Senin, 11 April 2016

Resensi: Ailurofil by Triani Retno A. | Blog Tour + #KuisBuku

Judul buku: Ailurofil
Penulis: Triani Retno A.
Editor: Irna Permanasari
Desain sampul: Marcel A.W
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-2547-7
Cetakan pertama, 14 Maret 2016
184 halaman
Buntelan dari @retnoteera
Ai.lu.ro.fi.li: orang yang sangat tertarik pada kucing


Nasya Aurelia sangat suka kucing. Ia bercita-cita ingin memiliki cat shop, lengkap dengan salon kucing, hotel kucing, klinik kucing, hingga panti asuhan dan kursus kucing. Tapi Nasya bingung, di kampus mana ia harus kuliah agar cita-cita itu terwujud. Tidak ada satu pun kampus yang menyediakan Fakultas Ilmu Kucing. Gimana dong?

Namun, masalah rencana kuliah itu belum seberapa dibanding kegalauannya. Setelah sekian lama naksir diam-diam dan akhirnya jadian, Nasya baru menyadari bahwa Rio—cowok paling keren di sekolah—ternyata benci banget sama kucing. Masa ia harus mutusin cowok demi kucing?

Hingga suatu saat sahabatnya, Alvin, menyodorkan ide brilian yang bikin mata dan pikiran Nasya terbuka….
Dulu ketika masih SMA dan diawal-awal kuliah saya menjadi pembaca setia Teenlit, ketika usia semakin dewasa, bacaan saya pun ikut bergeser, hanya sesekali menikmati Teenlit, itu pun dari penulis favorit. Membaca Ailurofil ini mengingatkan saya akan masa di mana saya sangat menikmati bacaan khusus remaja itu, bacaan yang ringan, konflik tidak jauh dari kehidupan sehari-hari dan di sekolah, tentang pencarian jati diri, tentang cinta pertama, tentang impian yang ingin diraih di masa depan.

Ailurofil bercerita tentang Nasya Aurelia, seorang remaja yang sangat mencintai kucing. Bahkan Nasya berharap akan ada kampus yang memiliki Fakultas Ilmu Kucing atau jurusan yang berhubungan dengan kucing dan bisa dimasuki anak IIS seperti dirinya. Semua orang, baik keluarga dan teman-temannya sangat tahu dengan kecintaan Nasya ini, bahkan Nasya membuat tempat khusus ketika kucingnya akan melahirkan. Suatu petang, Nasya terbangun karena kucing yang dia pelihara melahirkan di tempat yang tidak sesuai dengan yang dia siapkan, kucingnya melahirkan di samping Nasya. Senang sekaligus repot, senang karena dia akan mendapatkan teman baru, repot karena harus membersihkan tempat tidur yang terkena air ketuban dan darah. Kegiatan bersih-bersih tersebut membuat Nasya kelelahan dan terlambat masuk sekolah.

Nasya tidak menyesali keterlambatannya, karena dia tidak sendirian, ada Rio, cowok tampan dan populer di sekolah, cowok yang selama ini ditaksir Nasya. Kejadian tersebut membuat mereka dekat, dan tidak lama setelah itu mereka jadian. Ada satu orang yang tidak menyukai kedekatan Nasya dan Rio, dia adalah Alvin. Semua teman sekelas tahu kalau Alvin, cowok bengal dan pembolos itu menyimpan perasaan untuk si Ratu Kucing, hanya saja Nasya menganggap Alvin adalah sahabat terbaik dan sangat mengerti dirinya. Lalu, apakah hubungan Nasya dan Rio akan tetap langgeng kalau ternyata pacarnya itu tidak menyukai kucing? Ternyata, tidak hanya memilih jurusan kuliah saja yang membingungkan, cinta ternyata sama.
"Banyak orang sukses bukan karena pernah kuliah di mana tapi karena minatnya."
"Cowok sekeren dan sepinter apa pun, kalau jahat sama kucing dan malah pengin membuang mereka, bagiku..." Nasya mengacungkan jempol, lalu membalikkan dengan gaya dramatis, "nol besar!"
"Kucing yang memilih manusia, bukan manusia yang memilih kucing." Danu tersenyum lebar. "Semua pecinta kucing tahu tentang itu. Kalau Jackie sampai memilih kamu, pasti karena kamu istimewa." 
Saya mendapatkan apa yang saya rasakan sewaktu remaja dulu ketika membaca Ailurofil ini, seperti falshback, mendapatkan bacaan yang ringan dan menyenangkan. Konflik yang disajikan menarik dan ada pesan yang disisipkan penulis. Lewat kucing dan Nasya, penulis menunjukkan kalau binatang juga punya hati, mereka tidak boleh disakiti, mereka juga memiliki hak untuk hidup. Kadang kucing bisa trauma, sama seperti manusia ketika mengalami perlakuan jahat, bisa depresi dan tidak mudah untuk sembuh dari itu. Bagian tersebut ditunjukkan ketika Nasya bertemu dengan Jackie, kucing yang terkenal susah didekati.

Buku ini juga bercerita tentang pilihan yang kerap dihadapi para remaja, misalkan saja kegalauan yang Nasya rasakan ketika ditanya orangtua akan memilih jurusan apa ketika kuliah nanti. Dalam hal ini saya sangat menyukai orangtua Nasya, mereka tidak memaksa, mereka memberi pilihan yang sekiranya cocok, memberi alternatif, dan keputusan sepenuhnya ada di tangan Nasya. Pun dengan urusan kisah cinta, akan ada pilihan yang harus diambil, bersama dengan orang yang disukai atau dengan sahabat yang menyukainya. Dalam hal ini saya menyukai Alvin, karakternya sedikit badboy dan dia bisa mengambil hati orang-orang di dekat Nasya, dia tidak egois, dia selalu berada di sisi Nasya, apa pun yang terjadi.

Selain permasalahan yang di hadapi Nasya di atas, ada yang saya suka sekali dengan buku ini, yaitu informasi tentang kucing. Jujur, saya merupakan ailuropobia -orang yang takut sekali dengan kucing, tapi bukan berarti saya tidak menikmati dan alergi dengan buku ini. Saya menyukai adegan ketika Nasya ke pameran kucing, selain mengenal jenis-jenis kucing, fakta tentang kucing, saya juga tahu istilah-istilah yang berhubungan dengan kucing, misalkan saja seperti judul buku ini, ailurofilia, dan felinofobia. Bahkan saya juga baru tahu kalau pernah ada kucing di divisi khusus kantor Perdana Menteri Ingris, namanya Chief Mounser to the Cabinet Office.

Buku ini sangat recommended bagi pecinta kucing, kalian akan mendapatkan teman seperjuangan, mbak Triani Retno sukses menciptakan karakter Nasya yang mencintai kucing, lewat dirinya, saya memahami dan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh para pecinta kucing pada umumnya. Pun dengan yang tidak menyukai kucing, siapa tahu dengan membaca buku ini pendapat kalian akan berbalik dan akhirnya tergabung dengan catmania, buku ini bisa dibaca oleh siapa saja :D

4 sayap untuk Master of Cats.



