Minggu, 31 Mei 2015

May in Review | Monthly Recap


Hai hallo, saatnya recap bacaan bulanan dan book haul selama bulan Mei, nggak kerasa ya udah memasuki pertengahan tahun, sebentar lagu bulan puasa juga, semoga aja tetap semangat terus baca dan ngreviewnya :D. Bulan ini saya nggak terlalu banyak beli buku (beli tapi bukunya tiba bulan besok XD) dan dapat buntelan, hahaha, baca pun agak segencar bulan-bulan kemaren, tapi bulan ini cukup banyak event yang menguras tenaga, taulah apa XD.

Bulan ini juga menandakan kalau hutang review saya lunas semua, lega tapi tetap berharap dapat buntelan terus, hehehe. Cukup molor panjang banget, biasanya nggak nyampe dua bulan, ini hampir tiga bulan lebih saya menyelesaikan PR review dari penerbit yang nggak jemu memberi saya bacaan bagus. Bukunya bukan genre favorit makanya lama banget bacanya, harus mengumpulkan mood dulu, beberapa kali memaksa membaca tapi nggak nyaman, akhirnya nyerah, baca buku lain, ikuti arus aja, alhamdulillah bisa selesai. Selain itu banyak acara juga, blog tour dan kompetisi. Intinya sih saya nggak mau main paksa untuk diri sendiri, saya selalu berpedoman baca itu untuk seneng-seneng bukannya menjadi beban jadi dibawa enjoy aja :D

Senin, 25 Mei 2015

Jembatan Musim Gugur (Samurai #2) by Takashi Matsuoka | Book Review

Jembatan Musim Gugur (Samurai #2)
Diterjemahkan dari Autumn Bridge
Penulis: Takashi Matsuoka
Penerjemah: Ary Nilandari
Penyunting: Maria M. Lubis
Desain sampul dan ilustrasi: Sweta Kartika
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-55-5
Edisi kedua: Cetakan I, Desember 2014
628 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Mengetahui masa depan dan mengetahui masa lampau
adalah dua hal yang bermakna sama.
Apa bedanya mengetahui hal yang wajar tak terelakkan

dengan mengetahui apa yang telah terjadi?



—Aku-no-Hashi (1434)

Sesosok wanita hadir, mengiris keheningan menara tertinggi Kastel Awan Burung Gereja. Kecantikannya memukau, kelembutannya menghanyutkan, dan keanggunannya menebarkan pesona. Tetapi, kemunculannya selalu berselubung misteri. Benarkah dia Lady Shizuka, sang putri sihir dari masa lampau? Benarkah dia penentu sejarah klan Okumichi? Dan, mengapa dia juga muncul di hadapan Emily Gibson, wanita asing yang bukan keturunannya?

Samurai: Jembatan Musim Gugur menguak kelanjutan kisah hidup Genji Okumichi, sang Daimyo Akaoka dalam Samurai: Kastel Awan Burung Gereja. Kisah ini pun menyibak kekuatan cinta yang mampu menjungkirbalikkan dunia, perpaduan kekuatan ragawi dan kehalusan pekerti, dan mengedepankan ketulusan sejati dalam menyikapi takdir, meskipun akhir hidup sudah di depan mata.

Minggu, 24 Mei 2015

Kastel Awan Burung Gereja (Samurai #1) by Takashi Matsuoka | Book Review

Kastel Awan Burung Gereja (Samurai #1)
Diterjemahkan dari Cloud of Sparrows: An Epic Novel of Japan
Penulis: Takashi Matsuoka
Penerjemah: Esti Ayu Budihabsari
Penyunting: Maria M. Lubis
Desain dan ilustrasi sampul: Sweta Kartika
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-54-8
Edisi kedua: Cetakan I, Desember 2014
624 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Pengetahuan bisa menghambat.
Ketidaktahuan justru membebaskan.
Tahu kapan untuk tahu dan kapan untuk tak tahu,
sama pentingnya dengan pedang yang tajam.

—Suzume-no-Kumo (1434)

Apakah kemampuan mengetahui masa depan bisa menguntungkan, atau justru membawa malapetaka? Mampukah pengetahuan seperti itu melahirkan seorang samurai sejati, yang tabu mengeluh ketika mengalami siksaan fisik paling hebat sekalipun, yang rela mati menjunjung tinggi kehormatan dan kesetiaan, namun tetap dianggap wajar untuk menangis tersedu saat merasakan keharuan dan kebahagiaan?

