Rabu, 08 April 2015

Why Everybody Needs To Read At Least 1 Romance Book? | Let's Talk

Rebloged from Tea, Coffee, and Books
Hallo good readers, ketemu lagi dengan postingan ketiga saya dalam event Around The Genres menyambut ulang tahun BBI yang keempat. Kali ini saya akan mengajak kalian untuk ikut berpatisipasi, mendiskusikan bersama-sama tentang sebuah topik yang cukup menarik, Why Everybody Needs To Read At Least 1 Romance Book? Kenapa sih setidaknya kamu harus mencoba membaca satu saja buku bergenre romance? Let's Talk.

Niatnya saya mau mengadakan survei kecil-kecilan dulu tapi karena nggak sempat jadi postingan ini berasal dari pendapat saya, tapi kamu nanti bisa ikut berpartisipasi kok karena emang itulah tujuan Let's Talk dibuat, agar pembaca juga ikut ambil bagian :D. Ada beberapa poin yang menurut saya kenapa kamu perlu membaca buku romance, ini dia:


1. Buku romance bisa membuat kamu bahagia dan nyaman

Yang membuat saya menyukai kegiatan membaca adalah buku pertama yang saya baca tidak lain tidak bukan bergenre romance, ceritanya bisa di sini. Saya sangat menikmatinya, rasanya seperti ketika makan cokelat, melakukan sesuatu hal yang amat sangat kita sukai, bisa membuat saya bahagia, terlebih kalau ending ceritanya sesuai harapan saya, serta nyaman melakukannya, nggak ada paksaan. Kadang kalau mood lagi nggak bersahabat dengan membaca buku romance mood jelek tersebut bisa terobati, pelepas stress. Walau nggak semua buku romance berakhir bahagia, proses jalan ceritanya lah yang lebih penting, kita seperti mendengar kisah hidup seseorang.

2. Banyak melibatkan perasaan, ceritanya tidak sulit untuk dicerna

Kalau kita membaca buku fantasy, maka imajinasi diperlukan untuk mencerna cerita. Kalau kita membaca buku mystery-thriller, kita harus peka akan segala hal agar bisa memecah teka-teki. Nah, kalau kita baca buku romance, kita main perasaan. Kita nggak perlu mikir terlalu berat karena ketika kita membaca kisah cinta maka perasaanlah yang berbicara. Walau kadang konflik yang disuguhkan penulis amatlah kompleks, tetap saja kita akan bisa memahaminya karena ceritanya tidak akan jauh-jauh dari kehidupan nyata, sekitar kita, sehingga kadang cerita romance bisa sangat mengaduk-aduk perasaan kita.

3. Bisa belajar lewat konflik cerita
"Reading other people’s stories has always helped me with my own story." - Jamie Brickhouse | Poets and Writers (via catapultstory)
Ada kok yang bisa diambil dari cerita romantis, genre romance tidak hanya menyuguhkan dua tokoh utamanya saling jatuh cinta, kadang latar belakang mereka bisa menjadi salah satu hal yang bisa dibuat pembelajaran, konfliknya bisa saja terjadi pada diri kita sendiri. Misalnya kisah Pride and Prejudice, lewat buku ini kita bisa belajar bahwa jangan menilai seseorang ketika pertama kali bertemu, jangan sampai kesan pertama yang tidak begitu mengenakkan kita langsung membenci seseorang. Banyak pesan moral juga kok di buku romance :)

