Minggu, 23 Agustus 2015

Cara Menulis Review atau Resensi Buku | How To

Source: maorisakai

Hai halooo, berjumpa lagi dengan postingan How To di Kubikel Romance, di mana saya akan memberikan berbagai tips seputar dunia buku. Sebelumnya saya sudah membocorkan bagaimana cara untuk menjadi seorang ordo buntelan, kali ini saya akan memberikan tips tentang meresensi buku atau biasa disebut review dalam bahasa Inggris. Harap digaris bawahi, saya tidak bermaksud menggurui, resensi saya masih jauh dari kata sempurna, masih cupu banget, bahkan belum pernah masuk ke media cetak, saya hanya ingin berbagi pengalaman saja, bagaimana cara saya meresensi sebuah buku selama ini. Dulu saya pernah menulis tentang It's Reviewing Time, sedikit banyak menjelaskan apa yang akan saya utarakan nanti, namun postingan tersebut lebih berfokus pada kapan biasanya saya menulis resensi buku.

Bagi saya, resensi buku adalah mengulas sebuah buku secara detail, tidak hanya sinopsis atau ringkasan ceritanya, tetapi apa saja yang ada di dalam buku tersebut. Kita mengemukakan pendapat, opini tentang buku yang telah kita baca sampai halaman terakhir. Tidak hanya secara teknis; seperti cover, cetakan, kesalahan penulisan, terjemahan, dsb, namun lebih menitikberatkan kepada isi cerita. Di dalam sebuah cerita terkandung elemen seperti; plot, karakter tokoh, konflik, sampai pesan apa yang ingin disampaikan penulis. Semua itu bisa menjadi bahan apa yang akan kita resensi nanti. Tujuan meresensi bagi tiap pembaca berbeda-beda, sama halnya ketika membaca saya ingin mencari hiburan. Saya meresensi sebagai pengingat, berbagai informasi akan buku yang pernah saya baca, ingin mentransfer perasaan yang saya dapatkan ketika membaca sebuah buku. Kalau ada buku bagus maka harus disebarkan, sesederhana itu.

Berikut adalah 5 hal yang harus ada di dalam sebuah resensi buku versi Kubikel Romance :)

1. Cover Buku
Yah, walau bagaimana pun cover tetaplah bagian pertama yang akan dilirik pembaca. Jadi cover menjadi salah satu hal yang terpenting kalau kita akan membahas isi dari buku tersebut. Cover yang cantik biasanya mengundang banyak peminat, walau tidak semua pembaca menilai buku dari tampilan luarnya :). Kita bisa menampilkan hanya cover depan atau sekaligus cover belakangnya, tergantung kesukaan. Selain itu, tampilkan juga cover asli bila buku tersebut hasil terjemahan dan bila cetak ulang ganti cover, biar tahu perkembangan cover dari masa ke masa. Hampir semua cover buku yang saya cantumkan di blog ini saya ambil dari goodreads.

2. Identitas Buku
Banyak elemen pada bagian ini, bisa juga memudahkan kita dalam pencarian kalau ke toko buku atau goodreads, tapi tujuan saya menuliskan nama mereka adalah untuk menghargai jerih payah orang-orang yang berada di belakang layar terbitnya sebuah buku. Sebuah buku membawa nama banyak pihak yang berjasa.
  • Judul: kalau buku terjemahan jangan lupa mencantumkan judul asli maupun terjemahannya, kalau berseri sertakan juga buku tersebut merupakan seri ke berapa.
  • Penulis
  • Editor, proofreader, penerjemah, desainer cover
  • Penerbit
  • ISBN (International Standard Book Number)
  • Cetakan ke berapa: dari sini kita bisa melihat suatu buku termasuk bestseller atau tidak.
  • Jumlah halaman
  • Harga atau dari mana kamu mendapatkan buku tersebut

3. Blurb atau sinopsis di belakang sampul buku
Sama halnya dengan cover buku, saya mengambil blurb dari goodreads, atau kalau buku yang akan kita resensi belum tercantum di sana, kita bisa menyadur dari sampul belakang.

