Selasa, 09 Februari 2016

Kepoin Jenny Thalia Faurine, Penulis yang Katanya Sering Patah Hati


Hai hoooo, masih dalam rangka blog tour #ForeverSeries, kalau minggu kemarin saya meposting review Forever and Always sebagai pembuka, kali ini saya akan menampilkan hasil wawancara singkat dengan penulis yang masih muda belia ini, siapa lagi kalau bukan Jenny Thalia Faurine :D. Saya kenal dengan penulis baru-baru ini, lebih tepatnya ketika saya menjadi Santa penulis yang kerap dipanggil Jejen ini. Sejak tahu kalau Jejen adalah target saya, saya mulai melirik buku-bukunya. Waktu saya tanya kenapa bisa sangat produktif dalam menulis alasannya adalah karena dia sering patah hati XD.

Nama Jejen sering sekali saya dengar di timeline ataupun grup WA, dia penulis yang sangat produktif, pingin tahu tulisannya seperti apa tapi tak kunjung kesampaian. Saya menunggu dia mendapatkan kado dalam event Secret Santa, menunggu kami berkenalan secara langsung di event IRF baru setelah itu mulai mefollow akun twitter dan sesekali bertegur sapa, bakalan gagal dong kalau tiba-tiba follow padahal sebelumnya nggak kenal, berhubungan dengan clue yang saya buat juga, hahaha. Setidaknya taktik saya berhasil, tebakannya salah sewaktu disuruh membuka kedok siapa Santa sebenarnya XD.

Okey, tanpa banyak kata lagi silahkan simak hasil kepo saya dengan Jenny Thalia Faurine :)
#ForeverSeries ini nantinya akan bercerita tentang apa aja di setiap bukunya?
Dulu pas aku ditanya begini agak bingung. Sekarang setelah semedi setahun di Jogja, akhirnya aku tau. #apahubungannya.

#ForeverSeries ini akan menceritakan tentang cinta yang telah lalu. Baik yang hanya tertinggal di masa lalu atau yang kembali lagi untuk meminta kejelasan dan juga jawaban. Karena hubungan yang telah berakhir belum tentu akan mengakhiri juga perasaan satu sama lain. Sebenernya cinta yang telah lalu mungkin akan jadi benang merah di Forever Series ini. Kalau Forever and Always bahas ttg apa akibat dari perasaan mereka di masa lalu, Now and Forever lebih kepada mereka berusaha untuk hidup di masa kini dengan menerima apa yang ada di masa lalu. Untuk Be My Forever sendiri lebih membahas tentang melepaskan seseorang, baik karena ego atau pun karena takdir.

Bagaimana menurut Jenny tentang cerita yang menjual perasaan vs desahan? Menurut kamu perlukah adegan dewasa di cerita romance? Kesulitannya apa saja? Apakah tidak ingin merambah Adult Fiction?
Ya ampun, ini aku pernah banget bahas sama temenku. Hahaha. Ya, aku pernah sih baca cerita ‘desahan’ begitu. Tapi lebih banyak yang menjual ‘perasaan’. Menurutku pribadi, mungkin oke-oke saja jika yang baca cerita ‘desahan’ ini adalah orang yang sudah cukup umur, minimal bisa kontrol diri sendiri dan sudah tau baik-buruknya. Tapi yang bikin khawatir kan kalau yang baca masih SD atau SMP. Dan saat ini udah banyak banget anak SD atau SMP yang udah baca cerita seperti itu. Sangat disayangkan sih, mengingat masih banyak bacaan lain yang harusnya lebih cocok untuk mereka.

Adegan dewasa? Kalau untuk kepentingan jalannya cerita, ya perlu sih. Tapi kalau sudah tiap halaman isinya itu terus, apa nggak … too much? Kadang banyak cerita romance yang isinya mostly adegan dewasa tanpa memikirkan esensi cerita itu sendiri.
Kesulitannya? Tentu aja aku hanya modal riset sana-sini. Dan kadang agak sulit mengaplikasikan hasil riset tanpa terlihat bahwa adegan tersebut hanya tempelan dan terasa … nggak cocok. Ujung-ujungnya malah keliatan kayak stensilan. Kan gawat. Hihihi.

