Senin, 02 November 2015

Cinder (The Lunar Chronicles #1) by Marissa Meyer | Book Review

Cinder (The Lunar Chronicles #1)
Penulis: Marissa Meyer
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Titish A.K.
Penerbit: Spring
Cetakan pertama, Januari 2016
373 halaman
Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android. Sementara itu, di luar angkasa, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Cinder—seorang cyborg—adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua orang saudari tirinya. Suatu saat, dia bertemu dengan Pangeran Kai yang tampan. Dia tidak mengira bahwa pertemuannya dengan sang Pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkah Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

Cinder bersetting pada masa setelah Perang Dunia Keempat, di mana Bumi hanya dibagi menjadi enam negara: Kerajaan Inggris, Federasi Eropa, Uni Afrika, Republik Amerika, Australia dan Persemakmuran Timur. Sedangkan Bulan bisa dihuni, tetapi hubungan dengan Bumi tidak pernah akur. Bulan disinyalir sebagai pembawa wabah mematikan yang ada di Bumi karena belum ada obatnya dan siapa yang terjangkit akan meninggal, Letumosis. Selain itu, Bulan dipimpin oleh Ratu Levana yang sangat kejam dan licik, mengancam perang kalau keinginannya tidak dituruti, dia ingin menguasai Bumi. Orang Bulan mempunyai kemampuan mengendalikan energi elektromagnetik yang bisa memanipulasi pikiran orang Bumi, bisa takluk hanya dengan tatapan matanya, sehingga sangat terlarang jika ada orang Bulan berada di Bumi.

Linh Cinder, seorang cyborg (Cybernetic Organism, makhluk hidup yang memiliki bagian-bagian tubuh robot) sekaligus seorang mekanik yang sangat handal di New Beijing, Persemakmuran Timur. Dia tinggal bersama ibu dan dua adik tirinya. Seperti kebanyakan ibu tiri yang kejam, sikap Adri pada Cinder semena-mena, hanya diberi kamar kecil, disuruh bekerja keras untuk menghasilkan uang karena Adri sudah mau menampung Cinder di rumahnya, secara hukum Cinder adalah miliknya, anak perwaliannya. Cinder adalah pembantu sekaligus pencari uang. Sedangkan kedua saudara tirinya, Pearl sama saja dengan ibunya, sangat membenci Cinder, berkebalikan dengan saudara satunya, Peony memiliki sikap yang berbeda, dia baik pada Cinder.

Suatu ketika toko Cinder yang terletak di pasar mingguan New Beijing didatangi pemuda tampan, dia tidak lain dan tidak bukan adalah Pangeran Kaito yang sedang menyamar, sang Putra Mahkota. Kehebatan Cinder sebagai mekanik terbaik di New Beijing terdengar juga oleh kerajaan, bahkan mekanik kerajaan tidak bisa memperbaiki android (robot yang berpenampilan mirip manusia) milik pangeran, Nainsi. Tidak lama setelah pertemuan yang mengesankan dengan pangeran, pemilik toko di sebelah Cinder terdeteksi terkena wabah Letumosis, menyusul dengan adik tirinya, Peony. Kejadian ini tentu membuat Cinder merasa bersalah karena mengajak Peony ke tempat penampungan barang rongsokan, tempat Peony terdekteksi terkena Letumosis. Adri sangat marah, dia langsung menyuruh android medis untuk membawa Cinder sekalian, menyerahkannya untuk penelitian wabah, regulasi cyborg, menyerahkan hidup mereka untuk menemukan vaksin. Selain itu, keluarga yang ditinggalkan juga akan mendapatkan uang, tanda jasa karena menjadi relawan.

Cinder tidak bisa melakukan penolakan, dia masih dalam perwalian Adri sehingga hidupnya masih menjadi milik ibu tirinya. Dia hanya pasrah ketika menjadi subjek penelitian, tidak ada orang yang selamat dari Letumosis, sedangkan tubuh Cinder akan diuji, dimasukkan microba Letumosis. Namun ajaibnya, microba tersebut lenyap, Cinder bebas dari Letumosis! Sungguh kejadian yang sangat langka, Dokter Eland bertahun-tahun melakukan penelitian pada cyborg namun selalu gagal, tidak ada yang kebal, Cinder menjadi penemuan berharga. Cinder pun bersedia menjadi subjek untuk penelitian lebih lanjut, hanya saja dia memiliki permintaan, vaksin pertama harus diberikan kepada Peony. Sayangnya, vaksin pertama harus diberikan kepada Yang Mulia Kaisar Rikan, ayah dari Pangeran Kaito.

