Minggu, 31 Mei 2015

May in Review | Monthly Recap


Hai hallo, saatnya recap bacaan bulanan dan book haul selama bulan Mei, nggak kerasa ya udah memasuki pertengahan tahun, sebentar lagu bulan puasa juga, semoga aja tetap semangat terus baca dan ngreviewnya :D. Bulan ini saya nggak terlalu banyak beli buku (beli tapi bukunya tiba bulan besok XD) dan dapat buntelan, hahaha, baca pun agak segencar bulan-bulan kemaren, tapi bulan ini cukup banyak event yang menguras tenaga, taulah apa XD.

Bulan ini juga menandakan kalau hutang review saya lunas semua, lega tapi tetap berharap dapat buntelan terus, hehehe. Cukup molor panjang banget, biasanya nggak nyampe dua bulan, ini hampir tiga bulan lebih saya menyelesaikan PR review dari penerbit yang nggak jemu memberi saya bacaan bagus. Bukunya bukan genre favorit makanya lama banget bacanya, harus mengumpulkan mood dulu, beberapa kali memaksa membaca tapi nggak nyaman, akhirnya nyerah, baca buku lain, ikuti arus aja, alhamdulillah bisa selesai. Selain itu banyak acara juga, blog tour dan kompetisi. Intinya sih saya nggak mau main paksa untuk diri sendiri, saya selalu berpedoman baca itu untuk seneng-seneng bukannya menjadi beban jadi dibawa enjoy aja :D
Book Haul


To All the Boys I've Loved Before by Jenny Han
Dapat buku ini menang kuis di blognya Raafi, alhamdulillah wishlist tercoret. Sebenarnya sudah baca tapi karena saya bertekad mengkoleksi bukunya, saya berburu buntelan, dan jodoh nggak akan kemana :D


Marry Now, Sorry Later by Christian Simamora
Sejak Bang Ino mengumumkan buku barunya, langsung deh masuk wishlist. Dan ketika akan ada blog tour buku ini saya mendaftar dan kepilih, yippi. Jodoh nggak akan kemana, dapey lipstik lagi, kebetulan lipstik merah saya mau habis :D


City of Heavenly Fire by Cassandra Clare
Akhirnya menang lagi di Yes 24 Indonesia setelah sekian lama, hahahaha. Makin lama buku pilihan untuk direview makin sedikit dan rata-rata saya belum membacanya atau nggak kepingin baca buku yang dipilihkan, untung banget waktu itu ada pilihan untuk mereview buku Pay It Forward by Emma Grace, langsung mengirimkan resensi dan alhamdulillah menang. Milih buku ini karena saya mengikuti seriesnya dan kurang seri terakhir ini, rencananya mau baca trus bikin semua review Mortal Instrumens dari buku pertama, trus lanjut baca seri Infernal Device *mukok-mukok* =))

Yak, cuma itu aja buku baru saya di bulan ini, sedikit banget, kan? Makanya kirimi buntelan, hahahaha.

Bacaan Bulanan
Bulan ini saya kebantu banget dengan buku anak yang berjenis picture book, cepet selesainya, hehehe. Selain itu hanya ada dua genre yang saya banget, lainnya historical fiction dan classic, ampuh banget kan untuk orang macam saya yang pengemar berat romance dalam sebulan genre lain mendominasi? Itulah kekuatan buntelan, mau nggak mau saya harus menyelesaikan tugas =))
  1. Remedy by Biondy Alfian
  2. The Giving Tree by Shel Silverstein
  3. The Gashlycrumb Tinies by Edward Gorey
  4. Anne of Green Gables by Lucy M. Montgomery
  5. The Wuggly Ump by Edward Gorey
  6. 40 Kaidah Cinta by Elif Shafak
  7. Marry Now, Sorry Later by Christian Simamora
  8. Samurai #1: Kastel Awan Burung Gereja by Takashi Matsuoka
  9. Samurai #2: Jembatan Musim Gugur by Takashi Matsuoka
  10. And The Mountains Echoed by Khaled Hosseini
Hampir semuanya sudah saya review, kurang nomor sepuluh yang rencananya akan saya posting minggu ini.