Saatnya #KuisBuku!
Mau buku Ailurofil dan merchandise unyu dari mbak Triani Retno? Kalau iya, satu pembaca setia Kubikel Romance yang berdomisili di Indonesia berkesempatan mendapatkan hadiah tersebut. Caranya adalah:
1. Follow blog Kubikel Romance via Google+
2. Follow akun twitter @retnoteera dan @peri_hutan
3. Share link postingan ini di sosial media yang kamu punya, sertakan hastag #Ailurofil, boleh mention kedua akun di atas.
4. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar di bawah dengan menyertakan akun twitter kalian, "Apakah kalian suka kucing?"

Sudah itu saja, mudah kan? #KuisBuku berlangsung sampai tanggal 16 April 2016, pengumuman pemenang paling lambat dua hari setelah batas akhir di postingan ini juga. semoga beruntung :D

*UPDATE*

Saatnya pengumuman pemenang, sebelumnya terima kasih sekali bagi yang udah ikutan, maaf hadiahnya cuma satu jadi pemenangnya juga cuma satu, tapi tenang aja kesempatan kalian masih terbuka, bagi yang belum beruntung silakan lihat jadwal selanjutnya di banner :D. Langsung aja, pemenang kali ini jatuh pada...

@ntarienovrizal

Selamat! Nanti saya akan menghubungi untuk konfirmasi pengiriman hadiah langsung dari penulisnya, tetap semangat karena masih banyak hadiah di Kubikel Romance, terus follow ya :D

54 komentar:

  1. Kalo ditanya : apakah aku suka kucing? Tentu saja jawabannya iya. Karena bagiku kucing itu hewan peliharaan yang jinak-jinak merpati. maksudku jinak banget dan kadang ngegemesin banget kalo udah pegang bulu-bulu di badannya. Betah deh ngelusin bulu halusnya. Aku suka kucing yang bulubya warna putih coklat, soalnya itu warna bulu kucing punya ku. Apalagi kucingkan hewan kesayangannya rosulullah SAW. kalo kita menyayangi kucing bisa dapat pahala, karena kita sama saja melakukan sesuatu kebiasaan Nabi Muhammad SAW, yaitu menyayangi mahkluk hidup seperti tumbuhan dan hewan. k9 hewan yang paling utama itu ya kucing.

    Terima kasih kesempatannya mbak sulis.. :-)

    BalasHapus
  2. Suka, tapi ala kadarnya. Sekedar suka, enggak sampai pecinta kucing. Karena (menurutku) kucing itu gak cocok untuk aku cintai.

    Belajar dari pengalaman, dulu aku pernah piara kucing. Awal awalnya sih gak kelihatan belangnya--kelakuan predatornya, tapi lama kelamaan ternyata makin nglunjak padahal udah dikasih makan. Anak ayam yang aku piara, satu persatu dimakannya. Setelah ketahuan, kucing itu aku buang jauh jauh dari rumah. Sejak saat itu sampai sekarang gak pernah piara kucing lagi. Dan dari situ juga, aku beranggapan kalau kucing itu gak cocok dipiara, apalagi dicintai. Kalau sekedar suka, iya aku suka.

    - @diki_twips

    BalasHapus
  3. Suka banget. Salah, SUKA BANGET!!! Aku bahkan bingung kenapa ada orang yang takut atau jijik sama kucing selain karena mereka alergi bulu, ya. Kucing tuh makhluk yang gemesin, suka gangguin kita apalagi kalau kita lagi sibuk. Suka ngusel2in badannya di kaki atau tangan kita, terus suka telentang sambil ngulet2 gitu, lucu banget! Mungkin saking sukanya, aku sampe masih maklumin pas kucing aku pup di atas tempat tidur :"( Walaupun rada kesel, aku nggak sampai hati buat mukul atau ngebuang gitu. Kalo kadang dia bandel nyakar2 kursi juga kupukul kepalanya pelan2 banget :( Akhirnya karena nggak mau mukul kucing tapi nggak mau juga rumahku hancur, itu kucing sekarang nggak boleh masuk rumah. Aku mulai suka kucing sejak masih kecil banget pas playgroup kali ya. Dulu aku pelihara beberapa kucing kampung, lumayan lama, terus aku lupa akhirnya dia kenapa. Tiba2 orangtua udah bawa pulang kucing anggora aja yang akhirnya kupelihara sampe bertahun2, dari aku kelas 6 SD sampai kira2 aku kelas 1 atau 2 SMA gitu. Kucing yang kukasih nama Cimong itu aku pelihara sampe dia akhirnya sakit2an, terakhir aku nggak tahu kabar dia karena dia dibuang papa soalnya udah mengenaskan banget kondisinya. :( Sempet marah karena sebenernya pengin dibawa ke dokter tapi kata mama kayaknya emang udah waktunya Cimong buat "pergi". Sekarang aku pelihara dua kucing lagi, keturunan anggora, yang satu agak mirip Cimong pula. Mereka lucu-lucu dan gendut udah aku pelihara mungkin setahun lebih. Pokoknya, hidupku tuh dari dulu selalu melihara kucing, atau pasti kalau nggak punya kucing peliharaan suka ngasih makan dan main sama kucing kampung atau kucing tetangga yang lucu. ;D

    @fazidaa_

    BalasHapus

  4. @ratnaShinju2chi

    Aku termasuk penyuka kuncing. Apalagi yang memiliki bulu halus dan warna yang cantik. Walau sebenarnya aku suka kucing aku tak pernah berkeinginan untuk memelihara. Hanya suka saja jika melihat kucing lucu dengan bulu yang cantik itu. Tapi suatu hari ada kucing entah darimana masuk ke rumah. Warnanya hitam dan bulunya halus banget. Meski berkali-kali mencoba menyuruh kucing itu pergi, tapi si kucing tetap saja kembali. Ya, sudah akhirnya kucing itu dipelihara di rumah. Sampai beranak pinak. Sedihnya, kucing itu kini sudah meninggal lalu disusul anaknya yang laki-laki. Sekarang tinggal satu kucing perempuan berwarna kelabu. :(

    Memang sih kadang kucing itu suka bikin kesel apalagi soal dia yang suka pub sembarangan atau kencing sembaranga. Tapi sejatinya jika kita mau sabar, bisa kok kucing itu dilatih buat pub di luar rumah. Dan yang membuat aku suka sama kucing, mereka juga memiliki sisi kekerabatan yang kental. Sungguh. Saat tahu ibunya (induk kucing) meninggal, kebetulan kucing hitam sedang ada di depan rumah. Lalu segera kucing kelabu--si perempuan memanggil adiknya. Lalu mereka kucing laki-laki dan perempuan itu menunggui ibunya. Menjilati sang ibu, hingga akhirnya kucing itu dikubur. kulihat ada gurat sedih di wajah para kucing itu. Mereka juga tipe binatangan yang setia pada majikan juga setia kawan.

    Kucing juga sangat mencinta anaknya. Meski siang hari suka menghilang dia akan tetap kembali dan menjaga anak-anaknya. Kucing sejatinya memiliki perasaan. Banyak sebenarnya yang bisa diambil keteladaan dari kucing. Karena itu aku suka kucing. Ditambah kucing termasuk hewan yang disayang Rasulullah. Bahkan dalam sebuah kisah siapa yang suka menyiksa kucing akan mendapat ganjaran.