Mau sih merambah Adult Fiction. Doakan saja semoga bener-bener bisa komitmen untuk mencoba nulis di Adult Fiction ini.

Lebih suka menerbitkan buku via self publish atau major? Apa saja tantangan kedua hal tersebut?
Duh, pertanyaan sulit, hihihi. Lebih suka … lewat major.
Tantangannya antara major atau self-published tentu berbeda ya. Kalau di major, setidaknya buku kita akan didistribusikan ke toko buku. Tapi kita nggak boleh lepas tangan begitu aja lho setelah bukunya terbit. Jangan sampai diretur lagi setelah 6 bulan nongkrong di sana. :’) Nah, di sinilah perjuangan untuk membuat orang-orang tertarik untuk mengadopsi anak eh buku kita.

Untuk di self-publish, ini kayak lagu dangdut. Apa-apa sendiri. *kecuali kamu udah punya partner untuk layout, editing, dan desain cover* Tapi, kalau self-publish kita kan cetak sesuai peminat bukunya. Itu berarti kan nggak bakal ada retur dong. Bukunya juga nggak masuk ke toko buku sih. Jadi kita bener-bener butuh ekstra tenaga di self-publish.

Sebelumnyakan pernah nerbitin Junior Player series, cerita dong perbedaan series tersebut dengan #ForeverSeries, apakah emang suka membuat cerita serial daripada stand alone?
Dari dulu selalu suka bikin serial. Hihihi. Perbedaannya, Junior Player Series itu kan ceritanya tentang anak-anak dari tokoh utama di Playboy’s Tale. Rentang waktu antara Junior Player Series dan bapaknya pun lumayan jauh. Sedangkan Forever Series, dia ada di satu masa yang sama dan tokohnya saling berkaitan erat. Terutama buku kesatu dan kedua. :D

Aku lihat kebanyakan cerita yang kamu buat sasarannya adalah dewasa muda, cerita di atas usia kamu. Misalkan saja tentang pernikahan, tentang dunia kerja, padahal kamu kan masih kuliah dan single (uhuk). Gimana kamu mengatasi semua itu?
Kenapa single-nya juga disebut? :’)
Banyak-banyak baca novel sesuai dengan apa yang aku tulis sih. Jadi aku bisa belajar tentang bagaimana kehidupan orang dewasa yang ditulis oleh orang dewasa lainnya (?). Juga nggak pantang menyerah buat riset dan tanya sana-sini. Walaupun aku akui kadang tulisanku masih agak berasa remajanya, tapi aku berharap sih semoga ke depannya tulisanku bisa makin dewasa tanpa merasa tua (?) dan menggurui (?). Aku selalu mencoba meyakinkan diriku sendiri kalau bukan hanya usiaku aja yang bisa bertambah, bukan kepribadianku aja yang mungkin bisa berkembang jadi lebih baik lagi, tapi juga dengan tulisanku.

Bagian apa yang paling susah ditulis dalam Forever and Always ini?
Ketika Ren dan Seva mulai sibuk dengan dunianya sendiri. Karena sejak awal aku sudah merasakan bahwa Ren dan Seva sudah dekat—dan susah untuk dipisahkan.
Dear Jenny, untuk pertanyaan nomor dua muncul karena saya pernah nyuri denger obrolan kamu dengan temanmu itu waktu di IRF, hahaha. Saya juga penggemar berat cerita serial, jadi penasaran sama Junior Player series, semoga suatu saat bisa kesampaian menikmati karyamu lagi, covernya kece-kece, comotable. Semoga tulisanmu semakin berkembang dan lebih baik lagi ya, masih muda banget dan saya yakin makin lama makin bagus :D.

Untuk pertanyaan lain, kalian bisa pantau blog yang ada di banner karena tiap host juga akan melayangkan pertanyaan kepada Jejen. Kalau ada pertanyaan yang belum ada dan kalian pingin tanya, boleh kok kalian sampaikan di sini karena Jejen akan menjawab pertanyaan kalian dalam satu hari ini, jadi ayo buruan. Satu orang hanya satu pertanyaan aja ya :D.



