Kamis, 13 Agustus 2015

Shades of Earth (Across the Universe #3) by Beth Revis | Book Review

Shades of Earth - Bayang-Bayang Bumi (Across the Universe #3)
Penulis: Beth Revis
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Editor: Ariyantri E. Tarman
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1528-7
Cetakan pertama, April 2015
496 halaman
Harga: Rp 88.500 (off 25% at @HobbyBuku)
Amy dan Elder akhirnya keluar dari kungkungan pesawat Godspeed dan menjejakkan kaki di Bumi-Centauri, planet yang akan menjadi rumah baru mereka. Namun tempat ini ternyata jauh berbeda dari yang dibayangkan Amy selama ini––dan mereka bukan satu-satunya makhluk hidup di sana.



Setiap penemuan baru membawa bahaya yang lebih besar. Apabila koloni mereka musnah, akan sia-sialah semua yang telah mereka korbankan––sahabat, keluarga, kehidupan di Bumi––demi membangun masa depan baru di Bumi-Centauri.

Walau pendaratan pesawat kurang lancar, di mana harus memakan korban, akhirnya Elder berhasil membawa sebagian besar penduduk Godspeed ke Bumi-Centauri. Begitu tiba Amy langsung membuka tabung krio, menghidupkan kembali orang-orang beku, kedua orangtuanya. Karena dua orang militer yang sebelumnya memimpin telah tewas, kini mereka semua langsung di bawah kendali Kolonel Robert Martin, ayah Amy. Tentu saja para penduduk Godspeed keberatan, mereka merasa tersisih dan tidak ada artinya, langsung saja terjadi perselisihan dengan orang-orang dari Bumi-Surya. Robert menganggap Elder terlalu muda untuk memimpin, dia memikul tanggung jawab besar, selain itu Robert punya tujuan di Bumi-Centauri, meskipun tidak tahu bahaya yang akan menghadang.

Satu per satu dari mereka tewas terbunuh dengan kandungan Phydus sangat tinggi, ada burung raksasa, tumbuhan beracun, ada yang mengincar nyawa mereka, ada orang yang tidak ingin mereka sampai di Bumi-Centauri. Sebelumnya, Orion telah memberikan alasan kenapa mereka seharusnya tetap di Godspeed, bahwa di sanalah mereka akan terlindungi lewat pesan misterius yang  penuh dengan teka teki, tentang budak atau prajurit. Namun, ada satu petunjuk yang terlewat oleh Elder dan Amy, bahwa Orion sebenarnya tahu ada monster-monster mengerikan di Bumi-Centauri, dan jawabannya ada di suatu tempat di Godspeed, jawaban dari semua teka teki yang ada. Siapa monster yang sesungguhnya?
Aku belajar bahwa hidup ini sangat, sangat rapuh. Aku belajar bahwa kau bisa mengenal seseorang hanya beberapa hari tapi tak pernah melupakan kesan yang dia tinggalkan padamu. Aku belajar bahwa seni bisa indah sekaligus sedih pada saat bersamaan. Aku belajar bahwa jika seseorang mencintaimu, dia akan menunggumu membalas cintanya. Aku belajar bahwa sebesar apa pun keinginanmu akan sesuatu, tak ada jaminan bahwa kau akan mendapatkannya, bahwa '"tidak" mungkin tak cukup, bahwa hidup ini tidak adil, bahwa orangtuaku tidak bisa menyelamatkanku, bahwa mungkin tak ada yang bisa menyelamatkanku.
Tapi kematian tidak bekerja seperti itu. Kematian tak peduli apakah seseorang mencintaimu dan tak ingin kau pergi. Kematian hanya mengambil. Mengambil dan mengambil sampai akhirnya tak ada yang tersisa bagimu.
Satu lagi buku yang tidak bisa saya tebak kemana cerita akan berakhir. Berbeda dengan buku kedua, A Million Suns di mana pada bagian awal cukup lambat namun berikutnya penuh dengan keseruan, misteri, teka teki sampai akhir, di buku ketiga ini sejak lembar pertama kita akan merasakan keseruannya. Kita akan merasakan apa yang dialami Elder dan Amy, tidak tahu kemana nasib mereka akan dibawa oleh penulis, tidak tahu apa yang ada di Bumi-Centauri, rumah baru pengganti Bumi-Surya. Tidak tahu kalau ada bahaya yang menanti mereka, dan untuk menemukan semua jawaban dari teka teki yang ada di Bumi-Centauri, salah satu dari mereka harus kembali ke Godspeed!

Ide tentang rekayasa genetika di buku ini menurut saya cukup menarik, saya membayangkan di masa depan mungkin saja terjadi, melihat teknologi semakin maju dan banyak ilmuan bertekat menemukan planet baru karena Bumi sudah semakin sesak. Tidak menutup kemungkinan akan adanya bahaya yang menghadang, semua ada risikonya, semua ada tantangannya. Beth Revis sangat baik menuliskan sebuah kisah yang menceritakan tentang masa depan. Penulis tak henti-hentinya menghadirkan misteri baru, karakter baru yang sangat berpengaruh terhadap cerita, benar-benar tak terduga.

Dari segi karakter, baik Elder maupun Amy cukup konsisten, mereka berdua sama-sama kuat, ada saat Elder merasa lemah ketika kepemimpinannya diragukan oleh ayah Amy karena dia terlalu muda, namun Elder tidak menyerah untuk orang-orang di Godspeed yang ikut serta dirinya demi memiliki kehidupan baru, dia ingin berjuang untuk mereka. Sedangkan Amy sendiri dengan kehilangan bertubi-tubi dia sanggup menerima kenyataan, walau dengan berat hati, dia yakin pengorbanan tidak akan sia-sia. Di buku terakhir ini kisah asmara mereka juga mengalami kemajuan. Hanya sedikit yang saya sayangkan dari buku ini, yaitu tentang gambaran Bumi-Centauri. Saya membayangkan tentang planet baru beserta makhluk-makhluk menakjubkan, memang ada namun sedikit sekali, penulis fokus terhadap peradaban lama yang mengancam kelangsungan hidup orang baru. Saya ingin dunia baru yang menakjubkan.

Bagian favorit saya adalah ketika semua teka teki mulai terungkap, ketika Elder dan Amy harus berpisah untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang mereka hadapi, sedih rasanya baca bagian tersebut tetapi ada harapan baru, harapan bagi mereka yang ingin mempunyai 'rumah', kehidupan yang baru. Mungkin buku ini akan sangat bagus bila diadaptasi ke dalam sebuah film :D.

Bagi pecinta cerita berbai sci-fi, rekayasa genetika, dan luar angkasa, series Across the Universe ini tidak boleh dilewatkan.

4 sayap untuk The Litle Prince.


Series Across the Universe:
  1. Across the Universe
  2. A Million Suns
  3. Shades of Earth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...