pernah tapi kalau ditinggal rombongan pas wisata jujur belum .Tapi pengen *Nahloh* sekali kali biar punya juga pengalaman yang gila .


    BalasHapus
  37. @amifamia

    kalo ketinggalan bus atau rombongan wisata dari rumah aku akan balik kerumah lagi, kemudian aku akan melakukan liburan bareng keluarga juga tetangga sekitar, supaya mereka juga bisa merasakan indahnya pergi liburan.

    BalasHapus
  38. @PidaAlandrian92

    "Kalau kalian ketinggalan bus atau rombongan wisata, apa yang akan kalian lakukan? XD"

    Yang pasti akunya panik banget, tapi aku bakal ngeusahain utk netralin raut wajahku, supaya nggak ada org2 jahat yg tertarik dgn raut wajahku yg panic sehingga di manfaatin oleh org2 jahat itu..

    Melihat dan menilai daerah tempat aku ketinggalan bus/rombongan wisata, aman gak? Ramai orang yg lalu-lalang nggak? Ada org2 yg mencurigakan nggak? Ada org yang bs aku maintain tolong nggak utk bantuin aku.. ketinggalan itu suatu hal yg sangat sial menurutku. Jadi usahakan jangan pasang wajah panik. Aku orangnya paranoid banget kl di tinggal di daerah asing yg nggak aku kenal, jadinya aku harus menilai, meneliti tempat2 yg mencurigakan atau org2 yg mencurigakan mungkin.

    Berusaha utk sekadar basa-basi dgn org yg kira2 dr raut wajahnya bisa di percaya, lalu minta pertologan dari org tersebut, mungkin bisa pinjamin hpnya utk ngehubungi org yg ada did lm rombongan wisata/bus (kl hafal nomor hpnya), tp kl tidak ingat no hpnya, bs mintak tolong petunjuk arah ke mana yg harus kita tempuh utk menuju tempat tujuan rombongan wisata/bus yg kita tumpangi tadi (kl rombongan wisata biasanya pasti ada tujuan2 mana lagi yg mau di tempuh, dan aku bakal manfatin tujuan selanjutnya dr rombongan tersebut dgn minta tolong ke org2 sekitar).

    Cari petunjuk sekecil apapun, misalnya tentang pemberhentian bus selanjutnya, jd aku bs naik bus selanjutnya utk mengejar bus yg ketinggaln td (kl misalnya barang2 aku semua ada di bus yg di pertama)

    Dan yg terkahir aku pasti bakal lakuin berdoa sama Tuhan semoga aku nggak di apa2in sama org2 yg nggak aku kenal, di tolong sama ibu peri (orang baik hati), apalagi di jaman sekarang susah banget utk dapetin org yg baik dan tulus utk nolong aku.

    Itu aja sih, yg aku bakal lakuin kl ketinggalan bus/rombongan wisata.. mungkin lapor ke polisi pun bakalan lama krn br di proses 2 x 24 jam, dan mungkin akupun nggak bakal ingan sama polisi di waktu situasi lg mepet krn ketinggalan, jd aku memanfaatkan apa yg ada di dekat aku aja (memanfaatkan situasi sebaik mungkin dan berguna pastinya)

    Sekian hal-hal yg bakal aku lakuin kl ketinggalan bus/rombongan wisata.
    Salam kenal Pida Alandrian

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...