Keadaan Kaisar yang sekarat dimanfaatkan oleh Ratu Levana, dia ingin berdamai dengan Bumi. Ratu Levana mengklaim telah menemukan vaksin Letumosis, sebagai imbalannya dia ingin pernikahan aliansi dengan Kaisar Pesemakmuran. Beban yang sangat berat ditanggung oleh Pangeran Kaito, dia akan memutuskan semuanya pada pesta dansa tahunan, di mana kehadiran Cinder sangat dinantikan oleh pangeran.
"Dua ratus ribu gadis lajang," kata pemuda itu. "Kenapa bukan kau?"
Wow, itulah kesan pertama setelah membaca buku ini, sangat imajinatif. Cinder adalah retelling dari dongeng Grimm bersaudara yang sangat familier, Cinderella. Ide ceritanya sama dengan dongeng yang melegenda tersebut, seorang gadis yang mendapatkan perlakuan kejam dari ibu beserta saudara tirinya kemudian dia dipertemukan dengan seorang pangeran tampan, pesta dansa, hanya saja ada beberapa improvisasi yang dilakukan penulis. Memasukkan unsur teknologi yang berkembang pesat di masa depan, berbau science fiction dan fantasi, sepatu kaca yang diganti dengan sarung tangan, salah satu saudara tirinya baik pada sang tokoh utama. Selebihnya berbeda, penulis tidak hanya berpikir berhenti di satu buku, tetapi dibuat berseri dan menggabungkan dengan beberapa dongeng yang lain, sebut saja Scarlet (Red Riding Hood), Cress (Rapunzel), dan Winter (Snow White), sehingga tidak semua yang ada di Cinderella akan sama persis di Cinder, harus bisa berhubungan dengan dongeng yang lain, hanya ide ceritanya saja yang diambil penulis kemudian dikembangkan dan menciptakan dunia baru.

Sesuatu yang baru inilah yang akan membuat pembaca sedikit kebingungan di awal sehingga disarankan untuk membaca perlahan. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, bisa dibilang buku pertama adalah pengenalan, mengenalkan dunia baru di masa depan, bahkan melewati Perang Dunia Keempat, pengenalan tokoh dan konflik. Beberapa yang masih menjadi pertanyaan saya adalah sejarah yang membawa dunia baru, ada apa dengan Perang Dunia ketiga dan Keempat?Bagaimana ceritanya Bumi di masa depan hanya akan ada enam negara, proses Bulan bisa dihuni manusia dan darimana mereka berasal karena berbeda dengan makhluk Bumi yang kebal akan Letumosis? Dunia rekaan Marrisa Meyer ini memang menjadi pertanyaan besar bagi saya, karena selain menarik, masih banyak yang belum diungkapkan penulis, kemudian latar belakang Cinder, walau sudah ada clue tetap saja belum terjelaskan secara tuntas. Saya harap di buku selanjutnya akan lebih detail lagi.

Dari segi para tokohnya, tidak jauh berbeda dari cerita asli, Cinder masih tidak bisa melawan ibu tirinya, walau memiliki sisi yang lemah, dia mempunyai kehebatan sebagai seorang mekanik dan dia juga ingin lepas sehingga merencanakan pelarian dengan android-nya, karakternya makin ke belakang makin berkembang, sedikit demi sedikit menjadi kuat. Kalau di Cinderella para hewan adalah sahabat, di Cinder bernama Iko, sebuah android atau robot kepunyaan ibu tirinya. Sedangkan untuk pangeran sendiri, karakternya juga tidak jauh berbeda, hanya saja dia mempunyai tugas yang sangat berat sebagai putra mahkota, dia akan menjadi Kaisar di usia yang masih muda dan mendapatkan tekanan dari Ratu Levana. Sedangkan karakter Ratu Levana sendiri, tidak jauh berbeda dari kebanyakan pemeran antagonis, saya menebak dia adalah ibu tiri dari Snow White. Tokoh utama di buku selanjutnya juga disinggung sedikit oleh penulis, seperti Winter dan Cress, semoga saja tebakan saya benar :D

Tokoh favorit saya adalah Pangeran Kaito, hehehehe, bagian favorit juga waktu Pangeran Kaito mengajak Cinder pergi ke pesta dansa, memberikannya sarung tangan yang indah. Cinder enggan mengungkapkan identitasnya sebagai cyborg atau setengah robot karena dianggap sebagai warga kelas dua, dia malu karena kehadirannya selalu dipandang sebelah mata, sehingga selalu menyembunyikan pergelangan tangan atau kakinya di hadapan pangeran. Saya rasa kisah cintanya sangat pas, tidak berlebihan.