4. Mengenal berbagai macam sifat seseorang

Salah satu aspek penting dalam buku romance selain chemistry kedua tokoh utamanya adalah karakter tokoh utamanya sendiri. Kalau karakternya saja tidak menarik dan nggak mempunyai ciri khas, maka cerita tersebut akan 'kopong', seperti tidak bernyawa. Baiknya, seorang penulis haruslah bisa membuat karakternya menjadi nyata, salah satu hal yang nggak mudah pastinya tapi itulah tantangan tersendiri buat para penulis, agar karakternya bisa diterima pembaca. Salah satu cara agar karakter rekaan tersebut nyata adalah buat gambaran tokoh sedetail mungkin, bagaimana postur tubuhnya dari atas sampai kebawah, gesturnya dan yang paling penting sifatnya. Nah, cerita romance jarang hanya ada dua tokoh utama, banyak juga pemeran pembantu, dari sini lah kita seperti bertemu banyak orang dengan sifat yang berbeda. Sifat seseorang tidak bisa kita ubah seenak kita sendiri, kita hanya bisa memahaminya dan mencoba menerima. Semakin kita bertemu banyak orang maka semakin kita bisa belajar memahami sifat seseorang.

5. Bisa diterima siapa saja

Kisah cinta itu tak lekang oleh waktu, kisahnya bisa abadi dan siapa saja bisa menikmatinya. Memang ada rentang usia dari beberapa sub genre romance tapi kisah cinta sendiri bisa dibaca oleh semua golongan. Kisah cinta tidak hanya melulu akan hubungan dua pasangan, kisah cinta bisa berupa apa saja seperti persahabatan, dengan saudara, orangtua bahkan benda kesayangan. Cinta itu luas, semua orang bisa memilikinya :D.

Nah, itulah pendapat saya kenapa kamu harus mencoba baca buku romance. Banyak yang bilang kalau genre romance itu adalah genre yang paling menye-menye tapi tidak mudah loh membuat sebuah kisah cinta. Riset selalu dibutuhkan karena tidak semua cerita yang dibuat oleh penulis pernah dia alami sendiri, untuk mendukung cerita tersebut logis, maka penulis harus tahu seluk beluk cerita yang akan dia buat. Itu tandanya harus banyak pengalaman dan kalau tidak punya berarti ya harus mencari tahu, nggak gampang, kan? Walau pun fiksi tetap saja kita tidak boleh mengindahkan kelogisannya, jangan sampai membuat cerita yang tidak masuk akal.

Kamu punya pendapat juga kenapa semua orang harus membaca buku romance minimal satu kali? Yuk share pendapat kamu di kolom komentar di bawah ini, siapa tahu bisa meyakinkan seseorang untuk memulai membaca buku romance :)



13 komentar:

  1. Hmm, aku setuju dengan alasan-alasan di atas. Tapi ada lagi satu alasanku pribadi kenapa aku harus baca genre romance. Hihi.
    Sebagai jones yang udah lama ngejones *uhuk* terkadang membuat aku jadi kesepian juga. Nggak bisa memungkiri juga sih rasanya pengin punya seseorang untuk dicintai selain keluarga dan sahabat. Sayangnya keadaan sedang tidak memungkinkan untuk itu. Maka buku genre romance setidaknya dapat mengobati kerinduan itu. Seolah aku jadi pemeran utama di cerita tersebut dan punya seseorang yang dikasihi. :)

    BalasHapus
  2. setuju dengan alasan diatas, satu lagi alasan buatku... kadang ada buku yang entah kebetulan atau apa kok ya ada bagiannya yang pas dengan keadaan saat baca atau pernah merasakan yang mirip2, jadinya bisa dijadikan bahan flash back tak terduga :)) nostalgia dadakan gt... atau klo pas keadaannya sama dng yg sedang dialami... bisa jadi bahan curhat terselubung pas ngereview #eh

    BalasHapus
  3. Dan bikin orang berharap banyak :)

    BalasHapus
  4. aku setuju sama poin-poin mba diatas hihi buku-buku romance ini, walaupun kadang dipandang sebelah mata, bisa jadi vitamin untuk aku kalo perasaan lagi down :D yang asalnya sedang bete berat karena tugas dan deadline lainnya, bisa jadi guling-guling gak jelas sambil haha-hihi kalo baca buku romance hahaha. nice share, mba ^^ <3

