Jumat, 22 Mei 2015

Interview With Christian Simamora | Ask Author, Blog Tour


Hai hallo, lama sekali ya nggak posting Ask Author di Kubikel Romance, kangen juga tapi tenang, kali ini saatnya membayar dahaga :D. Dalam blog tour buku Marry Now, Sorry Later ini saya berkesempatan mewawancarai penulis, tidak lain tidak bukan Abang kece Christian Simamora, salah satu penulis dalam negeri yang bukunya wajib saya baca dan punya. Penulis berpenampilan nyentrik ini telah menerbitkan empat belas buku, WOW, cukup produktif ya, diawali dengan menjadi penulis teenlit kemudian banting stir menjadi penulis romance dewasa, di mana malah melambungkan namanya. Selain menjadi seorang penulis, Bang Ino, begitu panggilannya juga merupakan seorang editor handal dan sukses mendirikan penerbitan sendiri bersama saudaranya, sebuah penerbit yang fokus pada cerita contemporary romance untuk pembaca dewasa, Twigora.

Kreatifitasnya nggak pernah surut ya, banyak sekali yang ingin saya tanyakan kepada Bang Ino tapi apa daya saya hanya diberi kesempatan 5 pertanyaan, untuk ukuran orang kepo seperti saya ini nggak cukup, hahahaha. Tentu tidak ingin menyia-nyiakannya, berikut hasil wawancara saya dengan Christian Simamora, pertanyaan yang saya pendam dari dulu :D

1. Bisa dibilang tema cerita yang sering Abang ambil itu sangat mainstream sekali, cerita yang sudah biasa banget. Apakah nggak takut pembaca menjadi bosan? Ada trik khusus nggak agar pembaca nggak jenuh? Biasanya ide tulisannya dapat dari mana saja?

Kenapa harus takut? Para pembaca nggak ada yang memutuskan untuk membeli novel romance supaya bisa... say, terkaget-kaget seperti ketika membaca novel thriller atau misteri. Abang juga penyuka novel romance. Dan bagi Abang pribadi, bagian yang paling Abang nikmati itu adalah proses mereka jatuh cinta, bagaimana mereka berusaha mengatasi masalah yang membahayakan hubungan mereka, dan janji bahwa keduanya berbahagia di akhir cerita. Dan ketika menulis, Abang bermaksud memberikan pengalaman yang sama ke pembaca Abang—sesederhana itu.

Persoalan jenuh atau nggak, sekali lagi itu Abang serahkan sepenuhnya ke pembaca. Mereka ngeluarin uang lho demi buku Abang, jadi tentu saja kepuasan mereka adalah faktor utama. Jadi, kalau sudah merasa jenuh, ya jangan dipaksa. Berarti, alam bawah sadar si pembaca bilang, sudah saatnya beralih ke penulis atau genre baru—sesuatu yang juga akan Abang lakukan ketika hal serupa terjadi.

Tapi syukurnya, sejauh ini, Abang belum perlu khawatir akan kehilangan pembaca. Sejak Pillow Talk, Abang punya banyak pembaca setia. Nggak hanya selalu menunggu kapan Abang merilis #jboyfriend berikutnya, mereka juga nggak segan-segan memberi masukan, kritik, dan saran untuk kemajuan kemampuan menulis Abang. Dan terbukti toh, tulisan Abang semakin hari semakin baik—bukan karena usaha Abang sendiri, melainkan karena dukungan para pembaca juga! Nggak tahu dengan penulis lain ya, tapi yang Abang miliki dengan teman-teman pembaca ini sangat istimewa. Sesuatu yang nggak pengen Abang tukar dengan apa pun.

Tentang ide tulisan, bisa dari mana saja. Bisa dari potongan fakta sejarah (seperti Come On Over), atau dari dongeng (seperti Marry Now, Sorry Later). Bisa-bisanya kamu mengolahnya jadi cerita menarik saja.