Samurai: Kastel Awan Burung Gereja adalah kisah hidup Daimyo Akaoka, Genji Okumichi—kisah tentang sebuah pergolakan zaman, perbenturan Timur dan Barat, budaya dan norma, agama dan dogma, kehormatan dan kemanusiaan. Kisah yang menyeruakkan kesadaran kita bahwa pengetahuan dan keyakinan manusia bukan merupakan kebenaran hakiki.

Jumat, 22 Mei 2015

Marry Now, Sorry Later | Giveaway, Blog Tour


Postingan terakhir dalam blog tour Marry Now, Sorry Later di Kubikel Romance, saatnya bagi-bagi hadiah, yeay :D. Tapiiii, sebelum ikut kuis ini, ada baiknya kamu baca wawancara saya dengan Christian Simamora dan baca review Marry Now, Sorry Later, biar tambah kepengen baca dan punya bukunya.

Sudah baca? Berikutnya ikuti syarat berikut, gampang kok kalau kalian pembaca blog Kubikel Romance :)

Marry Now, Sorry Later by Christian Simamora | Book Review, Blog Tour

Marry Now, Sorry Later
Penulis: Christian Simamora
Editor: Alit Palupi
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Ilustrasi isi dan paperdoll: Mailor
Genre: Contemporary Romance
Kategori: Dewasa
Penerbit: Twigora
ISBN: 978-602-70362-2-2
Cetakan pertama, Mei 2015
438 halaman
Harga: Rp. 77.700
"BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?"

Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai.



"ADAKAH SAUDARI MERESMIKAN PERKAWINAN INI
SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI?"

Setelah enam bulan bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan Reina. Seperti dugaannya, suaminya itu memaksanya pulang bersama ke Jakarta. Memangnya apa yang dia harapkan? Semacam membuka lembaran baru dan hidup bersama sebagai suami-istri sungguhan?



"SAYA BERJANJI SETIA KEPADANYA DALAM UNTUNG DAN MALANG, 

DAN SAYA MAU MENCINTAI DAN MENGHORMATINYA 

SEUMUR HIDUP."

Ini cerita cinta tentang dua orang yang tak saling cinta, tapi bertahan untuk tetap bersama. Sampai kapan mereka akan terus berusaha? Perlukah mereka jatuh cinta dulu supaya bisa bahagia?




Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA

Interview With Christian Simamora | Ask Author, Blog Tour


Hai hallo, lama sekali ya nggak posting Ask Author di Kubikel Romance, kangen juga tapi tenang, kali ini saatnya membayar dahaga :D. Dalam blog tour buku Marry Now, Sorry Later ini saya berkesempatan mewawancarai penulis, tidak lain tidak bukan Abang kece Christian Simamora, salah satu penulis dalam negeri yang bukunya wajib saya baca dan punya. Penulis berpenampilan nyentrik ini telah menerbitkan empat belas buku, WOW, cukup produktif ya, diawali dengan menjadi penulis teenlit kemudian banting stir menjadi penulis romance dewasa, di mana malah melambungkan namanya. Selain menjadi seorang penulis, Bang Ino, begitu panggilannya juga merupakan seorang editor handal dan sukses mendirikan penerbitan sendiri bersama saudaranya, sebuah penerbit yang fokus pada cerita contemporary romance untuk pembaca dewasa, Twigora.

Kreatifitasnya nggak pernah surut ya, banyak sekali yang ingin saya tanyakan kepada Bang Ino tapi apa daya saya hanya diberi kesempatan 5 pertanyaan, untuk ukuran orang kepo seperti saya ini nggak cukup, hahahaha. Tentu tidak ingin menyia-nyiakannya, berikut hasil wawancara saya dengan Christian Simamora, pertanyaan yang saya pendam dari dulu :D

Senin, 18 Mei 2015

Playlist Competition by #TimKomitmen #LoveCycle @GagasMedia


Hai halo, dalam rangka menyambut seri terbaru Gagasmedia yang bertema Love Cycle, penerbit kece ini mengundang para pembaca tercinta untuk ikut meramaikannya. Ajang yang bertajuk Love Cycle Online Festival ini akan berangsung dari tangal 18-30 Mei 2015, terdiri dari 6 kelompok berdasarkan tahapan cinta yang ada yaitu Cinta Pertama, PDKT, Pacaran, Patah Hati, Move On dan Komitmen. Adapun lomba-lomba yang diselengarakan antara lain Playlist Competition atau Susun Playlist, Menulis Berantai, Cerdas Cermat Twitter, TTS Facebook, Estafet Twit, dan GagasPedia Competition. Setiap kelompok terdiri dari 16 anggota, saya sendiri terpilih di kelompok Komitmen dan kebagian lomba Playlist Competition, lomba yang pertama, nih, cukup deg-degan juga :D