    BalasHapus
  5. "Apakah kalian suka kucing?"

    S.U.K.A B.A.N.G.E.T <3
    Bukan cuma mama-papa-adek-kakak, tapi oom-tante-sepupu-ponakanku tahu semua kalau aku menyukai dan mencintai hewan mamalia berbulu unyu-unyu ini.
    Sekarang, aku punya tiga kucing. Walau cuma kucing kampung biasa, kucing-kucingku cantik dan cukup terawat. Mandinya pake shampoo bayi loh hihihi Namanya Cimyta, Minyungi dan Anyunga. Sebelumnya ada Unyuk-unyuk, Si Kecil dan Cilik. Sayangnya, ketiga ekor ini sudah tiada di dunia ini :'(
    Dulu waktu SMP, ada anak kucing yang entah darimana datangnya dan kemudian tinggal di rumah. Tidak mempermasalahkan hal itu karena anak kucingnya mau-mau aja ditinggal di luar rumah waktu malam, biar paginya dia bisa p*p di luar. Juga, sisa makanan nggak kebuang gitu aja karena udah jadi jatahnya anak kucing itu. Tapi, si anak kucing sepertinya kurang kasih sayang waktu siang-siang karena memang pada siang hari keadaan rumah tidak ada orang sama sekali karena aku dan saudaraku sekolah, sedangkan mama-papaku bekerja. Jadi, tiap pulang ke rumah, baru aja buka pintu rumah, si anak kucing langsung lari ke kaki dan ngusap-usap kakinya ke betis aku dan siapapu yang baru saja menginjakkan kaki di rumah. Hal itu cukup 'annoying'. Jadi, mama-papa memutuskan untuk membuangnya. Yahhh, namanya juga keluarga penyayang kucing, nggak ada yang tega meletakkan anak kucing itu di pinggir-pinggir pertokoan. Pas udah nurunin anak kucing itu, nggak ada yang mau lihat karena kasihan. Pas udah ninggalin lokasi, ehh malah balik lagi karena beneran nggak tega ngelakuin. Sayangnya, anak kucing itu sudah menghilang, pergi berkelana di antara pertokoan :'(
    Aku juga pernah liat anak kucing yang ditabrak mobil. Karena lalu lintas lagi rame, jadi nggak mungkin ngerem mendadak di tengah jalan buat nyelamatin anak kucing itu. Alhasil, bawa motor sambil nangis deh :')
    Ehh, aku juga pernah marahan sama seseorang karena dia nabrak induk kucing XD Hahaha lucu kalo ngingatnya. Konyol banget sih, gegara induk kucing, nggak sms-an hampir seminggu >.<
    Yeah, I'm Ailurofil! <3

    @realdianmrani93

    BalasHapus
  6. Apakah aku suka kucing?

    Yep. Jawabannya, iya. Aku suka banget, kak sama kucing. Nggak harus kucing anggora atau persia kok. Kucing kampung pun tak apa. Yang penting dia bersih. Aku inget banget waktu TK aku minta kucing ke orang tuaku. Akhirnya, Ayahku "minta" anak kucing ke penjaga TK-ku. Hueheu. Akhirnya, kucing itu bertahan sampai beranak-pinak.
    Banyak banget sebenernya kisahku dengan kucing. Tapi, yang paling lucu itu, aku suka banget kalo lagi lewat Fakultas Psikologi di kampusku. Berhubung kalau aku pulang dari FISIP biasanya lewat situ, ya udah. Aku langsung aja lewat gitu. Eits, tapi kenapa aku senang lewat situ? Aku bisa ketemu kucing unyu-unyu yang terawat. Mungkin efek dosen psikologi begitu pecinta hewan kali ya, mereka ngasih makan gitu ke kucing-kucing liar. Ya ampn. Lucu banget. Rasanya ingin kubawa pulang deeeh. Huehue.

    @Purahayu.

    BalasHapus
  7. Neneng Lestari
    @ntarienovrizal

    kucing?

    Ya ampun, kayaknya kesukaan aku ke kucing udah gak normal. Mulai dari aku balita, aku besar bareng kucing. Kecil bareng kucing, SMP bareng kucing, SMA juga bareng kucing, dan kuliah juga bareng kucing.

    lalu sekarang?

    Pas udah nikah dan punya anak pun, kucing tetap tidak boleh absen dari rumah. Kalau satu pergi, wajib cari gantinya, apa itu mungut di jalan atau di serahkan oleh tetangga yang gak suka kucing. Sampe rame di rumah kayak penampungan kucing.

    Kucing emang hewan peliharaan paling "sehat" ^^

    BalasHapus
  8. @isnaazmut

    Suka bangett..
    Kucing adalah hewan yang paling aku suka. Bisa dibilang aku itu terobsesi dengaan kucing. Apapun hal yang berbau kucing aku pasti suka hehehe.. sampe-sampe aku punya julukan 'Rojo Kuceng' (rajanya kucing) *absurd* wkwkwk. Saking sayang nya sama kucing, tidur pun aku sama kucing :v biasanya juga aku gendong2 gitu. Walaupun sering dimarihin ortu gara2 suka bawa2 kucing ke tempat tidur, kata ortu takut kena penyakit torch atau apalah itu. Tapi hal itu tidak melunturkan kasih sayang ku kepada kucing. Semakin hari ke hari rasa sayangku semakin besar. Kucing memberiku kenyamanan dan ketentraman jiwa. Bulu bulu nya yang halus dan suaranya yang manja seketika menghilangkan rasa sedihku. Bagiku kucing juga sebagai teman untuk berbagi rasa dalam pahitnya kehidupan ini.

    Tapi sekarang kucingku udah ga ada, dibuang ibuku :( . Ibuku geram lihat kucingku yang punya banyak anak jadi dibuangnya dehh sampe ke induknya juga ;( . Sumpah saat itu aku sedih banget patah hati sampe gak makan seharian mikirin kucingku, kasian juga anaknya masih kecil2 ;( . Walau sekarang ga punya kucing aku masih suka ngeliat kucing dijalanan pengennya dibawa pulang XD .. saking cintanya sama kucing, sampai kucing tetangga aja sering aku bawa pulang lohh hahaha.. *gila*

    BalasHapus
  9. Suka kucing? Suka banget....

