Selasa, 23 Juni 2015

Grey & Jingga by Sweta Kartika | Comics Review

Grey & Jingga
Cerita & gambar: Sweta Kartika
Penyunting: Gupta Mahendra s.
Desainer grafis: Heru Lesmana
Penerbit: m&c!
Cetakan pertama, 11 Juni 2014
200 halaman
Buntelan dari @bukupediacom

Grey & Jingga adalah komik online yang berkisah tentang lika-liku romansa kampus antara Grey dan Jingga, serta teman-teman mereka.



Kisah mereka ibarat langit sore, the twilight. Jingga serupa kanvas oranye yang membentang di nirwana senja, sementara Grey adalah sekumpulan awan kelabu yang mengantar ia pulang.


Jika cinta itu mudah terucap, maka takkan ada kisah cinta yang berliku. Grey dan Jingga adalah bukti bahwa cinta adalah rasa yang sulit tersamar.

Awalnya saya tidak tahu kalau komik ini sempat booming di facebook, saya tahunya malah pas udah dicetak dan diterbitkan secara major oleh m&c!. Tertarik dengan komik ini karena ilustrasinya, saya suka banget dengan covernya, dengan para karakternya, yang jelas komik ini bikin penasaran terlebih penulisnya adalah orang Indonesia! Patut diapresiasi dong. Belum banyak komik dalam negeri yang sudah saya baca, dan saya yakin penulis kita nggak kalah dari mangaka Jepang, semoga semakin banyak ya para komikus dalam negeri :D

Dari segi cerita sebenarnya cukup pasaran, Jingga bertemu kembali dengan teman masa kecilnya, dengan tetangganya, Grey. Mereka berpisah sejak SD karena Grey harus pindah rumah. Sekarang mereka bertemu kembali di kampus yang sama, di kos yang berdekatan, dan sama-sama tergabung dalam klub teater di kampus, Jingga kuliah di jurusan Sastra Indonesia sedangkan Grey di jurusan Seni Musik, Jingga yang membuat naskah drama sedangkan Grey pengisi musiknya. Sejak itulah kedekatan mereka mulai terjalin kembali, yang berujung sama-sama memendam perasaan.


Jingga adalah tipe cewek yang malu tapi mau, gengsian, sedangkan Grey adalah cowok pendiam-berantakan yang takut mengungkapkan isi hatinya, suka pasrah sama keadaan. Kedua orang yang kucing-kucingan ini membuat sahabat Jingga, Zahra, gemas dengan mereka, tidak jarang dia memancing agar keduanya lebih menunjukkan perasaan, dibantu sang pacar yang bijaksana, Dharma, agar menyadari perasaan yang diam-diam mereka simpan. Lalu datanglah orang-orang yang membuat hubungan Jingga dan Grey menjauh. Martin, anak Manajemen Bisnis, cowok kece-tajir-anak basket yang kesemsem sama Jingga. Berbeda dengan Grey yang malu-malu, Martin lebih berani mengungkapkan perasaan. Kemudian ada cinta masa lalu Grey yang hadir kembali, Nina, yang berharap hubungan mereka kembali seperti dulu kala. Kehadiran Nina membuat Jingga ragu akan perasaan yang Grey miliki terhadapnya.


Selain ilustrasinya yang keren banget, pengambaran karakter para tokohnya lah yang membuat saya sangat betah membaca komik ini, semuanya sangat menyenangkan dan kocak, tidak ada pemeran antagonis, terlebih Zaki tuh, hahahaha, cuek banget dan doyan makan gratis, tipe orang yang santai dan nggak mau repot, kadang kasian juga sama pacarnya, orangnya kelewat cuek, kalau jadi dia udah saya putusin tuh Zaki. Sedangkan untuk karakter Jingga dan Grey, kadang bikin gemes, yang satu sok gengsi yang satunya pasrahan, niatnya menebar kode tapi yang dikode salah nangkep, terlalu kaku, nggak jadi-jadi deh, hahaha. Tapi Grey tetep cool kok, tipe cowok yang nggak ingin memaksakan kehendak. Pasangan Zahra dan Dharma juga lucu, suka deh kalau Dharma udah mulai ngegodain Zahra, tahan gombalan :D

Spesialnya lagi, di tiap halaman bagian bawah ada quote-quote keren tentang cinta yang macing dengan cerita yang sedang ditayangkan, jadi lebih kerasa perasan para tokohnya, pesannya tersampaikan dengan baik. Sedangkan untuk cara penyajiannya, saya nggak terlalu mengerti namanya apa yang jelas agak beda dengan komik kebanyakan, lebih terstruktur kayak contoh gambar di bawah ini, hampir sebagain besar model gambarnya dua orang yang saling berdialog, hanya beberapa model gambar seperti yang dibawahnya lagi atau kebanyakan komik yang ada. Bukan berarti jelek sih, selain nggak bingung cara bacanya gimana, hahaha, bisa jadi ciri khas penulis juga.



Kisah Grey & Jingga ini ada side story-nya; Coffee 42 (lanjutan cerita Grey & Jingga) dan Days of The Violet (kisah Jingga pas awal masuk kuliah, sebelum bertemu dengan Grey). Semuanya juga tayang di facebook penulis tiap senin dan kamis, untuk Coffee 42 saya udah baca sampai tamat, sedangkan Days of The Violet belum selesai, bacanya kalau udah sampai tamat aja, hehehe. Sebenernya pengen beli versi cetaknya Coffee 42 yang dijual sendiri oleh penulis, biar lengkap gitu, tapi nunggu nggak bokek dulu ya XD.

Buat yang ingin baca komik dalam negeri, buku ini recommended, ceritanya manis dan bisa bikin kita mesam mesem melihat tingkah polah para tokohnya. Pesan moral yang bisa diambil adalah kalau suka bilang, jangan diam aja, nanti disrobot yang lain, loh :p
"Seringkali cinta datang terlalu cepat, sementara keberanian hati datang terlambat."
3.5 sayap untuk Grey yang cute XD


NB: Sumber gambar dari facebook Sweta Kartika


4 komentar:

  1. Saya gak suka baca komik, karena bingung bacanya gimana.
    Tapi habis baca rivew Grey dan Jingga jadi pingin baca komik ini hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komik ini kayak buku biasa kok, jadi bacanya nggak usah dibalik XD
      Semoga nanti juga suka ya :)

      Hapus
  2. Bedanya sama versi online nya apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belum baca versi online-nya jadi kurang tahu, sepertinya sama aja :)

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...