Senin, 03 Agustus 2015

By the Time You Read This, I'll Be Dead by Julie Anne Peters | Book Review

By the Time You Read This, I'll Be Dead
Penulis: Julie Anne Peters
Penerjemah: Hedwigis Chrisma Hapsari
Penyelaras aksara: Lani Rachmah
Penerbit: Noura Books
ISBN: 978-602-0989-13-6
Cetakan pertama, April 2015
332 halaman
Buntelan dari @bukupediacom
Bisa dibeli di @bukupediacom
Hanya tersisa 23 hari untuk mewujudkan rencana Daelyn. Dia sudah memperhitungkan semuanya, mempersiapkannya dengan matang. Tak akan ada yang bisa menghalangi atau menghentikannya lagi. Tidak boleh. Kali ini dia harus berhasil. Dia harus mengakhiri semuanya, mengakhiri hidupnya.



Namun, muncul satu masalah. Ada cowok aneh yang selalu berusaha mendekati Daelyn. Meski diabaikan, cowok itu tak pernah menyerah. Tidak mungkin, kan, Daelyn membiarkan seseorang menyusup ke hatinya saat dia sudah siap pergi dari dunia ini?

Tidak saat semuanya sudah berjalan baik. Saat dirinya sudah yakin sepenuh hati untuk berjalan menuju cahaya.
Cara Bunuh Diri Yang Dipilih Daelyn Rice

Keefektifan: Beberapa cara pernah dipilih, seperti mengiris nadi, menelan cairan amonia dan pemutih namun Daelyn tetap selamat. Sambil menunggu waktu dan membaca pengalaman orang-orang melakukan bunuh diri, dia akan memikirkannya nanti, cara lainnya yang akan dipakai untuk mengakhiri hidupnya dengan cepat.

Waktu: 23 hari.

Ketersediaan: Tergantung apakah ada faktor penghambat, seperti orangtuanya yang selalu mengawasi dirinya dan tidak pernah membiarkan dirinya sendirian, mereka tidak ingin kecolongan lagi. Atau seseorang yang selalu mengganggu Daelyn ketika menunggu jemputan sepulang sekolah, seorang anak laki-laki yang sekarat sama halnya dengan dirinya.

Kesakitan: Lebih sakit menghadapi perlakuan orang lain yang mengolok-olok daripada melukai diri sendiri.

Catatan:
Secara kebetulan ketika mencari informasi tentang surat wasiat Daelyn menemukan situs www.Menembus-Cahaya.com, sebuah situs bunuh diri, menolong Daelyn merencanakan bunuh dirinya, tempat orang-orang yang akan membuat diri mereka sendiri meninggal. Secara ajaib, Menembus-Cahaya mengetahui data diri Daelyn, seperti menemukannya, mengetahui keinginan sejati Daelyn. Tempat berkumpulnya para korban penganiayaan, orang-orang lemah dan tanpa daya. Di situs tersebut ada berbagai macam ruang diskusi sesuai dengan tema kenapa seseorang ingin melakukan bunuh diri, mereka menceritakan pengalaman dan penderitaan yang pernah dialami. Serta ada pula cara melakukan bunuh diri, metode dan peralatannya. Dari sana kita bisa menentukan cara apa yang cocok untuk mati. 
"Yang terjadi selama beberapa menit mengubahmu selamanya."
Aku tidak tahu mengapa aku tidak dapat membiarkan hinaan-hinaan itu berlalu, tapi aku tetap tidak bisa. Aku adalah produk dari setiap luka yang pernah ditorehkan di diriku.
Produk sapah manusia. Pembuangan.
Sambil menunggu 23 hari berlalu, Daelyn menjalani hari-harinya dengan biasa, menebalkan telinga di tempat baru. Dia tidak pernah punya teman dekat, pernah namun sejalannya waktu mereka menjauh. Kegiatan favoritnya saat ini selain menikmati kisah hidup Maggie Louise dalam buku Hasrat dalam Kabut adalah membuka situs Menembus-Cahaya secara sembunyi-sembunyi, membaca pengalaman orang lain tentang perbuatan kejam yang pernah mereka alami, sambil mengingat kembali penderitaan yang juga Daelyn alami. Ejekan teman-temannya, kamp khusus menurunkan berat badan yang malah membuatnya seperti di neraka, pelecehan seksual sampai tidak dipercaya orangtua sendiri kalau dia benar-benar mengalami bullying di sekolah.