Sebenernya hanya ada dua acara online sih, minus acara offline yaitu blog tour Marry Now, Sorry Later dan kepilih acaranya Gagas dalam Love Cycle Online Festival, masuk tim komitmen. Jujur aja waktu pertama daftar saya cuma iseng, penasaran sama bukunya dan sinyal ordo buntelan saya bekerja. Waktu ngisi mau masuk tim mana juga bingung, pilihlah komitmen dengan alasan, lupa sih tepatnya tetapi intinya semua hal yang kita lakukan itu butuh komitmen, tidak hanya cinta. Waktu itu nggak membaca dengan jeli tentang lomba dan peraturannya, tapi membaca pilihan yang ada hanya Susun Playlist lah yang saya bisa, berhubung saya suka bikin Books and Songs pikirnya nggak akan jauh berbeda, lainnya nyerah karena menurut saya susah, perlu mikir keras dan butuh banyak waktu. Bagitu tahu kepilih mulailah mempelajari peraturan lebih jeli lagi dan kaget ternyata nggak hanya dari segi lomba yang dinilai tetapi ada poin tambahan, di mana intinya kita harus ngrayu-ngrayu peri cinta. Saya kira yang paling penting adalah lombanya, fokus sama lombanya eh nggak tahunya harus-sering-online-untuk-mendapatkan-hati-sang-peri-cinta di mana tim kami ngetwit sampe jebol pun nggak bakalan dilirik.

Capek jelas, waktu saya kan nggak hanya online untuk nyampah di timeline, selain itu menjadi gangguan paling besar karena kita nggak bisa fokus ke lomba tetapi juga harus fokus gimana caranya mendapatkan hati si peri biar dikasih poin tembahan, ya itu ngetwit sampe jebol. Perasaan dulu nggak ada peraturan di lomba kalau ada poin tambahan, harus ngrayu-ngrayu, di mana penilaiannya sangat subjektif sekali. Baru setelah semua peserta kepilih aja ada peraturan ini, tau gitu kan saya nggak daftar, buang-buang waktu dan tenaga, saya sampai nggak baca dan ngreview gara-gara event ini. Mungkin dari semua tim komitmen saya yang paling murtad karena jarang ngetwit ke peri cinta, hehehehe, habis nyampahin timeline dan saya sejak awal udah muak dengan penilaiannya, yang bisa saya lakukan hanya mendukung teman-teman yang belum berlomba, karena saya kebagian paling awal jadi bebannya langsung terangkat. Untung aja tim kami udah hopeless bakalan menang, udah terlanjur kecemplung ya udah berenang sampe ke tepi. Selesain semuanya dengan hasil apa pun kami ikhlas. Mungkin itu yang menjadi kami kuat begitu tahu hasil akhir, banyak tim lain yang merasa kecewa entah dari dulu mereka pendam atau baru akhir mereka melepaskan semuanya. 

Yang jelas, event ini adalah event terburuk yang pernah saya ikuti, penerbit nggak hanya mencoreng namanya di mata pembaca tetapi yang paling besar dampaknya adalah banyak peserta bahkan penonton yang sebagian besar adalah pembaca buku gagas merasa kecewa dengan peraturan yang nggak adil. Saya setuju dengan pendapat beberapa peserta perihal masuknya sebuah akun fanbase ke dalam salah satu tim, itu udah nggak adil duluan, seharusnya perseorangan. Tapi yasudah lah ya. Buat pengalaman aja dan pelajaran bagi penerbit agar selanjutnya memikirkan matang-matang perihal peraturan dan penilaiannya. Toh kalau saya berjodoh dengan buku-buku yang dilombakan pasti suatu saat kesampaian juga. Kabarnya sih semua peserta yang nggak menang bakalan dapat buku juga, entah lah, saya nggak berharap banyak, bagusnya beneran, setidaknya kekecewaan dan waktu yang terbuang terbayar.

Cukup panjang juga ya curhatnya, hehehe, habis kemaren sempat heboh. Kalau saya pribadi sih lebih seneng promosi buku lewat blog tour, lebih tepat sasaran, nggak banyak waktu yang terbuang. Ngomong-ngomong soal blog tour, bakalan ada tiga blog tour di Kubikel Romance, ada hadiahnya juga dong, pantengin Kubikel Romance terus ya :D

6 komentar:

  1. Aku juga dapat 3 buntelan buku di bulan Mei ^^ *tosss*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, tosss, penasaran nih dapet apa, nanti mampir ahhhh :)

      Hapus
  2. aku langsung unfol @gagasmedia mbak Sulis sewaktu Love Cycle dimulai.. nyampah banget.. retweetannya ganggu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, banyak yang mengikuti jejakmu, kok May :)

      Hapus
  3. Dari dulu emang agak kurang sreg sik sama kuis/giveaway/event berhadiah yang "mengharuskan" pesertanya buat nyampah, apalagi kalau ditentukan oleh like terbanyak .__.
    Bener tuh mbak Peri, kalo emang udah jodoh sama bukunya, pasti nanti ada aja jalan buat ketemu (gratisannya) ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari segi penilaian aku juga paling benci kalau dengan like terbanyak :(

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...