Jumat, 29 April 2016

Resensi: The BFG Karya Roald Dahl

Judul buku: The BFG - Raksasa Besar yang Baik
Penulis: Roald Dahl
Alih bahasa: Poppy Damayanti Chusfani
Editor: Dini Pandia
Ilustrasi: Quentin Blake
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-5337-5
Cetakan kedua, Agustus 2010
200 halaman
Pinjam @alvina13
Suatu malam Sophie diculik raksasa. Tadinya ia mengira akan ditelan bulat-bulat, namun ternyata raksasa itu malah melindunginya.

BFG, demikian nama si raksasa, memberitahu Sophie bahwa dialah yang meramu mimpi-mimpi lantas dengan trompet meniupkannya ke dalam kamar anak-anak yang terlelap.

Sayang ketenteraman mereka tidak bisa berlangsung lama, karena Sophie dan BFG harus memutar otak untuk membuyarkan rencana raksasa-raksasa lain yang ingin memakan anak-anak di berbagai penjuru negeri.
Tengah malam buta Sophie tidak bisa tidur karena cahaya bulan tepat mengenai bantalnya, dia pun beranjak untuk menghalau sinar yang mengintip lewat celah tirai jendela kamar. Pada saat itulah dia penasaran dengan keadaan sekitar yang belum pernah dia lihat kala malam, suasana sepi, hening, layaknya dongeng. Bukan itu saja, Sophie juga melihat sesuatu yang hitam, amat kurus, tingginya empat kali manusia yang paling jangkung, sesuatu yang bukan manusia, berjubah hitam, membawa tas besar, trompet yang amat panjang dan ramping. Sophie melihat sesuatu itu mengambil setoples persegi kemudian menuangkan isinya ke ujung trompet, meniupkan trompet melalui jendela anak-anak  keluarga Goochey. Setelah selesai, sesuatu itu memandang ke seberang jalan lalu dia menghampiri Sophie!
Tengah malam buta, begitu bisik seseorang padanya suatu waktu, adalah saat spesial di tengah malam ketika semua anak serta orang dewasa tertidur amat lelap, dan makhluk-makhluk kegelapan keluar dari persembunyian dan menganggap dunia ini milik mereka.
Sophie kemudian berlari dan meringkuk di balik selimut, setelah beberapa saat ada tangan yang mencengkeramnya, beserta selimut, Sophie ditarik ke luar jendela, kemudian dibawa pergi. Yang menculiknya adalah seorang raksasa, dia berlari amat cepat, kemudian Sophie dibawa ke sebuah tempat yang belum pernah dia kenali, ke sebuah gua rahasia. Awalnya Sophie mengira dia akan dimakan hidup-hidup, ternyata raksasa itu berbeda. Dia satu-satunya raksasa yang tidak memakan manusia, dia malah memberikan mimpi indah kepada anak-anak di malam hari, dia adalah raksasa besar yang baik - BFG ( Big Friendly Giant).
"Aku raksasa peniup mimpi," BFG menerangkan. "Saat raksasa-raksasa yang lain bertebaran ke segala arah untuk menelan tomat manusia, aku berderap ke tempat-tempat lain untuk meniupkan mimpi ke dalam kamar tidur anak-anak yang terlelap. Mimpi indah. Mimpi yang indah gemerlap. Mimpi yang memberi si pemimpi saat-saat indah."
Walaupun BFG sahabat anak-anak, dia tetap tidak bisa melepaskan Sophie, ada alasan kenapa Sophie harus terus menemaninya. Sophie pun mudah beradaptasi dengan BFG, mengetahui asal muasal dan makanan sehari-hari yang sangat menjijikan. BFG memiliki bahasa yang rancu, kosa katanya sering terbolak-ballik, tapi dengan mudah Sophie bisa memahami, mereka mudah sekali menjadi teman. BFG punya tujuan yang mulia, menolong Sophie menggagalkan rencana raksasa lain yang ingin memakan anak-anak di penjuru negeri, sekaligus para raksasa yang sering menindasnya; si pemakan bongkahan sekaligus pemimpin kawanan (The Fleshlumpeater), si peremuk tulang (The Bonecruncher), si penjepit manusia (The Manhungger), si pengunyah anak kecil (The Childchewer), si penyobek daging (The Meatdripper), si penelan empedu (The Gizzardgulper), si pelumat gadis (The Maidmasher), si peminum darah (The Bloodbottler), dan si penjagal (The Butcher Boy).