Dalam Playlist Competition ini saya diminta memilih 6 lagu sesuai tahapan cinta, lagu yang menggambarkan masing-masing tahapan dalam merasakan cinta beserta alasan kenapa memilih lagu tersebut. Setelah mengublek-ublek playlist, akhirnya saya menemukan yang pas di hati, yang menurut saya cocok banget dengan tahapan-tahapan tersebut. Berikut daftarnya :) 

Jumat, 15 Mei 2015

Empat Puluh Kaidah Cinta by Elif Shafak | Book Review

Forty Rules of Love - Empat Puluh Kaidah Cinta
Penulis: Elif Shafak
Penerjemah: Indah Lestari
Penyunting; Maria Hartiningsih
Perancang sampul: Aldy Akbar
Penerbit: KPG
ISBN: 978-979-91-0687-2
Cetakan pertama, Mei 2014
492 halaman
Buntelan dari @IceCube_Publish
Dalam novel ini, Elif Shafak, novelis terkemuka Turki, merangkai dua jalinan cerita dengan latar berbeda: kehidupan Ella Rubinstein, seorang ibu tiga anak yang tak bahagia dengan pernikahannya, serta kisah perjumpaan dua tokoh dari abad ke-13, Jalaluddin Rumi dan Syams dari Tabriz, seorang darwis pengembara yang eksentrik. Berdua, mereka menjelmakan puisi-puisi cinta yang tak lekang oleh waktu.

Ella berusia empat puluh tahun ketika menerima tawaran sebagai pembaca naskah dari suatu agen di Boston. Naskah yang menjadi tugas pertamanya, Sweet Blasphemy, novel karya Aziz Zahara, membuat Ella hanyut dalam kisah perjumpaan Syams dan Rumi; suatu perjumpaan yang mengubah Rumi dari seorang ulama konvensional menjadi penyair mistik penuh semangat, penganjur cinta, dan perintis tarian ekstatis darwis yang berpusar-pusar. Empat puluh kaidah cinta yang dituturkan Syams menyadarkan Ella bahwa kisah Rumi tak lain merupakan cerminan dirinya, dan Aziz yang mirip Syams itu, memang datang untuk dia, untuk membebaskan Ella.

Senin, 11 Mei 2015

The Wuggly Ump by Edward Gorey | Book Review

The Wuggly Ump
Penulis: Edward Gorey
Ebook, 17 halaman.
Edward Gorey's mordant masterpiece The Wuggly Ump charts the fate of three wholesome children whose happy days weaving chains of flowers are cut short when the mysterious Wuggly Ump hurtles from its den in search of tasty tots. Set to deceptively pleasant rhymes and illustrated in Gorey's inimitable style, this lighthearted and mildly unsettling cautionary tale has delighted legions of Gorey fans since its first publication in 1963. This brand-new edition is a faithful reproduction for old and new fans alike to treasure.

Sabtu, 09 Mei 2015

Anne of Green Gables by Lucy M. Montgomery | Book Review

Anne of Green Gables
Penulis: Lucy M. Montgomery
Penerjemah: Maria M. Lubis
Ilustrasi isi: Sweeta Kartika
Desain sampul: A.M. Wantoro
Penerbit: Qanita
Edisi kedua: Cetakan pertama, Januari 2015
ISBN: 978-602-1637-51-7
512 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Anne, gadis yatim piatu berusia 11 tahun, datang ke Desa Avonlea karena kekeliruan. Marilla dan Matthew Cuthbert ingin mengadopsi anak untuk membantu mengurus Green Gables. Tapi bukannya anak lelaki, panti asuhan malah mengirim gadis kecil berambut merah, Anne. Awalnya, Marilla dan Matthew ingin mengembalikan Anne. Namun, sikap gadis itu yang ceria, blak-blakan, dan kepolosannya yang kadang konyol, meluluhkan hati Marilla dan Matthew.