    BalasHapus
  5. Yup... setuju sekali sama postingan mba Sulis di atas.
    Buat ku buku romance itu bikim deg-degan, berasa kita jadi heroine nya dan mengalami kisah cinta yang sangat jarang di dunia nyata. Karena kepengen ngerasain cinta yang selaly romantis, cowo yang keren abis dan gentleman, jadi suka sama buku romance :)

    BalasHapus
  6. Setuju sama semua pendapat kakak :) Tapi karena aku lebih condong suka ke Romance Sastra, jadi manfaat yang aku dapat setelah baca bukan cuma lima point diatas. Tapi aku juga dapat nilai budaya yang jika membahas tentang kebebasan untuk mencintai seseorang terkadang terhalang karena kalotnya budaya yang biasanya dipegang oleh tetua..

    BalasHapus
  7. setuju sama pendapat mbak sulis di atas. tapi buatku ada alasan lain kenapa semua orang harus baca novel romance. kadang ada konflik di novel romance yang (kebetulan) kita rasakan. kalo di novel, penulisnya pasti sudah merumuskan pemecahannya. nah, bisa tuh dijadikan alternatif solusi ketika kita mengalami hal yang sama. ini sering banget aku lakuin, mbak. makanya aku suka banget baca romance. gak cuma menghibur, tapi pasti ada sesuatu yang kudapat dari para tokohnya :D

    BalasHapus
  8. Aku suka buku romance soalnya aku suka baca atau lihat kisah cinta-cinta romantis. Kadang bisa suka keikut suasananya. jadi makin seru.
    Apalagi kalau kisahnya antimainstream makin merasa cerita itu keren. ^^

    BalasHapus
  9. Super duper setuju dengan alasan mbak Sulis di atas!

    Membaca Buku Romance bagi saya adalah candu. Kapan lagi saya mendapatkan perasaan bahagia dan ketika berbunga-bunga ketika menamatkan sebuah buku?
    Membaca Buku Romance wajib hukumnya bagi setiap orang, siapa sih yang di dunia ini tidak membutuhkan cinta?
    Bohong sekali seandainya ada yang bilang bisa hidup tanpa cinta. Mereka hanyalah orang-orang kesepian.
    Seandainya tanpa cinta kasih kedua orangtua, kita tidak akan lahir di dunia ini #tsahhh

    BalasHapus
  10. Semacam, pelarian gitukah? Tapi kadang, baca buku romance jauh lebih menarik daripada nyaksikan kisah sendiri :') kenapa jadi menggalau coba wkwk. Iya selain itu, buku romance yang bagus kan amanatnya untuk mengerti arti cinta itu sendiri jadi dalem gitu. orang jadi bisa ngerti perasaan. mungkin recommend buat para cowok-cowok yang kurang peka untuk membaca tulisan cewek. Sehingga, mereka mengerti perasaan kami para perempuan. Tapi yang perempuan coba baca novel romance dari sudut pandang cowok. Cara pandangnya lain lagi lho...

    BalasHapus
  11. Bener banget alesan nya :)) buat mengekspresikan perasaan juga, biasanya kalau lagi galau itu malah baca novel novel romance yang sedih hihi ^^ tapi biasanya abis baca itu serasa beban galau nya itu hilang karena udah diluapkan dari bacaan novel ^_^

    BalasHapus
  12. setuju sama alasan yang mbak Sulis sebutkan diatas. namun ada alasan lainnya seperti, dengan membaca novel kita bisa mengimajinasikan apa ending yang kita inginkan. yang di dunia nyata nggak akan kita dapatkan. karena pda dasarnya dunia nyata jauh lebih kejam ketimbang novel yang kita baca.

    BalasHapus
  13. 1) Menghilangkan stres karena pemanis buatan. Bikin perasaan seger apalagi kalau ceritanya ringan~
    2) Bikin jatuh cinta tanpa patah hati. Karena kita seingkali naksir tokoh utama prianya namun enggak patah hati saat doi bersanding dengan tokoh utama wanita. hehehe.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...