Jumat, 15 Januari 2016

Attachments by Rainbow Rowell | Book Review

Penulis: Rainbow Rowell
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Novianita
Desaign cover: Chyntia Yanetha
Penerbit: Spring
ISBN: 978-602-71505-5-3
Cetakan pertama, Desember 2015
Buntelan dari @penerbitspring
Lincoln masih belum percaya bahwa pekerjaannya sekarang adalah membaca E-mail orang lain. Saat ia melamar pekerjaan sebagai petugas keamanan Internet, pemuda itu mengira ia akan membangun firewall dan melawan hacker, bukannya memberi peringatan pada karyawan yang mengirim E-mail berisi lelucon jorok seperti sekarang.

Beth dan Jennifer tahu bahwa ada seseorang di kantor yang memonitor E-mail mereka. Hal itu adalah kebijakan kantor. Namun, mereka tidak menganggapnya serius. Mereka bertukar E-mail tentang hal-hal paling pribadi.

Saat Lincoln menemukan E-mail Beth dan Jennifer, pemuda itu tahu ia harus melaporkan mereka berdua. Namun ia tidak bisa. E-mail mereka terlalu menarik untuk dilewatkan.

Hanya saja, saat Lincoln sadar ia mulai jatuh hati pada salah satunya, sudah terlalu terlambat untuk memulai perkenalan.

Lagi pula, apa yang bisa ia katakan...?
Attachments bercerita tentang seorang pemuda bernama Lincoln, dia melamar pekerjaan sebagai petugas keamanan internet di surat kabar The Courier. Awalnya pekerjaan yang Lincoln bayangkan akan seru dan terlihat keren, tapi siapa yang mengira kalau tugasnya hanyalah membaca e-mail orang lain, memberi peringatan kepada karyawan yang hanya menghabiskan waktu untuk bermain-main, dia ditugasi oleh bosnya untuk memata-matai karyawan yang tidak bekerja dengan tekun. Lincoln sangat tidak menyukai pekerjaannya, dia merasa tidak melakukan apa-apa dan tidak benar karena diam-diam membaca e-mail orang lain, selain itu jam kerjanya juga di malam hari, membuatnya harus begadang.

Salah satu e-mail yang berisi menyimpang datang dari Beth Fremont dan Jennifer Scribner-Snyder, mereka sering kali bercakap-cakap via e-mail tentang kehidupan pribadi. Jen yang seorang copy editor sering mencurahkan hati perihal hubungannya dengan suaminya, tentang permasalahan dia merasa belum siap hamil tapi suaminya sangat menginginkan anak. Beth yang seorang peresensi film atau kritikus film gantian bercerita tentang pacarnya yang sering kali apatis terhadap hubungan mereka, yang sibuk dengan dunia band-nya sehingga jarang ada waktu untuk mereka berdua. 

Lincoln seharusnya melaporkan mereka berdua, tapi dia enggan. Bisa dibilang Lincoln ketagihan membaca e-mail mereka, dia sangat menikmati obrolan yang dilakukan Beth dan Jen yang seringkali bernada kocak, sangat menikmati obrolan dua orang yang belum pernah dia temui sebelumnya. Dari membaca percakapan mereka, Lincoln jatuh hati pada salah satunya, jatuh hati dengan seseorang yang tidak tahu bagaimana rupanya, jatuh hati dengan pemikirannya, dengan jiwanya.