4. Pendapat tentang buku yang dibaca
Memasuki bagian pokok, kita bisa menuliskannya secara subjektif atau objektif dengan ciri khas yang dipunya tiap reviewers. Darimana kita tahu ciri khas yang ada dalam tulisan kita? Dari seringnya kita menulis resensi. Sebaiknya dalam menuliskan pendapat atau opini tentang buku yang kita baca, tulis dengan sejujur-jujurnya  :).
  • Menceritakan ulang ringkasan jalannya cerita sampai dengan konflik sesuai versi kita sendiri, agar pembaca tahu buku tersebut tentang apa, kadang sinopsis di belakang sampul buku sering mengecoh alias tidak sama dengan isi cerita yang sebenarnya.
  • Menganalisis gaya menulis penulis seperti plot, alur, setting, karakter para tokohnya (siapa yang kamu sukai dan yang paling kamu benci), konflik cerita sampai mendapatkan pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan penulis. Membandingkan dengan buku lain yang bertema sama. Bisa juga menambahkan informasi seputar proses penulisan yang dilakukan penulis, seperti berapa lama penggarapan, apakah perlu pergi ke tempat yang sepi dulu, hal-hal yang berhubungan dengan buku namun tidak ada di dalam buku.
  • Sampaikan kelebihan dan kekurangan buku tersebut, apa yang kita suka dan apa yang tidak disukai. Jangan lupa memberikan saran dan kritik yang membangun, kalau perlu kasih solusi kalau kita memang menguasai kekurangan yang dialami oleh penulis.
  • Tunjukkan bagian yang disukai atau adegan yang sangat berkesan.
  • Tuliskan kalimat yang sangat disukai atau quote favorit.
  • Tuliskan pesan moral dari buku yang dibaca. Walau tidak semua buku mempunyai pesan moral, setidaknya tulislah apa yang kita dapat setelah membaca buku tersebut, seberapa berartinya buku tersebut, dampak yang kita dapatkan setelah membaca.
  • Rekomendasikan buku tersebut, bisa ditentukan dari genre atau target pembacanya.

5. Beri rating
Saya pernah menulis Tentang Rating Buku, bagian ini tergantung juga dengan tujuan reviewers, dari hasil ulasan sebenarnya bisa kok pembaca menentukan sendiri apakah buku tersebut cocok denganya atau tidak. Namun bagi saya cukup penting karena rating sama halnya dengan nilai akhir dari buku yang saya baca. Kamu bisa memberi rating dari 1-10 atau 1-5 dengan sebutan bintang atau sesuatu yang khas dari kamu, seperti kata 'sayap' dan 'kipas' yang saya gunakan.


Tips tambahan
  • Kamu bisa menambahkan profil penulis, berupa foto beserta biodata, penghargaan apa saja yang pernah dia dapatkan dari karya-karyanya, buku apa saja yang pernah ditulis.
  • Kalau kamu punya keahlian dalam hal mengedit, menerjemahkan atau jeli akan adanya typo, kamu bisa menuliskan secara detail kekurangan tersebut, tulis ada pada halaman berapa dan kata atau kalimat apa. Hal ini bisa menjadi masukan dan membantu penerbit untuk memperbaiki di cetakan selanjutnya.
  • Kalau ingin mengirim resensi ke media cetak, sebaiknya memilih buku baru, jangan lebih dari satu tahun. Selain itu bisa meningkatkan traffic blog kita karena buku baru biasanya sering dicari pembaca.
  • Share ke berbagai media sosial yang kita punya, biar resensi kita banyak yang baca. Jangan lupa tag penulis maupun penerbitnya karena bisa menjadi bentuk promosi bagi mereka dan bagi blog kita sendiri.


Yang tidak boleh dilakukan ketika meresensi buku
Spoiler
Menceritakan ending sebuah buku sama saja dengan mematikan minat baca, walau ada yang tidak keberatan, menganggap prosesnya lah yang paling penting. Namun bagi saya itu kesalahan besar, saya dua kali kena spoiler dan akhirnya kehilangan mood membaca, sampai sekarang nggak kelar-kelar karena sudah mengetahui endingnya, terlebih ending yang sangat saya benci. Jadi, kalau kamu ingin memberikan spoiler dalam resensi, sedari awal kasih peringatan sehingga pembaca tidak terjebak dan menjadi kehilangan minat baca, merasa tidak ada kejutan lagi.

Berkata kasar dan menghina orang lain
Kalau kamu membaca buku, maka yang kamu hadapi adalah ceritanya, sejelek apa pun yang dibuat penulis, jangan pernah menyinggung fisik atau berkata kasar kepada orang yang ada di balik penulisan buku tersebut. Sopan santun dan tata krama tidak hanya berlaku pada perbuatan, namun juga perkataan kita. Kita bisa kok memberikan Negative Reviews dengan cara yang baik, tanpa meluapkan kemarahan atau 'misuh-misuh'. Gampangnya, coba deh kita membayangkan menerima perlakuan seperti itu, nggak mengenakkan dan melukai hati, kan?

