Sabtu, 26 Desember 2015

The Arrival by Shaun Tan | Book Review

The Arrival
Penulis: Shaun Tan
Penerbit: Arthur A. Levine Books
ISBN: 9780439895293
Cetakan pertama, 2007
124 halaman
Pinjam @casualreader4
A man gives his wife and daughter a last kiss and boards a steamship to cross the ocean. He's embarking on the most painful yet important journey of his life--he's leaving home to build a better future for his family.

Shaun Tan evokes universal aspects of an immigrant's experience through a singular work of the imagination. He does so using brilliantly clear and mesmerizing images. Because the main character can't communicate in words, the book forgoes them too. But while the reader experiences the main character's isolation, he also shares his ultimate joy.
Saya tidak pernah menyangka bakalan berjodoh dengan Shaun Tan dan terkesima dengan karyanya. Bisa dibilang pengalaman pertama saya membaca komik bisu, entah apa namanya, yang jelas buku ini tidak ada huruf satu pun, hanya gambar dan gambar sepanjang 124 halaman. Gambarnya pun sangat artistik dan khas, benar-benar wow deh kalau melihatnya, untuk saya yang nulis aja kayak cakar ayam alias tidak mengerti sama sekali tentang dunia gambar ini dan selalu iri dengan orang yang bisa menggambar, saya sangat terpuaskan dengan The Arrival, rasanya ingin mengkoleksi sendiri.

Mungkin benar kalau ada yang bilang sebuah gambar bisa memiliki seribu makna, ketika membaca buku ini, tidak ada yang mendekte tentang apa, tidak ada yang menggurui, dengan imajinasi kita sendiri, kita akan menentukan makna ceritanya, dan persepsi tiap orang bisa berbeda-beda, rasanya membaca dengan rasa merdeka. Saya berharap suatu saat picture book bisa menjadi tren di Indonesia, kalau Australia memiliki Shaun Tan, ingin rasanya Indonesia juga memiliki seorang ilustrator yang sehebat dia. Beberapa kali saya membaca picture book tidak pernah menyesal, bahkan saya lebih menikmati buku anak-anak dengan penyampaian seperti ini, walau buku ini bisa dibaca oleh segala usia, pesan yang ingin disampaikan lebih dapat. 

Saya akan menampilkan beberapa contoh gambar di buku The Arrival, gambar yang saya sukai, agak banyak, inginnya malah semuanya ditampilkan tapi nanti tidak seru dong :D

















Buku ini bercerita tentang seorang ayah yang harus meninggalkan istri dan anak perempuannya untuk mencari tempat baru, tempat yang mereka tinggali sekarang dalam kondisi berbahaya, sangat tidak bersahabat. Dengan berbekal foto keluarga, kemudian menaiki sebuah kapal, sang ayah siap berpetualang. Ada enam puluh gambar awan, saya menerjemahkan sebagai waktu perjalanan sang ayah ke tempat baru, enam puluh hari. Setelah tiba dan melakukan pengecekan identitas sebagai seorang imigran, sang ayah di bawa lagi ke tempat yang lain dengan menggunakan transportasi seperti balon udara.

Tempat baru tersebut sangat asing, mulai dari bahasa, makanan, semua berbeda, sehingga sang ayah cukup kesulitan untuk beradaptasi, tapi dia tidak menyerah, dia selalu teringat keluarganya dan menjadikan semangat. Dia mulai mencari tempat tinggal, tanpa disangka ada hewan yang menghuni rumah barunya, awalnya risih dan terganggu namun lama-kelamaan hewan tersebut menjadi sahabat, penawar sepi. Sang ayah juga mulai bekerja, mulai mendapatkan teman, belajar bahasa dan membuat makanan sendiri, yang mana makanannya sangat aneh, bentuknya seperti hewan peliharan. Sang ayah juga tidak pernah lupa memberikan kabar terbaru, dan berharap suatu saat dia bisa berkumpul lagi dengan keluarganya. Saya menganggap lamanya sang ayah di tempat baru tersebut sama halnya dengan usia sebuah tumbuhan yang baru tumbuh sampai gugur. Entah berapa lama itu :D.

Mungkin terlihat sederhana pesan yang ingin disampaikan Shaun Tan, hanya saja penyampaiannya yang luar biasa. Saya suka tema fatherhood buku ini, seorang ayah yang rela berkorban, berpisah dengan keluarganya demi mendapatkan tempat yang lebih aman dan nyaman. Dia berani mengambil risiko, dia mau beradaptasi dengan segala keanehan tempat baru tersebut, dia mencoba semuanya terlebih dahulu, memastikan aman untuk dicoba anak dan istrinya kelak, sehingga ketika mereka datang, mereka tidak perlu bingung bagaimana hidup di tempat yang baru tersebut, sang ayah sudah mempelajari semuanya. Sangat menyentuh sekali. Awalnya saya bingung dengan gambar banyak orang di sampul depan dan belakang bagian dalam, masing-masing ada sekitar enam puluh orang, sepertinya mereka adalah para imigran, orang-orang yang datang mencari kehidupan baru.

Buku ini kerennya parah, sayang banget kalau dilewatkan, mungkin kecil kemungkinan bakal diterjemahkan, seperti yang kita tahu, picture book mahal bok! Nggak yakin bakalan banyak peminatnya. Tapi berharap boleh lah, tahun ini aja coloring book ngetren banget, siapa tahu suatu saat gantian picture book? :D

Recommended bagi siapa pun.

5 sayap untuk hewan yang menjijikan sekaligus menggemaskan XD.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...