    Di rumah saya pelihara kucing dari dia bayi, sampai punya anak, sampai anaknya mau punya anak lagi. Pengalaman melihara kucing itu menyenangkan sekaligus ngeselin di beberapa momen tertentu. Menyenangkannya, karena dengan pelihara kucing, bukan hanya kita punya teman main, tapi bisa jadi ladang pahala dan penguji kesabaran pemiliknya, serius, dan di situ letak serunya. Gimana bersihkan pup atau muntahannya pas mereka sakit, atau pas lagi pipis di atas tumpukan cucian yang baru selesai dijemur (dan harus sabar-sabar diri nyuci ulang satu keranjang hihihi). Atau..., pas nungguin mamanya melahirkan, siapkan tempat lahiran (meskipun si mama justru malah cari tempat sendiri yang nyaman menurut versinya), lihat proses bayi-bayi kucing keluar, sampai yang paling menegangkan itu..., pas berantem sama kucing garong yang mau makan bayi kucingnya sendiri! Penuh emosi sampai lempar-lemparan gagang sapu di atas genteng. Yang lucunya itu, kucing saya dikasih nama Fred dan George (si kembar Weasley di Harry Potter), eh taunya mereka berdua berjenis kelamin perempuan =))) jadilah namanya diubah jadi Fredina dan Georgina. Anyway, dapat salam kak dari emaknya si kembar yang namanya Donna dan sebentar lagi mau punya cucu pertama ~( /=^o^=)/

    @niesya_bilqis

    BalasHapus
  10. Bismillah
    Aku suka kucing walaupun aku nggak memelihara binatang imut nan menggemaskan itu. Karena bahkan walaupun aku tidak memelihara mereka, rumahku sudah jadi semacam rumah singgah untuk kucing-kucing kampung di desaku. Jadi berasa punya kucing tanpa repot ngurusin, paling kalau ada tulang baru dikasih mereka. Rumahku juga sering jadi tempat numpang lahir anak-anak kucing di desaku. Bahkan di salah satu sudut rumahku sekarang ada 3 ekor anak kucing yang baru dilahirkan kemarin. Saat kutengok tadi pagi, mereka sedang menyusu pada induknya. Imut sekali melihat mereka menggerombol berebut jatah sarapan begitu. :D

    Demikian :)

    @hensus91

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih udah peduli sama kucing2 liar, Heni :)

      Hapus
  11. "Apakah kalian suka kucing?"


    Jawabannya suka. Pake banget! o(≧▽≦)o♪
    Sebenarnya aku punya first-impression yang jelek sama kucing dan awalnya aku juga gak begitu suka sama hewan yang satu ini. Alasannya jelas karena menurutku hewan ini ribet dan ada beberapa yang galak nyebelin (korban pernah digigit kucing XD). Tapi suatu ketika adik-ku ini kepingin banget memelihara kucing dan kebetulan salah satu tetanggaku kucingnya baru melahirkan, kucing dia juga udah banyak bangeeeet! Akhirnya dia kasihlah kucing dengan warna kuning kecoklatan campur putih dan langsung kita beri nama Cemong. Awal-awal dia masih membiasakan diri di rumahku. Masih agak-agak takut gitu kalo didekatin, kita taruh dia di kamar dan setelah si cemong menyendiri untuk waktu yang cukup lama dia meong-meong terus grasak-grusuk dan Cuuuuuuuurrrrrrr! Kertas-kertas pelajaranku dipipisin sama si Cemong. Aku kesel sejadi-jadinya!!

    Pokoknya aku masih kesel, tapi sehari-hari ditemani Cemong itu rasanya beda lho. Ngegemesin! Kalo lagi belajar atau nonton TV dia suka gangguin aku, nanti gantian aku balas dendam HAHAHAHA cemong lagi tidur aku gangguin deh. Akhirnya sih, aku gak tahan sama sikapnya yang unyu-unyu gemash! I fell for the cats! Hidup Kucing! Beberapa bulan kemudian si cemong ini kabur, udah dicari-cari ke sepenjuru komplek gak ketemu(?) Gak tau deh, biasanya dia balik. Tapi ini gak balik-balik mungkin udah diambil orang huhuhu

    Setelah kita kehilangan cemong, tetangga yang lain (yang kucingnya juga udah kebanyakan) menyuruhku untuk mengambil kucingnya, yang satu abu-abu yang satu putih. Keduanya punya sikap yang beda 180 derajat. Si abu (namanya Saleem) sikapnya cuek bebek, gak malu-malu tapi si putih (muezza) paling pemalu dan kalo ada orang banyak sukanya ngumpet. (・ω・) tingkah kucing itu selalu bikin kita teriak-teriak gak kuat sama keimutannya hehe bisa diajak bobok bareng, ngikutin kita terus, kalo mau makan mintanya lucu aaaaah pokoknyaaaaa gakuku♡


    @kezyaindira

    BalasHapus
  12. Pertanyaan : "Apakah kalian suka kucing?"
    Jawaban : Lumayan.

    Sifat pertanyaan di atas tidak menuntut alasan, bukan? Jadi ya, jawabannya cukup singkat saja, sesuai dengan pertanyaan. ^_^
    Terimakasih.

    @salsabilarinai

    BalasHapus
  13. Jawaban : suka. Tapi bukan cinta. Karena cintaku hanya untuknya :D hahah..
    Kalau bilang suka, ya suka. Hanya sebatas suka. Bukan fanatik banget. Mungkin kalau baca buku ini bisa bikin aku fanatik sama kucing. Semoga diberi kesempatan dapet.

    @KDP264

    BalasHapus
  14. Tergantung sih. Kalau kucingnya lucu, manis, penurut, buat apa tidak suka? Tapi kalau kucingnya nakal, sering nyolong makanan, dan buluk kayak pampers 3 hari ya… nggak suka.

    Berbicara tentang kucing, boleh nggak berbagi sedikit cerita? Boleeh ya? Itung-itung buat nambah poin biar menang, hahaha.

    Aku dulu itu punya kucing. Warnanya item putih. Ada yang unik dari kucingku itu. Tidak seperti kucing biasanya, dia suka makan rumput. Laahh gimana tuh? Iya, tiap pagi di pinggir jalan suka makanin rumput. Selain itu, dia juga lucu.

    Jadi, budhe aku kan jualan nasi tiap pagi (aku tinggal sama budhe soalnya). Dan, setiap jam 3 pagi itu dia sudah harus bangun buat nyiapin semuanya. Mulai dari masak, dan lain-lain. Nah, kadang juga ia suka telat kalau bangun. Bahkan pernah, udah adhzan subuh baru bangun. Nah, tau nggak apa yang terjadi di hari-hari berikutnya? Setiap jam 3 pagi, kucingku selalu bangunin budheku. Hayoo lohh gimana tuh? Hehe. Iya bener, setiap jam 3 pagi pasti kucingku itu masuk ke kamar budeh dan garuk-garukin kakinya biar bangun. Hehehe, lucu nggak? Aku pas diceritain aja juga nggak nyangka, lucu juga ngebayanginnya. Itu terjadi terus menerus setiap pagi sampai akhirnya……………………….. kucingku mati. Nggak tau kenapa, tiba-tiba dia udah 4 hari ngga balik ke rumah. Udah dicari kemana-mana tapi ga ada yang tau. Eh ternyata, beberapa hari setelahnya, ada salah satu tetangga yang ngabarin kalau kucingku itu sudah mati di tengah barongan (di pohon-pohon bambu). Kayaknya dia keracunan, soalnya di mulutnya itu kayak ada cairan gitu. Selain itu, tetangga yang menemukan kucingku itu, juga langsung menguburkannya. Setelah itu ia baru ngabarin budheku. Huuuhh, sedih euuy. Kucingnya lucu, penurut, harus mati.

    Dear kucing…………………………………………………… tetaplah me-ngeong dengan tenang di sisiNya.