Anne, gadis penuh imajinasi, setiap hari dia lewati penuh pengalaman seru. Menjelajahi Kanopi Kekasih, Danau Air Riak Berkilau, Permadani Violet, Hutan Berhantu, dan Ratu Salju. Berpetualang dengan sahabat-sahabatnya, Diana, Jane, dan Ruby. Berseteru dengan Pye bersaudara dan Gilbert, musuh bebuyutannya. Gilbert yang memanggilnya dengan sebutan Wortel!


Anne, kisah menyentuh gadis berambut merah, karya legendaris Lucy Maud Montgomery yang dicintai para gadis di seluruh dunia hingga kini.

The Gashlycrumb Tinies by Edward Gorey | Book Review

The Gashlycrumb Tinies (The Vinegar Works #1)
Penulis: Edward Gorey
Ebook, 31 halaman.
The Gashlycrumb Tinies: or, After the Outing is an abecedarian book written by Edward Gorey that was first published in 1963. Gorey tells the tale of 26 children (each representing a letter of the alphabet) and their untimely deaths in rhyming dactylic couplets, accompanied by the author's distinctive black and white illustrations. It is one of Edward Gorey's best-known books, and is the most notorious amongst his roughly half-dozen mock alphabets. It has been described as a "sarcastic rebellion against a view of childhood that is sunny, idyllic, and instructive". The morbid humor of the book comes in part from the mundane ways in which children die, such as falling down the stairs or choking on a peach. Far from illustrating the dramatic and fantastical childhood nightmares, these scenarios instead poke fun at the banal paranoias that come as a part of parenting.

The Giving Tree by Shel Silverstein | Book Review

The Giving Tree
Penulis: Shel Silverstein
Ebook, 30 halaman.
"Once there was a tree...and she loved a little boy."



So begins a story of unforgettable perception, beautifully written and illustrated by the gifted and versatile Shel Silverstein.


Every day the boy would come to the tree to eat her apples, swing from her branches, or slide down her trunk...and the tree was happy. But as the boy grew older he began to want more from the tree, and the tree gave and gave and gave.

This is a tender story, touched with sadness, aglow with consolation. Shel Silverstein has created a moving parable for readers of all ages that offers an affecting interpretation of the gift of giving and a serene acceptance of another's capacity to love in return.

Kamis, 07 Mei 2015

As Seen On TV by Christian Simamora | Book Review

As Seen On TV
Penulis: Christian Simamora
Editor: Alit Palupi
Desainer sampul: Dwi Anissa Anindhika
Penerbit: Twigora
ISBN: 978-602-70362-1-5
Cetakan kedua, 2014
484 halaman
Harga: 56k (off 30% di BukaBuku)
AKU INGIN JADI ORANG YANG KAMU INGAT SAAT GEMBIRA,
BUKAN YANG KAMU HUBUNGI SAAT SEDANG KESEPIAN SAJA.


Dear pembaca,

Jujur saja, sekali ini, aku benar-benar bingung harus mulai bercerita dari mana dulu tentang novel ini. Apakah harus kumulai dari pengakuan pribadiku bahwa novel ini yang paling melibatkanku secara emosional dibanding karya-karya sebelumnya? Ataukah tentang ide dasar ceritanya yang merupakan ketakutan terbesarku?

Mungkin kamu familier dengan alur cerita novel ketiga belasku ini. Bisa jadi, aku malah mengingatkanmu pada seseorang di masa lalu atau malah yang kau kenal sampai sekarang. Kukatakan padamu, novel ini memang tentang dia. Tentang seseorang yang setengah mati ingin kamu benci—karena mungkin hanya dengan begitu kamu bisa berhenti peduli. Tentang dia yang teramat berarti sekaligus yang sering membuatmu menangis seorang diri.

Jadi, apa keputusanmu? Apakah kamu siap berbagi tawa dan luka bersamaku sekarang? Aku tidak akan menjanjikan apa-apa lagi padamu... selain bahagia menanti di halaman akhir novel ini.

Selamat jatuh cinta.

CHRISTIAN SIMAMORA

Rabu, 06 Mei 2015

Remedy by Biondy Alfian | Book Review

Remedy (Young Adult Realistic Novel #3)
Penulis: Biondy Alfian
Penyunting: Katrine Gabby Kusuma
Perancang sampul dan isi: Deborah Amadis Mawa
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0818-0
Cetakan pertama, Februari 2015
209 halaman
Buntelan dari @biondyalfian
"Lo yang nemuin dompet gue, kan?" tanya Navin.



"Ya," jawabku.



"Berarti lo sudah lihat semua isinya?"


"Ya," jawabku lagi.