Dari segi cara bercerita, saya cukup menyukai gaya tulisan Marissa Meyer, plotnya rapi dan ada twist yang walau bisa saya tebak tetap saja menarik, latar belakang Cinder sedikit mulai terkuak. Banyak kata yang berbau teknologi namun dijelaskan dengan mudah, ada catatan kaki untuk kosa kata yang sulit dimengerti, terjemahanya juga bagus, selain itu penerbit Spring juga akan menggunakan cover asli. Banyak yang bilang lanjutan Cinder akan semakin seru dan saya sudah tidak sabar ingin membacanya! Cinder akan terbit pada Januari 2016, disusul Scarlet, Cress dan Winter yang rencananya akan terbit satu bulan satu buku. Seri The Lunar Chronicles adalah seri fantasi YA pertama yang diterbitkan penerbit Spring, bahagian karena seri ini adalah wishlist saya sejak lama, semoga nanti disusul buku-buku terjemahan yang kece lainnya ya, kita tunggu saja :D


Buku ini sangat recommended bagi yang ingin membaca dongeng masa lalu dengan rasa berbeda.

4 sayap untuk si cyborg.

21 komentar:

  1. Senang banget pas usulanku ke penerbit Spring diterima buat terjemahkan buku ini. Dan makin senang pas tahu tahun depan terbit! Tapi kuharap sih kertasnya pakai bookpaper dan bukan kertas buram

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yang ngarep buku ini diterjemahin, hehe

      Hapus
    2. Tuh, Lis. Ucapin makasih ke Shen Meileng. Kalau bukan karena dia, buku ini mungkin nggak diterjemahin.

      Hapus
  2. Asyiik, penasaran juga sama buku ini. Sudah ada ebooknya tapi penyakit pusing mata tiba-tiba kumat kalau kudu baca yang enggres-enggres

    *sarjana Enggres yang gagal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah, seharusnya malah gampang dong kang bacanya kalau fasih berbahasa Inggris, hahaha, tungguin terjemahannya aja ya ^^

      Hapus
  3. makasih yah atas informasinya, jangan lupa kunjungi blog aku juga.
    QUEENXXX92

    BalasHapus
  4. Waah udah lama penasaran sama novel ini tapi pengennya nungguin terjemahan, agak pusing baca inggrisan genre fantasi hoho.. Aah syukurlah diterjemahin sama penerbit Spring, nggak sabar nunggu januari :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga agak 'malas' kalau baca bahasa Inggris untuk buku fantasi, banyak kata atau kalimat yang susah dimengerti, nggak sabar juga pingin pegang versi fisiknya :)

      Hapus
  5. akhirnya seri ini diterjemahin! udah lama kepingin, tapi kok kykynya berat, jdi pengen terjemahannya aja... \(^_^)/
    review mbak sulis jadi bikin tambah kepingin punya..
    semoga covernya sama dengan aslinya, soalnya kece banget! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Covernya pakai yang asli kok, tungguin aja ya :)

      Hapus
  6. Entah kenapa aku suka sama covernya >_< Keren, rangkanyanya bukan tulang xD Dan, aku nggak nyangka bakal ada orang yang mikirin ttg perang duia keempat, hebat banget penulisnya >_< Kak Sulis juga nuliskan reviewnya bagus banget, aku punya gambarannya yang bener-bener jelas. Thanks, kak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, semua cover seri The LUnar Chronicles ini kece semua, disesuaikan dengan fairy tales yang asli trus dimodif dengan retelling-nya :)

      Hapus
  7. Cinder series aka luna chronicle Ini keren banget!
    Baru tau ternyata ada terjemahan nya.. Bentar lagi versi English nya sudah mau tamat, yay!

    Salam kenal yaa 😊😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga, iya buku keempatnya baru aja terbit, entah sampe seri keberapa :D

      Hapus
  8. Pertamakali tau cinder dari temen, katanya kayak dongeng cinderella tapi versi yang lebih keren dan unik dan aneh. hehe. karena penasaran, cari deh reviewnya. dan setelah baca ini, saya pengen banget punya bukunya yaampuuuunn. dari segi latar aja udah, WOW. perang dunia keempat. bumi juga jadi dibagi beberapa bagian. jadi wishlist deh si cinder

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tunggu bulan di bulan Januari ya :)

      Hapus
  9. hahahah, baca reviewnya bikin takjub & pusing karena dunianya itu kesannya beribet. Fantasi pastinya, tapi ada dongeng, sci-fi, & dystopia juga. Tapi itu juga yg kusuka dari fantasi, world buildingnya.

    Dulu ini buku pernah kuusul awal banget waktu belum Spring belum terbitin buku apapun.
    Tapi denger2 yg seri terakhirnya, Winter ga sebagus yg sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walah, aku baca beberapa review kesannya bagus-bagus.
      Buku ini banyak peminatnya :D

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...