Saya jadi ingat perkataan Abang waktu pertama kali bertemu di IRF, Abang menyebutkan setiap penulis punya pembacanya sendiri, jadi nggak takut kalau ada pembaca yang nggak suka dengan tulisan Abang, karena Abang tahu dia bukan pembaca setia Abang. Dan bener, cerita apa pun yang Abang tulis selalu membuat saya bahagia dan senang, itu kan yang terpenting ketika kita membaca novel romance, bagaimana kedua tokoh utamanya mulai jatuh cinta? :D

2. Abang adalah penulis contemporary romance kategori dewasa, nggak jarang bikin adegan yang bikin kipas-kipas, sering banget mengunakan bahasa yang nggak sesuai EYD, di sisi lain Abang juga seorang editor. Bagaimana Abang menyikapi kedua hal yang bertolak belakang ini? Sulit nggak membuat adegan dewasa yang masih 'aman' dikonsumsi oleh pembaca setia Abang, di mana kadang ada yang belum dewasa juga?

Kita bahas satu-satu ya. :D
Tentang adegan kipas-kipas. Bagi Abang, adegan ini bukan bagian penting dalam novel, tapi nggak bisa terpisahkan dari cerita. Makanya, untuk meminimalisir kemungkinan novel Abang dibaca oleh remaja, sejak All You Can Eat, sampulnya pun dikonsep dewasa. Selamat tinggal cangkir dan kancing, karena ternyata masih saja ada pembaca remaja yang mengaku nggak tahu #jboyfriend adalah novel dewasa (padahal sudah ada label ‘Novel Dewasa’-nya lho) dan kaget ketiga membaca. Jadi, kalau masih ada pembaca remaja yang membeli #jboyfriend, itu sepenuhnya adalah keputusan mereka sendiri.

Tentang bahasa nggak sesuai EYD. ‘Sebelum memberontak, sebaiknya kamu tahu dulu aturan dasarnya.’ Dan, ya, delapan tahun menjadi editor membuat Abang paham betul dengan prinsip-prinsip dasar EYD. Tapi ketika menulis, Abang kemudian memutuskan untuk bereksperimen dengan melanggarnya. Kalau ditanya kenapa, Abang malah balik bertanya, kenapa nggak? Bahasa itu dunia yang dinamis dan suka nggak suka, mau nggak mau, akan selalu berubah. Selagi pembaca masih nyaman dan paham, pelanggaran Abang pun biasanya dimaafkan. Dan Abang toh punya editor kok, yang selalu mengingatkan kalau-kalau pelanggaran Abang rada ‘kelewatan’, haghaghag!
Bukan itu saja, Abang juga sering kok diomongin karena membuat kata atau istilah sesukanya. Abang hanya mengulangi kata-kata seorang penulis: “Kamu bukan penulis sesungguhnya kalau nggak pernah menciptakan kata sendiri.” Trivia: Shakespeare bertanggung jawab atas puluhan kata dan frase ciptaannya yang jadi bagian dari bahasa Inggris saat ini.

Hahahaha, bener banget! Sejak membaca seri #JBoyfriend banyak kata baru yang saya temukan. Misalnya saja munafuck, eibiji, puh-lezz, tapi bahasa yang katanya nggak jelas ini sudah berkurang kok di novel terbaru Abang. Sebagai gantinya, di Marry Now, Sorry Later ini ada word of the day yang mengawali tiap bab, seperti Drapetomania (keinginan besar melarikan diri), Apodyopsis (menelanjangi seseorang di dalam pikiran), Redamancy (membalas perasaan orang yang mencintaimu), dan masih banyak lagi, cukup informatif dan keren banget, kan?

3. Kenapa Abang suka sekali dengan karakter cowok yang berisinial J? Bahkan sampai membuat series #JBoyfriend? Ide awalnya dari mana? Dari semua karakter #JBoyfriend yang Abang buat, mana yang paling spesial dan berkesan? 

Abang pernah baca hasil penelitian siapa gitu (lupa) yang menyimpulkan bahwa laki-laki berawalan nama J punya kecenderungan ganteng dan hot. Karena kedengarannya menarik, Abang memutuskan untuk menggunakan fakta itu sebagai dasar serial #jboyfriend. Dan ternyata terbukti kaaan? Cowok-cowok #jboyfriend dijamin hot? Haghaghag! Bagi Abang, #jboyfriend yang nggak terlupakan itu selalu yang sulit ditulis. Jadi, terhitung sampai saat ini, yang paling sulit ditulis adalah Jet dan Jao. Saat merancang kedua karakter ini, Abang butuh waktu cukup lama untuk benar-benar sepaham dengan cara berpikir mereka.