Apakah Lincoln akan bertemu dengan Beth dan Jen? Apakah dia akan melaporkan kepada bosnya kalau mereka berdua 'tidak bekerja serius'?
Orang itu berpikir bahwa mengenakan gaun yang jelek di hari paling membahagiakan dalam kehidupan orang lain barulah sebuah permulaan -antrean tempat kau harus berdiri untuk mendapatkan kebahagiaanmu sendiri.
Antrean itu tidak pernah ada. Antrean itu hanyalah adegan ruang tunggu dalam film 'Beetle Juice'. (Aku juga bukan Winona dalam film itu).
Ada saat-saat ketika kau merasa tidak yakin bahwa sesuatu yang indah sedang terjadi. Dan ada pula saat-saat ketika kau menyadari sepenuhnya bahwa sesuatu yang indah sedang terjadi.
"Apa kau percaya pada cinta pada pandangan pertama?"
"Aku tidak tahu," jawab Lincoln. "Apa kau percaya pada cinta sebelum itu?" 
Rainbow Rowell menulis Attachments dengan cara unik dan berbeda, seperti ada dua teknik penulisan di buku ini, yang pertama melalui percakapan via e-mail pada bagian Beth dan Jen, pembaca seolah dibuat ikut membaca apa yang sedang Lincoln kerjakan. Kedua secara narasi atau seperti kebanyakan novel pada umumnya pada bagian Lincoln, tentang kehidupannya sendiri. Saya suka sekali bagaimana Rowell menggabungkan dunia maya dan nyata, dua kehidupan antara Lincoln dan Beth yang terpisah namun memiliki benang merah, twistnya benar-benar tak tertebak, dan ceritanya sangat manis sekali, khas Rowell, film jadul dan musik tempo dulu :D.

Kehidupan Licoln diceritakan sangat monoton, layaknya seorang nerd, dia jarang sekali bergonta ganti pacar, hanya sekali berpacaran dan dia anak mami, masih tinggal di rumah ibunya, setiap hari selalu dibawakan bekal. Berbeda dengan Beth dan Jen, walau mereka memiliki permasalahan masing-masing, mereka menaggapinya dengan kocak, sarkasme mereka sering membuat saya dan Lincoln tersenyum, terutama pada kisah Jen. Tokoh favorit tentu saja Lincoln, dia manis sekali, yah kadang geregetan sih akan sikapnya yang nggak tegas atau terlalu pengalah dan mudah menyerah, tapi apa yang dia lakukan untuk menunjukkan perasaanya benar-benar romantis. Bagian favorit adalah ketika Lincoln menemukan jawaban kenapa Beth dan Jen lama tidak saling berbalas e-mail, dan tentu saja bagian yang tidak bisa saya sebut di sini, bab di mana hanya ada tulisan 'tidak, tidak, dan tidak'.

Yang paling ditunggu-tunggu adalah apakah Lincoln akan bertemu dengan orang-orang yang dia ketahui lewat dunia maya, bagaimana Rowell menggabungkan semuanya? Bagaimana caranya menumbuhkan perasaan kepada orang yang sebelumnya belum pernah kita lihat, hanya dengan membaca tulisan atau cerita tentang kehidupannya bisa langsung mengetahui kalau dia adalah belahan hati? Seperti apakah adegan yang akan terjadi? Jawabannya lebih baik kalian temukan sendiri, percaya deh, buku ini penuh kejutan dan tak tertebak, nggak akan seru kalau saya tulisakan, harus dibaca sendiri.

Buku ini bercerita tentang bagaimana cara dua orang manusia bisa menemukan satu sama lain. Recommended bagi yang ingin mencari kisah cinta manis dan cara penyajian yang berbeda.

4 sayap untuk Here's Where the Story Ends.

4 komentar:

  1. wah, aku tuh udah lama banget pengen baca buku ini, karena basically semua buku rainbow rowell aku suka, hehe. kayaknya makin semangat nabung nih buat beli Attachments secepatnya setelah baca review ini. terima kasih!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, bukunya Rainbow Rowell emang wajib dibaca :)

      Hapus
  2. Menurut kakak, terjemahannya bagus ga? Kalo liat dari kutipan-kutipannya kayanya masih agak kaku gitu, jadi susah ngerti. Kemarin baca review-review buku Fangirl juga banyak yang bilang terjemahannya kurang luwes.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menurutku cukup bagus kok, nggak ada kata-kata yang sulit dipahami :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...