    Menangin ya Kak Sulis, *kedipkedipsokimut hihi

    @Bintang_Ach

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kucingku dulu juga ada yang begitu. Jam beker jadi nggak ada gunanya, deh. :D

      Hapus
  15. Suka bukan suatu kata yang pas untuk menggambarkan perasaan saya pada kucing. "Cemburu" adalah kata yang sesuai bagi si kucing. Kecemburuanku pada kucing bukan tanpa alasan, kucing adalah hewan yang begitu tenang anggun dan penuh wibawa. Dia bisa tidur kapan saja, main kemana saja bahkan bebas memilih makanan sesuai kehendaknya. Hal yang paling membuat saya cemburu adalah kedekatan kucing pada gadis-gadis cantik. Saya cemburu pada kucing... he

    BalasHapus
  16. @lutfixx

    apakah kalian suka kucing?
    suka. kucing itu hewan piaraan yang teritorial. Misalnya di rumah, ia hanya akan bermain disekitar rumah, dan punya cara sendiri menandai daerah teritorialnya. Apalagi kucing itu suka di puk-puk, dibelai, dimanja, ... dan unyu. Aku juga suka merhatiin kalau kucing jalan, inget-inget kata catwalk sih sebenarnya. Dan memang anggun.

    2013, dikosanku pernah ada kucing. Aku dan dua temanku membantu induk kucing yang melahirkan. Ia kesulitan melahirkan, dengar suaranya mungkin sudah semalaman ia berusaha mengeluarkan anak kucingnya. Pagi itu, karena kasihan sekali dengan induk kucingnya, kami bertiga menolong kelahirannya. Mungkin semacam 'air ketubannya' habis, sudah agak kering, jadi sepertinya menyakitkan bagi induk kucingnya untuk melahirkannya.

    Saat itu karena kami ber-tiga, aku seolah merasakan kalau induk kucingnya memiliki rasa malu. Biasanya saja dia melahirkan sembunyi-sembunyi, ini dibantu tiga manusia. Dan, lelah fisik+psikologi setelah membantu melahirkan, lega banget pas bayi kucingnya udah keluar. Induk kucingnya kelihatan stres sekali.

    Tapi tak berapa lama kemudian, siangnya induk kucingnya meninggal. Sorenya aku dan mbak kosan menguburkannya di tanah lapang dekat kosan. Itu pertama kalinya aku mengubur makhluk hidup ! Beberapa hari lamanya, kami merawat anak kucing itu. Tapi karena mungkin tidak mendapat ASI dari induknya, dia semakin lemah saja setiap hari. Tubuhnya kecil, muat di kaos kaki. Susu sapi memang tidak pas sepertinya untuk bayi kucing. lalu kemudian bayi kucing itu juga meninggal. Itu untuk pertama kalinya aku merasa sedih kehilangan kucing. Padahal berharap semoga bisa tumbuh besar anak kucingnya.

    Aku suka kucing

    BalasHapus
  17. "Apakah kalian suka kucing?

    Ya, tentu saja suka. Kucing termasuk binatang favorit karena jinak dan lucu. Selain itu karena kucing juga binatang kesayangan Nabi.
    Waktu kecil aku sempat memelihara seekor kucing, walaupun tidak seperti Nasya yg menyediakan segala hal untuk kucingnya dan merawatnya full. Aku hanya hanya rutin memberinya makanan, dan memang setiap jam makan kucing itu selalu datang ke rumah hahahaa tau aja tuh kucing kalo yg enak-enak :D Yang uniknya kucing-ku itu selalu minta keluar rumah jika mau buang air, tidak pernah buang air di dalam rumah, meskipun pada malam hari, pinter kan kucing ku itu! :D
    Karena melihat aku suka kucing, waktu ke rumah nenek, beliau memberiku kucing juga. Tapi karena jauh dan tidak memungkinkan untuk dibawa, kucing itu terpaksa dititipkan di rumah nenek.

    Walau sekarang aku tidak lagi melihara kucing, tapi kucing tetap menjadi binatang favorit.

    BalasHapus
  18. @PidaAlandrian92

    Kalau di bilang suka nggak juga, kalau di bilang nggak suka nggak juga (nah gimana tuh maksudnya? Pening juga yg nulis  *hehehe).

    50:50 deh aku sukanya.. karena aku kl sama kucing itu agak takut. Dulu waktu kecil selagi aku main sama kucing peliharaanku, tb2 ada teman kucing datang ngecakarin aku *huuu sakit bangett di cakar kucing, nah gara2 insiden itu aku agak takut sama kucing, terlalu hati2 malah kalau deket sama kucing. Aku nggak ngerti juga deh knpa temanya si kucing ngecakar aku tb2 waktu itu, pdhl aku jg nggak ngengganggu dia juga (susah memang kl nggak ngerti bahasa kucing, kurang bs memahami si kucingnya , hehehe)

    aku salut banget sama ide cerita di teenlit ini. Sangking cintanya sama kucing sampai berkeinginan utk kuliah di fakultas ilmu kucing , Waw… aku belum pernah baca novel/teenlit dgn ide cerita yg unik seperti ini.. (Salam kenal deh buat penulisnya, krn udah buat ide cerita yg unik,)

    Sekian jawabanku..
    Salam kenal Pida Alandrian

    BalasHapus
  19. @rinicipta

    Aku tipikal orang yang termasuk biasa aja sama kucing kak hehe.. Dulu pernah pelihara kucing liar, tapi karena beranak terus akhirnya terpaksa dipindahkan. Aku suka kalau lihat kucing jenis-jenis tertentu *gak tau namanya* pokoknya yang bulunya panjang gitu sih. Lucu banget, apalagi kalau gendut, bersih dan terawat.
    Tapi ya, kadang nggak suka juga. Kucing tuh suka usil nyolong makanan, pipisnya bau banget, suara kucing betina pas masa-masa kawin juga serem kalau didengerin malem-malem. Kucing sering ditakuti karena jadi inang untuk toksoplasma yang berbahaya banget buat wanita terutama yang sedang hamil.
    Well, dibalik plus minus itu sebenernya nggak keberatan kalau melihara kucing asalkan kondisinya sehat dan sudah terlatih jadi peliharaan :)

    BalasHapus
  20. Sukaaaaa banget! Selain jadi hewan peliharaanku sepanjang masa, kucing adalah pendengar setia tiap curcolanku sekaligus tempat pelarian ternyaman ketika aku sedang direnteti berbagai permasalahan. Kalo lagi bad mood terus main sama kucing, bisa bikin perasaan negatifku hilang seketika. Entah kenapa kucing membawa suasana positif dan menyenangkan buatku. tapi kucing yang paling kusuka adalah kitten, alias anak kucing. Kucing yang masih kecil2 gitu, lucuu banget kalo ngeliat tingkahnya, ke sana kemari, gangguin ini gangguin itu kayak anak kecil aje. Wkwkwk. Tapi gemesin banget kok! Awalnya suka kucing pas kelas 2SD dan sampe sekarang masih dan makin suka. Meskipun udah pernah jadi korban KDRT oleh si kucing, jatah makan gue kerap diembat, relain buang2 waktu buat bersihin pupnya kucing yang ada di sekitaran rumah, aku menjalaninya dengan fun alias seneng2 aja. Bagiku gak ada masalah, selama ia masih mau diam tak berkutik mendengarku bercerita, selama ia masih mau tidur dan main bersama denganku, dan selama dia masih mau membantu mengurangi populasi tikus di rumah kami, kurasa kami sudah saling memberikan feedback yang luar biasa ;)

    @AltGST

    BalasHapus
  21. "Apakah kalian suka kucing?