Ahhhhh, pas banget! Dari semua seri #JBoyfriend yang sudah saya baca, paling favorit adalah Good Fight (Jet) dan Marry Now, Sorry Later (Jao) ini. Dan sepertinya saya harus mulai mencari cowok yang berinisial J juga, hahhahahahaha.

4. Saya sangat tertarik sekali dengan 'kemasan' novel Abang, baik itu cover cowok kece yang pelukable dan ciumable, ilustrasi yang romantis bahkan ada paperdoll juga, sangat berbeda dengan novel kebanyakan, nah ceritanya bagaimana kok bisa sampe punya konsep penjualan kece seperti itu? 

Kalau cover, seperti yang Abang jelaskan sebelumnya, lebih karena ingin menegaskan kalau #jboyfriend adalah serial novel dewasa. Sedangkan paperdoll, lebih karena menyadari kalau para pembaca Abang ini rata-rata main bongkar pasang atau bepe semasa kecilnya. Mereka pasti senang banget kalau ada bonus paperdoll di novel yang mereka beli. Sesimpel itu lho!

Seneng banget karena ternyata konsep cover dan paperdoll itu malah jadi trademark novel Abang sampai sekarang.

Cover Marry Now, Sorry Later (Jao)
Beberapa cover #JBoyfriend, duh mau dong satu yang di cover :p

5. Dua kali ini saya mendapati ada retelling dari dongeng masa lalu di tulisan Abang, seperti novel ini dari Beauty and the Beast, nah apakah akan mengambil tema yang sama lagi untuk buku berikutnya? Kasih bocoran dong dari cerita apa :p 

Waaah, saat ini Abang belum bisa bilang apa-apa karena Abang sendiri masih berada dalam situasi kegalauan—hasek! Antara pengen menulis #jboyfriend atau memenuhi janji 2014 Abang yaitu membuat serial baru. Mumpung lagi ngebahas ini, kamu sendiri lebih kepengen yang mana?

Saya sendiri sebenarnya nggak masalah dengan ide yang mainstream, bahkan hampir semua cerita cinta itu pernah ditulis, nggak ada yang baru lagi, yang membedakan adalah bagaimana tiap penulis meramunya. Tapi kalau ditanya tulisan apa yang selanjutnya ingin dibaca dari Christian Simamora adalah tetap melanjutkan seri #JBoyfriend di mana semua karakter utamanya saling memiliki benang merah, mempunyai dunia mereka sendiri, dan suatu waktu saling bertemu, berinteraksi. Ditambah ada retelling lagi dari dongeng masa lalu seperti yang dilakukan oleh Disney pada Cinderella, Snow White, Rapunzel, dan teman-temannya (Abang sudah memulai beberapa :p). Dan kalau bisa Abang meneruskan kisah Jere, karena menurut saya ceritanya sangat tingkat, bagi pecinta buku bantal seperti saya ini, Cinderella Rockefella adalah sebuah makanan pembuka, belum ada makanan utama dan penutupnya. Namun, apa pun yang Abang tulis, selalu saya nantikan, kok :D

Seperti yang saya bilang di awal tadi, masih banyak pertanyaan yang ingin saya sampaikan, terlebih tentang Marry Now, Sorry Later ini, seperti kenapa bab 9 menjadi bab yang sangat sulit ditulis? Padahal isinya tentang cemburu, bukan adegan romantis atau adegan ranjang di mana banyak penulis lain kesusahan menuliskannya. Lalu bagian teromantis apa yang Abang suka dalam Marry Now, Sorry Later? Kenapa suka banget bikin judul sinetron atau film yang kocak banget di novelnya? Seperti Ganteng Ganteng Simamora, hahahaha, sumpah ngakak pas pertama baca, sampai kenapa Abang banting stir dari penulis teenlit ke penulis romance dewasa?