Saya tidak menyangka cukup menyukai buku ini, gara-gara akan ada filmnya dan untuk posting bareng BBI di hari anak. Pengalaman pertama membaca karya Roald Dahl dan tidak kapok! Saya suka banget dengan Sophie, terlebih BFG, rasanya pingin punya sahabat seperti mereka. Kepolosan anak kecil sangat saya dapatkan di buku ini, ingat saya pernah bilang kalau trauma membaca buku anak dari luar? Saya lebih menikmati buku anak dalam negeri? Berbeda dengan buku ini, menghapus stigma saya kalau tidak semua buku anak luar terlalu 'kasar'.

Saya suka Sophie karena dia cukup dewasa menghadapi permasalahan yang ada, untuk anak umur delapan tahun dan besar di panti asuhan membuatnya berani menghadapi hidup, tidak cengeng, walau kesan takut dia tunjukkan di awal. Dia juga baik, sayangnya pada BFG terasa tulus, terlebih ketika BFG sering kali mengucapkan kata yang salah kaprah, Sophie tidak menghakimi atau membenarkan setiap saat, dia memahami dan tahu apa yang sebenarnya ingin diucapkan BFG. Kalau kalian mendapati banyak typo di buku ini, itu bukan karena tidak sengaja, memang seperti itu, terjemahannya bisa dibilang sangat bagussssssss sekali! Feelnya benar-benar dapat, dan apa yang diucapkan BFG menjadi humor di buku ini, penerjemahnya sukses banget mentransfer nyawa buku ini. Kata favorit saya adalah ramnyamnyam dan bwahbweh.
"Aku tahu itu seharusnya kulit," kata BFG. "Tapi tolong mengerti bahwa aku kadang-kadang tidak menyadari bahwa aku bicara terbolak-balik. Aku berusaha keras setiap saat untuk berbicara dengan benar." Si Raksasa Besar uang Baik tiba-tiba terlihat amat sedih sehingga Sophie terkejut.
Buku anak hambar kalau tidak ada pesan moral, hehehe. Misalkan saja ketika meminum minuman soda bagi manusia dan Frobscottle bagi para raksasa, keduanya menimbulkan dampak negatif walaupun rasanya sangat enak, bagian ini mengajarkan kita akan kesopanan di depan umum. Kemudian fakta bahwa para raksasa tidak membunuh satu sama lain, sedangkan para manusia sebaliknya, mengajarkan tentang perdamaian, seharusnya sesama manusia haruslah tidak saling menyakiti. Semua perbuatan jahat tidak selalu harus dibalas dengan kejahatan.  
"Tapi tomat manusia melumat sesama mereka setiap saat," kata BFG. "Mereka menembakkan senjata dan naik pesawat untuk menjatuhkan bom ke kepala masing-masing setiap minggu. Tomat manusia selalu membunuh tomat manusia lain."
Buku ini recommended banget! Bagi siapa saja. Ada bagian yang emang bikin tegang dan seru, bagian favorit ketika BFG meramu mimpi. Saya tidak sabar menunggu versi visualnya, pasti lebih keren karena saya merasa versi buku walau enak dinikmati, terlalu singkat, apalagi filmnya dibuat oleh Steven Spielberg!

4 sayap untuk Raksasa Besar yang Baik dan Gadis Kecil yang Kecil.





5 komentar:

  1. Wah baru pertama baca roald dahl mba? Buku nya seru yaaa. Hehehe.. James and the giant peach deh coba baca jg mba, seru juga.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, wah makasih ya rekomendasinya, kapan-kapan kalau nemu itu buku nanti ak jadiin buku kedua Roald Dahl :)

      Hapus
  2. ngga sabar banget liat filmnya.. aku belum baca buku ini, pingin baca sebelum filmnya keluar XD so far aku suka Matilda dari Roald Dahl, tokohnya suka baca buku juga soalnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weh, aku kira mbak Astrid udah baca semua bukunya Roald Dahl, melihat suka baca buku anak, hehehe. Banyak yang bilang Matilda recommended juga, sudah pernah nonton flimnya dan suka banget :D

      Hapus
  3. Saya suka dengan desain blog Anda. Dan karena kebetulan saya sedang mencari buku original The BFG Roald Dahl di area Jakarta ini, alangkah baiknya baca - baca dulu resensinya di blog ini. Thanks..

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...