"Berarti lo sudah-"

"Melihat kedua KTP-mu?" tanyaku. "Sudah."

Navin menarik napas panjang. Kedua matanya melotot padaku. Rahangnya tampak mengeras.

Ada yang aneh dalam diri Navin, si anak baru itu. Tania tidak sengaja menemukan dompetnya di tangga sekolah dan melihat di dalamnya ada dua KTP dengan data-data yang sama, hanya berbeda nama. Satunya tertera nama Navin Naftali, satunya lagi tertera nama Budi Sanjaya. Selain itu, ternyata Navin sudah berumur 20 tahun. Apa yang dilakukan seorang pria berumur 20 tahun di SMA? Sebagai seorang murid pula. Tania memutuskan untuk mencari tahu kebenaran tentang identitas ganda Navin. Sementara itu, Navin juga penasaran dengan sosok Tania yang kini mengetahui rahasianya. Karena sepertinya gadis itu punya rahasia yang lebih besar darinya.

Bagaimana Cara Menjadi Seorang Ordo Buntelan? | How To


Hai hallo, ada kategori terbaru nih di Kubikel Romance, yaitu How To. Di postingan ini nantinya kalian akan mendapatkan tips dan trik ala saya, berbagi pengalaman apa saja yang pernah saya dapatkan di dunia buku, cara membuat blog buku, cara mereview buku, dll. Sebenernya sudah ada beberapa yang pernah saya tulis juga cuma ingin lebih terstruktur, nggak amburadul, belajar menulis yang baik. Tentu saja nggak bersifat menggurui, tujuannya adalah berbagi pengalaman, saya kan belum ekspert juga, masih harus banyak belajar lagi :D.

Postingan pertama adalah tips bagaimana menjadi seorang ordo buntelan. Apakah itu ordo buntelan? Dulu pertama kenal dengan istilah ini di twitter, ketika beberapa orang menyebut diri mereka sebagai ordo buntelan ketika berburu kuis buku. Kalau nggak salah sih tahunya dari mbak Truly dan Dion, hihihi. Lalu saya menobatkan diri juga sebagai ordo buntelan karena punya kesamaan visi dan misi, berburu buku gratis. Jadi, singkatnya ordo buntelan itu tidak lain tidak bukan adalah kuis hunter, hanya saja yang diburu adalah buku :D.

Nah, saya kerap sekali ditanya bagaimana caranya bisa dapet buntelan? Beruntung banget sih menang terus, dsb dsb. Well, nggak semudah itu gaez, ada peluh yang sering kali saya dapatkan, wakakaka lebay. Oke deh, ini cara saya berburu buntelan :D

Selasa, 05 Mei 2015

April in Review | Monthly Recap


Hai hallo, memasuki bulan kelima nih, semoga saja masih semangat baca dan ngreview ya,jangan kayak saya yang akhir-akhir ini males banget ngapa-ngapain. Mungkin jenuh aja dengan rutinitas, belum menemukan mood yang pas. Bulan kemaren terbantu banget dengan event ulang tahun BBI jadi cukup banyak postingan non review. Masih mengumpulkan semangat untuk aktif kembali dan menyelesaiakan beberapa 'pesanan' review dari beberapa penerbit, nggak enak juga karena udah molor agak lama, padahal target saya adalah maksimal dua bulan, ini udah dua bulan lebih *jambak-jambak*.

Saya akui memang saya termasuk pembaca yang moody-an banget, kalau nggak benar-benar kepengen baca, yaudah nggak akan baca, baca pun pasti nggak konsen, jadi percuma aja. Selain itu saya punya masalah nggak bisa baca di tempat umum, harus di kamar, di tempat yang sepi, jadi paling waktu bacanya sebelum tidur, baru pas libur nulis review. Kecepatan baca saya juga menurun drastis, kalau romance dan fantasy masih bisa sehari kelar bahkan beberapa jam, tapi selain genre tersebut saya menyelesaiakan satu buku bisa beberapa minggu bahkan bulan. Nggak menutup kemungkinan juga, kalau seru bisa kelar sekali duduk. Dari dulu manajemen waktu memang menjadi masalah utama saya. Sekarang saya nggak ngoyo, nggak pasang target, jalanin aja karena kadang baca dan ngreview pun perlu timing yang tepat.

Sekian curhat colongan saya selama beberapa minggu ini, hehehehe. Sekarang bahas apa saja yang terjadi selama bulan April :D.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...