Nggak pa-pa deh, mungkin lain kali bisa saya tanyakan lagi ke Bang Ino, toh masih ada 13 blogger lain yang masing-masing juga mempunyai 5 pertanyaan, mungkin saja bisa saya dapatkan dari mereka. So, pantengin terus blog tour Marry Now, Sorry Later ini ya :D

Blog tour berlangsung selama dua minggu dari tanggal 20-2 Juni 2015, setiap harinya akan ada tiga postingan dari setiap blogger; wawancara, review dan giveaway. Berikut wawancara lengkap para blogger dengan Christian Simamora, link akan di update setiap harinya:
  1. Luckty
  2. Nurina Widiani 
  3. Peri Hutan
  4. Stefanie Sugia
  5. Oky Septya
  6. Destinugrainy
  7. Dhyn Hanarun
  8. Ira Elvira
  9. Rizky Mirgawati
  10. Aya Murning
  11. Hanifah Dien F
  12. Afifah Mazaya
  13. Martina Sugondo
  14. Ariansyah
Jadi, jangan melewatkan semuanya ya, selain kamu mendapatkan informasi tentang Marry Now, Sorry Later kamu juga bisa mengetahui lebih lengkap lagi tentang Christian Simamora dan proses menulisnya, selain itu berkesempatan mendapatkan bukunya secara gratis juga, kalau nggak menang di blog pertama, kamu bisa mencoba di blog berikutnya, dan seterusnya :D

Tentang Christian Simamora:
Penulis berzodiak Gemini, kelahiran 9 Juni 1983. Menyukai hot chocolate dan parfum beraroma manis. Kalau tidak sedang menulis, dia menghabiskan waktu senggang dengan membaca, browsing, atau menonton serial televisi kesukaan.

#jboyfriend yang sudah terbit: Pillow Talk (Jo), Good Fight (Jet), With You (Jere), All You Can Eat (Jandro), Guilty Pleasure (Julien), Come On Over (Jermaine), dan As Seen On TV (Javi).

Marry Now, Sorry Later (Jao) adalah novelnya yang keempat belas.

Fanpage: www.facebook.com/ChristianSimamoraAuthor
Twitter: @09061983
E-mail: ino_innocent@yahoo.com

Klik judul buku untuk membaca review #JBoyfriend, dan jangan lupa terus pantengin Kubikel Romance karena setelah postingan ini akan ada review buku Marry Now Sorry Later dan giveaway, tiap postingan berjarak 3 jam :D

Demikian wawancara saya dengan Bang Ino, apakah kamu juga penggemarnya? Seri #JBoyfriend mana yang kamu suka dan kenapa? Atau ada pertanyaan yang selama ini kamu simpan juga tentang Bang Ino? Yuk share pendapatkamu di kolom komentar di bawah ini :D

42 komentar:

  1. Karakter Jet emang menantang yak. Tapi aku paling suka Jandro di serial JBoyfriends

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua #jboyfriend emang kece, susah untuk memilih :p

      Hapus
  2. Nyari cowok berinisial j...hmm...
    Jovano Nalande!!

    *dikepruk kang opan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nalande atau Nalende ta?

      Kenalin, saya errr Julian ... Julianto Jowo tepatnya LOL

      Hapus
    2. Astagaaa, kalian bikin sakit perut =))

      Hapus
    3. OHOK *keselek gincu*
      Aduh... Mbavin tau aja nama saia sebenarnya adalah Jovano. Tapi itu kalau siang sih.
      Malam hari aku ganti nama jadi Jovanka. *benerin wig*

      Hapus
    4. Wakakakakaka *tambah sakit perut*

      Hapus
  3. Jawaban kenapa Bang Ino banting stir ke adult romance ntar ada di blogku Sulis :)
    tunggu aja postingannya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Horeeeee, akhirnya ada yang tanya juga, g sabar baca jawaban Bang Ino :D

      Hapus
  4. Aku juga suka banget sama Jet, hihihi.

    duuhh, makin penasaran sama marry now, sorry later :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ayo dibeli, atau bisa ikut giveaway nanti habis postingan review :)

      Hapus
  5. Wah... memang jelas, kalau dilihat dari cover depan Marry Now, Sorry Later –nya Bang Ino, menggoda banget ya, apalagi gincunya cewek itu... hee...
    Segar banget...

