Selasa, 13 Oktober 2015

Reflected in You - Terpantul Padamu by Sylvia Day | Book Review

Reflected in You - Terpantul Padamu (Crossfire #2)
Penulis: Sylvia Day
Penerjemah: Iingliana
Editor: Hetih Rusli
Desain sampul: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-0187-7
Cetakan pertama, 2014
424 halaman
Harga: 70k (off 30% beli di Gramedia SS)
Gideon Cross... tampan dan sempurna secara fisik namun terluka dan tersiksa secara batin. Ia adalah cahaya terang yang membakarku dalam kenikmatan kelam yang membara. Aku tak bisa menjauh darinya. Aku tak mau menjauh darinya. Dia adalah canduku... hasratku... milikku.


Masa laluku sama buruknya dengan masa lalu Gideon. Dan kami sama-sama rusak. Hubungan kami takkan pernah berhasil. Rasanya terlalu sulit, terlalu menyakitkan... akan tetapi semuanya terasa sempurna. Terutama pada saat-saat ketika hasrat memuncak dan cinta yang penuh gairah terasa indah dalam kegilaannya. Kami terikat dalam kebutuhan kami. Dan gelora cinta menyeret kami melampaui batas menuju obsesi termanis yang berujung maut....

“Bacaan sensasional yang akan membuatmu bergegas membalik halaman.”
Glamour



“(Sylvia) Day hanya punya sedikit pesaing dalam urusan meramu cerita romance yang membara.”

Booklist

Hubungan Eva dan Gideon semakin panas, walau baru berjalan selama satu bulan mereka tidak terpisahkan, saling membutuhkan satu sama lain, saling ketergantungan. Gideon semakin tidak bisa lepas dari Eva, tidak tahan berpisah lama-lama, dia ingin selalu berada di sisi kekasihnya, melindunginya. Dengan terapi pasangan yang diusulkan Eva, dia yakin luka masa lalu yang membayangi kehidupan mereka sekarang lama kelamaan akan sirna. Sesuatu yang rusak masih bisa diperbaiki, Eva yakin akan hal itu, andai saja Gideon mau membuka diri. Sejak awal hubungan mereka memang tidak akan mudah.

Mimpi buruk Gideon adalah masalah utama dalam hubungan mereka, duri dalam daging, bom waktu, belum ditambah masalah yang lain. Eva masih cemburu ketika Gideon berinteraksi dengan Corrine, karena dia adalah satu-satunya wanita yang paling dekat dengan Gideon sebelum dirinya muncul, dia tidak ingin kekasihnya direbut. Berulangkali Gideon menegaskan kalau tidak ada lagi Corrine dalam hidupnya, tetap saja hal tersebut memicu pertengakaran. Keposesifan Gideon kadang juga menjadi masalah bagi Eva, dia seperti tidak bebas, selalu diawasi. Bagaimanapun mereka ingin seperti pasangan lain, sama-sama belajar saling memahami, berkompromi, Eva sudah menyatakan kalau dia mencintai Gideon, bahkan mengenalkannya kepada ayah kandungnya, Victor Reyes.

Satu masalah muncul, menyusul masalah lainnya. Tidak hanya masa lalu Gideon yang menjadi batu sandungan hubungannya dengan Eva, namun masa lalu Eva muncul di tengah hubungan yang memanas tersebut. Tidak hanya satu, namun ada dua pria di masa lalu Eva yang datang kembali. Pertama adalah Brett Kline, vocalis grup band Six-Ninths, mantan pacar Eva yang ingin kembali padanya, dan Nathan Barker, mantan kakak tiri Eva yang menjadi mimpi buruknya. Sanggupkah Eva dan Gideon mempertahankan hubungan mereka di saat banyak badai menghadang?
Aku menyerang pria yang kucintai, pria yang mimpi buruknya bercampur dengan mimpi burukku dengan cara-cara yang paling mengerikan. Kami berdua adalah orang yang selamat dari pelecehan seksual, tetapi dalam mimpiku, aku masih menjadi korban. Dalam mimpinya, ia berubah menjadi penyerang, dengan kejamnya bertekad memberikan penderitaan dan rasa malu yang sama kepada orang yang melecehkanya seperti yang dulu pernah dideritanya.
Dr. Petersen menyebutnya atypical sexual parasomnia, wujud trauma psikologis Gideon yang dalam. Aku menyebutnya neraka. Dan kami berdua terperangkap di dalamnya.
Bisa dibilang buku kedua dari seri Crossfire ini menjadi favorit saya, sejak awal sampai akhir konfliknya tidak berkesudahan, masalah lama belum terselesaikan, muncul masalah baru. Selain itu kisah masa lalu Gideon juga sedikit demi sedikit mulai terungkap, pun dengan masa lalu Eva yang cukup mendapatkan porsi banyak di buku ini. Memang kadang lelah melihat hubungan Eva dan Gideon, bertengkar-baikan-bertengkar-berbaikan lagi, Eva lari-Gideon mengejar, menyelesaikan masalah di tempat tidur, begitu seterusnya. Kadang capek melihat hubungan yang terus-terusan seperti itu, untungnya sikap Gideon loveable banget, sangat sayang dan perhatian sama Eva, jadi luluh deh :p

Dari karakternya, semakin ke sini semakin berkembang. Walau kadang masih kaku, setidaknya Gideon selalu memahami Eva, apa yang dilakukannya semata-mata hanya untuk keselamatan Eva, untuk melindunginya, dia yang selalu berada di pihak yang mengalah, dia hanya ingin Eva percaya padanya. Sedangkan Eva sendiri, walau kadang tidak nyaman dengan protektif-nya Gideon, dia bisa menoleransi, menerima tanpa bisa menolak. Yang dia inginkan dari Gideon adalah keterbukaan, dia jujur akan masa lalunya sejak hubungan awal namun Gideon tidak melakukan hal yang sama sehingga Eva merasa tidak adil, dia ingin memahami Gideon, ingin Gideon berbagi ketakutan terbesarnya. Masalah kepercayaan dan rasa ingin balas dendam karena cemburu menjadi sumber pertengkaran mereka di buku ini.

Banyak pemeran pembantu yang bermunculan, namun yang saya suka penulis tetap fokus akan hubungan Eva dan Gideon, mereka hanya pelengkap cerita yang mengisi porsinya masing-masing. Saya suka banget kehadiran Brett Kline, bagian favorit saya adalah waktu Gideon berkelahi dengan Brett, melihat Brett dan Eva berciuman membuat Gideon hilang akal, membabi buta mengeluarkan amarah. Bagian ini mempertegas betapa besarnya rasa cinta Gideon untuk Eva. Kadang sebel sama Eva, kurang apa lagi sih dengan Gideon? Sayang banget iya! Rela berkorban banget! Selalu mengalah dan tidak pernah kurang perhatian! Masih aja cemburu karena Corrine. Sedangkan kehadiran Nathan memperlihatkan kalau Gideon bisa berbuat apa saja demi Eva. Coba Gideon nyata, langsung saya pungut deh.

Untuk adegan panasnya, nggak kalah bikin gerah seperti buku pertama. Tetap buku ini hanya boleh dikonsumsi oleh orang dewasa.

Empat kipas untuk adegan di limusin.
Empat setengah sayap untuk Golden.

2 komentar:

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...