Plagiat
Plagiat sama saja dengan mencuri karya orang lain, makanya kenapa kejujuran sangat penting dalam meresensi. Kita boleh kok membaca resensi orang lain sebagai referensi atau contoh apa saja yang akan kita tulis nantinya, namun bukan menuliskan secara sama persis. Ingat ciri khas yang saya katakan di atas? Kalau kita sudah memiliki ciri khas, maka tanpa melihat siapa nama yang menulis akan langsung ketahuan. Dengan banyak berlatih, kita akan menemukan ciri khas yang ada pada tulisan kita masing-masing. Langkah awal adalah jujurlah, tulis apa adanya lama kelamaan nanti juga terbiasa, akan terbentuk dengan sendirinya.

Cek dan Ricek dulu!
Kamu menemukan kata aneh dan mengira itu typo? Cari dulu kebenarannya sebelum memutuskan adanya kesalahan penulisan. Banyak kosa kata baru yang jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari, namun tidak jarang penulis maupun penerjemah menggunakannya sebagai padanan kata sehingga perlu membuka KBBI untuk membuktikan benar atau tidaknya. Ini menjadi salah satu alasan kenapa saya jarang mengulas kekurangan secara teknis, karena saya tahu ini bukan bidang saya, keahlian yang tidak saya miliki. Sejak awal saya meresensi, cerita lah yang paling penting.

Infographic created by parajunkee.com

Demikian postingan saya tentang resensi buku, ada yang mau menambahkan atau mengoreksi? Atau ada yang mau berbagi bagamaiana cara meresensi versi kalian? Jangan sungkan untuk berkomentar ya, bisa menjadi masukan dan informasi juga bagi saya dan yang lainnya.
Semoga postingan ini bermanfaat. Jangan lupa follow Kubikel Romance untuk update terbaru :)



Referensi lain:
10 ways to write a book review and what to do when the book suck.
Tips for writing book reviews.
Write a Book Review
5 Aturan Dasar Meresensi
8 tips you need before you start writing a book review

58 komentar:

  1. thanks for sharing mak,,,, saya jadi tahu gmn cara menulis resensi buku hihi salam knal mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, semoga membantu ya, salam kenal juga :)

      Hapus
  2. Bermanfaat sekali infonya mak..terima kasih ya. Saya sudah sangat sejak lama pengen meresensi buku, tp blm pede n blm fokus nulisnya hehe. Pdhl ya itu, sy mudah lupa isi buku kl gak langsung dirangkum. Jd tampaknya tujuan sy membuat resensi akan sama dgn yg mak sampaikan, hehe.

    Salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiknya memang setelah membaca langsung ditulis, mak, biar nggak lupa.
      Salam kenal juga :))

      Hapus
    2. Baru kesampean sekali nulis resensi...boleh mak kl sempat mampir ke blogku, baca2 n ksh komentar ttg tulisanku hehe :p

      Hapus
    3. Siap, mak! Nanti gantian berkunjung ya :)

      Hapus
  3. wah cakep nih isi postnya, aku belum pernah nulis review buku sih, jadi masukan banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dicoba, nanti bakal ketagihan :D

      Hapus
  4. Oh. Aku selalu melewatkan cover :D
    Jarang banget bahas cover, karena nggak pernah tertarik membeli buku karena cover :)))
    Tapi, ya mungkin, lain kali bisa juga diulas yah.
    Nice sharing :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang nggak utama banget sih, kak, cuma kalau tidak menampilkan cover buku di review rasanya bukan mereview buku, hehehe, kadang nggak aku komentarin juga kok kalau semisal udah bagus banget :)

      Hapus
  5. Artikel yang sangat .membantu...sy sdg belajar meriview buku. Bbrp kali sy bljr dr baca riview blog ini :) salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga, terimakasih sudah menyempatkan berkunjung, semoga nanti ikutan suka mereview juga :)

      Hapus
  6. Terima kasih mbk ilmunya, jadi banyak masukan nih buat nge-review buku :)