Kemudian suatu hari ketika Daelyn menunggu jemputan, anak laki-laki yang beberapa hari ini selalu mengamati dirinya berani menampakkan diri, dia sangat ingin tahu tentang Daelyn, buku apa yang dia baca, kenapa dia tidak pernah bicara, apa yang terjadi dengan lehernya sehingga harus memakai penyangga? Membuat Daelyn gerah akan kehadirannya dan menghindari. Namun laki-laki tersebut tidak menyerah, dia ingin berteman dengan Daelyn, dia ingin menunjukkan kalau Daelyn tidak sendirian di dunia ini, akan ada orang lain yang tulus menyayangi dan mendengarkan keluh kesahnya, ada orang lain yang bisa dijadikan tempat berbagi. Ada orang lain yang lebih menderita daripada dirinya. Laki-laki yang menunjukkan bahwa hidup bisa dinikmati.
Bullycide. Aku tahu kata itu dengan baik. Bunuh diri sebagai jalan keluar dari bullying.
Mereka membunuhmu dengan kata-kata mereka.
Kegagalan dan kesalahanmu. Hal-hal itu melekat pada dirimu. Hal-hal itu mengumpal jadi kanker jelek yang bertumbuh di dalam dirimu dan membuatmu ingin mati.
Kesimpulan:
Kali ini Julie Anne Peters mengambil tema Bullycide, bunuh diri karena bullying, setelah sebelumnya berhasil membuat saya terkesan dengan tema Transgender dalam buku Luna. Bullying selalu menarik bagi saya, walau saya belum pernah mengalaminya, paling hanya sebatas ejekan di mana tidak terlalu saya pedulikan karena saya adalah tipe orang yang sangat cuek. Namun Daelyn tidak secuek saya.

Waktu kecil dia sangat disayang kedua orangtuanya, anak kecil yang gemuk selalu menyenangkan dan lucu, tapi begitu remaja kegemukan bisa menjadi masalah. Sasaran olok-olokan, sasaran kejahilan, sehingga menjadi rendah diri, tidak percaya diri, merasa dirinya jelek, dijauhi teman-temannya. Membuat Daelyn tidak berarti dan tidak ada yang memahami dirinya. Dia berperang dengan ketakutannya dan kalah, yang akhirnya memilih mengakhiri hidup karena tidak tahan lagi menerima ejekan dan perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain. Ditambah tidak ada dukungan darinya, kadang orang dewasa, dalam hal ini orangtua Daelyn, hanya menganggap sepele, tidak usah didengarkan, melakukan hal-hal dengan cara yang mereka tahu, yang mereka pikir terbaik. Mereka tidak merasakan sehingga tidak mengetahui penderitaan Daelyn, hanya bicara saja mudah.

Situs Menembus-Cahaya bisa membuka mata kita, melihat penderitaan orang-orang akibat pelecehan baik verbal maupun fisik, perbuat sepele yang kita lakukan bisa membuat orang lain terluka dalam. Dampaknya lebih dari luka badan, pengobatan dari terapis saja tidak akan cukup, perlu berbulan-bulan bahkan seumur hidup untuk menyembuhkan luka mereka. Kehadiran Santana Girard membuat Daelyn memikirkan kembali akan makna hidup, memberikan warna pelangi dalam hidupnya yang abu-abu kotor.

Buku ini tidak diceritakan secara mendayu-dayu, jauh dari itu. Daelyn bahkan cenderung sinis ketika menceritakan kisah hidupnya, dan lewat Santana kita akan mendapatkan humor yang segar, yang menganggap hidup harus dinikmati sebaik-baiknya. Santana adalah tokoh paling favorit di buku ini, dia bisa menghangatkan suasana, bisa membuat kita tersenyum. Sedangkan bagian paling favorit adalah ketika Santana mencoba berbicara dengan Daelyn di bangku tempat biasa dia menunggu jemputan, dan ketika Daelyn bertemu dengan Emily, ketika sadar kalau diam saja tidak akan mengatasi masalah, malah akan menciptakan Daelyn yang lain.
Selalu ada jalan keluar. Yang perlu kau lakukan hanyalah mengambil jalan itu.
Yang kutahu adalah, kau tidak dapat kembali ke belakang. Kau tidak dapat menekan tombol "hapus" dan mengetik ulang kehidupanmu.
Bagaimana mereka akan diingat, orang-orang yang menyerah pada kegelapan?
Sebagai pecundang, atau pemenang?
Buku ini bercerita tentang makna hidup, akan ada bagian atau keajaiban yang akan membuat kita berbelok tiba-tiba, berlawanan arah dari apa yang sudah kita rencanakan. Tuhan akan menyentil kita, karena Dialah yang paling tahu bagaimana ketika kita meninggal nanti.

Buku ini recommended bagi siapa saja, bagi orangtua agar lebih mengawasi anak-anaknya dan jangan pernah membiarkan mereka merasa sendiri. Terlebih untuk para remaja agar lebih menghargai orang disekitar kita. Jagalah ucapan dan perbuatanmu, pikir dulu sebelum bertindak karena siapa tahu bisa melukai orang tersebut.

4 sayap untuk herveh0tsu.


6 komentar:

  1. Udah sering bolak-balik lihat buku ini. Suka dengan covernya, tapi takut dengan judulnya.
    Ternyata temanya salah satu yang aku suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Judulnya menarik untuk dibaca, bikin penasaran :)

      Hapus
  2. Sepertinya pengen baca >.< belum pernah baca tulisan Julie Peters

    BalasHapus
    Balasan
    1. Recommended tulisan dia, tema yang diusung selalu berani untuk kategori buku remaja :)

      Hapus
  3. Masih ga ngerti sama endingnya bisakah anda menjelaskannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba dibaca pelan-pelan dulu, kadang perspektif orang beda-beda soalnya :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...