    Sepertinya quotable banget ya, novel bang Ino ini :D
    Terus lagi, penasaran ini nih, sama pertanyaan mbak yang poin ke-2. Aku sering kesulitan banget kalau mau nulis terus berhadapan langsung dengan EYD. Bisa dibilang, aku masih amatiran nulisnya. Nah, yang bikin penasaran ini, bagaimana cara pengemasan bang Ino yang memang Penulis sekaligus Editor, terus bisa menggunakan bahasa yang tidak sesuai EYD ya... hee... penasaran nih sama isinya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karna Bang Ino udah hapal diluar kepala kali ya jadi dia berani mengambil langkah berbeda, dan menurutku nggak masalah juga, yang penting ceritanya tetap enak dinikmati :D

      Hapus
  6. Bah! Ternyata Kak Sulis sudah baca semua seri #jboyfriend nya. Salut kali lah aku. Haha. Aku aja baru punya 4. Hikssss :((( Kayaknya musti buka kancing satu-satu dulu baru bisa dibeliin 4 buku lagi sama gebetan. Nyiahahaha! *ditabok mamak*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahahha, dicoba aja Ay *loh* *semoga kamu udah dewasa* =))

      Hapus
  7. Jadi kepengen borong semua #jboyfriend kalau begini caranya :"D *lirik wishlist yang makin menggunung*

    Soal tidak berpatokan dengan EYD, menurutku gak masalah sih. Terlalu baku ngikutin EYD itu kadang agak gimana gitu, tapi terlalu bebas juga gak enak. Menurutuku karena si abang editor, jadi dia paham selera pembaca gimana jadinya dia berani beda.

    Ah iya, jadi penasaran kenapa si abang pindah haluan dari penulis teenlit jadi novel dewasa. Kayaknya yang penulis Indonesia yang nulis genre ini dikit ya (atau akunya yang kudet ya)?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang belum banyak kalau kategori buku populer, kalau sastra wangi udah ada beberapa :p

      Hapus
  8. Jujur, nama Christian Simamora nggak masuk dalam daftar penulis yang aku penasaran tulisannya gimana. Tapi dengan interview kali ini, hey jawabannya menarik :)
    Mungkin aku perlu baca bukunya untuk pembuktian diri apakah buku-bukunya bisa masuk di buku yang bisa kuperhitungkan (emang sih siapa aku kok pake acara memperhitungkan buku orang, tapi aku yakin Bang Ino ini menghargai pembacanya :) )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba deh dimulai dengan baca buku ini *kompor*

      Hapus
  9. True lah sama abang.. Emang, terkadang membuat karya dengan EYD yang agak aneh malah membuat karya itu sendiri menjadi unik.. Yang jelas dan menjadi poin penting, ceritanya yang disampaikan bisa dipahami dengan para pembaca :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. EYD emang penting, lebih penting lagi kalau ceritanya bisa dipahami :D

      Hapus
  10. Seru nh interview sama penulisnya langsung, ada sesi live chat nya juga gag? Biar makin seru cz penasaran bgt sama novel ini. Pgn segera punya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheehe, nggak ada, sistemnya aku lempar pertanyaan bang Ino tinggal jawab, waktunya mepet banget :p

      Hapus
  11. Si Abang sukses banget, yah.. Berani mengambil langkah. Bikin penerbitan sendiri, kosa kata baru.. Kreativitas memang diciptakan. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dikaruniai talenta yang nggak habis-habis :)

      Hapus
  12. aku ngefans banget sama Jet!! Moga Jao di Marry Now Sorry Later lebih greget dari jet ya XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama! Berarti selera kita nggak jauh beda, kamu pasti suka Jao XD

      Hapus
  13. Belum pernah batja seri JBoyfriend soalnya seringnya agak masih kurang terjangkau harga bukunya dan belum pernah masuk obralan xD

    Kalau bang ChrisMor tjari cowok berinisial J, masukin saja saya, eh, maksudnya nama Jun :)))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sanksi kalau masuk obralan, banyak peminat dan buku dewasa juga, hahahaha
      JUN! Ngakak deh baca komenmu ini =))

      Hapus
  14. Seri #JBoyfriend yang paling aku suka dari dulu sampe sekarang itu Good Fight. Ngga tau kenapa abang CS jago bgt bikin tokoh Jeth yang bisa bikin aku klepek2 ngga bisa move on:(

    Pertanyaan aku buat bang CS cuma satu...

