Senin, 08 Juni 2015

It Happened One Autumn (Wallflowers #2) by Lisa Kleypas | Book Review

It Happened One Autumn - Suatu Hari di Musim Gugur (Wallflowers #2)
Penulis: Lisa Kleypas
Alih bahasa: Juliana Tan
Desain sampul: Marcel A.W.
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-4255-3
Cetakan keempat, September 2009
424 halaman
Sebagai Earl of Westcliff, Marcus sangat menyadari tanggung jawab yang diembannya sangat besar dan karenanya dia tidak bisa main-main dalam memutuskan sesuatu. Termasuk memilih calon istri. Dan Lillian Bowman sudah pasti tidak memenuhi syarat. Gadis itu bukan keturunan bangsawan, kasar, suka membantah, dan luar biasa keras kepala. Lillian jelas bukan pilihan yang layak untuk menjadi pendampingnya.

Lillian sangat membenci Lord Westcliff. Apa pun yang dilakukan pria arogan, sok berkuasa, sok tahu, kaku, tidak berperasaan, dan menjengkelkan itu selalu memancing kemarahannya. Ia kasihan pada siapa pun gadis yang akan menjadi istri pria itu. Tapi ketika parfum ajaibnya berhasil memikat pria itu, Lillian pun gamang.

Marcus dan Lillian menyadari betapa mereka bertolak belakang. Siapa pun akan mengatakan mereka pasangan yang sangat tidak serasi. Tapi pada suatu hari di musim gugur yang indah, mereka menemukan bahwa semua yang mereka pikir salah tentang diri masing-masing ternyata merupakan hal yang paling mereka sukai.

Awalnya buku ketiga adalah seri wallflowers paling favorit, namun ketika berkali-kali membaca serial ini buku inilah yang tidak membuat saya bosan, saya selalu suka dengan interaksi kedua tokoh utamanya, saya merasa buku ini mirip dengan Pride and Prejudice hanya saja kadar romansanya lebih kerasa, salah satu buku yang dibaca sampai lecek :p.

Lilian Bowman merasa tingkah aneh Markus padanya disebabkan oleh parfum yang dia pakai, Lady of the Night, sebuah parfum yang diyakini bisa membuat keajaiban. Pasalnya, sejak Lilian memakai parfum tersebut, bila Markus berdekatan dengannya dia menjadi sangat agresif bahkan sampai berani mencium, padahal mereka sama-sama tahu kalau saling membenci. Ya, Markus sangat tidak menyukai Lillian karena dia menganggap Lillian adalah seorang wanita yang susah diatur, pemberontak, keras kepala, berani-beraninya memakai pakaian minim ketika bermain rounders, tidak punya sopan santun, sering membangkang perintah orang tua mereka dan yang paling Markus benci adalah dia tidak bisa melupakan Lillian.

Lillian adalah anak orang Amerika, di mana tentu saja tidak memiliki gelar sedangkan Markus mempunyai gelar tertua, earl, bahkan ratu Inggris pun segan pada dirinya. Selain gelar tertua yang dimiliki, Markus memiliki banyak estat dan harta melimpah, dia membutuhkan istri yang sejajar dengannya. Gelar bangsawan yang dia miliki menjadikan Markus seorang lelaki yang kolot, sangat sopan, taat peraturan, sifatnya sangat berbanding terbalik dengan Lillian, hanya satu kesamaan yang mereka miliki, sama-sama keras kepala. Karena berbisnis dengan ayah Lillian makanya mereka sekeluarga diundang ke estat dan menghadiri pesta yang dia adakan. Dengan semua yang dia miliki, Markus dengan mudahnya bisa mendapatkan seorang istri.
"Alasan aku sangat membencinya, Daisy, adalah karena dia terang-terangan membenciku. Dia menganggap dirinya orang yang jauh lebih penting daripada aku dalam setiap hal; dalam hal moral, sosial, dan kepandaian... oh, betapa aku menanti-nantikan saat dia bertekuk lutut!"
Sedangkan Lillian di usianya yang seharusnya sudah menikah tidak kunjung mendapatkan calon suami, walau kaya raya, dia tidak mempunyai gelar bangsawan, tidak punya pendamping untuk mempromosikan dirinya dan adiknya, dia hanya pendatang, tetap akan dipandang sebelah mata. Lalu ketika St. Vincent, sahabat Markus yang terkenal penjahat kelamin mendekati Lillian karena diambang kebangkrutan, Markus seperti kebakaran jenggot. Dia tidak ingin Lillian bersama St. Vincent, dia tidak cocok dengannya, namun St. Vincent bisa memberikan gelar dan dia bisa mendapatkan kekayaan dari keluarga Lillian, mereka sama-sama membutuhkan satu sama lain.

Tidak banyak yang bisa saya komentari tentang buku ini, recommended banget lah bila ingin membaca historical romance. Mulai dari segi cerita, chemistry sampai konflik sempurna. Kita akan mesam mesem melihat tingkah polah pasangan yang benci jadi cinta ini, terlebih ketika Markus beranin melawan prinsip hidup yang selama ini dia anut, romantis sekali. Walau sebenarnya bisa dibaca secara terpisah, sebagai saran sebaiknya membaca serial Wallflowers ini secara berurutan karena ending buku ini sangat berhubungan dengan buku ketiga.

Untuk adegan dewasanya saya kasih tiga kipas, sedangkan ceritanya...

5 sayap untuk Lillian dan Markus :D

Wallflowers Series:
1. Again The Magic
2. Secrets of A Summer Night
3. It Happened One Autumn
4. Devil In Winter
5. Scandal In Spring
6. A Wallflower Christmas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...