    PASTINYAAAA!! di rumahku ada 4 ekor kucing, dan aku sayaaaaang banget sama mereka. malah kadang aku ngerasa aku lebih ramah sama kucing, daripada sama manusia hahaha. kalo ketemu kucing di jalan, aku bisa langsung pasang muka manis sambil dadah2 gitu wkwkwkw. entah kenapa, aku ngerasa ada semacam kontak batin antara aku sama kucing. mungkinkah di kehidupan yang lalu aku adalah seekor kucing? *ngayal *plakk xDD

    @dust_pain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wehehehe...kirain aku doang yang suka dadah-dadah dan ngajak ngobrol kucing di mana pun :D

      Hapus
  22. link share: https://twitter.com/ApriliaRatna84/status/720106236943933442

    "Apakah kalian suka kucing?"
    jawabannya iya, saya suka kucing :)
    kalau ditanya alasannya kenapa soalnya mereka lucuu, apalagi kalau udah duduk sedakep. Tambah lucu wkwkwk tak kuat aku melihatnya XD

    hanya sekedar berbagi cerita, dulu saya juga takut sama kucing karena pernah dicakar di muka dan membekas sampai sekarang (membekas lukanya walaupun sama juga membekas rasa takutnya) hehehe. Tapi saya masih suka kucing, walupun saya nggak berani pegang. Pingin pegang tapi takut sampe saya pernah ke rumah teman yang suka kucing saya teriak-teriak gara-gara kucingnya mau jalan ke arah saya wkwkwk.
    Tapi, tahun lalu ada kucing datang ke rumah saya. Saya masih takut waktu itu, dia lucu warnanya abu-abu, karena kasihan sama orang rumah dikasih makan dan akhirnya dipelihara. saya takut tapi pingin pegang, akhirnya saya memberanikan diri buat ngelus. Bulunya lembut banget hihi. Akhirnya lama-kelamaan rasa takut itu berkurang, iya berkurang karena saya masih takut kalau kucing saya mulai ngajak main karena dia jadi agresif. Yah walaupun begitu saya sayang semua kucing, walaupun masih takut dikit hehehe :)

    @ApriliaRatna84

    BalasHapus
  23. @APradianita

    SAYA PECINTA DAN PENYAYANG KUCING dan memiliki keluarga "lengkap" kucing di rumah.. ^_^

    Sebagai pecinta dan penyayang kucing, saya merasa ada beberapa hal istimewa yang sampai saat ini saya rasakan. Bagi yang bukan pecinta dan oenyayang kucing, mungkin hal-hal ini dianggap berlebihan. Tetapi, bagi sesama pecinta dan penyayang kucing, mungkin hal-hal ini dirasakan juga:

    1. Saya gemas dan seperti merasa memahami perasaannya ketika bertatapan dengan matanya.
    Saya pasti setuju jika mata mereka itu sangat menggemaskan. Apalagi jika sedang mengedipkan mata atau menyipitkan kelopak matanya. Sering kali, ketika sedang bertatapan mata dengannya, saya bisa merasa tahu perasaannya.

    2. Saya bercanda dengannya sepulang beraktifitas seharian itu adalah hiburan.
    Inilah salah satu keistimewaan memiliki keluarga "lengkap" kucing di rumah. Mereka bisa menjadi penghibur di saat lelah. Sepulang beraktifitas di luar rumah seharian dan merasa kelelahan bisa diobati dengan candaan bersama kucing-kucing tersayang.

    3. Saya merasa ditemani ketika sendiri.
    Walaupun tak bisa berkomunikasi secara verbal dengan mereka, saya menemukan caranya sendiri untuk berkomunikasi dengan kucing-kucing kesayangan. Ketika sendirian di rumah bersama kucing-kucing pun rasanya bisa seperti ditemani oleh seorang kawan atau sahabat.

    4. Saya sering diikuti dan didekati kucing di mana pun bertemu dengan kucing.
    Ini merupakan pertanyaan yang belum terjawab sampai sekarang. Pernahkan teman-teman merasa seperti sering diikuti atau didekati kucing ketika ada kucing di sekitar teman-teman? Saya merasakan hal itu sering sekali terjadi. Misalnya, pernah suatu kali seekor kucing di kampus saya masuk ke dalam ruang kuliah saya dan duduk di bawah kursi saya. Padahal kucing itu baru pertama kali saya temui. Dosen dan teman-teman kuliah saya pun terheran-heran. Hal seperti ini sering sekali terjadi pada saya. Bagaimana dengan teman-teman?

    5. Saya sering membayangkan betapa enaknya jadi kucing ketika melihatnya bisa tidur pulas.
    Ketika melihatnya tidur pulas dengan posisi meringkuk atau sedikit terlentang dengan nafas yang teratur dan suara dengkuran dari perutnya membuat saya iri. Betapa enak dan nyamannya menjadi seekor kucing. Bisa tidur pulas setiap saat dia ingingkan.

    6. Saya khawatir meninggalkan kucing-kucing saya sendirian di rumah.
    Ketika saya meninggalkannya sendirian di rumah, ada rasa sedih dan bersalah yang datang. Saya pasti akan khawatir apakah mereka akan baik-baik saja berada sendirian di rumah. Meninggalkan makanan yang cukup pun sering kali tak bisa mengobati rasa khawatir itu. Saya berharap bisa membawanya ke mana pun saya pergi.

    7. Saya sedih yang mendalam ketika ditinggalkannya untuk selamanya.
    Kehilangan seekor kucing kesayangan rasanya hampir sama dengan kehilangan seorang sahabat. Tak salah dan berlebihan ketika kehilangannya untuk selama-lamanya membuat saya sangat sedih dan menangis selama berhari-hari.

    Saya merasakan perasaan-perasaan seperti di atas dan mencintai seekor kucing layaknya seorang sahabat baik, PEOPLE WHO LOVE CATS HAVE SOME OF THE BIGGEST HEARTS AROUND.. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kucing bisa jadi sahabat baik ya. Dan sahabat baikku itu sekarang lagi menguasai meja kerjaku :D

      Hapus
  24. @noeranggadila

    Dibilang suka, nggak, tapi dibilang benci juga nggak. Bisa dibilang biasa aja, tapi suka banget liatin foto-foto kucing yang unyu, namun takut banget pas dikehidupan nyata ada kucing yang tiba-tiba mendekat ke aku, suka heboh sendiri kadang ><

    Di balik semua itu, sekarang udah mencoba mengurangi ketakutan kalau ketemu kucing, berusaha memperlakukannya dengan baik, selama dia nggak ganggu sih gak masalah :)

    Punya pemikiran buat berdamai dan bisa memeliharanya di rumah :)

    BalasHapus
  25. @bluesky1319

    Kalo ditanya suka sama kucing sih iya suka tapi kalo di tanya berani sama kucing mungkin jawabannya agak takut. Aku suka liat kucing apalagi yang dirawat, bulu nya bersih kelihatannya lucu banget tapi kalo di suruh megang masih ngeri. Soalnya trauma dulu pernah di cakar sama kucing makanya ga berani pegang kucing lagi hehe