    BalasHapus
  7. Haloo mbak....salute sama komitmen-nya buat jadi blogger buku, pasti suka banget ya sama buku, pasti tiada hari tanpa buku yaaa. Beberapa bulan lalu saya pernah datang ke event BBI, trus mulai deh ada percikan2 semangat buat nge-review buku (belom berani spesifik jd blogger buku sih), tapi sekarang semangatnya meredup lagi. Pas mau ngereview buku, suka binggung mau mulai dari mana, trus kebawa pusing duluan, jadinya malah gak jadi nulis deh. Pas baca tips ini jadi dibukakan kembali. Makasih loh mbak sharingnya..sangat membantu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, ayo jadi blogger buku biar nanti temanku bertambah, hehehe. Iya nih, tiada hari tanpa buku, walau kadang ada waktu buat istirahat dan melakukan kegiatan yang lain :)

      Hapus
  8. Balasan
    1. Jangan lupa kasih sumbernya ya :)

      Hapus
  9. makasih postinganya..ini bermanfaat banget, bagi saya yang baru memulai mereview buku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, semoga nanti semakin lancar ya nulis reviewnya :)

      Hapus
  10. Postingannya bermanfaat banget buat aku yang lagi kena tugas resensi buku. Aku jadi ga pusing lagi mulai dari mana. Terima kasih, kak Sulis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, semoga mendapatkan nilai yang bagus ya :)

      Hapus
  11. Trimkasih ya postingannya, berguna bangett. Masih baru nih di dunia blog.

    BalasHapus
  12. Terima kasih sharingnya, selama ini saya sudah sering menulis review tentang film/drama, tapi mau belajar menulis review buku, dan artikel ini sangat membantu!^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, seneng bisa membantu :)

      Hapus
  13. Terima kasih kerana sudi berkongsi info yang bermanfaat ini. Salam kenal dari saya dari Malaysia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga, terimakasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  14. Terima kasih kerana sudi berkongsi info yang bermanfaat ini. Salam kenal dari saya dari Malaysia.

    BalasHapus
  15. Hihi, berguru dari yang lebih ahli dan jauh lebih sering update blog :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru tahu kalau kamu komen di sini, hihihi, ayo aktif ngeblog lagi :)

      Hapus
  16. Terimakasih.. postingan ini menambah ilmu baru bagi saya. Saya baru menyadari "bahayanya" spoiler dalam mereview buku.

    BalasHapus
  17. saya sudah lama dengar kubikel romance dan peri hutan ini, cakep ya fokus serius review buku. Info yang begini berguna banget, pernah nyari di google, pas yang pejwannya nggak sesuai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, tersanjung banget inih, hihihi, semoga berguna ya mbak, terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  18. Tipsnya keren, Mba. Mau dipraktekan. Makasih yah

    BalasHapus
  19. Terima kasih sharingnya, Mbak. Nah benar itu tentang typo, kadang kata yang asing dan tidak tertulis seperti biasa malah benar menurut KBBI :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa menambah kosa kata kita, biar melek bahasa :)

      Hapus
  20. Sankyuu tipsnya, bisa jadi bahan pertama kali meresensi buku :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, semoga bermanfaat :)

      Hapus
  21. Jadi terecerahkan sekarang, ternyata harus detail jg ya mba. Btw, thanks so much for info. Blognya unik, baru nemu blog khusus buku. sukses mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, terima kasih juga. Sudah mulai banyak loh blog buku, memang belum setara dengan travel blog, fashion atau life style blog, hehehe

      Hapus
  22. Weh.. tipsnya keren bingit nihhhh 😁😁

    BalasHapus
  23. Weh.. tipsnya keren bingit nihhhh 😁😁

    BalasHapus
  24. Di antara tips me-review buku yang aku baca, aku suka banget sama tulisan ini. Simple dan gak menjlimet. Cocok buat aku yang lagi iseng belajar review buku yang awalnya di goodreads mencoba peruntungan di dunia blogger. Tulisan ini recommended banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih, senang bisa membantu :D

      Hapus
  25. kerenn.. sangat membantu.. syukron.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semoga bermanfaat :)

      Hapus
  26. Terima kasih buat tipsnya mbak. Mau tanya dong kesulitan mbak dalam ngereview buku ada gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya lebih ke mood sih, kalo lagi males nggak bakalan langsung dibikin, kalau kelamaan trus jadi lupa detailnya, hehehehe. Trus kalau ada review yg butuh riset, kadang itu yang bikin lama 😁

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...