    KENAPA ABANG BIKIN AKU DELUSIONAL GINI BANG? pengen bgt macarin jeth terus nikah sama dia:( gagal move on nih gara2 bang CS:((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, Bang Ino pinter banget ya bikin pembacanya delusional, aku juga XD

      Hapus
  15. waaahhhh makin penasaran sama novel marry now, sorry later :"( apalagi pas liat covernya yang kece badai ini makin tambah penasarannnn :"(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Covernya emang tipe 'minta dicomot' :p

      Hapus
  16. this is my second comment yang sebenernya jadi first tapi nggak masuk.
    alhasil, ulang lagi deuh! hehe.
    thank you kak buat hasil interviewnya.
    pertanyaannya mewakili kita banget para pembaca Bang Christ yang seringkali dibikin penasaran.
    tapi kapan-kapan kalau ketemu, tanyain soal inspirasinya dia tentang those words (puh-leez, dahling, cheesy, etc)
    melegenda sekali!
    anyway template nya lucu kak.
    bakal sering mampir ke blog ini deh. terus berkarya yaaa~
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh, makasih banyak ya udah berkunjung untuk pertama kalinya, semoga nggak bosen-bosen. Iya nih, aku juga penasaran asal kosa kata baru yang dia temukan, masih banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan :p

      Hapus
  17. Jo. Itu satu-satunya nama yang aku suka dan sekaligus keliyatan kerennya. Kalo yang lain gak mauuuu.. Terlalu aneh dan terlaluuuu agak gimanaaa gitu. Pokoknya gak suka banget. Jet masih bisa ditolerir sih. Tapi itu udah cukup nyentrik. Persis kayak orangnya yang nggak pernah kuduga bisa nyentrik begitu. Kalo Jao bisa diterima sih cuman yaa agak cina yaa. Cowok sipit nggak pernah kece di mataku. maaaaf.... kalo yang lain aku bener-bener nggak suka. Dipikiranku nama-nama itu pencitraannya gak bagus sama sekali. Mungkin kalo pun aku kepincut sama karyanya bang Ino ini, kemungkinan besar aku akan mempertimbangkan nama karakternya dulu. Itu nama sumpah mainstream banget buat aku.

    BalasHapus
  18. Seolah baca reviewnya enggak cukup bikin ngiler, baca wawancaranya yang seru jadi tambah pengen. Haha.. Tapi keren ya, salut sama cara pandang Bang Ino dan konsep yang ia gunakan dalam menulis. Mantap! *thumbs up*

    BalasHapus
  19. Akhirnya pertanyaan dalam hati tentang kenapa harus J terjawab juga! Hehe, makasih Mbak Sulis. Setuju sama jawaban Bang CrisMor kalau oranf baca romance ya yang dicari pasti nikmatnya tau cerita tokoh saling jatuh cinta. Sayang aku baru masuk 18 tahun, jadi baru berani baca bukunya CS 1 biji doang. Sekarang mau ngejar baca semuanya ah.

    BalasHapus
  20. Mungkin sudah saatnya saya juga mencari lelaki dengan awal huruf J... *lalu mengingat cowok-cowok di sekitar, oke batalkan, cukup jadi lelaki impian saja*

    Baca ini jadi inget dulu pas masih pakai seragam dan baru mulai suka sama Gagasmedia itu lihat novel si Abang. Perhatiiin dengan detail dan merasa kovernya cakep. Terus bacalah sinopsisnya, sayang sinopsis di belakang buku Gagasmedia itu tidak memberi pencerahan. Udah beneran nyaris ambil novel ini, lalu batal. Dan saya sangat bersyukur ga perlu ketemu kipas-kipas pas masih terlalu belia. Apalagi habis lihat kovernya sekarang jadi cowok seksi gitu. Tapi kalau sekarang mah gapapa banget ya. :p

    BalasHapus
  21. bang christian penulis novel romance yang terkadang ada adegan dewasanya,
    ngomong ngomong si abang udah nikah belum nih ??hihiih #kepo

    BalasHapus
  22. Nah.... kalau begitu aku cari suami yang namanya berhuruf depan J, dah. Kali aja emang beneran hot dan ganteng. Hahahaa...

    Buat Abang Christian, selamat atas kelahiran anak baru (si Marry Now Sorry Latter).... Ditunggu kelahiran karya lainnya...

    BalasHapus
  23. Habis baca interview-nya makin pengen ngoleksi seri #JBoyfriend ini nih. Bukunya bang Ino dari seri #JBoyfriend ini cuma satu yg udah kebaca (itupun dari hasil minjem) Setelah dipikir bener juga sih tentang fakta bahwa laki2 berinisial J itu ganteng2. Temen cowokku yang berinisial J juga ganteng2 soalnya. Jadi pengen pacarin cowok dengan inisial J #Eh? :D

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...