Tentang Penulis:
Jenny Thalia Faurine atau yang biasa dipanggil Jenny ini masih meneruskan pendidikannya sambil terus menulis. Ia juga rajin membaca buku dan (tentunya) menimbun. Saat ini punya keluarga kucing yang sering mampir dan jadi temannya di rumah. Penyuka green tea dan kopi pahit ini berharap kalau novel ini bukan novel terakhirnya. Forever and Always adalah buku pertama dari Forever Series.

Buku-buku yang pernah Jenny tulis antara lain; No One Like You, Love is The Answer, A Little Agreement, Playboy's Tale, Unplanned Love, Phobia, Pattern, Lov(e)nemy, If You Only Knew, Wedding Rush, Forever and Always. Serta serial Junior Player; Lovaddict, Love in Accident, Blitz!, Love Blossom, Love-O-Logy.

Jenny bisa dijumpai di:
Goodreads: https://www.goodreads.com/JennyThaliaF
Blog: https://jejenbacabuku.wordpress.com/
Twitter: https://twitter.com/JennyThaliaF

12 komentar:

  1. Balasan
    1. Sama-sama, tapi ini bukan review, kalau review ada di postingan lain :)

      Hapus
  2. Wah, Mbak Jenny inspiring banget. Sudah banyak buku yang ditelorkan dan selalu produktif. ^_^ Sukses selalu Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga karya selanjutnya makin bagus ya :)

      Hapus
  3. Yaaah, kesempatan nanyanya udah nggak ada ya? Padahal aku pengin banget nanya tentang kenapa memilih 'friendzone' sebagai konsep ceritanya? Kalo mau dijawab ya dijawab, Kak. Kalo nggak ya, nggak apa-apa deh.
    terima kasih^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo! Akan tetap kujawab, kok. :3
      Kenapa milih Friendzone sebagai konsep ceritanya?
      Karena fenomena (???) ini lumayan dekat denganku. (baca: mengalami sendiri) Dan banyak juga ternyata yang mengalaminya. Jadi siapa tau kita semua korban friendzone bisa sharing ramai-ramai melalui buku ini. X)))

      Hapus
  4. Salut deh! Masih muda tapi sudah begitu banyak berkarya nih Kak Jejen (eh boleh ya dipanggil seperti panggilan Mba Sulis^^)

    Anyway... Aku kan dah baca reviewnya juga nih dan asli beneran baper deh sama reviewnya Mba Sulis. Menurutku, nama-nama tokohnya keren namun tetap membumi dan gak terkesan terlalu norak. Nah, dari mana sih Kak Jejen dapat inspirasi pemberian nama untuk tokoh-tokoh dalam Forever and Always ini? Trus pernah gak Kak Jejen menulis buku yang kisahnya diangkat dari kisah nyata orang-orang dekat Kak Jejen? Kalau iya, apakah sebelum menulis buku itu Kak Jejen permisi dulu ke ybs?

    Mba Sulis, makasih ya sudah kasih kesempatan untuk bertanya kepada Kak Jejen :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo! Panggil Jejen boleh kok :D

      Wah, kalau untuk urusan nama di Forever and Always, nama mereka tiba-tiba muncul begitu aja di kepala, hehehe. Padahal biasanya aku nyari dulu dari daftar nama di Sansekerta atau absen temen-temen sekolahku. X))

      Oh, aku pernah kok menulis buku yang diangkat dari kisah nyata orang-orang didekatku. Biasanya aku selalu bilang dulu, gawat juga kan kalau udah ditulis dan diterbitkan eh ybs malah keberatan. Ntar nggak diridhoin :'D

      Hapus
  5. kisahnya seperti kisahku 2 tahun yang lalu. jadi flasback :').
    tak ada yang beda. benar-benar sama.
    good luck terus berkaryaaa :).

    BalasHapus
  6. kenapa cerita Dek JENNY ini yg nipu para Readers nya yg ikutan PO, kenapa gak di tulis juga

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...