    BalasHapus
  26. Nama: Farikhatun Nisa
    Twitter: @littlepaper93

    Jawaban: mulai suka. Entah kenapa, berawal dari kejadian akhir tahun lalu, aku suka sekali memberi makan kucing yang tidak sengaja lewat di deket rumah, atau pas aku makan di luar. Dulu aku memang tidak suka kucing, malah cenderung takut. Kalau ada kucing pasti langsung menghindar. Namun sekarang, aku mulai suka kucing. Mulai suka memberi makan, mulai memberanikan diri ngelus kepala kucing. Kalau perilaku lebih jauh seperti Nasya, kayak belum bisa. Karena masih melawan rasa 'takut dicakar' sama kucing :D tapi suatu saat nanti, aku pengin pelihara kucing kampung. Pasti seneng rasanya punya tanggung jawab sama makhluk lain. :)

    BalasHapus
  27. @putripramaa
    Biasa aja. Dibilang suka nggak beneran suka, benci juga nggak beneran benci. Kadang suka sih kalo bulunya alus. Enak buat di elus-elus. Kadang benci kalo kucingnya annoying banget, misalnya aku lagi baca eh kucingnya lagi musim kawin. Kan berisik xD

    BalasHapus
  28. Suka kucing atau nggak? Takut, tapi suka. Jadi aku seneng banget ngeliatin foto, video, dan gerak-gerik kucing (dari jauh) soalnya bikin mood jadi bagus, tapi nggak akan mau pegang! Hehe. Sebenernya pengen sih, berani pelukin dan main sama kucing biar basa selfie-selfie gemas kayak Taylor Swift XD tapi nggak suka bulu, terus struktur badannya juga kayak rapuh kalo digendong sampe kadang berasa pegang tulangnya dan kebayang organ-organnya. Ditambah lagi, dulu waktu aku SD pernah liat ada kucing mati sampe kaku dan kering di trotoar jadi sampe sekarang masih ngeri untuk pegang T.T

    BalasHapus
  29. @YeyenNursyipa

    Apakah kalian suka kucing? Suka, Cuma ga mau melihara.
    Kucing itu selalu diidentikan dengan hewan yang malas, manja, rumahan, suka nyuri, berisik, kebayang kan kucing kawin kaya gimana? Berisiknya minta ampun. Kalo islam ngebolehin mah, aku lebih memilih melihara anjing da. Anjing itu binatang jalan-jalan yang setia sama majikan bukan sama rumah. Ga berisik, kecuali kalo ada orang asing. Menjaga bukan malah meminta. juga berani.

    BalasHapus
  30. @jacilpo

    Suka kucing atau engga? Jawabannya: enggak. BIG NO! hehehe...
    Kenapa? Soalnya dari kecil aku gak pernah main sama binatang. Binatang yg aku kenal dalam arti aku pernah pegang cuma hamster dan kura-kura. Itu aja aku masih takut-takut pegangnya. Dan apa lagi kucing, aku sangat-sangat sangat takut dan gak suka dengan kucing. Yang bikin aku takut itu pertama cakarannya. Kedua, mama kucing wkwk aku gak suka sama hewan yang gede-gede, makanya aku lebih suka liat dan pegang hewan yang masih imut-imut. Tapi justru kucing yang imut-imut itu kan berarti anak kucing, sedangkan kalo masih anakan itu, ibu mereka pasti sensitif banget kalau anaknya disakitin, makanya aku jadi takut buat deketin anak kucing. Dan maka itu juga aku gak pernah suka sama kucing. Baru liat kucing aja, aku udah takut. Dia cuma jalan didepanku aja, aku juga udah takut. Dan lagi, bulunya yang bertebaran dimana-mana itu bikin hidung gatel! Makanya aku gak suka kucing. Hehehe....

    BalasHapus
  31. Apakah suka kucing?
    Suka banget. Alesannya karena kucing adl binatang kesukaan Rasulullah dan kucing adl binatang yg jinak dan pas untuk menjadi teman manusia d rumah. Kadang kucing bisa jg menjadi pendengar yg baik dikala curhat. Dan ketika mengelus2 bulunya, terasa ad hormon endorfin yg memunculkan efek senang dan rilex bagi saya 😊

    BalasHapus
  32. Apakah suka kucing?
    Suka banget. Alesannya karena kucing adl binatang kesukaan Rasulullah dan kucing adl binatang yg jinak dan pas untuk menjadi teman manusia d rumah. Kadang kucing bisa jg menjadi pendengar yg baik dikala curhat. Dan ketika mengelus2 bulunya, terasa ad hormon endorfin yg memunculkan efek senang dan rilex bagi saya 😊

    BalasHapus
  33. @fetreisciafrida

    Aku suka kucing jika hanya untuk dilihat, tapi aku ga pernah berani untuk megang kucing atau bahkan gendong dan meluk kucing.

    Menurut aku kucing itu lucu, apalagi kucing yang terawat atau peliharaan. Terlebih lagi jika itu anak kucing. Super banget lucunya! Gemesin. Bahkan aku kalau disuruh pilih anjing atau kucing, aku lebih memilih kucing. Ya walaupun sama2 takut sama kedua binatang itu, tapi setidaknya kucing tidak semenakutkan anjing.

    BalasHapus
  34. Suka kucing?... Ehm, mungkin lebih dari sekadar suka, tapi dibilang cat lover... belum berani sepenuhnya, karena belum bisa expert mati-matian care pada makluk berambut itu. Yang pasti sih, sukaaaaa sama mereka. Sekarang di rumah ada dua mpus, boleh dapet rescue. Sudah setahun mereka bersamaku, yang cowok... asliii hiperaktif. Suka banget manjat ke pundak, masih ngempeng ke rambut :D Yah, jadi curcol, deh...^^
    Twitter : @andarchan

    BalasHapus
  35. Suka kucing?... Ehm, mungkin lebih dari sekadar suka, tapi dibilang cat lover... belum berani sepenuhnya, karena belum bisa expert mati-matian care pada makluk berambut itu. Yang pasti sih, sukaaaaa sama mereka. Sekarang di rumah ada dua mpus, boleh dapet rescue. Sudah setahun mereka bersamaku, yang cowok... asliii hiperaktif. Suka banget manjat ke pundak, masih ngempeng ke rambut :D Yah, jadi curcol, deh...^^
    Twitter : @andarchan

    BalasHapus
  36. Sebenernya nih! Aku tuh suka banget sama mpus! Selain suka manja, makhluk imoet ini juga bisa jadi mood booster yang okey di saat moodku lagi jelek. Cuma ngeliat tingkah-polah si mpus yang manis manja dan kadang konyol ajah udah bikin aku mesem2 sendiri.

    Tapi... ada tapinya nih! Sejak kejadian jaman kuliah dulu, aku jadi rada2 benci sama si mpus ini! Ya gimana enggak, lagi laper2nya dan kepengen cepet makan, eh... lauk diatas piringku disamber begitu ajah sama kucing garong nyebelin yang suka ngendon depan kost-an temenku! Mana pas duit lagi pas2an pula! ~.~" Akhirnya hari itu berakhir dengan aku makan siang hanya dengan kuah sayur seadanya gegara lauknya sudah diembat si mpus! T_T

    Sejak itu aku suka was2 bin curiga kalau lagi asik makan di luar, trus dideketin sama kucing. Bawaannya langsung pengen nimpuk tuh mpus pake sandal! Hush! Hush! Ya, bisa dibilang aku jadi agak trauma dideketin sama kucing liar di luar sana. Tapi klo sama kucing domestik sih aku masih suka mane2 dan elus2 bulunya kok :)

    Twitter: @womomfey
    Link share: https://twitter.com/WoMomFey/status/721097013798932480

    BalasHapus
  37. Suka. Tapi bukan suka banget, karena saya kadang masih suka ngerasa geli sendiri kalau terlalu dekat dengan binatang berbulu. Bukan jijik, cuma geli aja hehehe. Kadar suka saya pada kucing mungkin sebatas saya nggak pernah usir-usir kucing kalau mereka mendekat, kadang saya kasih sisa makanan atau tulang buat dia, dan sesekali bikin susu. Tapi nggak pernah main sampai diusel-usel gitu soalnya bulu mereka suka rontok dan bikin alergi.

    @btgmr

    BalasHapus
  38. Akun Twitter : @MR_Laros

    saya suka banget sama kucing. dulu bahkan pernah punya kucing aku rawat mulai dia umur beberapa bulan itupun hasil nemu di jalan kucingnya awalnya juga ga di bolehin pelihara kucing sama ortu tapi aku tetap ngotot pelihara dan ya ahirnya di bolehin. dan kucing saya itu ihhh lucu + gemesin + moodboster saya + sahabat sya. dia yg sllu temani sya kpanpun syg banget sma tuh kucing. suatu hari pernah kucing saya hilang ya ampun sedihnya masya Allah sampe saya ga sekolah. tapi ahirnya dia kembali dan juga beberapa kali dia hilang di buang orang padhal dia ga nakal. dan pada suatu hari pas saya mau UN saya ga ada di rumah, dia hilang dan ga kembali lagi ya Allah sedih banget. bayangkan ngerawat dia dari kelas 3 kalo ga 4 SD sampe lulus SMP ya ampun sayang banget sama dia tapi dia sekarang hilang mungkin dia sudah tenang di syurga, amin. *jadi curhat kan* pokoknya kucing lucu + gemesin. bagi orang yg ga suka kucing please jangan sakiti mereka, mereka juga makhluk hidup yg pingin di sayang juga.

    BalasHapus
  39. Aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bangetttttttttttttttttt kucingggggggggggggggg, tapi aku sukanya lebih ke kucing jalanan sih soalnya kucing jalanan itu lebih susah untuk dijinakkan dan aku merasa mereka lebih unyu-unyu gitu. Heheheee Aku pengin banget memelihara kucing tapi sama mama nggak boleh karena mama nggak suka kucing dan bikin rumah jadi kotor. Alhasil, aku diam-diam ngasih makan sama kucing jalanan di dekat rumah. Aku pengin banget melihara mereka apalagi suara mereka itu bikin aku tenang deh. Bisa dibilang sih aku juga mengidap Ailurofil.

    @Agatha_AVM

    BalasHapus
  40. Twitter: @ayuniadesty
    Link share:
    https://twitter.com/ayuniadesty/status/721326942750781440
    "Apakah kalian suka kucing?"
    Suka banget!!! Kucing ada di urutan pertama hewan yang saya sukai. Mungkin karena sewaktu kecil sudah akrab dengan kucing. Soalnya aku dulu ikut kakek-nenek di kampung, temen mainku di rumah ya kucing. Aku inget banget, kucing kakek ekornya pendek. Memang dari lahir seperti itu katanya. Kucing itu suaranya ngangenin, manja-manja syahdu gimana gitu. Kucing juga binatang lucu yang fotogenic. Sering banget kan, lihat kalender dengan gambar kucing di dalam keranjang? Kucing juga nurut kok kalau kita ajak narsis bareng ... he he ... Tapi sedih banget sekarang nggak bisa memelihara kucing karena hidup ngekos. *hiks
    Kucing juga merupakan hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW, sampai-sampai beliau memberikan nama untuk kucing peliharaannya tersebut, Mueeza. Kucing adalah salah satu hewan intimewa. Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri. Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

    BalasHapus
  41. @Daisy_skys

    "Apakah kalian suka kucing?"

    Suka sekali .Ibu juga suka sekali .Mungkin karena aku nggak punya adek jadinya kucing udah berasa saudara sendiri .Kucing dirumahku cuma kucing kampung yang kupungut di jalan waktu kelas 5 SD sekarang aku udah kelas 2 SMA.Bayangkan sudah berapa lama kucing itu ngikut keluargaku .Hampir 7 tahun dan rasanya sudah seperti keluarga .

    2 minggu yang lalu kucingku beranak , jadi berasa panti asuhan karena ada 5 ekor kucing dirumah .Yang 2 ekor indukan yang 3 anak kucing . Aku siapin kardus besar yang diisi kain bekas biar mereka nyaman .Sebenernya kebanyakan ada 5 ekor kucing tapi kalau mau dibuang kan kasihan .Aku coba kasih ketemenku biar mereka mau rawat bahkan sempet aku broadcast di bbm saking bingungnya .

    Tapi yah dengan adanya mereka rumah agak rame .Kalau aku lagi punya banyak masalah aku kadang elus bulunya pelan pelan sambil cerita ,entah dia ngerti atau nggak .Tapi sama dia (kucing) aku bisa cerita semuanya dengan polos .

    Kalau ditanya apa aku sayang kucing ? Sayang banget .Sudah seperti anggota keluarga .Kalau jam pulang belum pulang dicariin mama ,kalau sakit dibikinin susu , seminggu sekali dimandiiin pakai sampo .Tapi karena kucingku yang gede cewek agak susah nglarang supaya nggak berkembang biak /kawin .Mama sempet kepikiran untuk ngasih pil KB biar nggak beranak terus XD

    BalasHapus
  42. @amifamia

    Ya. aku menyukai kucing.
    alasannya karena kucing itu salah satu hewan peliharaan Rasulullah, terus aku menyukai kucing karena kucing itu hewan yang dapat menjaga kebersihan dirinya sendiri, air bekas minuman kucing saja tidak najis, makanya aku suka kucing.

    BalasHapus
  43. Sukaaaaa! Aku bahkan pelihara kucing. Dia temen curhatku yang paling setia karena dia ga bakal bocorin ke siapa pun kan... :D

    @chynrm

    BalasHapus
  44. Makasih banyak, Teman-Teman Ailurofil yang udah ikutan blogtour di sini. Makasih juga udah peduli dan sayang ada kucing tanpa membeda-bedakan kucing ras dan kucing kampung. Salam meoooow :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga buat mbak Retno yang sudah mau bekerjasama dengan aku, semoga sukses selalu :)

      Hapus
  45. Oya, hadiah untuk pemenang saya kirim setelah rangkaian blogtour ini selesai, ya. Makasiiih :)

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...